
"Sebetulnya kamu itu sayang tidak sih sama suami kamu? Ko sepertinya biasa saja, tidak merasa tersakiti atau apa gitu melihat suami kelakuannya model itu" Tanya bu parida terhadap menantunya yang terlihat biasa saja, padahal suaminya mempunyai wanita lain di luar sanah.
"Mau bagai mana lagi, ma...! Dia itu sudah seperti itu jika di ributin pun tidak akan mengubah apapun, sudah malas juga ribut-ribut. Kasihan juga anak-anak melihat kedua orang tuanya berantem melulu" Ucap Nilam, seolah dia ikhlas menerima semua kelakuan suaminya, padahal di sini dia bertahan hanya karena harta. Dia sudah tidak peduli terhadap suaminya mau pulang atau tidak bagi Nilam masa bodo.
"Iya juga sih, orang seperti Roxy di kasih tahu enggak bakal ngerti juga. Heran juga itu anak otak nya terbuat dari apa yah, atau mungkin sudah ke geser kali. " Ucap bu parida, dia juga sangat heran dengan anaknya yang satu itu, sungguh sikap nya tidak ada baik-baik nya. padahal sudah mempunyai anak dua bahkan sebentar lagi lahir anak ke tiga nya dari wanita lain, tetapi belum terlihat juga sikap baiknya.
"Sudah lah, Ma... jangan terlalu mikirin dia, nanti sakit lagi" Ucap Nilam mengingatkan mertuanya agar tidak terlalu memikirkan anaknya yang kelakuan nya seperti itu.
"Mama tidak memikirkan nya, hanya saja aneh... ko beda jauh yah sifatnya dengan Jul" Ucap bu parida sambil menatap ketiga cucunya yang sedang bermain bersama, meskipun jarak nya agak jauh tetapi masih bisa terdengar jika mereka berantem atau menjahili zay.
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, ketiga cucunya bu parida pun sudah merasa lelah bermain berjam-jam. Waktu makan siang pun telah tiba, mereka semua makan siang bersama. Bagi Zay ini pertama kali makan di rumah neneknya,di atas meja sudah tersaji semua makanan kesukaan zay dan juga yang lainnya. Sengaja bu parida hari ini menyuruh asisten rumah tangga untuk mempersiapkan semuanya agar zay merasa di sayang.
Bu parida pun mengisi piring zay dengan menu yang sudah tersaji, dia berharap hari ini berputar sedikit lambat agar merasa lebih lama bersama sangat cucu.
Tidak kalah juga kedua cucu perempuan nya juga ingin di layani nenek nya, padahal ada Nilam ibu mereka, tetapi kedua nya tidak mau. Mereka mau seperti zay yang selalu di utama kan, padahal zay baru hari ini ada di rumah ini kenapa mereka iri.
Bu parida pun mengikuti kemauan kedua cucu perempuan nya, dia juga tidak mau di anggap pilih kasih. Dia sangat menyayangi ketiga cucunya itu, mungkin jika hari ini memperlakukan zay beda dari yang lain ya karena baru pertama kali zay ikut serta makan bersama di keluarga ini. Beda lagi dengan Clara dan Meutia dia selalu ada di rumah tiap hari, bahkan bu parida sering menyuapi kedua nya.Tetap saja merasa iri ketika melihat memperhatikan zay seperti itu.
Padahal tidak seharusnya mereka mempunyai pikiran seperti itu.
__ADS_1
Makan siang pun telah selesai, semuanya kembali ke ruang tengah di mana mereka bisa menonton televisi kesukaan mereka dan juga yang lainnya.
"Sudah waktunya tidur siang lo.. " Ucap Nilam terhadap kedua putrinya.
"Iya tidur siang dulu" Bu parida pun ikut menimpali ucapan menatunya itu.
"Nanti saja yah... " Jawab kedua putrinya dengan serempak.
"Jangan nanti-nanti,sekarang harus tidur siang kalau enggak awas nanti mama tinggal juga" Ucap Nilam mengancam kedua putrinya, padahal tidak baik loh anak kecil di beri ancaman. Itu bisa merusak mental anak, nanti nya anak tidak berani mengungkapkan apa yang ada di pikiran nya. Kita boleh tegas tapi dengan cara yang bisa di terima anak-anak, bukan melalui ancaman.
"Iya, Ma.... " Jawab keduanya serempak sambil melepaskan mainan yang sedang di pegangnya, mereka langsung menunduk lalu bangkit dari duduknya, Mereka berdua berjalan perlahan meninggalkan semuanya yang ada di ruang tengah untuk menuju kamar.
Nilam pun berpamitan kepada ibu mertuanya untuk menemani kedua putrinya tidur siang, Setelah itu dia bangkit dari duduknya lalu perlahan pergi meninggalkan ruangan itu.
Setelah kepergian Nilam, bu parida pun memanggil zay agar segera mendekat ke arahnya.
Zay pun bangkit dari duduknya lalu mendekat ke arah sang nenek lalu duduk di samping nya.
"Ada apa Nek? "
__ADS_1
"Istirahat aja dulu yah" Bu parida mengajak zay untuk istirahat.
"Iya, Nek" Zay menjawab dengan singkat sambil mengangguk pelan.
"Hayu ikut sama nenek, kita istirahat di kamar atas" Bu parida mengajak zay untuk istirahat di kamar atas, yang sudah di siapkan nya untuk zay.
Zay pun menggunakan kepala nya, bu parida pun menggandeng tangan zay untuk menuju lantai atas. Mereka berjalan dengan perlahan melewati semua anak tangga, setelah beberapa saat mereka sudah sampai di depan kamar yang mereka tuju. Bu parida pun memutar gagang pintu dengan perlahan, setelah pintu terbuka terlihat dengan jelas kamar yang super luas, tidak seperti kamar zay yang di tempati di rumahnya. Sudah tertata rapih semua jenis permainan anak laki-laki dan perlengkapan lainnya, Bu parida pun mengajak zay untuk masuk ke dalam kamar. Zay mengikuti langkah bu parida sambil melihat ke setiap sudut ruangan, ini semua warna kesukaan nya dan juga permainan yang di sukainya. Semua tertata rapih di kamar ini,
"Bagaimana sayang... suka tidak dengan kamar ini? Di sini juga telah nenek siapkan semuanya termasuk jenis mainan kesukaan zay" ucap bu parida sambil terus menggandeng zay menuju tempat tidur.
"Suka nek... tapi zay tidak perlu semua ini, "Ucap zay sambil menunduk, sungguh dirinya tidak menginginkan hal ini. Meskipun dia belum terlalu mengerti keadaan orang tuanya, sudah cukup bagi zay merekam semua perlakuan keluarga ayahnya.Meskipun bu parida tidak pernah menyakiti mira, entah kenapa zay selalu merasa khawatir jika harus berada di antara keluarga ayahnya..
" Kenapa ngomongnya seperti itu, Nenek sangat menyayangi zay."Ucap bu parida sambil berjongkok di hadapan zay mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh zay.
"Iya, Nek.... terimakasih banyak untuk semuanya, tapi lain kali jangan lakukan ini lagi ya" Ucap zay sambil menatap wajah sang nenek, Mungkin jika anak lain belum mempunyai pikiran seperti zay, tetapi lain halnya dengan zay. Dia itu sudah dewasa sebelum waktunya, mungkin keadaan lah yang membuat zay menjadi seperti ini.
"Ya sudah, tidur siang dulu nenek temenin" Ucap bu parida sambil mempersilahkan zay untuk naik ke atas tempat tidur.
Zay pun mengikuti perintah dari sang nenek, Untuk naik ke atas tempat tidur. Setelah berada di atas tempat tidur zay pun membaringkan tubunya, lalu bu parida pun ikut berbaring di samping zay.
__ADS_1