
"Hallo,” Ucap Jack terhadap orang yang menelepon.
Seketika Jack panik setelah mendengar ucapan orang yang ada di sebrang sana.
"Ok... Gua ke sanah sekarang!" Ucap Jack penuh khawatir.
Dengan gerak cepat Jack mengambil kunci mobil. Dia menuju di mana mobilnya terparkir dan segera tancap gas. Dia Langsung berangkat ke tempat di mana orang tersebut memberi tahu keberadaannya.
Perjalanan yang di tempuh ke tempat itu, tidak terlalu lama karena jalanan selalu lebih lengang dari biasanya, apalagi suasana di pagi hari itu sangat indah untuk di lalui. Tidak banyak Kendaraan yang berlalu lalang, sehingga menjadi mudah untuk segera datang ke tempat tujuan.
Jack sudah sampai di area parkir yang di tuju dan dia segera memarkirkan kendaraannya, lalu, dengan berjalan cepat mencari keberadaan orang yang menelepon dirinya, tadi.
Jack berjalan melewati koridor klinik. Namun, dia terus bertanya di dalam hatinya, saat dia harus berada di tempat ini sungguh sangat aneh.
Terlihat dari kejauhan orang yang di tuju sedang duduk di kursi tunggu. Jack segera menghampirinya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Jack dengan penuh rasa khawatir terhadap sahabatnya itu.
"Gua habis nabrak orang!" Jawab Ferdy dengan raut wajah yang sangat khawatir. Dia takut terjadi sesuatu orang yang tertabrak terjadi sesuatu.
"Terus, Bagaimana keadaannya sekarang?” Tanya Jack.
"Belum tahu, Dokter masih memeriksanya di dalam," Jawab Ferdy dengan wajah yang lemas.
"Apa dia terluka parah?" Tanya Jack lagi.
"Luka sih, tidak ada... Tapi, gua liat dia mengeluarkan darah, soalnya, kalau menurut gua sih Itu yang begitu lebih bahaya, dari pada luka luar, kan!" Kata Ferdy sambil mengusap wajahnya kasar.
"Darah, keluar dari mana? Terus kenapa, lu bawa ke klinik bersalin bukan ke Rumah sakit atau ke klinik umum saja?” Ucap Jack sambil menatap wajah sahabatnya itu penuh selidik.
"Yang gua tabrak itu seorang wanita hamil, Jack!” Jelas Ferdy
"Eh tunggu... Lu nabrak wanita hamil atau nabrak wanita sampai hamil?" Jack bertanya sambil mengerutkan alis nya.
"Wanita hamil yang gua tabrak... Dia mau menyeberang tiba-tiba, pas gua lewat jalan itu. Gua kaget langsung injak rem terus dia terjatuh, gua nggak nyangka bakal tertabrak orang itu. Pas gua lihat, dia mengeluarkan darah.... Gua panik banget, Jack, Langsung deh, gue bawa ke klinik ini soalnya ini, kan, klinik bersalin!" Ferdy menjelaskan terhadap sabatnya itu dengan gamblang.
"Ya, Sudah kita tunggu hasil pemeriksaan yang dokter lakukan, Semoga dia tidak apa-apa," Ucap Jack menenangkan sahabatnya itu.
"Iya," Jawab Ferdy singkat.
"Yang gua heran, kenapa ibu hamil ada di jalan jam segini sendiri pula! Apa itu hantu yang menyerupai manusia?" Kata Jack sambil menatap Ferdy penuh tanya.
"Mana gua tahu, Kan, belum sempat nanya tadi," Jawab Ferdy, Sungguh dirinya pun tidak mengerti apa yang menimpa dirinya pada saat ini.
"Lu dari mana sih? Kenapa baru pulang jam segini?" Tanya Jack terhadap sahabatnya itu.
Ferdy tidak menjawab, dia hanya memalingkan pandangannya sambil mengusap wajahnya lagi.
__ADS_1
Kedua sahabat itu sudah cukup lama menunggu, tetapi, belum ada kabar dari ruang pemeriksaan. Rasa khawatir juga sudah menguasai dirinya, Ferdy berjalan mondar-mandir di hadapan Jack. Hal itu membuatnya pusing melihat sahabatnya seperti setrikaan saja.
"Perasaan gua... lu seperti orang yang sedang menunggu istrimu melahirkan. Bisa duduk tidak? Gua pusing melihat lu begitu!" Kata Jack terhadap Ferdy.
"Lu, nggak mengerti ya... Bagaimana kalau dia terjadi sesuatu atau bahkan meninggal, Gua bisa di tuntut telah menghilangkan nyawa orang atas ke lalaian dalam berkendara, Jack. Iya, kan?" Kata Ferdy dengan cemas.
"Ngomong itu jangan asal!" Ucap Jack kesal.
"Lagian lu, Ngomong juga, Bukannya membuat gua tenang tapi bikin gua lebih panik, tahu?" Kata Ferdy kesal.
Tiba-tiba panggilan seseorang menghentikan perbincangan di antara keduanya.
"Suaminya dari pasien yang mana? Istri Anda sudah bisa di temui telah melahirkan anak laki-laki dengan sehat!" Ucap sang perawat.
Kedua pria itu saling menatap, Bingung dengan apa yang diucap kan perawat tersebut.
"Melahirkan...?" Tanya Ferdy kaget.
"Iya... Melahirkan dengan selamat, Sekarang sudah di pindah ke ruang nifas, Pak!" Kata sang perawat tersebut.
"Selamat ya, Sudah menjadi seorang ayah!" Ledek Jack sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
"Ngomong apa lu?" Jawab Ferdy kesal.
"Mari, Pak! Saya antar," Ajak sang perawat tersebut.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di ruang tersebut.
"Silakan, Pak, Masuk" Perawat itu mempersilakan kedua pria itu untuk masuk ke ruangan itu.
"Terima kasih," Ucap mereka bersamaan.
Setelah berada di dalam ruangan, Terlihat seorang wanita sedang berbaring di ranjang pasien. wajahnya pucat dan kusam itu yang terlihat di mata Jack.
Mereka berdua pun mendekat ke arah wanita itu, dengan tatapan penuh arti. Belum ada yang berani bertanya terhadap orang tersebut hingga keheningan pun tercipta di antara mereka.
"Maaf," Hanya itu yang terucap dari bibir Ferdy saat itu.
"Ini bukan salah bapak! Justru saya yang minta maaf sudah membuat Anda repot," Ucap wanita itu.
"Jika boleh tahu, Di mana suami mbak? Dan kalau boleh, saya minta No hp-nya biar saya kasih kabar, sekarang." Kata ferdi.
Bukannya menjawab wanita itu justru, terlihat berkaca-kaca matanya. Sungguh membuat Ferdy heran dengan wanita itu.
"Tidak ada," Wanita itu menjawab sambil menggelengkan kepalanya.
"Kerja di luar kota atau di mana? Anggota keluarga yang bisa di hubungi ada tidak?” Tanya Ferdy ulang.
__ADS_1
Jack yang menyaksikan itu semua hanya terdiam, tidak berbicara sepatah kata pun.
"Saya di sini tinggal sendiri, Tidak punya keluarga,” Jawab wanita itu sambil memalingkan wajah ke arah lain. Sungguh sudah tidak kuasa untuk menahan tangisnya.
Kedua lelaki itu hanya menghela nafas panjang sambil melempar tatapan.
"Ya sudah, istirahat aja dulu, kami tinggal ke depan sebentar jika ada yang dibutuhkan, tinggal tekan tombol itu, ya? Nanti perawat akan datang ke sini!" Ucap Ferdy terhadap wanita itu.
"Terima kasih banyak pak, Sekali lagi Saya minta maaf telah membuat Anda repot,” Katanya.
"Iya, Tidak masalah yang penting kalian berdua selamat," Ucap Ferdy.
Ferdy dan Jack pun akan segera melangkahkan kaki untuk menuju pintu keluar, tetapi langkahnya terhenti seketika, saat melihat seorang perawat membawa seorang bayi yang masih merah itu masuk ke ruangan. Entah kenapa hati Ferdy merasa bergetar saat melihat bayi tersebut.
"Pak, Ini bayi Anda... sangat lucu bukan, mirip sekali dengan anda!" Ucap perawat itu.
Seketika mata Ferdy membulat menatap sang perawat tersebut. Mengapa dia mengira bahwa Ferdy itu ayahnya?
Wanita itu pun bisa melihat wajah Ferdy yang tidak nyaman dengan situasi saat ini.
"Mau mencoba menggendongny, pak? Sekalian di adzanin!" Ucap perawat itu sambil menyerahkan bayi tersebut.
"Eh... Iya," Jawab Ferdy gugup sambil menerima uluran tangan sang perawat yang menyerahkan bayi itu.
Setelah semuanya selesai, bayi pun sudah di kembalikan ke ruang perawatan kembali. Tinggallah mereka bertiga di ruangan tersebut, Waktu pun sudah beranjak lebih tinggi, membuat Jack menyadari jika dirinya pun harus segera pulang, sebelum orang yang ada di rumah sibuk mencari keberadaan dirinya.
"Baiklah, Gua harus pulang, Istri lu sudah melahirkan dengan selamat dan anak lu sehat," Ucap Jack dengan nada meledek sahabatnya itu.
"Saya permisi mbak... Semoga cepat pulih," Ucap Jack terhadap wanita itu.
Setelah berpamitan Jack pun pergi dari ruangan tersebut, Langsung menuju di mana dia memarkirkan kendaraan. Setelah dia berada di dalam, dia pun langsung melajukan kendaraan nya, meninggal tempat parkir area klinik.
Perjalanan yang di lalui pun tidak terlalu ramai sehingga tidak terlalu lama untuk segera sampai di rumah.
Jack segera turun dari mobil dan berjalan cepat menuju pintu masuk, Dia langsung membuka pintu lalu menuju kamarnya. Seketika langkahnya terhenti saat ada suara yang menyapanya.
"Dari mana? Jam segini baru pulang?” Tanya sang istri dengan raut wajah yang kesal dan tatapannya sulit di artikan. Dengan rentetan pertanyaan itu membuat Jack diam seketika.
"Klinik, bersalin." Jawab Jack singkat.
"Habis ngapain?" Tanya Mira lagi.
"Istri Ferdy melahirkan, Dia kebingungan tadi malam makanya menyuruh aku ke sana," Ucap Jack.
Dengan ucapan yang terlontar dari mulut sang suami, sungguh membuat dirinya semakin bingung. sejak kapan Ferdy punya istri? Tanyanya dalam hati.
__ADS_1
Bersambung