
Jack dan Mira menghentikan langkahnya, Ketika mendengar suara Merlin. Jack membalikan badannya sambil melihat Merlin. Jujur dalam hati Jack yang paling dalam, Dia tidak Mau hal ini terjadi. Namun, Jack tidak Mau suasana tambah panas jika Jack masih berada di rumah ini, Jack bukan tidak menerima kenyataan. Hanya belum siap untuk mengingat kepedihan yang selama ini Jack terima atas dasar dari ke bohongan. Jack sangat menyayangi Merlin bahkan ketika orang berkata tidak baik pun Jack mengabaikannya, Hingga pada akhirnya Jack di hadapkan dengan kenyataan. Bahwa selama ini Merlin telah mempermainkan hidupnya, Bahkan semua cara Merlin lakukan agar Jack tidak mendapat kebahagiaan dari orang lain.
Jack sudah menerima semua bukti Kejahatan yang di lakukan Merlin, Demian dan Sonia. Hanya saja belum ada waktu yang tepat untuk memproses itu semua.
Tujuan Jack sa'at ini hanya ingin menikmati hidup bersama keluarga baru nya, Jack lebih memilih tinggal bersama Mira di rumah yang sangat sederhana. Rumah Mira hanya seluas kamar Jack, Ini semua tidak masalah bagi Jack yang penting. Orang-orang yang yang ada di rumah ini selalu bersikap apa ada nya, Tanpa harus bersembunyi di balik topeng. Jack tidak Mau ribut dengan Merlin atau siapa pun makanya Jack lebih memilih pergi daripada tinggal di rumah mewah. Namun penuh dengan kepalsuan.
Selama ini mata hati Jack telah di buta kan kasih sayang merlin, Ternyata semua itu hanya lah topeng malaikat yang menutupi hati iblis.
Jack bisa memaafkan Merlin di kesalahan lain tetapi tidak dengan satu kesalahan yang membuat Jack sangat kecewa.
"Mau pergi ke mana,,? Tanya Merlin dengan suara lirihnya, Denyut nadi pun serasa berhenti kaki pun merasa gemetar rasa nya sudah tidak mampu lagi untuk menopang tubuh nya, Di kala melihat tatapan dingin dari Jack tatapan yang dulu penuh cinta sekarang berubah menjadi dingin. Rasa sesak telah menguasai diri Merlin tulang-tulang di tubuh nya pun seperti melunak seketika. Cairan bening pun sudah terkumpul di sudut matanya. Namun, Bibirnya sudah tidak sanggup untuk berkata apapun. Mungkin Merlin tidak mempunyai banyak ke berani an hanya untuk mengucap kata ma'af.
Jack masih mematung, Tidak berbicara sedikit pun. Mira sangat kasihan ketika melihat wajah pucat Merlin, Wajah yang biasa terlihat sangat cantik. Kali ini berbeda Merlin terlihat seperti kurang urus, Matanya yang sembab rambutnya yang gimbal acak-acakan seperti belum di sisir.
Merlin juga belum makan apapun selama Jack tidak pulang ke rumah, Rentetan semua Kejahatan yang di perbuatannya bersama Demian dan Sania selalu menari-nari di otak nya. Bahkan untuk minum air pun Merlin merasa sudah tidak mampu lagi.
"Jangan pergi,," Merlin pun menangis sambil memeluk kedua kaki Jack. Hal ini juga membuat Jack merasa kasihan terhadap Merlin. Namun, Hanya dengan cara ini lah Jack merasa tenang.
Jack tetap berdiri tidak merespon apapun.
Mira perlahan mendekat dan berjongkok sambil memegang bahu Merlin.
"Nyonya bangun jangan lakukan ini, " Mira menarik tangan Merlin yang melingkar di kaki Jack, Bukannya melepas Merlin malah semakin erat memeluk kaki Jack. Hingga pada akhirnya Jack menunduk sambil meng mangkat bahu Merlin
"Berdiri, Jangan lakukan ini. Jangan membuat ku tambah berdosa" Ucap Jack sambil menarik tubuh Merlin agar segera berdiri. Merlin tidak kuasa untuk berdiri, Tulang-tulangnya serasa telah lepas dari anggota tubuh.
__ADS_1
Jack menyuruh pelayan untuk membawa Merlin duduk di sofa.
"Saya akan pergi dari sini dan akan tinggal bersama istri Saya, Silahkan nikmati semua ini Saya tidak akan mengganggu gugatnya. Jack berbicara dengan nada dingin namun sangat tajam menusuk ke hati Merlin yang paling dalam.
" Jika kamu mau tetap pergi,, maka lebih baik Saya yang pergi. "Merlin mengucap kan itu sambil menangis.
" Tidak perlu," tinggal lah di sini sesuka hatimu, Saya akan tinggal bersama mereka yang mau menerima Saya apa ada nya. Tanpa harus menggunakan topeng.
Jack pun menyuruh pelayan membawa koper ke mobil nya, Tangan Jack menggandeng tangan Mira.
Meninggal kan Merlin yang masih menangis sesegukan, Jack dan Mira pun sudah berada di parkiran mobil. Jack membuka pintu mobil men per silahkan Mira untuk masuk.
Mereka berdua sudah berada di mobil Jack sudah siap untuk melajukan kendaraannya.
"Mas,,, " Apa kamu tidak kasihan sama mama. Dia itu mama mu loh. Masa tega berbuat seperti itu.
"Jika kamu sudah tidak punya ibu pasti kamu tidak akan tega melakukan ini,,, " Aku tuh yang kurang beruntung, Ingin sekali rasa nya memeluk ibu di sa'at merasa kan kesedihan. Mungkin pelukan ibu yang paling nyaman.Di sa'at aku berada di titik terrendah pun hanya bisa memeluk lutut sambil menangis. Mira mengucapkan itu sambil mata berkaca-kaca.
"Hai,, kenapa menangis" Jack pun mengusap ujung mata Mira yang sudah di penuhi Kristal bening.
"Mulai sa'at ini dan seterusnya aku akan selalu ada bersama mu,,, kamu bisa memeluk ku di sa'at kamu merasa kan kesedihan,,, "
Sudah jangan menangis lagi, Jack menggenggam erat tangan Mira lalu mengecupnya dengan sekilas.
"Kita pulang sekarang,, Bibi sudah me nelpon puluhan kali Zay sangat merindukan ayah nya. "
__ADS_1
"Iya,, " Mira pun mengangguk pelan pertanda setuju.
Jack perlahan menginjak gas, Kendaraan roda empat yang mereka tumpangi pun perlahan pergi meningalkan pekarangan keluarga maholtra.
Suasana jalan pun sedikit padat sehingga menjadi kan perjalanan yang lambat untuk datang ke tempat tujuan. Kendaraan yang mereka tumpangi pun bergerak perlahan, Dengan penuh kesabaran Jack menginjak gas dengan pelan. Setelah melewati jalanan yang sangat melelahkan, Mereka pun sampai di rumah Mira.
Jack membuka pintu mempersilahkan Mira untuk turun, Mira pun segera turun lalu pergi meninggalkan Jack yang masih mengambil koper di bagasi mobil.
Jack membawa koper masuk ke rumah Mira, Kedatangan Mira dan Jack pun di sambut Zay dengan penuh semangat.
Jack membawa koper ke kamar Mira, Zay meng ikuti langkah kaki Jack. Hingga pada akhirnya Zay bertanya.
"Mama semalam tidur di mana,,? Tanya Zay.
" Mama tidur di hotel. "Jawab Mira singkat.
" Kenapa tidak pulang, Padahal Zay ingin tidur di temenin mama sama papa,, "Zay sambil mengerucutkan bibirnya lalu naik ke tempat tidur.
" Ya,, mama sama papa kan ada kerjaan di luar kota.Enggak keburu jika harus pulang" Ucap Mira sambil tersenyum tipis lalu mendekat ke arah Zay.
Pandangan Zay tertuju ke jenjang leher mamanya, lalu pertanyaan spontan pun keluar dari bibir Zay.
"Ma,, apa mama kerja di luar kota itu di hutan ya,? Pertanyaan Zay membuat mira mengerutkan kening nya
" Tidak,, "Jawab mira singkat.
__ADS_1
" Lalu kenapa itu leher mama merah-merah,Seperti habis di gigit serangga. Zay juga pernah di gigit serangga terus kulit Zay merah seperti di leher mama"Perkataan Zay membuat mira melihat ke arah Jack namun Jack masih tetap santai, Tanpa mempedulikan Mira yang ke bingung an.