Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 49


__ADS_3

Tidak pernah terbayangkan sebelum nya oleh mira akan mengarungi bahtera Rumah tangga bersama Jack maholtra, Seorang konglomerat di negeri ini yang mempunyai perusahaan cabang di setiap penjuru dunia. Cara mereka menikah pun tidak seperti orang pada umumnya, Bagi mira tidak penting mereka menikah dengan cara seperti apa. Yang terpenting sudah dah di mata hukum dan agama, Pernikahan yang pertama gagal membuat mira takut membuka pintu hati untuk orang yang berusaha mendekatinya.


Awalnya mira tidak ingin membuka hati untuk jack, Entah kenapa penolakan mira malah membuat mereka semakin dekat.Mungkin ini yang di namakan jodoh maut rizki sudah di atur sang maha kuasa, Sang pemilik langit dan bumi.


Kebahagiaan dari keluarga kecil ini terlihat dengan jelas terutama Zay, Zay yang selama ini sangat merindukan seorang ayah. Dengan hadirnya Jack sudah bisa mengalihkan dunia Zay. Zay tidak mengingat ayah kandungnya bagi Zay seorang lelaki dewasa yang tinggal bersama nya itu lah ayah nya.


Setelah Jack pergi bersama mira, Zay tidak membiarkan jack untuk menguasai mira. Zay malam ini meminta tidur bersama mereka, Hal itu membuat Zay loncat dengan kegirangan. Tidur bertiga di kasur yang sama itu lah impian Zay selama ini.


Entah Zay cemburu melihat Jack selalu dekat dengan mira, Zay tidak membiarkan Jack untuk mendekati mira ada saja kelakukan Zay yang membuat Jack gagal mendekati mira.


Bagi Jack hal ini tidak masalah justru Jack sangat senang, Mengingat beberapa terakhir ini Jack selalu sibuk dengan mira dan tidak ada waktu untuk Jack bersama Zay.


Waktu sudah menunjukan jam enam pagi, Mira sudah bangun terlebih dahulu. Mira sudah terbiasa bangun pagi hanya untuk sekedar membantu bibi memyiapkan keperluan mereka.


Setelah mira selesai mengerjakan semua pekerjaan di dapur, Mira kembali ke kamar bersiap akan membersihkan badannya.


Terlihat kedua lelaki yang sangat berarti di hidup mira masih terlelap tidur, Meskipun hanya dengan hitungan Jari Jack sudah bisa mengalihkan dunia mira.


Mira pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, Suara gemercik air di kamar mandi sudah berhasil membangunkan tidur lelap Jack.


Jack pun menggeliat namun matanya enggan sekali terbuka, Dengan pelan Jack berusaha bangun lalu melihat ke arah jam. Ternyata waktu sudah siang.


Jack menyibak selimut yang menutup tubuh nya lalu perlahan bangkit.


Jack sudah berdiri di depan pintu kamar mandi mencuci muka biar ngantuk nya hilang. Tiba-tiba Mira keluar dari kamar mandi, Wangi sabun yang menempel di tubuh Mira membuat Jack tersadar sepenuhnya.


Mira dengan santainya menyambut Jack sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sudah bangun, " Tanya Mira terhadap Jack.


"Lalu jika belum bangun ini yang berdiri siapa,,? Jawab Jack ngasal.


Jawaban Jack membuat Mira membulatkan kedua matanya.


" Siapa tahu yang bangun hanya raganya.Namun, hatinya masih berada di alam mimpi"Mira mengucapkan itu sambil berlalu meninggalkan Jack yang masih berdiri di depan pintu.


Mira kembali memberikan handuk terhadap Jack, "Cepat mandi, Hari ini kita akan berkunjung ke rumah kakek nya Zay. " Pernyataan Mira membuat Jack membulatkan mata dan segudang pertanyaan pun muncul di kepalanya.


"Ada perlu apa kita harus ke sanah,,? Tanya Jack.


" Tidak tahu, Mama hanya bilang ada hal penting yang akan mereka sampai kan"Ucap Mira.


"Owhh,, Hanya itu yang terucap dari bibir Jack," Jack sambil berlalu pergi menuju kamar mandi.


Mira merapihkan tempat tidur yang berantakan,Jack keluar kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.


Baju ganti untuk Jack pun sudah di persiapkan oleh Mira, Mira membantu Jack untuk berganti pakaian.


Jack sudah berganti pakaian dengan menggenakan kaus oblong dan celana selutut, Hari ini hari libur mereka semua akan berkunjung ke rumah keluarga Basrie. Entah ada hal penting apa yang akan mereka bicara kan sehingga meminta Mira untuk menemui nya.


"Hayu kita sarapan dulu,? Ajak Mira terhadap Jack.


" Perut ku tidak lapar,, "Jawab Jack sambil terliahat kurang bersemangat.


" Jangan seperti itu,, Sudah suap itu sarapan pagi nya. "Mira menarik tangan Jack untuk menuju dapur namun perkataan spontan yang di lontarkan Jack membuat Mira membulatkan kedua matanya.

__ADS_1


" Seharusnya yang di kasih makan duluan itu burung biar dia tambah semangat, Dia belum makan dari se malam"Jack mengucapkan itu sambil duduk kembali di tepi tempat tidur.


"Astaga,,, dasar kamu ya" Mira mencubit pinggang Jack hal itu membuat Jack meringis kesakitan.


Sudah jangan banyak drama masa tidak makan semalam saja membuat dia mati, Tidak kan.


Mira pun menarik tangan Jack untuk berdiri, Akhirnya Jack pun pergi mengikuti Mira ke ruang makan. Di meja makan sudah di tunggu Zay dan Bibi.


Mira mengisi piring Jack dengan menu sarapan hari ini. Zay dengan penuh semangat menghabiskan sarapan nya tanpa sisa.


Sarapan pun telah usai, Mereka semua sedang bersiap untuk pergi ke keluarga Basrie. Namun, Hal ini membuat Zay males ketika mendengar mereka akan berkunjung ke sanah.


Zay duduk di atas sofa dengan menangkup ke dua pipinya. Hal itu membuat Jack mendekati Zay sambil bertanya.


"Hai jagoan papa, Kenapa mukanya di tekut seperti itu. Masa anak papa Jelek seperti itu"


"Boleh tidak Pah,, Zay tidak usah ikut ke rumah nenek,? Pertanyaan Zay membuat Jack mengerutkan kening nya.


" Lah kenapa tidak Mau ikut,?


"Zay,, Tidak Mau bertemu dengan kakek jahat yang suka membuat mama menagis"


"Jangan khawatir sekarang sudah ada papa, Mereka tidak akan berani menyakiti mama lagi" Jack berusaha meyakinkan Zay agar rasa takut untuk menemui keluarga Basrie hilang, Mungkin ini salah satu trauma yang di alami Zay. Zay masih terlalu kecil untuk menyaksikan apa yang terjadi di hidup nya yang telah lalu. Jack membawa Zay ke pangkuannya sambil mengecup kening nya sekilas.


"Zay kan anak pemberani masa gitu aja takut,, "


"Iya,"Zay mengangguk dengan pelan namun di dalam hatinya masih ada keraguan untuk ikut pergi ke rumah keluarga Basrie. Mengingat terakhir kali Zay di titip kan di rumah nenek nya mendapat perlakuan kurang baik dari kedua sepupunya, Mereka berlaku baik ketika ada farida dan Basrie. Namun, Kelakuan mereka berubah ketika Farida dan Basrie lengah.Hal ini juga yang membuat Zay enggan pergi ke rumah Neneknya. Mereka semua pandai bersandiwara, Seolaeh mereka saudara sepupu yang baik ketika di depan kakek dan nenek mereka. Mereka itu seperti bunglon yang bisa berubah sesuai ke ada an.

__ADS_1


__ADS_2