Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 95.


__ADS_3

Mira dan Bi Minah berada di depan rumah, mereka sedang menunggu taxi yang sudah dipesan beberapa waktu lalu.


Akan tetapi mereka harus menunggu lumayan lama hingga taxi yang itu pun akhirnya datang juga.


Mereka berdua bergegas masuk, Setelah duduk dengan nyaman, Mira mempersilahkan sang sopir untuk menjalankan kendaraannya ke arah tempat sesuai tujuan mereka.


Bukan perjalanan yang mudah untuk sampai ke sana, mengingat tempat tersebut berada daerah pelosok yang akses jalannya pun tidak terlalu bagus. Akibatnya perjalanan mereka terkesan begitu lambat.


Mira sangat berharap perjalanannya kali ini akan berujung kebahagiaan. Dia hanya berusaha, mungkin dengan melakukan hal seperti ini bisa untuk menyembuhkan penyakitnya. Tanpa harus melakukan operasi atau sejenisnya seperti saran para dokter padanya.


Dia hanya mengusahakan sesuatu yang terbaik, melakukan  apa pun, demi mereka yang dia sayang.


Setengah hari sudah mereka habiskan di perjalanan, dengan menumpang kendaraan taxi online, memasuki area perkampungan yang mereka tuju. Setelah sampai di kampung itu, Bi Minah  pun turun untuk menanyakan tempat orang pintar yang dulu pernah dia kenal dan dia tahu pernah tinggal di tempat itu.


Ternyata orang yang dimaksud oleh BI Minah itu bukan berada sana, melainkan di kampung yang lebih jauh dari tempat pemberhentian mereka sekarang. Artinya mereka masih harus menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit lagi.


Pak sopir pun dengan sabar melajukan kembali kendaraannya, meskipun tidak bisa terlalu cepat untuk bisa sampai di sana. Dikarenakan kondisi jalan yang tidak memungkin.


Sangat lambat dia melakukan mobil itu untuk sampai di tempat tujuan. Bukan hanya pemukiman yang mereka lalui tapi, melewati hutan gunung, dan sawah-sawah.


Sebenarnya, Mira dan Bi Minah mencari seorang wanita yang bernama Nyai Suketi, demikian biasa orang memanggilnya, dia sangat pintar di bidang supranatural untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Dia bisa mengatasi masalah tanpa masalah itulah slogannya. Bahkan dia juga bisa membantu orang yang ingin cepat kaya. Tidak sedikit pula orang yang datang ke rumahnya, hanya untuk memintanya mengobati semua jenis penyakit. Entah itu secara kebetulan atau bukan, yang jelas banyak yang sembuh setelah datang berkunjung ke tempatnya.


Namanya pun sangat terkenal, banyak juga orang yang datang hanya untuk meminta pelet atau hal yang tidak masuk akal sejenisnya.


Saat ini tanpa terasa, akhirnya mobil yang mereka tumpangi sudah berada di depan rumah Nyai Suketi, yang ternyata, bukan Cuma Mira, sudah banyak orang lain yang datang berkunjung di sana.


Mira dan Bi Minah pun turun dari mobil, dan segera menuju rumah yang sudah dipenuhi beberapa orang pasien itu. Semua orang itu sedang menunggu giliran mereka di panggil sesuai urutan kedatangannya.


Mira dan Bi Minah pun duduk di bangku yang sudah di sediakan pada teras rumah Nyai Suketi.


Cukup lama mereka berada di ruang yang sengaja dijadikan sebagai ruang tunggu itu, hingga akhirnya tibalah giliran mereka.


Kedua wanita itu pun masuk ke ruangan, secara bersamaan, di  mana mereka sudah di tunggu oleh seseorang yang akan mengobati dan mencoba membantu menyelesaikan segala masalah tanpa masalah.

__ADS_1


Mira merasa sedikit ngeri ketika melangkahkan kaki ke dalam ruangan tersebut. Terasa jiwa mistis yang sangat kuat dan aneh disertai aroma menyengat yang mengusik Indra penciuman mereka. Mira tidak pernah mencium aroma seperti ini sebelumnya, tapi dia segera membiasakan diri. Mira dan Bi Minah, disambut dan di persilahkan duduk di depan seorang wanita yang berpenampilan nyentrik tapi terkesan tenang, dialah Nyai Suketi.


"Silakan duduk!" Kata Nyai Suketi, mempersilahkan Mira dan Bi Minah untuk duduk.


Perlahan Mira dan Bi Minah duduk, sambil melihat ke sekeliling ruangan di sana, seketika suasana mistis yang kuat seperti menyelimuti mereka. Ada sedikit keraguan yang tiba-tiba menyeruak di hati Mira soal bisa mengobati penyakitnya. Wanita itu justru merasakan jika tempat ini seperti tempat paranormal atau pesugihan, bukan tempat pengobatan. Namun, karena sudah terlanjur datang ke sana, maka dia tidak bisa mundur lagi.


"Terima kasih" Jawab Mira dan Bi Minah secara bersamaan.


"Apa tujuan kalian datang ke sini?" Tanya Nyai Suketi.


Mira dan Bi Minah pun saling melempar tatapan.


"Saya ingin mengobati penyakit di rahim, saya, Nyai," Ucap Mira dengan nada pelan.


"Iya, Nyai... Saya takut itu guna-guna," Bi Minah menyela perbincangan antara Mira dan nyai Suketi.


"Coba Saya terawang dulu, siapa nama lengkap kamu siapa dan hari lahirnya?" Tanya Nyai Suketi.


"Kirana Numaira, saya lahir di hari rabu jam 03:00,”  Jawab Mira dengan lengkap.


Mira mengikuti semua perintah wanita aneh itu, lalu berbaring di tempat yang ditunjukkan.


Nyai Suketi pun terlihat komat-kamit membaca mantra-mantra. Mira tidak tahu apa yang diucapkan wanita itu sedangkan, Bi Minah hanya menyaksikan dari tempat duduknya saja tanpa berbicara.


Setelah cukup lama Nyai Suketi melakukan ritual pengobatan sesuai ilmu yang dimilikinya, lalu, dia membuka kepalan tangan dan menunjukannya pada Mira dan Bi Minah, mereka melihat ada sesuatu di tangan wanita itu.


"Lihat ini?" Ucap Nyai Suketi.


"Apa itu?" Tanya mereka bersamaan.


"Ini saya ambil dari dalam perut kamu, pantas saja kamu merasa myeri. Ini sumber masalahnya!" Ucap Nyai Suketi dengan penuh kebanggaan.


"Itu, kan, jarum dan silet di ikat pake rambut?" Jawab Mira dengan wajah tercengang sungguh dia tidak percaya akan hal ini, tapi semua ini sungguh nyata dihadapannya.

__ADS_1


"Betul sekali, Ini semua ada yang mengirimnya yaitu orang yang tidak suka denganmu," Kata Nyai Suketi lagi


Sungguh di luar nalar manusia biasa, Entah ini berupa sihir atau apa yang jelas bukti itu nyata terlihat di hadapannya.


Setelah cukup lama mereka berbincang, Akhirnya ritual pun sudah selesai di lalukan.


Mira pun diberi obat yang berasal dari dedaunan, yang harus di rebus dan di minum tiap hari agar penyakitmu sembuh. Mira juga di bekali sejenis penangkal atau tumbal agar guna-guna itu tidak mempan untuk kembali masuk ke tubuh Mira.


Mira dan Bi Minah pun pergi berpamitan, untuk segera pulang.


"Terima kasih, Nyai kami permisi pulang," Ucap Mira dan Bi Minah secara bersamaan.


"Jangan lupa, Minggu depan ke sini lagi. " Ucap Nyai Suketi.


"Baik, lah, Nyai" Jawab Mira sambil tersenyum ke arah wanita itu.


Mira dan Bi Minah pun keluar dari rumah Nyai Suketi. Langsung menuju tempat parkir di mana Pak Sopir sedang menunggu mereka berdua.


"Pak! Ayo pulang!" Ajak Mira terhadap sang sopir.


"Sudah selesai Nyonya?" Tanya laki-laki itu lagi.


"Sudah, Ayo cepat kita pulang! Saya takut keburu suami Saya pulang nanti!" Ucap Mira terhadap sopir taxi yang mereka sewa.


Mereka semua pergi dari area rumah Nyai Suketi dengan kendaraan yang mereka tumpangi. Meskipun Mira ingin segera sampai di rumah tetapi apalah daya, perjalanan terlalu rumit untuk di tempuh dengan jalur cepat. Tetap Saja butuh waktu berjam-jam hingga sampai di rumah.


Hari sudah berganti dengan sore, lelah, sudah pasti itu yang di rasakan Mira pada saat ini.


Akhirnya, tiba juga mereka di depan pekarangan rumahnya. Setelah membayar taxi yang mereka sewa selama satu hari ini, Mira pun segera bergegas turun dari mobil dan berjalan dengan cepat memasuki rumahnya sendiri. Dengan terburu-buru dia membuka pintu, sambil berharap semua baik-baik saja dan suaminya belum pulang dari bekerja. Namun, hal taj terduga ada di hadapannya. Saat Mira membuka pintu secara perlahan, tiba-tiba suara yang tidak asing lagi, menyambut kedatangannya.


"Dari mana, kalian?" Tanya Jack pada sang istri.


"Hmm... Dari sana ...." Mira menjawab dengan gugup, Bi Minah yang berada di sampingnya hanya menunduk malu juga merasa segan pada majikannya serta, tidak berani menatap wajah Tuannya.

__ADS_1


Catatan:


tum·bal :_Sesuatu yang dipakai untuk menolak (penyakit dan sebagainya)


__ADS_2