
"Ya sudah, itu sudah ada suara mobil di depan, pasti yang akan membawakan barang-barang kita, sudah datang!" Ucap Mira sambil berdiri dan memegangi pinggangnya, yang terasa pegal setelah berlutut tadi.
"Iya, coba liat dulu sana siapa yang datang!" Ucap Jack pada istrinya, dia sepertinya masih betah bercanda dengan Zay dan menasihati anak itu dengan baik.
"Iya, aku keluar dulu untuk melihat nya," Ucap Mira, sambil beranjak dari posisinya dan, melangkah perlahan keluar dari kamar Zay, untuk melihat ke depan siapa yang datang.
Mira berjalan untuk membuka pintu, dan orang yang datang berkunjung itu tepat berdiri di sana.
Melihat siapa yang kini ada di hadapannya, Mira sangat terkejut, dengan kedatangannya, sebab dia berharap yang datang adalah sopir mobil, yang akan mengangkut barang miliknya. Namun, ternyata orang itu adalah Ibunya, Bu Dellia.
"Mama ...?" Sapa Mira dengan wajah penuh tanda tanya, dia tidak menyangka yang datang itu adalah ibunya, orang yang sama sekali tidak terlintas dalam pikirannya.
"Asalamualaikum!" Ucap Bu Dellia sambil tersenyum penuh kehangatan, senyum itu khas milik seorang ibu yang penuh kerinduan pada anaknya, menggambarkan bahwa Bu Dellia sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan putrinya. Meskipun Mira belum sepenuhnya bisa menerima kehadiran dirinya, tetapi wanita itu tidak akan pernah putus asa. Keinginannya kuat demi bisa mendapatkan hati Mira—anaknya. Dan Mira bukan tidak menerima kehadiran Bu Dellia sebagai ibunya, tetapi, menurutnya ini terlalu mengagetkan sekali, sehingga dirinya seperti sulit berdamai dengan keadaan.
"Waalaikumsalam," Jawab Mira sambil tersenyum tipis, menatap lekat wajah sang ibu. Terlihat dengan jelas tersimpan banyak rindu di mata sang ibu untuk dirinya.
"Siapa Sayang, yang datang?" Tanya Jack terhadap istrinya.
Mira tidak menjawab pertanyaan suaminya, dia masih berdiri di depan pintu dan tidak mempersilahkan Bu Dellia untuk masuk, entah kenapa dia tiba-tiba sangat enggan. Dia tahu, menerima tamu dengan baik adalah keharusan, apalagi itu ibunya, tapi, dia akan pindah hari ini.
Setelah beberapa saat tidak ada jawaban dari sang istri, Jack segera menghampiri istrinya yang masih berdiri.
Setelah berada di dekat Mira, Jack pun terkejut dengan orang yang berdiri di depan pintu.
"Mama ...!" Sapa Jack terhadap ibu mertuanya itu.
Dan, Bu Dellia pun menjawabnya dengan senyuman.
__ADS_1
"Sayang, ayo ajak masuk dulu, pasti Mama lelah setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh," Kata Jack menyuruh istrinya agar mengajak masuk Bu Dellia.
"Iya, ayo Ma ... masuk dulu!" Kata Mira mengajak ibunya untuk segera masuk, setelah di perintah oleh suaminya.
Bu Dellia pun perlahan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
Setelah berada di dalam, Jack mempersilahkan ibu mertuanya untuk duduk di salah satu sofa yang ada di sana. Keluarga kecil itu akan pindah, tapi, bukan berarti mereka akan mengosongkan tempat ini. Biar bagaimanapun juga, rumah ini adalah peninggalan suami Mira yang kelak akan diwariskan kepada Zay, sebagai anak kandungnya. Oleh karena itu, barang yang akan dibawa pun hanya yang menurut mereka sangat penting.
Rencana Jack pada rumah ini adalah akan tetap menyiapkan seorang pelayanan agar tetap bersih dan terawat hingga ketika Mira ingin mengunjungi rumahnya, tetap dalam baik dan rapih.
Setelah berada di dalam Bu Dellia melihat ke sekeliling, dan pandangan jatuh 0ada beberapa dus yang sangat jelas memperlihatkan keadaan orang mau pindah, dia pun berkata, "Itu banyak dus, kalian pada mau ke mana?" Bu Dellia memberanikan diri untuk bertanya terhadap anak dan menantunya.
"Kami mau pindah ke rumah Mama, hari ini!" Jawab Jack sambil tersenyum ke arah ibu mertua, yang terlihat gurat di wajah penuh dengan kekecewaan walaupun, Jack sebetulnya lebih berhak atas diri Mira, tetapi kenapa dia merasa tidak ikhlas ketika mendengar Mira akan tinggal satu rumah bersama Bu Merlin, besannya. Sementara dirinya sebagai ibu kandungnya, sangat sulit untuk mendekatkan dirinya dikasihi oleh Mira, anaknya.
Sementara itu, Mira pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk mamanya, setelah beberapa saat Mira kembali dengan membawa secangkir minuman dalam nampan yang dia bawa sendiri.
"Diantar Juna, tapi, dia ada urusan dulu, makanya dia belum sempat bertemu dengan kalian semua, nanti kalau udah beres pasti cepat kembali ke sini!" Kata Bu Dellia.
"Owh," Hanya kata itu yang terucap dari bibir Mira.
Setelah cukup lama mereka berbincang akhirnya orang yang Jack tunggu pun datang.
Orang-orang yang akan membantu mereka untuk membawa barang ke rumah yang akan mereka tempati.
Jack mengarahkan orang tersebut agar segera membawa barang yang sudah di kemas agar segera di bawa ke luar.
Setelah di perintah oleh sang tuan, orang itu pun mengangkut barang keluar rumah dan di masukan ke mobil van yang besar.
__ADS_1
Setelah semua barang di angkut keluar, dan mobil yang membawa semua barang telah berangkat meninggalkan area pekarangan rumah Mira.
Seketika rumah pun terlihat lebih luas, karena ada banyak barang juga yang di bawa, dan hanya ada beberapa yang dibiarkan berada di posisinya.
Tinggal mereka bertiga yang belum berangkat ke sana.
"Ma, ikut saja ke rumah Mama, ya?" Ajak Jack terhadap ibu mertuanya.
"Gimana baiknya saja, kalian tidak akan meninggalkan aku sendirian di sini, kan?" Jawab Bu Dellia.
Zay yang sedari tadi berada di dekat Bu Dellia, dia merasakan sangat senang bahwa dia mempunyai banyak nenek.
Setelah beberapa saat mereka pun akhirnya pergi, menuju rumah yang akan di tempati Jack dan keluarga kecilnya.
Bu Dellia duduk di kursi tengah beserta Zay dan juga Bi Minah, sedangkan Mira duduk di samping suaminya yang mengemudikan mobil.
Kendaraan yang mereka tumpangi bergerak secara perlahan pergi meninggalkan rumah yang selama ini, Mira tempati, meskipun dia merasa berat untuk meninggalkan rumah ini tetapi sekarang dia sudah punya suami, sudah sepantasnya ikut bersama suami ke mana pun pria itu pergi.
Jack yang melihat Mira terdiam sudah bisa menebak, bahwa istrinya itu sedih tetapi, tidak apa sebab menurut Jack mungkin itu hanya sementara. Jack akan memberikan kebahagiaan di rumah yang akan mereka tempati nantinya. Dia akan membangun keluarga kecil yang penuh dengan kebahagiaan.
Perjalanan yang mereka tempuh lumayan jauh, sehingga membuat Zay tertidur pulas di pangkuan Bu Dellia, neneknya. Kebiasaan Zay setiap kali dalam perjalanan adalah pasti tertidur. Ini adalah kebiasaan kebanyakan anak-anak mungkin merasa jenuh, menjadikannya mengantuk.
Setelah cukup lama menempuh perjalanan antar kota yang cukup jauh, akhirnya sampai juga di rumah yang mereka tuju.
Semua orang yang ada di dalam mobil pun keluar, mereka segera menuju pintu masuk, Bu Merlin pun sudah menyambut kedatangan semua.
Dia tidak henti-hentinya mengembangkan senyuman penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Bu Merlin dengan ramahnya mengajak semua orang untuk segera masuk. Sementara itu, semua barang sudah di tangani oleh para pelayanan yang ada di sana.