
Tidak kurang dari Satu Minggu lamanya Merlin di rawat di rumah sakit. Keadaannya pun sudah jauh lebih baik, dan tiba hari ini, di mana dia sudah perbolehkan untuk pulang. Akan tetapi, dia tetap diharuskan melakukan kontrol lagi Minggu depan.
Selama ini, Jack dan Mira tidak pernah melewatkan satu hari pun dan selalu datang untuk menjenguk sang mama. Mereka melakukan secara rutin setiap pagi sebelum ke kantor dan setelah pulang bekerja.
Saat itu, Jack dan Mira sudah ada di ruangan Ibunya, mereka sengaja meluangkan waktu untuk menjemput Merlin, bahkan Zay pun ikut serta. Hubungan keluarga ini mulai membaik, setelah Merlin di rawat di rumah sakit. Sikap Ibu mertua Mira itu kini begitu lembut karena mereka sudah saling menerima dan memaafkan satu sama lain.
Setiap manusia bisa belajar dari kesalahan yang telah lalu dan saling menerima dari kekurangan masing-masing agar menjadi keluarga yang utuh.
Semua orang bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian, sebab, dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan.
Seperti itulah yang terjadi pada keluarga Jack. Pada saat Merlin mengalami kecelakaan, justru membawa anak dan menantunya kembali dekat dengannya. Terkadang, ketika kita mendapatkan sebuah musibah maka, janganlah berprasangka buruk terhadap Sang Maha Kuasa karena pasti ada hikmah di setiap kejadiannya, kita harus ikhlas menerima setiap kehendak-Nya.
Mira merapikan semua perlengkapan yang dibawa Merlin lalu, memasukkannya ke dalam tasnya, di bantu oleh Bibi sedangkan, Jack dan Zay asyik bercanda di sofa yang ada di ruangan itu.
Keakraban antara ayah dan anak, bila dilihat sekilas tidak akan ada yang menyangka jika mereka berdua adalah ayah sambung dari Zay. Mereka terlihat sangat dekat. Bahkan setiap hari dia mengantar anak sambungnya itu ke sekolah.
Merlin yang menyaksikan semua itu pun tersenyum, merasa begitu bahagia demi melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah putranya.
Merlin sudah berganti pakaian dengan pakaian dengan pakaiannya sendiri dan, tidak lagi menggunakan baju pasien. Wajahnya mulai terlihat cerah bahkan seperti orang yang sehat, hanya saja tubuhnya terlihat lebih kurus.
"Sudah siap, Ma? Ayo kita pulang," Tanya Mira terhadap sang mama mertua.
"Sudah," Jawab Merlin sambil turun dari ranjang pasien dibantu Bibi untuk berjalan. Jack tidak membiarkan Merlin melakukannya sendiri meskipun, itu hanya berjalan. Dia tidak menginginkan hal yang dulu terulang kembali. Untung saja kali ini wanita itu tidak terluka terlalu parah.
Merlin perlahan berjalan menuju sofa di mana Zay dan Jack sedang asyik bercanda di sana.
__ADS_1
"Hai, Cucu Nenek! Mau ikut pulang ke rumah Nenek, enggak?” Tanya Merlin pada Zay sambil tersenyum ke arahnya.
Zay menatap Merlin lalu, ke arah Jack lagi, dan berkata, "Enggak!" Jawab Zay singkat.
Dia menatap ke arah sang ayah sambungnya dengan raut wajah yang penuh tanya.
Selama ini dia merasa tidak memiliki seorang nenek lain, bahkan kedua orang tuanya juga tidak pernah menceritakan tentang wanita itu, dia hanya tahu jika tidak mempunyai Nenek selain Parida.
"Kamu belum mau pulang, Nak?” Tanya Merlin terhadap Jack dengan lirih. Dia sangat berharap bahwa anaknya itu bisa pulang ke rumah bersamanya.
"Nanti dulu, Ma! Aku mesti tanya Mira dulu, mau enggak dia di ajak pindah,” Jawab Jack sambil tersenyum tipis.
"Semoga Mira mau, yah, diajak pindah! Mama tidak bisa jika harus jauh dari kalian," Ucap Merlin dengan penuh harap. Dia sangat menginginkan bila di sisa usianya itu bisa merasakan kebahagiaan beserta anak dan mantunya.
"Semoga, Ma!" Jawab Jack singkat.
"Dia tidak bisa di larang, Ma!" Ucap Jack.
"Beri dia pengertian agar tidak menyinggung perasaannya, karena ibu hamil itu sensitif pada semua hal," Ujar Merlin.
"Iya, Ma! Jack akan berusaha memberikan dia pengertian agar dia bisa mengurangi aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran!" Ucap Jack sambil melihat ke arah sang istri yang sedang melipat beberapa pakaian yang akan di masukan ke dalam tas.
"Yuk! Ini sudah siap semuanya.” Ucap Mira sambil berjalan perlahan mendekati suami dan ibu mertuanya.
"Pulang sekarang?" Tanya Jack terhadap sang istri.
"Iya, Sekarang! Masa besok," Jawab Mira dengan wajah juteknya terhadap sang suami. Justru wajah jutek itu yang membuat dia tambah menggemaskan di mata suaminya.
__ADS_1
"Ma, Ikut pulang ke rumah Mira aja, yah?” Ajak Mira terhadap sang mertua. Hal itu membuat Merlin dan Jack saling lirik.
"Eh, Mana bisa!" Jawab Jack menolak istrinya untuk membawa mamanya pulang ke rumah Mira. Dia menolak hal itu bukan tanpa alasan, dikarenakan, rumah itu hanya ada tiga kamar satu kamar utama yang di tempati dirinya, kamar Zay, dan kamar belakang yang di tempati Bibi. Tentu saja tidak memungkinkan bagi Merlin ikut pulang bersama mereka.
"Pulang ke rumah saja, justru Mama sangat berharap kalian yang ikut bersama tinggal di rumah itu!" Jawab Merlin menolak permintaan sang menantu. Dia sangat menginginkan tinggal bersama anak dan menantunya tetapi, bukan berarti dirinya yang ikut tinggal bersama Mira.
"Ya, kan, Mama bisa tinggal di kamar Zay, Di sana luas kok!" Jawab Mira dengan wajah yang sudah mulai tidak bersahabat. Dia sangat kecewa dengan penolakan suami dan mama mertuanya.
Merlin yang melihat perubahan wajah sang menantu, langsung meraih tangan Mira dan menggenggamnya erat. Dia tahu bahwa Mira kecewa dengan penolakannya. Terkadang, ibu hamil memiliki mood yang sering berubah, bukan karena hal yang terlalu besar tetapi, entah kenapa ibu hamil itu selalu ingin diutamakan dan tidak bisa menerima penolakan.
"Bukan Mama tidak mau, tetapi, Mama tidak mau kamu repot hanya untuk mengurusi Mama. Lagi pula kamu juga harus bekerja, kan?" Ucap Merlin sambil menatap wajah sang menantu.
"Justru dengan Mama ikut sama Mira, Itu membuat aku tenang, Ma. Aku bisa mengurus Mama itu sebuah kebahagiaan bagiku. Mama ... aku tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang seorang ibu selama ini, aku hanya tinggal bersama ayahku. Jadi, mau ya, Ma tinggal sama Mira." Mira berkata dengan cairan bening yang sudah memenuhi ujung matanya.
Merlin yang melihat semua itu dengan rasa tidak tega. Mungkin tidak masalah untuk dirinya ikut bersama Mira.
"Iya, sudah ... Mama ikut kalian pulang tapi, sudah ya, jangan sedih lagi," Ucap Merlin sambil mengusap cairan bening di ujung mata sang menantu lalu, memeluknya.
"Terima kasih, Ma! Sudah mau mengabulkan permintaan Mira," Ucap Mira tersenyum.
Jack yang menyaksikan semua itu, hanya diam tak bergeming. Bagi dirinya terlalu sulit memahami wanita hamil di bandingkan menghadapi klien. Sebentar sedih dan sebentar lagi bahagia, sungguh sangat luar biasa menghadapi ibu hamil ini.
Sungguh sebuah pengalaman berharga bagi Jack, saat ini bisa melihat istrinya hamil. Tidak sedikit orang yang belum diberi kepercayaan untuk melihat istri mereka mengandung buah dari hubungan cinta kasih mereka. Untuk itulah dia sangat bersyukur atas semua yang diperolehnya. Keluarga yang semula mulai renggang ternyata saat ini sudah lengkap kembali. Inilah kebahagiaan yang seutuhnya yang di harapkan semua orang. Bisa berkumpul bersama orang-orang terkasih dalam sebuah ikatan keluarga.
Bersambung
__ADS_1