
Setelah cukup lama Mira mengobrol di ruang tengah, bersama ibu Dellia dan bu Merlin juga.
Akhirnya Mira pun memutuskan untuk beristirahat di kamarnya, Mira pun berpamitan untuk segera pergi ke kamar. Dia bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan menaiki anak tangga satu demi satu, hingga pada akhirnya Mira pun sudah berada di lantai atas di mana kamar yang di tempati ada di ujung, dia berjalan perlahan hingga pada akhirnya Mira sudah berada di depan pintu.
Dengan perlahan Mira pun memutar gagang pintu, dan akhirnya pintu pun terbuka, Mira berjalan perlahan untuk segera masuk ke dalam kamar lalu menghempaskan tubuhnya ke atas kasur.
Mira merasakan sangat lelah sekali tubuhnya, dia sangat nyaman sekali saat tubuh nya mendarat di atas tempat tidur, ingin rasanya memejamkan mata walau hanya, sekejap.
Dengan perlahan Mira pun menutup matanya, hingga beberapa saat nafas Mira pun sudah teratur itu tandanya sang pemilik raga sedang beristirahat.
*
*
*
__ADS_1
*
*
Di tempat lain
Terlihat wajah Jack penuh dengan amarah, dari tadi setelah mendapat kan pesan dari nomor tidak di kenalnya, jack sungguh merasa tidak nyaman bahkan ingin sekali membunuh orang tersebut.
Dia rasanya sudah di kuasai amarah yang sangat menggebu, Jack mengambil kembali ponsel milik nya laku melihat ponsel nya dan membuka pesan dari orang yang tidak di kenalnya, dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa itu tidak benar, namun saat ini akal sehat nya sedang tidak berfungsi dengan baik,makanya Jack tidak bisa berfikir dengan baik.
Jack mengambil kembali ponsel nya lalu di masukan lah ke saku jas yang di kenalannya, di bangkit dari duduknya lalu menuju pintu keluar.
Belum juga sampai di depan lift, tiba-tiba dia di panggil.
"Mau ke mana pak Jack? " Tanya ferdy terhadap sahabat sekaligus bos nya
__ADS_1
"Mau pulang! " Jawab Jack dengan enteng.
"Enak aja lu pulang, sebentar lagi kita akan segera meeting loh, masa pulang! " Ucap Ferdy terhadap Jack.
"Batalkan apapun yang berhubungan dengan gua hari ini! " Ucap Jack dengan tegas, dia saat ini sedang tidak bisa berfikir normal. Entah apa tujuan orang itu sehingga mengirim pesan seperti itu terhadap Jack.
"Tidak bisa begitu lah, lu pemimpin perusahaan jadi tidak ada alasan untuk tidak hadir, gua tidak bisa menggantikan lu"Ucap Ferdy dengan penuh penekanan.
" Poko nya bagai mana pun caranya terserah lu,!dan gua mau pulang sekarang"Ucap Jack sambil melanjutkan langkah nya untuk segera menuju lift.
Ferdy hanya bisa menatap kepergian bos sekaligus sahabat nya itu, Jack jika sudah berkata a maka tidak akan ada yang bisa mengubah nya.
Ferdy pun segera kembali ke ruangan nya, untuk mempelajari materi apa saja yang akan di bawa ke ruang meeting.
Seharusnya ini adalah tanggung jawab nya Jack, tetapi mau bagaimana lagi klien tidak boleh kecewa atas sikap pimpinan perusahaan ini, makanya Ferdy selalu menjadi cadangan oleh Jack di saat dia tidak bisa menghadiri kantor.
__ADS_1
Setelah cukup lama Ferdy mempelajari itu semua, sudah waktunya sekarang mereka masuk ke ruang meeting.
Ferdy bangkit dari duduk nya,lalu membawa beberapa berkas untuk di bawa ke ruang meeting.