
Hari minggu
Jack ingin mengajak Mira dan Zay pergi berlibur, pria itu ingin menebus semua kesalahannya dengan mengajak mereka ke suatu tempat yang sangat menarik dan indah. Semua ingin dia lakukan setelah melihat keadaan anak sambungnya sudah tidak setakut kemarin, pada dirinya, hanya saja dia masih menjaga jarak untuk dekat dengan ayah barunya.
Mira masih seperti hari sebelumnya, tetap diam tidak banyak bicara. Bagi Mira mungkin diam itu cara memberi hukuman yang terbaik dibandingkan memberinya banyak ocehan yang justru mungkin, belum tentu di dengarnya.
Jack mengajak mereka semua pergi ke pulau pribadi miliknya, di mana terdapat hamparan pantai indah memanjakan mata. Di tempat tersebut mereka bisa menghabiskan waktu bermain tanpa gangguan dari siapapun. Zay senang bermain air membuat istana pasir, melihat ikan-ikan kecil, itu sangat membuatnya bahagia. Memang begitulah keinginan pria mapan itu, menghabiskan waktu liburan hanya bertiga.
"Sayang... Jangan diem terus dong.” Jack berkata sambil mengikuti ke mana arah Mira berjalan. Pada saat itu, Mira sedang mengemasi barang-barang yang akan mereka bawa, sehingga dia berjalan mondar-mandir karena kesibukannya.
"Jangan seperti ini, mengganggu saja!” Jawab Mira dengan kesal karena Jack membuatnya kesusahan berjalan, laki-laki itu menghalangi langkahnya.
"Mau sampai kapan kamu diam seperti ini?” Tanya Jack, sambil mengerutkan alisnya.
"Sampai aku bosan!” ucap Mira sambil pergi ke arah lemari di mana Jack menyimpan pakaiannya. Meskipun, dia tengah kesel, tetap saja Mira tidak melupakan perannya sebagai seorang istri. Wanita itu selalu mempersiapkan semua keperluan Jack. Seperti hari ini, Mira mengambil boxer milik Jack motif Doraemon kesayangannya. Dia sangat suka jika melihat Jack memakai boxer itu di tubuhnya.
Jack yang melihat Mira mengambil boxer itu, langsung membulatkan matanya lalu, dia berkata, “Sayang, jangan boxer yang itu! Nanti Zay akan tertawa jika dia melihatku pakai itu!”
"Biarin. Kan, aku suka melihat kamu menggunakan ini!” Mira tidak mengindahkan ucapan Jack dan tetap memasukan benda itu ke koper yang akan mereka bawa.
"Ya sudah, kalau kamu suka!” pasrah Jack dengan kelakuan istrinya, wajah ditekuk dan duduk di tepi ranjang sambil terus melihat istrinya mengemasi semuanya kebutuhan mereka. Baginya Mira sengaja melakukan itu bukan karena suka melainkan ingin mengerjainya.
"Kamu belum mandi kan?” Tanya Mira, sambil menoleh pada Jack yang cemberut, membuatnya merasa geli. Wajah itu justru tampak lebih menggemaskan dari boxer Doraemon.
"Belum, "Jawab Jack singkat.
"Ya, sudah, mandi sanah! Jangan lelet aku tidak suka,” kata Mira memberinya peeintah. Jack merasa lega karena Mira sudah mau bicara, tidak masalah walaupun, nadanya tetap Judes.
"Maunya di mandiin," ucap Jack sambil menggoda Mira.
"Memangnya kamu itu mayat, yang mesti dimandiin?" Sahut Mira ketus.
"Ya Allah, Sayang... ucapanmu itu ya. Tajem!” Jack jadi merinding saat Mira berkata seperti itu, akhir nya Jack pergi ke kamar mandi meskipun rasa malas masih menguasai.
Mira sudah selesai mengemasi barang yang akan mereka bawa, sekarang giliran mengemasi barang milik Zay. Mira pergi ke kamar anaknya dan meninggalkan Jack yang sedang berada di kamar mandi.
Tiba di kamar Zay, Terlihat anak itu sedang bermain sendiri. Anak kecil itu banyak sekali koleksi mainan meskipun, hanya sendiri, dia bermain bersama mobil-mobil cantik mainannya. Jack sangat suka dengan mobil-mobilan berbagai jenis. Saat itulah Mira mendekat ke arah buah hatinya.
__ADS_1
"Nak, mandi dulu yuk!” ajak Mira kepada Zay.
"Masih pagi, Ma! Malas ah.” jawab Zay, “Nanti saja yah?”
"Kan, kita mau pergi berlibur, nanti terlambat loh!” bujuk Mira.
"Tapi, Ma ... Zay tidak mau ikut pergi bareng Mama dan Papa.” Ucap Zay sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa?” Tanya sang ibu terhadap anaknya.
"Masih takut, Ma ...” sahut Zay manja, sedangkan wajahnya terlihat murung.
"Kan, Zay pemberani, masa takut? Papa sebenarnya gak galak kok, Papa melakukan itu karena om Roxy punya kesalahan, Jadi, tidak usah takut Zay kan, tidak salah?” Mira memberi pengertian terhadap Zay agar tidak takut lagi terhadap sang papa.
"Tapi, Ma ....” Ucap Zay ragu.
"Tidak ada tapi-tapi, Hayu mmadi” Mira pun melepaskan pakaian yang di kenakan Zay lalu, membawanya ke kamar mandi.
Setelah selesai melakukan ritual mandi yang biasa mereka lakukan, Mira mengganti pakaian Zay. Setelah itu Mira mengajak Zay pergi ke ruang makan, untuk sarapan bersama.
Mira dan Zay sudah berada di ruang makan beserta Bibi juga tetapi, dia heran kenapa Jack belum keluar juga, padahal sudah lama pria itu di kamar Mandi.
sebanyak itu?’ batin Mira.
Mira pun bangkit ingin memangil Jack—suaminya tapi, Sebelum itu dia menyiapkan sarapan untuk anaknya, lalu, Mira menyuruh Zay utuk Sarapan terlebih dahulu.
Setelah sampai di kamar, Jack baru saja keluar dari kamar Mandi dengan mengenakan handuk yang melikit di pinggang.
"Kenapa? Mandinya lama sekali, sih?” Tanya Mira.
"Mandinya tidak lama, Cuma itu .... Eum....” Jawab Jack ragu.
"Itu, apa?” Mira penasaran apa yang dilakukan Jack di kamar Mandi.
"Masa sih, kamu enggak ngerti!” sahut Jack datar.
"Kamu tidak bilang, mana aku ngerti! Aku itu bukan cenayang yang bisa melihat aktifitas orang di tempat lain.” ucap Mira kesal.
"Sudah, lupa kan!” Ucap Jack sambil meraih baju ganti yang telah disiapkan Mira dan laki-laki itu pun mengganti pakaiannya.
__ADS_1
"Jangan pake lama ganti bajunya,” ucap Mira sambil pergi meninggakkan Jack yang sedang berganti baju.
"Dasar istri tidak peka.” Jack bergumam, tapi, masih bisa di dengar jelas oleh Mira.
"Kamu ngomong apa, tadi?” Selidik Mira sambil membalikan tubuhnya yang sudah berada di depan pintu.
"I-itu, ada cicak!” Jawab Jack gugup.
"Owh," Mira pun pergi berlalu meninggalkan Jack yang masih berada di dalam kamar.
Mira, di mata Jack adalah sosok wanita yang sangat aneh, dalam kemarahannya pun Mira tetap memperhatikan semua kebutuhan dirinya. Meskipun, tidak dengan kebutuhan yang satu itu. Tidak sedikit Perempuan di luar sana, jika lagi marah terhadap pasangannya maka, dia lupa akan semua kewajibannya. Beda dengan Mira, meskipun sangat marah dia tidak melupakan tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga.
Jack tidak salah menjadikan Mira sebagai istrinya. Dia wanita sederhana, pekerja keras dan mempunyai hati yang sangat lembut, meskipun ada sifat juteknya, tapi sifat itulah yang membuat Jack semakin jatuh cinta.
Jack sudah selesai berganti pakaian, Lalu bergegas pergi menuju ruang makan. Sudah terlihat anggota keluarga kecilnya sedang menunggunya di meja makan. Jack pun mempercepat langkahnya agar segera sampai di sana. Pria itu duduk di kursi berhadapan dengan Zay tetapi, anak sambungnya itu tidak mau menatapnya dan justru malah menundukkan kepalanya.
"Selamat pagi jagoan papa!” Sapa Jack terhadap Zay.
"Pagi, Pa!” Zay men jawab sapaan dari sang Papa tanpa melihat ke wajahnya Mata anak kecil itu terfokos ke piring sarapannya. Zay masih merasa aneh ketika melihat mata Papanya.
"Ayo! Habisin sarapan nya.” Mira memberi perintah kepada sang putra agar menghabiskannya.
"Iya, Ma!” Jawab Zay.
Keluarga kecil itu pun menikmati sarapan bersama. Selama sarapan ber langsung tidak ada yang bicara se patah kata pun. Setelah sarapan usai, Jack mendekat ke arah Zay dan duduk di sampingnya.
"Zay, Suka pantai kan?” tanya Jack pada anak sambungnya itu, sambil mengelus kepalanya.
"Iya," Jawab Jack mengangguk dengan pelan.
"Baiklah, kita akan berlibur ke pulau, kamu mau, kan, Zay?” tanya Jack sambil tersenyum tipis. Zay tidak merespon.
"Zay, mau punya adik tidak, gak? Biar Zay ada temannya!” Tanya Jack pada Zay.
"Mau, Pa!” Jawab Zay, girang.
"Anak pinter, bilang ya, sama Mama, Zay, minta dede bayi, gitu." Jack memberi perintah terhadap Zay agar meminta adik kepada sang Mama.
"Iya," Jawab Zay penuh semangat.
__ADS_1
Bersambung