
Pagi itu, matahari muncul menerangi bumi, dengan sinarnya yang bening seperti kilauan berlian dan kristal, terpancar secara bersamaan membuat suasana yang cerah, secerah hati Semua orang yang bahagia menyambut kesibukan sibuk aktivitas mereka masing-masing. Ada sebagian orang yang pergi ke pasar, sebagian lagi ke kantor, dan sebagian lainnya melakukan pekerjaan sesuai profesi mereka, yang sudah biasa mereka lakukan setiap hari.
Jangankan di jalan raya, yang mulai ramai dipenuhi kendaraan berlalu lalang melewati jalanan ibu kota, beberapa tempat lain pun sama, seperti area gedung perkantoran, sekolah, dan tempat umum lainnya.
Begitu pun dengan keluarga Mira, mereka sudah bersiap untuk memulai aktivitas di pagi hari yang sibuk seperti biasanya.
Di mana kebiasaan keluarga ini selalu tepat waktu, dan sarapan sebelum pergi ke kantor.
Jack pun memiliki kebiasaannya sendiri, mengantarkan anak ke sekolah, pergi ke kantor, itu semua sudah menjadi bagian dari rutinitas penting bagi pria itu. Sebenarnya, untuk urusan mengantar dan menjemput Zay ke sekolah, Jack bisa saja menyiapkan sopir atau menyiapkan seorang pengasuh untuk menjaga anak itu selama di sekolah. Namun, semua itu tidak Jack lakukan, karena dia lebih senang melakukannya sendiri selama dia merasa masih mampu melakukan itu.
Jadi, seperti itulah kedua suami istri, Mira dan Jack saat ini mengajarkan, Zay ke sekolah sekaligus mendidik sang anak, untuk bisa selalu mengerjakan apa pun seorang sendiri, tanpa harus bergantung pada orang lain.
Mira menginginkan anak lelakinya itu menjadi anak yang mandiri, tanpa bergantung pada siapa pun. Apalagi bergantung pada kekuasaan orang tua, Mira tidak menginginkan hal itu, dia menginginkan Zay sukses di atas kakinya sendiri, bukan karena orang lain apalagi hanya menikmati hasil dari kerja keras orang lainnya, tanpa sumbangsih apa pun padanya.
__ADS_1
Begitu Zay sampai di sekolah, seperti biasa dia di sambut oleh guru kelas yang sudah menunggu di depan ruang kelas taman kanak-kanak tempat pria kecil itu menuntut ilmu.
Setelah Zay masuk ke dalam kelas, Mira dan Jack pun kembali ke tempat parkir di mana mobil mereka berada.
Setelah itu mereka langsung masuk, dan Jack melajukan kendaraannya dengan perlahan. Mereka akan segera menuju ke kantor tempat mereka bekerja.
Di mana mereka akan menghabiskan harinya di dalam gedung tersebut, dan bekerja keras yang sangat menguras otak. Agar perusahaan berkembang dengan baik dan semakin maju.
Sungguh pasangan yang luar biasa, tetapi hal ini tidak membuat Mira menjadi sombong setelah menikah dengan pimpinan perusahaan itu. Di kantor dia selalu bersikap profesional, layaknya karyawan pada umumnya.
Saat ini, kendaraan yang mereka tumpangi sudah masuk di area perkantoran. Jack langsung menuju tempat parkir di mana ada tempat khusus yang sudah disediakan untuk para petinggi perusahaan itu menyimpan kendaraan mereka.
Setelah sampai di sana dan, mobil mereka sudah terparkir dengan baik, Jack turun terlebih dahulu lalu membuka pintu untuk istrinya, setelah pintu terbuka Mira pun keluar dan Jack menutup kembali pintu mobilnya.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan masuk menuju ruangan secara beriringan, bahkan bergandengan tangan pun tidak. Mira berjalan di samping Jack dengan menunjukkan profesionalitasnya yang cukup tinggi. Namun, sesekali mereka masih sambil berbincang di sepanjang perjalanan.
Para karyawan yang kebetulan berpapasan dengan mereka saat melintas, memberi hormat kepada keduanya dengan sopan.
Jack dan Mira pun membalas mereka dengan senyuman dan keramahan pula. Pria itu di kenal sebagai seorang pemimpin yang galak tetapi, dia juga baik.
Sedangkan Mira di kenal seorang karyawan baru tetapi, dengan berbagai prestasi yang dia miliki, membuat wanita itu bisa di kenal dengan cepat di perusahaan ini. Mira juga mempunyai sifat yang baik sehingga semua karyawan pasti menyukainya. Namun, ada saja yang menganggap Mira sebagai janda yang suka menggoda atasannya dengan modal kecantikan saja, tapi, dengan seiring berjalannya waktu, rumor soal itu hilang dengan sendirinya setelah akhirnya, Mira menikah dengan Jack. Mungkin orang yang senang bergosip itu takut di pecat, maka, mereka tidak lagi mengatakan hal keburukan tentang Mira.
Saat mereka sudah sampai di ruangannya masing-masing, Jack langsung duduk di kursi kebesarannya.
Di hadapannya telah menumpuk berkas-berkas yang harus di periksa ulang dan ditanda tangani.
Jack diam sejenak sambil bersandar ke belakang. Tiba-tiba pikirannya tidak fokus karena mengingat penyakit sang istri. Dia bertanya pada dirinya sendiri tentang apa yang harus dia lakukan dikemudian hari.
__ADS_1