
"Kau... untuk apa datang ke mari?" Ucap Mira terhadap orang tersebut. Perasaannya campur aduk melihat siapa yang datang bertamu ke rumahnya.
Bukannya menjawab pertanyaan Mira, orang itu justru tersenyum manis sambil menatap lekat wajahnya. Mungkin, reaksi Mira terlalu berlebihan, sehingga terlihat sangat lucu dan menggemaskan, begitulah yang ada dalam pikiran orang yang masih berdiri di depan pintu.
"Maaf Bu, kedatangan saya ke sini hanya untuk melihat keadaan Pak Jack dan juga ibu, Semua orang khawatir terhadap pimpinan perusahaan kami bekerja, Bu. Termasuk saya, wajar, kan, saya ke sini?" Ucap orang tersebut. Orang itu, tak lain adalah Lidia, wanita yang tidak pernah Mira sukai di saat di kantor. Menurut kacamata Mira, Lidiya adalah orang yang selalu mencuri perhatian suaminya. Meskipun dia sudah tahu bahwa Jack telah menikah dengan Mira tetapi dia selalu saja mencari sensasi dan membuat kesal, dengan segala tindakannya.
"Inikan, sudah malam, kenapa tidak besok saja?" Kata Mira yang masih berdiri di depan pintu, dia tidak rela jika harus membuka lebih lebar dan menyuruh wanita itu untuk masuk.
"Kan, baru pulang kantor, Bu?" Jawab Lidiya santai, dia selalu bersikap seperti itu, tidak pernah memikirkan apa pun ucapkan orang di luar sana, dia sudah bermuka tebal dengan gosip dan sejenisnya asal keinginannya bisa dipenuhi.
Jack bangkit dari duduknya, dia perlahan berjalan ke arah Mira, karena penasaran dengan tamu yang datang. Kenapa juga istrinya itu tidak mempersilakan tamunya untuk masuk.
"Sayang ... siapa yang datang?" Tanya Jack terhadap Mira, dan Mira pun tidak menjawab pertanyaan dari suaminya.
Setelah berada di depan pintu, Jack pun kaget melihat siapa yang datang bertamu.
"Lidiya?" Sapa Jack dengan wajah terkejutnya, dia tidak menyangka bahwa Lidiya akan datang ke rumah mereka.
"Iya, Pak ... kedatangan saya ke sini hanya untuk memastikan bahwa Pak Jack dan Ibu Mira baik-baik saja!" Ucap Lidiya, sambil tersenyum manis menatap wajah Jack, dan senyuman Lidiya membuat Mira merasakan hawa panas tiba-tiba datang menerpa begitu saja.
"Terima kasih, sudah mau berkunjung ke sini," Jawab Jack.
"Sama-sama, Pak!" Ucap Lidiya.
"Sayang, kenapa tamunya tidak di suruh masuk? Maaf ya Lidiya, Sampai lupa untuk mempersilahkan masuk," kata Jack.
Akhirnya Mira pun mempersilahkan Lidiya untuk masuk ke dalam rumah, dan juga duduk di sofa yang ada di ruang tengah.
Setelah berada di dalam rumah, Lidiya pun menelisik ke setiap sudut ruangan, dengan matanya dan dia memperhatikan semuanya tanpa ada yang terlewat.
Wanita itu senang saat Jack meminta dirinya masuk, hingga kini dia duduk di tempat yang sudah dipersilakan oleh pria itu. Sementara Mira langsung pergi berlalu ke dapur untuk membuat minum bagi tamunya malam itu.
Setelah sampai di dapur, ternyata masih ada Bi Minah di sana, yang ternyata masih sibuk mempersiapkan makan malam, kebetulan keluarganya memang belum makan, hal ini pun di manfaatkan oleh Mira untuk membuatkan tamunya minum.
"Bi, masih sibuk ya?” Tanya Mira.
"Iya, Non, kenapa?” Bi Minah tanya balik terhadap Mira.
__ADS_1
"Tolong buatin minum di depan ada tamu!” Perintah Mira terhadap Bi Minah.
"Siap, Non saya akan buatkan. Kopi atau teh manis ini?" Tanya Bi Minah.
"Apa saja Bi! yang penting bisa di minum, air putih juga tidak apa-apa bahkan itu lebih sehat!" Ucap Mira.
"Baiklah, saya buatkan sekarang," Kata Bi Minah.
"Saya lagi malas ngapa-ngapain Bi,” Ucap Mira.
"Istirahat saja, Non .... "
"Iya, Bi... Ini juga mau istirahat sebentar, lelah banget rasanya badan saya ini, perasaan kemarin itu tidak pernah loh merasakan lelah seperti ini," Keluh Mira.
"Sekarang itu lagi hamil, makanya cepat banget lelah, apalagi ini anak ke dua" Kata bibi.
"Memangnya kenapa bi, kalau anak ke dua?" Tanya Mira terhadap bibi.
"Anak ke dua itu usia kita sudah lebih tua dari hamil pertama dan itu juga sangat mempengaruhi, kondisi kehamilan," Jawab Bi Minah.
"Non, ini sudah selesai. Mau bibi yang antar ke depan atau Nona yang bawa ke sana?" Tanya Bi Minah.
"Bi Minah saja lah, saya lagi malas dan akan kembali ke kamar untuk istirahat sebentar,” Ucap Mira.
"Ya sudah, kalau begitu bibi anatar ya minuman ini ke depan."
"Ya sudah, antar sana." Perintah Mira terhadap Bi Minah.
Wanita paruh baya itu pun mengikuti perintah dari Mira. Sedangkan Mira pergi berjalan untuk menuju kamarnya, dengan perasaan kesal. Dia sungguh tidak tertarik untuk berada di ruang tengah bersama suami dan tamu yang datang, sekedar untuk berbasa-basi atau beramah-tamah, dia benar-benar enggan dan lebih memilih untuk istirahat di kamarnya sendiri.
Sementara di ruang tengah hanya ada Lidiya dan Jack.
Walaupun posisinya sebagai pimpinan perusahaan, tapi, Jack sebetulnya tidak nyaman jika sedang berada di dekat Lidiya, karena dia sudah mencium aroma ada yang tidak baik dari tingkahnya. Namun Jack berusaha tidak menunjukkannya di hadapan wanita itu jika dia tidak menyukainya, lagi pula Lidiya itu bawahannya yang cukup profesional dalam melakukan tugas dan tanggungjawab.
Setelah beberapa saat berbincang dengan atasannya itu, Lidya akhirnya pamit pulang.
“Bu Mira, mana Pak?”
__ADS_1
“Mungkin di kamar!”
“Saya mau pamit pulang, tolong sampaikan salam saya, ya Pak. Saya permisi!” kata Lidiya basa-basi saat berpamitan.
“Ya! Akan saya sampaikan.”
Setelah wanita itu pergi dari rumah, Jack pun kembali mencari istrinya ke kamar untuk menemuinya.
Setelah sampai di kamar, terlihat sang istri sedang memainkan ponsel. Sudah bisa di tebak oleh pria itu jika pasti Mira sedang membaca novel online.
Jack mendekat ke arah istrinya lalu duduk di sampingnya. Dia memperhatikan Mira yang masih menyisakan kekesalan di wajahnya. Dia tahu bagaimana perasaan iatrinya itu.
"Kenapa tadi malah ninggalin aku, saat ada tamu? Kan, aku jadi nggak enak. Jangan pernah seperti itu lagi yah, tidak baik!" Ucap Jack menasihati istrinya, sambil mencium keningnya lembut.
"Habisnya ... Aku tidak suka! Sama dia!" Jawab Mira.
"Iya, Aku tahu, tetapi, jangan tunjukkan ke dia kalau kita tidak suka, ke orang lain, siapa pun dia, termasuk Lidiya, apalagi dia datang ke rumah kita, lagi pula niatnya baik. Mau nengok keadaan kita," Ucap Jack dengan nada lembutnya.
"Iya, iya ...." Jawab Mira singkat.
"Ini sudah malam, mau langsung istirahat atau makan dulu?" Tanya Jack pada Mira.
"Aku mau tidur saja, lelah rasanya setelah seharian dalam perjalanan!" Jawab Mira.
"Ya sudah, mas ... Makan dulu ya, laper soalnya lagi butuh tenaga untuk mendaki gunung!" Kata Jack sambil berdiri dari duduknya, lalu pergi berlalu meninggal kan istrinya yang masih berada di kamar.
Setelah kepergian suaminya, Mira pun menaruh ponselnya di atas Nakas lalu, menarik selimut untuk menutup tubuhnya, tiba-tiba yang terasa dingin sekali.
#Jangan lupa fav
#Like
#Komen
#Rating
__ADS_1