
Tiba-tiba
“Aww!”
Gubrakk!
"Maaf saya buru-buru!" Ucapa Jack tanpa melihat ke arah orang yang di tabraknya.
Orang yang ditabrak oleh Jack itu masih duduk di lantai, dia berharap Jack akan membantunya untuk berdiri. Namun, Jack malah pergi begitu saja, setelah mengetahui orang yang di tabraknya, dia melihat dengan acuh tak acuh. Wanita itu adalah Lidiya. Pria yang tadinya mau mengulurkan tangan untuk membantu, seketika berbalik dan, segera pergi berlalu meninggalkannya tanpa rasa bersalah sama sekali. Sementara Lidia, yang masih terduduk di lantai.
Setelah kepergian Jack, Lidiya mengumpat kesal, "Dasar tidak punya hati!" katanya sambil berusaha bangkit, lalu, menepuk bagian belakang tubuh dan merapikan kembali pakaiannya.
Lidiya semula akan pergi menemui Jack di ruangannya, tapi, niatnya itu justru gagal total. Dia sebenarnya memiliki sebuah rencana akan berpura-pura mobilnya rusak dan akan ikut pulang bersama atasannya itu.
Mengingat rencana yang sudah di siapkan pun sia-sia, Lidiya pun kembali ke ruang kerja miliknya.
Setelah berada di sana, dia membanting pintu dengan sangat keras. Lalu, dia berkata, “Sekarang kau boleh memperlakukan aku seperti ini, Jack! Tapi, lihat saja nanti ... kau akan bertekuk lutut di hadapanku!” Ucap Lidiya sambil mengepalkan tangannya.
Lidiya duduk di kursi kebesarannya sambil mengetuk-ngetuk bolpoin ke meja, dia sambil berpikir keras bagaimana dia bisa menjebak Jack agar masuk ke dalam perangkap nya.
*********
Di tempat lain.
Terlihat seorang wanita hamil, dengan perutnya yang masih terlihat rata, sedang sibuk mengemas barang-barang yang akan di bawa pindah ke rumah Suaminya. Ada beberapa barang yang memang tidak bisa dia tinggalkan begitu saja, walaupun, terkesan sepele. Meskipun suaminya bisa menggantinya dengan yang baru tetapi Mira tidak mau melakukan itu. Dia lebih memilih membawa sebagian barang yang masih bisa di gunakan untuk di rumah mereka kelak. Mira mengemas semuanya di bantu oleh beberapa pelayanan yang, di untus Bu Merlin untuk membantu Menantunya itu. Maksudnya adalah agar Mira tidak terlalu kelelahan nantinya. Sudah ada beberapa kardus barang yang terisi penuh, tinggal pakaian yang belum, sebab mereka akan pindah lusa.
"Nyonya ini sudah rapi, apa lagi yang akan dipacking?" Tanya salah satu pelayanan yang membantu Mira.
"Kamu istirahat saja dulu! Nanti kita lanjut lagi!" Jawab Mira sambil duduk di atas sofa yang ada di sana, meskipun dia hanya mengawasi dan mengarahkan saja, tetap saja dirinya merasa lelah.
"Terima kasih, Nyonya, kalau begitu saya pamit ke belakang dulu!" Kata Pelayan.
__ADS_1
Setelah kepergian pelayanan itu ke dapur, Mira pun mengangkat kakinya untuk naik ke atas sofa dia memijat pelan dengan tangannya sendiri, karena terasa sangat pegal.
Setelah beberapa saat Mira duduk di sofa, terdengar suara ketukan dari luar, dia langsung bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan mendekat untuk membuka pintunya, terlihat seorang lelaki yang sangat gagah berdiri di depan di sana, sosok itulah yang membuat Mira selalu rindu di kala harus berada jauh, padahal cuma sehari tetapi, rasa rindu itu tetap ada. Siapa lagi kalau bukan Jack—suaminya.
Mira mengambil tas yang di tenteng pria itu lalu, mencium punggung tangan suaminya sambil berkata, "Alhamdulillah ... mas sudah pulang” Ucap Mira menyambut hangat kedatangan suaminya.
Rasa lelah yang di rasakan Jack setelah seharian bekerja, hilang seketika di saat sampai di rumah dan disambut hangat oleh senyuman sang istri tercinta.
Tangan Mira yang satu memegang tas kerja suami dan yang satu di gandeng Jack, Mereka berdua masuk ke dalam lalu Jack membuka sepatu setelah duduk di sofa.
"Mas, Mau minum kopi?” Tanya Mira terhadap suaminya.
"Nggak usah, lah nanti saja, mau mandi dulu aja!" Jawab Jack.
"Ya sudah kalau begitu!” Kata Mira, sambil mengambil sepatu milik suaminya untuk di simpan ke rak sepatu.
Jack dan Mira pun masuk ke kamar mereka, pria itu ingin segera membersihkan tubuhnya setelah seharian bekerja agar terasa lebih segar.
Sementara Jack berada di kamar mandi, Mira pun mempersiapkan baju ganti yang akan di pakai suaminya, dia juga merapikan pakaian kotor yang telah di gunakan suaminya itu, dan dimasukkan ke dalam keranjang pakaian kotor. Namun, Mira memperhatikan bau yang menempel di kemeja suaminya dengan aroma yang berbeda, dia mencium kembali kemeja itu, sekedar untuk meyakinkan dirinya, dengan parfum yang biasa di gunakan suaminya.
Mira terus memperhatikan kemeja itu, dia terus bertanya di dalam hati,
'Ini wangi parfum perempuan, tapi siapa?' Kebimbangan seketika menyergap.
Setelah berpikir keras, Mira pun kembali ke kamar dia duduk di atas tempat tidur sambil menunggu suaminya keluar.
Setelah beberapa saat akhirnya Jack pun keluar dari kamar mandi, seraya mengerutkan keningnya saat melihat istrinya yang terlihat sangat murung, tidak seperti tadi, saat dia tinggal ke kamar mandi.
"Sayang, ada apa? Kenapa kok, jadi miring gitu?" Tanya Jack terhadap sang istri yang terlihat bermasam muka.
"Mas, tadi ketemu sama siapa?" Mira justru balik bertanya terhadap suaminya.
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan sama Ferdy?" Jawab Jack sambil mengambil baju ganti yang telah di siapkan Mira.
"Mas, kamu nggak lagi bohongin aku, kan?" Selidik Mira.
"Maksudnya, apa, kok tanya begitu?" Tanya Jack heran dengan pertanyaan istrinya.
"Mas, tidak bertemu dengan wanita lain kan di belakang ku?” Tanya mira lagi.
"Maksud kamu apa sih sayang ...?" Jack semakin tidak mengerti dengan pertanyaan sang istri.
"Kok, aku ngerasa ada yang aneh," Ucap Mira sambil menatap lekat wajah suaminya.
Setelah selesai berganti pakaian Jack langsung duduk di samping istrinya, lalu melingkarkan tangan di pinggang Mira sambil berkata, “Jangan suka mikir yang aneh-aneh ...” Kata Jack sambil menatap lekat wajah sang istri.
"Itu bau parfum siapa yang nempel di kemeja mas.. ?" Kata Mira.
"Astaga sayang.... sampai segitunya kamu, itu mungkin parfum wanita yang mas tabrak tadi di kantor pas mau pulang, maklum, aku buru-buru tadi, jadi nggak liat kiri kanan!" Kata Jack terhadap Mira.
"Pasti wanita itu Lidiya kan?" Tanya Mira.
"Iya, kenapa memangnya kalau dia? Lagian, kan kita bekerja di kantor yang sama, sudah pasti ketemu tiap hari ...." Ucap Jack sambil mengelus perut istrinya.
"Aku nggak suka sama dia!" Kata Mira.
"Sejak kapan kamu punya sifat seperti ini sayang ....? biasanya juga selalu tidak peduli sama orang yang ada di sekitarku, tapi, kenapa sekarang kamu, selalu merasa takut terhadap orang-orang yang ada di sekitarku?" Tanya Jack terhadap sang istri.
"Dia itu berusaha merebut mas dari aku, tahu?" Ucap Mira sambil berurai air mata.
"Astaga sayang ... mana bisa seperti itu, Mas, kan sayangnya cuma sama kamu, mana bisa orang lain merebutnya?" Ucap Jack dia berusaha untuk membuat istrinya tenang, Jack berpikir pasti ini pengaruh kehamilan juga. Soalnya, tidak biasanya Mira selalu curiga tanpa bukti yang kuat.
Percakapan suami istri pun selesai, setelah banyak drama yang di lakukan Mira.
__ADS_1