
"Mas..! " Kata selvi dengan wajah terkejutnya.
"Selamat pagi? " sapa Bu Ani terhadap selvi, Tetapi bukan nya menjawab dia malah bengong sambil menatap wajah Ferdy meminta penjelasan.
Setelah beberapa saat Selvi masih mematung, sungguh dia bingung harus menjawab apa. Apakah setelah ini dia akan di marahin seorang wanita yang ada di hadapan nya, dia pun tidak tahu wanita itu siapa.
"Masuk dulu yuk!, Masa berdiri saja? " Sela Ferdy, dia sudah tahu pasti selvi sangat shock, Melihat dirinya datang bersama seorang wanita yang tidak lagi muda.
"Eh, iya... silahkan nyonya masuk dulu! " Selvi pun memberi perintah agar Ferdy dan Bu Ani pun segera masuk, dia memposisikan tubuhnya ke samping pintu agar ada jalan untuk keduanya masuk.
Setelah sampai di dalam, Bu Ani tidak langsung duduk dia masih berdiri dan menelisik ke setiap sudut ruangan. Rumah yang tidak terlalu luas hanya ada dua kamar,tetapi terlihat sangat mewah di lihat dari dekorasi nya.
"Sungguh Ferdy sangat memanjakan wanita itu, ada hubungan apa di antara mereka"Ucap Bu Ani dalam batin.
" Ma, duduk dulu? liat apaan sih seperti ada yang aneh saja! "Kata Ferdy.
" Selera kamu bagus juga yah, jadi terlihat sangat mewah ruangan ini meskipun sangat sempit"Ucap Bu Ani sambil menatap ke arah Selvi.
__ADS_1
Selvi bukan nya menjawab malah menunduk, sungguh tidak sanggup jika dia harus menerima kemarahan dari wanita yang ada di hadapan nya.
"Apaan sih, Ma... duduk dulu masa iya bertamu ke rumah orang seperti itu" Ucap Ferdy terhadap sang Mama, dengan sikap bu Ani yang seperti itu dia sudah bisa melihat bahwa Selvi itu sedang ketakutan.
Bu Ani pun duduk di samping putranya, sedangkan selvi duduk sofa tunggal yang ada di sanah.
"Mau minum apa Nyonya, Mas, aku buat dulu? " tanya Selvi memberanikan diri, meskipun sangat takut tetapi dia berusaha untuk menetralkan nya.
"Nggak perlu repot-repot! " Jawab Bu Ani.
"Nggak repot ko... " Kata Selvi sambil bangkit dari duduknya, dia berjalan perlahan meninggalkan ibu dan anak.
Selvi kembali ke ruang tamu dengan membawa dua cangkir minuman, baru juga dia akan meletakkan cangkir di atas meja, terdengar suara bayi menangis.
Setelah cangkir di letakan di atas meja, Selvi pun meminta ijin untuk melihat bayinya.
Selvi bergegas pergi dari ruang tengah untuk segera menuju kamarnya, setelah berada di dalam kamar terlihat bayinya sedang menangis mungkin dia merasa haus.
__ADS_1
Selvi langsung memberikan ASI-nya tetapi sang bayi tidak mau, malah semakin histeris menangis.
Dia sangat frustasi melihat anaknya yang menangis seperti itu, dia gendong lalu di bawa keluar kamar tetapi belum juga tenang.
Ferdy yang melihat itu merasa kasihan, dia bangkit dari duduknya lalu menghampiri Selvi yang sedang menenangkan bayi nya.
"Sini aku gendong" Kata Ferdy sambil mengulurkan tangannya, Selvi bukan nya memberikan anaknya untuk di gendong Ferdy malah melihat ke arah Bu Ani lalu kembali menatap Ferdy, Ferdy sudah tahu bahwa Selvi tidak enak dengan Bu Ani.
"Tidak apa-apa ko, " Ucap Ferdy sambil merebut paksa bayi yang sedang menangis dari tangan ibunya. Bayi pun sudah berpindah ke tangan Ferdy, seketika bayi itu tenang sambil tersenyum, seakan bayi itu tahu dan mengerti bahwa yang menggendong dirinya itu orang yang sangat baik.
Bu Ani yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri sudah bisa meyakinkan.
"Harus segera di nikahkan ini, sebelum di luar sanah lebih heboh lagi"Ucap Bu Ani dalam batin.
Selvi yang melihat bayinya langsung tenang ketika berada di gendong sama Ferdy merasa heran, ini bukan yang pertama kali bayinya tenang saat di gendong Ferdy.
Setelah beberapa saat bayinya pun sudah kembali tenang seperti biasa, dan sekarang sudah di gendong Selvi kembali.Selvi dan Ferdy pun duduk kembali di tempat mereka masing-masing.
__ADS_1
"Di mana kalian melakukan nya? " Tanya Bu Ani dengan nada serius sambil menatap Ferdy dan juga Selvi bergantian.
"Maksud Mama apa? " Tanya balik Ferdy, dia sungguh tidak mengerti dengan pertanyaan sang Mama.