
Bu Parida hari ini mengantarkan Zay untuk berangkat ke sekolah, sudah sejak dia menginginkan hal ini. Hari ini dia baru merasakan nya mengantarkan cucunya untuk berangkat ke sekolah.
Perjalanan yang di tempuh pun tidak terlalu jauh, akhirnya kendaraan yang di tumpangi pun sudah memasuki area sekolah.
Susana sekolah pun sudah mulai ramai, para orang tua mengantarkan anak nya ke sekolah, ada yg di anatar ayahnya, dan ada juga di anatar ibunya. tidak sedikit pula yang di antara kan para asisten rumah tangga, karena kedua orang tua pada sibuk.
Susana di pagi hari yang selalu di nantikan para guru, selalu menunggu kedatangan para peserta didiknya di depan kelas.
Setelah mobil terparkir, bu Parida pun mengajak zay untuk segera turun dari mobilnya, lalu menuju kelas.
"Ayo, sayang turun? " Ajak bu Parida terhadap zay sambil mengulurkan tangannya.
"Iya, nek" Zay pun membalas uluran tangan dari sang nenek.
Setelah keluar dari mobil, Bu Parida pun menggandeng tangan zay untuk menuju ruang jelasnya.mereka berdua berjalan perlahan melewati lorong kelas yang lain, setelah lumayan jauh akhirnya sampai juga di depan ruang kelas zay.
Sudah terlihat sambil berdiri seorang guru piket yang sedang menunggu para peserta didiknya datang.
Senyum pun mengembang dari bibir sang guru ketika para peserta didiknya datang, mereka menyambutnya dengan penuh ke hangatan.
"Selamat pagi bu...? " Sapa bu Parida terhadap seorang guru yang menyambut kedatangan mereka.
"Pagi juga, Bu, Zay. " Jawab seorang guru tersebut.
"Bekajar yang pintar yah sayang, Nenek nunggu di sebelah sanah ya, " Ucap bu Parida sambil menunjuk salah satu tempat, di mana tempat tersebut sudah ada beberapa orang yang sedang menunggu anaknya juga.
__ADS_1
"Iya, Nek" Jawab Zay sambil berpamitan untuk masuk ke ruang kelas bersama seorang guru yang sudah menunggu nya dari tadi.
Setelah zay masuk ke kelas, bu Parida pun berjalan perlahan menuju tempat di mana para orang tua menunggu anak nya untuk pulang sekolah. Dia duduk di salah satu bangku yang ada di sanah, sambil melihat ke sekeliling sekolah.Sungguh sangat mengagumi sekolah ini, bukan hanya dari bangunan dan yang lainnya, tenaga pendidik nya pun sangat luar biasa dan juga bisa di andalkan .
Ini sekolah bukan sekolah bisa bisa di sebut sekolah favorit di kota ini dan bayaran nya pun sangat mahal, Mira lebih memilih tempat ini bukan berarti sombong atau apa menyekolahkan zay di sini,bagi mira pendidikan adalah yang utama dan berhak untuk semua orang, meskipun dengan cara seperti apapun mira akan berjuang untuk zay agar mendapatkan pendidikan yang layak.
Setelah cukup lama duduk di salah satu kursi, Parida bangun lalu berjalan perlahan, untuk melihat ke bagian lain nya. Dia sangat penasaran dengan tempat ini, Dia kemarin hanya tahu dari luarnya saja. Hari ini dia akan melihat ke sekeliling tempat ini.
Di sini juga adalah tempat pendidikan bukan hanya Paud, tetapi ada juga sekolah dasar, menengah pertama dan sampai ke menengah atas. Semua pendidikan ini di naungi oleh satu lembaga, meskipun seperti ini tetap di sini adalah sekolah favorit semua para orang tua.
Waktu pun tidak terasa, sunguh terasa begitu cepat. Padahal baru saja masuk ternyata sudah waktunya pulang, Waktu dua jam menunggu sang cucu tidak terasa bagi bu Parida.
Bu Parida memperhatikan semua peserta didik yang keluar dari kelas, terlihat dengan jelas semua anak-anak keluar dengan wajah mereka yang selalu ceria. Parida pun tersenyum penuh kebahagiaan dia saat melihat sang cucu.
Zay mendekat ke arah neneknya yang sedang menunggu dirinya. Zay mengucapkan salam terhadap sang nenek sambil mengulurkan tangannya, lalu mencium punggung tangan sang nenek.
Mereka berdua pun masuk ke dalam kendaraan yang akan mereka tumpangi, setelah berada di dalam bu Parida pun memberi isyarat terhadap pak sopir agar melajukan kendaraan nya.
Pak sopir pun mulai melajukan kendaraan nya dengan perlahan keluar dari area sekolah.
Jalanan yang mereka lalui pun tidak terlalu ramai, sehingga tidak terlalu lama untuk sampai di kediaman keluarga Basrie. Hanya butuh waktu sekitar setelah jam untuk sampai di sanah, mobil sudah memasuki area rumah.
Zay terkahir datang ke sini beberapa bulan lalu, pada saat itu keadaan nya tidak baik-baik saja.
Mobil sudah berhenti di depan rumah, Bu Parida pun mengajak zay untuk segera turun.
__ADS_1
Baru juga Parida dan zay turun datang lah sebuah mobil masuk ke pekarangan rumah.
Bu Parida pun menghentikan langkah nya, menunggu orang tersebut keluar dari mobil. Setelah beberapa saat kedua cucu perempuan nya pun terlihat, ternyata mereka juga baru datang dari sekolah. Nilam pun mengikuti langkah kedua putrinya dari belakang, sedang clara dan meutia langsung berlari mendekat ke arah sang nenek sambil mengucap salam, tetapi ketika melihat ada zay di samping bu Parida. Reaksi kedua cucunya itu langsung berubah seketika.
"Nek, kenapa ada dia di sini? " Tanya kedua cucu perempuan nya dengan serempak,dengan wajah yang sedikit cemberut. Hal ini membuat zay memundurkan langkahnya, dia berlindung di belakang punggung bu Parida.
"Eh, jangan bilang seperti itu dia itu saudara kalian"Kata bu Parida menasehati kedua cucunya itu.
" Tapi aku tidak suka sama dia, "Ucapa clara sambil mengerucut kan bibirnya.
" Eh cucu nenek yang cantik, nanti ilang loh cantiknya. Jangan cemberut begitu ah"Ucap bu Parida sambil mengelus pipi nya clara.
"Ma... baru datang juga" Tanya nilam terhadap ibu mertua nya itu.
"Iya... bawa mereka masuk" Bu Parida memberi perintah terhadap nilam agar membawa kedua putrinya untuk segera masuk.
"Yuk, sayang masuk dulu terus ganti baju" Ajak nilam terhadap kedua putrinya.
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah, setelah sampai di dalam clara sama meutia pergi ke kamar mereka untuk berganti pakaian.
Setelah kepergian kedua sepupunya itu, Zay mulai berbicara terhadap neneknya.
"Nek, kenapa mereka seperti itu terus yah? Apa zay ada salah ya? " Tanya zay terhadap sang Nenek.
"Zay tidak ada salah ko sama mereka, mungkin belum terbiasa saja! pada dasar nya mereka itu sayang sama zay tapi mereka masih malu untuk mengakuinya" Ucap bu Parida, sedikit membuat zay lebih tenang agar merasa nyaman di rumah ini, dia ingin ketiga cucu nya pada akur.
__ADS_1
Sudah cukup selama ini Roxy selalu membenci Jul, tidak mau anak-anak mereka juga saling membenci.
Di sisa usianya Parida hanya ingin kedamaian bagi keluarga nya, melihat anak menarik serta cucunya hidup akur dan bahagia. Hanya itulah harapan nya saat ini.