
Dellia masih di dapur ngobrol bersama para pelayanan yang ada di sanah, meskipun dia itu seorang majikan tetapi dirinya tidak sombong. Selalu menyempatkan waktu berbincang dengan mereka semua. Dellia memang mempunyai sipat yang sangat baik dan tidak sombong, pantas saja mira juga memiliki sifat yang sama. Padahal kebanyakan orang selalu memperlakukan pelayanan dengan tidak baik, selalu memerintahkan seenaknya dan memperlakukan secara tidak hormat.
Setelah cukup lama Dellia berada di dapur,
Dia pun beranjak dari duduknya menuju ke ruang tengah di mana dia suka menghabiskan waktunya dengan menonton acara televisi kesukaannya.
Dellia sudah berada di ruang tengah, lalu duduk di salah satu sofa yang ada di sanah terus menyalahkan televisi.
Dengan santainya dia menonton acara kesukaan,dia jika sudah nonton bisa menghabiskan waktu seharian dan akan lupa segalanya, Setiap hari Dellia hanya di temanin pelayanan dan televisi. Dan sekarang ada Sania yang bisa menemaninya ke manapun, tetapi entah kenapa hatinya tidak terlalu suka dengan Sania. Meskipun Juna bilang Sania gadis yang baik dan penurut, tetapi hatinya Dellia berkata lain.
Bahkan semakin dia ingin mempercayai semuanya, semakin bertolak belakang dengan apa yang ada di hati dan fikiran nya.
__ADS_1
Setelah cukup lama Dellia berada di ruang keluarga, akhirnya Sania datang dan menghampiri lalu duduk di sofa yang bersebelahan dengan bu Dellia.
"Tante lagi nonton apa? " Tanya Sania
"Ini drama keluarga, masa iya dia selingkuh dengan calon mertua bikin gedek aja tuh film" Kata bu Dellia sambil menggerutu terus.
"Lah, udah tahu itu bikin kesel kenapa Masih saja di tonton. Cari saluran lain tan, tentang kesehatan atau apa gitu? " Titah Sania.
"Ya sudah aku temenin ya tan... " Ucap Sania.
Dellia pun menyetujui permintaan Sani, Mereka berdua sama-sama Nonton film tersebut. Meskipun Sania tidak mengerti apa yang di lihat, dia berusaha memahami dan menikmatinya agar Dellia merasa senang. Dan Menerima akan kehadiran dia seutuhnya.
__ADS_1
Siang pun telah berganti dengan sore, matahari yang tadinya terang sekarang sudah mulai menghilang dan siang akan berganti dengan malam.
Dellia sudah berada di dalam kamar berbaring di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar, dia merenung dan terus merenung.
Dia terus berpikir bagaimana caranya,di sisa usia nya bisa hidup bahagia bersama keluarga tercintanya. Sudah hampir satu bulan setelah pertemuan nya dengan Mira, dan itu belum ada perkembangan. Mira tidak akan nanya kabar sebelum bu Dellia yang nanya terlebih dahulu, terkadang pesan yang di kirim bu Dellia pun lama sekali menjawab nya. Tidak sedikit pula terkadang pesan-pesan itu tidak di jawab.
Setelah cukup lama bu Dellia berperang dengan semua yang ada di pikiran nya, Matanya pun sudah mulai terpejam nafas nya sudah teratur. Pertanda sang pemilik raga telah menjelajah ke alam mimpi. Di mana seseorang akan melupakan masalah nya sejenak di saat dalam keadaan tertidur pulas, Begitu pun dengan Bu Dellia. Dia juga bisa lupa segalanya saat dalam keadaan tertidur.
Di tempat lain, Sania sedang mondar mandir di kamar yang di tempatinya. Dari tadi dia berusaha untuk menghubungi Juna tetapi usahanya sia-sia No yang di hubungi selalu tidak aktif.
Sania terus berfikir ada apa dengan Juna dan tidak biasanya juga dia seperti ini.
__ADS_1