
Mira sudah rapih dan siap untuk berangkat dia pun sudah ijin terhadap suaminya,bahwa Mira akan pergi keluar. Jack pun memberi ijin terhadap nya, asalkan dia pergi di temani sopir yang sudah Jack siapkan untuk istri.
Setelah beberapa saat dia menunggu kedatangan sopir, akhirnya datang juga.
Tidak lupa juga Mira berpesan terhadap bi Minah agar tidak telat menjemput Zay, Dia selalu ketakutan bahwa Zay akan di jemput orang lain atau ikut bersama teman nya. jika telat di jemput. Setelah berpesan terhadap bi Minah,Mira pun segera masuk ke mobil yang akan mengantarkan dirinya ke tempat yang akan di tuju.
Mira memberi arahan terhadap pak sopir, ke mana mereka akan pergi.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya Mira sampai di tempat yang di tuju.
Sebuah klinik, dia sudah membuat janji dengan dokter yang akan menanganinya. dokter ini yang sudah di rekomendasikan oleh dokter farhan.
dokter Riyan dia adalah seseorang yang pernah berada di masa lalu Mira, dulu mereka satu kampung dan pernah menjalin tali kasih, tetapi Mira sudah melupakan dokter Riyan.
Beda lagi dengan dokter Riyan, dia berusaha mencari keberadaan Mira. Namun, belum juga membuahkan hasil. Hingga pada suatu hari dia pindah tugas ke kota sekarang, dan keberuntungan pun sedang berpihak padanya.
Ternyata pasien pertama dia di klinik tersebut adalah orang yang selama ini di cari.
Namun, keadaan sudah berubah ternyata.
Mira sudah bahagia bersama orang lain, rasa sesak pun terasa di dada dokter muda itu di saat melihat Mira bersama suaminya.
Tidak mudah bagi dokter Riyan untuk melupakan cinta pertama nya, tetapi Mira menganggap itu semua hanya cinta di masa remaja.
Mobil pun sudah berada di area parkir klinik.
Mira segera turun dari mobil setelah mengirim pesan terhadap dokter Riyan, Mereka akan bertemu di ruangan dokter tersebut.
Mira pun berjalan perlahan memasuki klinik, dia melewati lorong-lorong klinik.
__ADS_1
Dia mencari ruangan dokter tersebut, setelah beberapa saat dia pun sampai di tempat yang ditujukan, tetapi masih ada beberapa pasien.
Mira pun menunggu di kursi tunggu yang sudah di siapkan.
Setelah beberapa saat dia menunggu akhirnya, dokter yang dia tunggu keluar juga"Maaf yah membuat kamu menunggu"Ucap dokter Riyan sambil tersenyum tipis ke arah Mira.
"Tidak apa-apa ko... cuma sebentar juga" Jawab Mira.
"Yuk masuk! " Ajak dokter Riyan terhadap Mira, agar segera masuk ke ruangan.
Mira pun segera bangkit dari duduknya,lalu mengikuti langkah nya dokter Riyan.
Setelah berada di dalam ruangan, Mira di persilahkan untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sanah.
Mira pun duduk di duduk setelah di persilahkan, beberapa saat tidak ada percakapan di antaranya.
Hening
"Saya sudah membaca rekap medis kamu... ini sangat berbahaya sekali, apa alasan kamu terus mempertahankan ini" Tanya dokter terhadap Mira. "Dia itu anak saya, dan tidak ada seorang pun yang berhak merenggut nya" Jawab Mira.
"Iya, saya tahu itu... tapi kan ini sangat berbahaya sekali dan kamu akan terus merasakan kesakitan itu, terus jika kamu tidak mau di operasi buat apa kamu datang menemui ku"
"Aku hanya butuh bantuan kamu" Kata Mira dengan tatapan nanar.
"Bantuan apa...?aku pun tidak bisa apa-apa, aku disini hanya ingin yang terbaik buat kamu, ingin melihat kamu sehat kembali seperti semua. untuk masalah anak kan sudah ada zay! " Ucap dokter Riyan sambil menatap lekat wajah Mira. Sungguh dia tidak bisa menyangka jika Mira akan mengidap penyakit seperti ini.
"Aku ingin sembuh tapi tidak dengan cara operasi, apakah kamu tahu alternatif nya, aku ingin janin yang ku kandung tetap bisa melihat indah nya dunia, apa kamu tega merenggut nya sebelum melihat dunia" Ucap Mira dengan nada bicara yang lembut dan penuh kesakitan.
Sungguh dokter Riyan pun merasa bingung apa yang harus dia lakukan, Menurut pihak medis jalan terbaik yang harus di tempuh ya jalur Operasi. Tetapi jika pasien nya tidak mau,ya pihak medis pun tidak bisa melakukan apapun.
__ADS_1
Susah juga memberi pengarahan terhadap Mira, yang punya pendirian teguh.
Mungkin cara terbaik agar tetap baik-baik saja hanya dengan satu cara, yaitu membuat Mira bertahan dengan keputusan nya dan mendukung nya dengan resiko yang sangat berbahaya itu.
Perbincangan di antara mereka pun cukup lama, Mira rasa hari ini sudah cukup dia curhat dengan dokter nya,dia akan segera pulang ke rumah.
"Jangan lupa kasih kabar terus ke aku setiap hari apa yang kamu rasakan, biar aku tahu semakin membaik atau bahkan menurun" Pesan dokter terhadap Mira.
"Baiklah, aku akan kasih kabar tiap hari"Jawab Mira sambil tersenyum ke arah dokter itu.
" Secepatnya berhenti bekerja, agar mempunyai banyak waktu untuk istirahat pkonya tidak ada alasan apapun"Titah nya.
"Iya, secepatnya aku akan berhenti bekerja" Kata Mira.
"Bagus itu lebih baik, saya tunggu kabar itu"
"Eh, udah nikah belum? siapa wanita beruntung yang bisa mendapatkan cinta dokter muda dan ganteng lagi" Kata Mira terhadap dokter yang ada di hadapan nya itu, karena ini sudah selesai berkonsultasi. jadi mereka sepakat akan menjadi teman bukan lagi dokter dan pasien.
Seketika raut wajah dokter Riyan berubah, sungguh dia belum bisa melupakan cinta pertama nya terhadap Mira.
Ternyata Mira sama sekali sudah tidak menempatkan nama dokter Riyan di hatinya, Mira sudah mengubur dalam-dalam masa itu.
Sekarang sudah terganti dengan orang-orang yang baru mengisi hidupnya, dia juga sudah tidak ada waktu untuk selalu mengingat itu semua, toh itu sudah berlalu tidak ada gunanya lagi terus di ingat. Semua itu hanya cukup di kenang bahwa kita pernah berada di saat itu.
"Belum ada yang mau, dan tadinya terus mencari seseorang yang sudah mencuri seluruh hati saya, dan ternyata orang itu sudah bahagia bersama orang lain, menyedihkan bukan, bukan! " Kata dokter Riyan dengan raut wajah sendu.
"Ko wajah nya berubah begitu sih? " Mungkin orang itu bukan jodoh yang sudah di siapkan Tuhan untuk kamu, jadi tidak perlu bersedih akan sesuatu hal yang belum kita capai"Ucap Mira sambil tersenyum ke arah dokter Riyan.
Sungguh senyuman itulah yang membuat dokter Riyan selalu terbayang, wajah cantik dan senyum kebahagiaan yang selalu terpancar di wajah Mira. Telah berhasil mengalihkan dunia pada saat itu
__ADS_1
"Sudah lah lupakan" Ucap nya, sambil memalingkan pandangan nya ke arah lain.