
Keesokan harinya
Mentari pagi masuk ke celah jendela, hingga membuat seseorang yang masih bergulat di bawah selimut merasakan cahaya yang melewati celah tersebut. Mira pun menggeliat dan merenggang kan otot nya lalu membuka mata dengan perlahan.
Dia melihat ke sekeliling ternyata sudah sepi, biasanya dia bangun lebih pagi dari suami entah kenapa hari ini dia bangun siang.
Mira bangun terus turun dari tempat tidur untuk mencari keberadaan suaminya, di cari ke kamar mandi ternyata sudah tidak ada.
Mata Mira fokus ke meja rias, ternyata ada satu catatan di atas sanah. Mira mendekat ke arah meja lalu mengambil nya terus di baca"Sayang maaf ya, aku berangkat tanpa membangunkan mu terlebih dahulu. Tidur nya sih terlalu pulas jadi nggak tega, I love you bidadari surga ku😘😘"Mira membaca kertas kecil yang di tulus suaminya sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
Mira pun meletakkan kembali kertas tersebut, lalu mengambil ponsel nya dengan niat mengirim pesan untuk suaminya.
📱
Love you too 😘
📩
Mira pun mengirim pesan untuk suaminya.
Tidak berselang lama ponsel nya pun berbunyi
📱
"Jangan lupa mandi terus sarapan" Isi pesan dari suaminya.
📱
"Iya ini mau mandi dulu" jawab Mira.
__ADS_1
📱
"Hati-hati, awas ke peleset" jack memperingatkan istrinya agar lebih hati-hati.
📱
"Iya"
Setelah selesai berkirim pesannya, akhirnya Mira pun masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.
*
*
*
Terdapat ketiga lelaki itu sedang duduk di sofa dan memulai pembicaraan yang sangat serius.
"Sania sudah berada di kantor polisi, dan sudah pasti tante merlin juga akan mendapatkan panggilan tetapi itu hanya sebagai saksi " kata Rico sambil menatap ke arah Jack.
"Gua bingung, kalau Mira tahu yang menyebabkan saudara kembarnya meninggal dan Mamanya juga, itu ada sangkut pautnya sama Mama Merlin bagai mana reaksi nya? kesehatan Mira juga sangat memprihatinkan kalau dia tahu kebenaran soal ini bagaimana? " kata Jack sambil menatap nanar ke depan.
"Cepat atau lambat Mira pasti tahu, dan satu hal perlu lu tahu, lebih baik di kasih tahu sama lu daripada mendengar nya dari orang lain" kata ferdi.
"Yang di bilang Ferdy itu ada benarnya juga, lebih bahaya jika mendengar dari orang lain" Rico pun ikut menimpali.
"Tapi gua takut, kesehatan Mira memburuk setelah mendengar kenyataan ini! " jawab Jack.
"Cari waktu yang tepat untuk memberi tahu semuanya" kata Ferdy.
__ADS_1
"Pokoknya lu harus kasih tahu Mira sebelum tante Merlin dapet surat panggilan dari kepolisian, jika tidak pasti Mira akan ngamuk atau bahkan nggak akan memafkan kalian" Kata Rico.
"Tapi bagaimana caranya, gua aja udah puyeng ingin segera keluar dari semua masalah ini! " kata Jack sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Perasaan gua ini masalah nggak kelar-kelar dari dulu, pokoknya lu harus bicara apapun itu resikonya. jika terjadi sesuatu setelah ini maka lu harus yakin bahwa semua itu sudah di atur sang kuasa jangan menyalahkan siapa pun" kata Ferdy.
"Iya, gua harus siapin mental terlebih dahulu" jawab Jack dengan raut wajah yang melas.
Pembicaraan di antara ketiga nya pun sudah cukup lama, hingga pada akhirnya mereka kembali ke ruangan masing-masing dan akan bekerja sesuai dengan tugas nya mereka.
Tunggal lah Jack yang masih merenung, memikirkan semuanya yang telah terjadi terhadap hidupnya dan sampai sekarang pun masalah dari masa lalu belum juga kelar."jika saja kepala ini made in China sudah pasti hancur "ucap Jack dalam hati, terlalu banyak beban yang di pikiran.
Setelah cukup lama dia merenung dan memikirkan segala sesuatu, akhirnya dia pun memulai pekerjaan. Dengan seperti ini dia bisa melupakan sejenak semua masalah yang ada.
Jack membuka lembaran demi lembaran pekerjaan nya.
Hampir setengah hati Jack habiskan dengan bergulat bersama pekerjaan nya, hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam satu siang. ini tandanya jam istirahat pun sudah lewat, tetapi dirinya melewatkan makan siang. Akibat terlalu banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.
*
*
*
Di tempat lain, di waktu yang sama.
" Hai penghianat... keluarkan aku dari sini"teriak Sania, memanggil Juna, tetapi Juna tidak merespon apapun. Saat Sania di masukan ke sel tahanan.
"Tunggu pembalasan ku kalian semua" Sania terus berteriak sambil mengucapkan sumpah serapah terhadap, keluarga mira dan juga Juna.
__ADS_1