Janda Satu Miliar

Janda Satu Miliar
Part 167


__ADS_3

Dengan sekali tarikan nafas, Rico berhasil mengucapkan ijab qobul.


Saksi pun mengucapkan kata sah apa yang telah di ucapkan Rico, akhirnya keluarga dan para sahabat pun mengucapkan Alhamdulillah dengan cara bersamaan.


Saat ini Anita sudah menyandang status istri dari seorang Rico, yang belum lama mengisi hatinya terapi telah mampu membawanya ke hari ini, di mana janji suci mereka ucapkan di hadapan Tuhan.


Rico tersenyum lebar sambil mengecup kening sang istri setelah mengucapkan ijab qabul.


Akhirnya pasangan ini sudah sah di mata hukum dan agama.


Para kerabat dan teman terdekat pun mulai mengucapkan selamat terhadap kedua mempelai.


Anita terlihat sangat cantik sekali, dari yang biasa hari ini terlihat sangat luar biasa.


Pengantin pun sudah bersanding di pelaminan, para kerabat pun sedang melangsungkan acara photo-photo bersama kedua mempelai. Mereka mengabadikan momen spesial ini, karena hal ini hanya di inginkan sekali seumur hidup.


Sekarang giliran Jack dan juga Mira yang naik ke atas panggung, untuk memberi selamat kepada kedua sahabatnya itu.


"Selamat ya... semoga sakinah mawadah warohmah" Ucap Jack terhadap Rico dan juga anita, mereka terlihat sangat serasi.


Di lanjut oleh Mira juga dia memeluk sahabat nya itu lalu mencium pipi kiri kanan Anita, sungguh tidak menyangka akhirnya Rico dan Anita itu menikah juga.


"Terimakasih yah, sudah mau di repotkan! " Ucap Anita terhadap Mira, sungguh merasa berterimakasih banyak terhadap Mira dia banyak membantu dari a-z untuk acara persiapan pernikahan nya.


"Ngomong apa sih, kamu... kita sudah seperti saudara sudah sepantas nya saling membantu yang ada kamu selalu aku repotin" Ucap Mira sambil tersenyum tipis menatap lekat wajah sahabat nya itu.

__ADS_1


"Kado nya sudah siap yah di jakarta, tapi ini ku serahkan untuk kalian berdua sudah siap huni di jamin nyaman untuk kalian memproduksi Rico junior" Ucap Jack sambil menyerah kunci apartemen, yang dulu Rico impikan dan Jack memberikan itu semua untuk hadiah pernikahan nya.


Jack banyak sekali berhutang budi terhadap Rico, jasa Rico tidak ada harganya di banding sebuah apartemen.


Rico yang tidak bisa berkata apapun sungguh Jack itu terlalu berlebihan menurut dia, harga apartemen itu sungguh pantastis terlalu mewah untuk sebuah kado pernikahan.


"Ini terlalu berlebihan, lagipula gua kan sudah punya apartemen meskipun tidak semewah yang ini"Ucap Rico sambil mengembalikan kunci ke tangan Jack.


" Bukan nya itu cita-cita lu, tinggal di kawasan itu"Ucap Jack terhadap sahabat nya.


"Iya, tetapi gua akan beli sendiri! " Jawab Rico.


"Kenapa harus beli sih, ketika ada yang memberi nya... tidak baik loh menolak rizki" Ucap Mira menyela pembicaraan di antara dua lelaki itu.


Sesi photo-photo pun di antara mereka sudah selesai, Ferdy juga dengan antusias ikut photo bersama . Ternyata saat ini Ferdy sudah mengikhlaskan Anita untuk Rico, hari ini dia ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan Rico dan juga Anita, Ferdy pun merasakan sangat bahagia ketika melihat sabatnya bahagia, meskipun awal nya Ferdy belum bisa menerima kenyataan tetapi lambat laun akhirnya dia pun ikhlas.


Waktu berjalan begitu cepat seharian para tamu undangan tidak henti-hentinya berdatangan silih berganti, meskipun Orang tua Anita tinggal di kampung tetapi sangat di hormati makanya tidak sedikit para tamu undangan yang datang.


"Sayang ko tamu nya banyak sekali, apa orang se kecamatan di undangan semua... udah pegel ni berdiri sambil tersenyum terus" Ucap Rico sambil berbisik di telinga sangat istri yang baru beberapa jam sudah sah menyandang istri.


"Yang namanya juga di kampung, ya sudah pasti seperti ini apalagi abah kan di pandang oleh masyarakat di sini" Jawab Anita sambil berbisik juga.


"Sudah nggak sabar tahu pengen istirahat, pegel juga ni kaki" Ucap Rico.


"Tahan aja dulu mungkin sebentar lagi tamu nya akan berakhir" Ucap Anita dia berusaha untuk membuat suaminya tenang.

__ADS_1


Malam pun telah tiba, Jack beserta keluarga besar Rico sudah kembali ke hotel di mana tempat mereka menginap.


Besok pagi mereka harus sudah kembali ke kota di mana mereka tinggal.


Tinggallah Rico di rumah Anita tanpa di temani siapa pun, hari ini dia harus belajar beradaptasi dengan lingkungan baru dan keluarga baru.


Anita sudah berganti pakaian dengan baju santai nya, sedangkan Rico baru saja akan mandi tetapi dia mersa bingung di rumah ini kamar mandinya bersama.


Anita membawakan handuk untuk suaminya agar segera mandi, meskipun kamar mandinya seperti itu dia harus membiasakan diri.


Akhirnya Rico pun segera masuk ke kamar mandi, dia akan segera membersihkan tubuhnya setelah seharian menyambut tamu yang segitu banyaknya.


Belum lagi nanti pesta yang di selenggarakan di jakarta sudah pasti lebih banyak tamu yang datang di bandingkan hari ini, sudah pasti lelahnya lebih dari hari ini.


Setelah cukup lama Rico di kamar mandi akhirnya keluar juga, tadi dia tidak membawa baju ganti ke dalam kamar mandi.Dia keluar hanya dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Dengan gerakan cepat dia langsung masuk ke dalam kamar sebelum ada orang yang melihat nya.


Setelah sampai di dalam kamar, sudah terlihat istrinya sedang menyimpan baju ganti untuknya.


"Kenapa tadi baju gantinya nggak di bawa ke kamar mandi saja, kalau ada yang melihat ku keluar dari kamar mandi seperti ini bagai mana? " Ucap Rico terhadap Anita, yang sedang merapikan pakaian milik suaminya yang akan di tata di dalam lemari.


"Tidak apa-apa lah lagian sudah pake handuk, kecuali keluar kamar mandinya telanjang baru malu! " Ucap Anita dengan nada jutek nya.


"Ya nggak gitu juga" Ucap Rico sambil mengambil pakaian ganti yang sudah di siapkan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2