
Setelah beberapa saat Ferdy menunggu selvi, akhirnya dia pun kembali ke ruang tengah. Mereka duduk di sofa yang berbeda saling berhadapan, sungguh membuat selvi merasa gugup ketika Ferdy melihat nya begitu tajam tatapan nya. Dia takut di marahin atau di hukum, sungguh perkataan Ferdy selalu saja membuat dirinya ketakutan. Tetapi selvi merasa sangat beruntung di pertemukan dengan orang sebaik Ferdy, sungguh tindakan akan menemukan nya lagi orang sebaik dirinya.
Suatu saat selvi jika sudah bisa bekerja dia ingin mempunyai penghasilan, agar tidak tergantung terhadap orang lain. Meskipun Ferdy sangat baik padanya bukan berarti dia memanfaatkan kebaikan itu, justru selvi sangat malu jika Ferdy terus memperlakukan nya seperti ini.
"Nanti sore ada yang mau datang ke sini, dia yang akan menemani kamu di sini jaga bayi mu dan juga beres-beres, tadinya mau kemarin datang nya, eh ada gangguan .jangan terlalu banyak aktifitas kamu itu belum sembuh baru juga beberapa hari" Ferdy memberi tahu selvi bahwa akan ada asisten rumah tangga di rumah ini, sekaligus menasehati nya.
"Tidak perlu, Mas... saya juga bisa melakukan nya sendiri" Jawab Selvi sambil menundukkan kepalanya.
"Jangan membantah, bagai mana bisa kamu melakukan nya sendiri. Saat kamu mau mandi atau mau melakukan apapun anak mu nanti siapa yang jaga, pasti juga kamu tidak akan pernah makan. Terus sakit yang repot saya juga" Ucap Ferdy sambil menatap selvi dengan tajam.
"Iya" Jawab selvi singkat, dia sungguh tidak berani untuk menatap nya. yang di katakan Ferdy ada benarnya juga, jika dia sakit akan membuat dia repot untuk mengurus dirinya.
"Sudah sanah kamu mandi dulu sebelum saya pulang, takut dia bangun nanti aku yang jaga" Ferdy menyuruh selvi untuk mandi dia tahu seperti nya selvi belum mandi dari pagi. Terlihat sekali wajahnya yang lusuh.
"Iya... " Jawab selvi sambil berdiri, lalu pergi meninggalkan Ferdy yang masih ada di ruang tengah.
Setelah kepergian selvi, Ferdy pun bangun dari duduknya lalu pergi ke dapur. Untuk melihat ada apa saja di sanah, apakah selvi sudah makan atau belum. Sungguh anak itu harus bener-bener di ingatkan, mungkin dari segi umur juga selvi belum waktunya untuk memiliki anak. atau anak itu hasil apa Ferdy juga tidak tahu,bisa jadi karena hal itu yang menjadikan selvi banyak melamun dan tidak mementingkan dirinya sendiri. Dia juga tidak mempersalahkan itu semua tujuan nya hanya menolong selvi, entah kenapa setiap melihat bayi kecil itu hati Ferdy merasa sakit. Solah itu dirinya.
Setelah sampai di dapur dia melihat ke sekeliling ternyata betul belum ada makanan apapun.
__ADS_1
Ferdy mengambil ponsel nya di saku, lalu membuka salah satu aplikasi untuk memesan makanan siap saji. dia juga sebetulnya merasa lapar makanya ke dapur siapa tahu ada yang bisa di makan ternyata tidak ada, dia juga tadi membeli beberapa makan untuk stock di rumah selvi tetapi bukan itu yang di inginkan nya. dia hanya membuat kopi lalu pergi lagi ke ruang tengah untuk menikmati nya, sambil menunggu pesanan datang.
Selvi pun sudah selesai membersihkan dirinya. bayi nya pun masih tertidur pulas, dia pun keluar untuk menemui ferdy uang yang masih menunggu nya di ruang tengah.
Setelah sampai di ruang tengah, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Selvi pun membuka pintu tetapi dia heran perasaan dia tidak memesan apapun, tapi kenapa ada yang mengantarkan makanan.
"Mas... ini pesanan siapa? " Tanya selvi terhadap Ferdy.
"Ambil saja, itu aku yang pesan"Sahut Ferdy dari dalam
"Itu apa sih, mas... ? " Tanya selvi.
"Nasi goreng, kamu belum makan dari pagi kan? " Jawab Ferdy.
"Sudah makan roti" Jawab selvi sambil menunjukkan pandangan nya.
"Kamu itu mesti banyak makan, masa makan saja mesti di marahin" Ucap Ferdy kesal.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua pun menikmati, nasi goreng yang telah di pesannya. sungguh rasanya sangat nikmat sekali, selvi juga hampir menghabiskan miliknya.
Selvi pun merapihkan sisa makanan mereka dan mencuci peralatan yang telah di gunakan, meskipun itu hanya gelas dan alat makan lain. mumpung bayinya lagi tidur jadi bisa mengerjakan nya.
Ferdy pun berpamitan untuk segera pulang, mengingat di rumah ini tidak ada orang lain selain mereka berdua. Takut di gerebek pak RT juga nanti, di kiranya nanti ngapa-ngapain.
"Pamit pulang yah... awas kalau kamu menunda-nunda makan lagi, tidak akan saya kasih ampun nanti" Ancam Ferdy terhadap selvi.
"Iya... " Selvi pun mengangguk pelan sambil menunduk, merasa dirinya di lindungi tetapi takut juga, Ferdy suka mengancam soalnya.
Selvi pun mengantar Ferdy sampai ke teras depan, dia terus melihat nya sampai kendaraan yang di tumpangi pun perlahan menjauh, hingga sampai tidak terlihat lagi.
Selvi pun masuk kembali, lalu dia membawa semua kantong belanja ke dapur untuk merapihkan nya.
Dia pun membereskan semua belanjaan yang di bawa Ferdy, ke tempatnya. setelah semuanya beres dia pun kembali ke kamar untuk melihat sang buah hati.
Setelah sampai di kamar, masih terlihat tidur dengan pulas nya, seharian bayi itu rewel terus sekarang tinggal tidurnya.
Selvi pun membaringkan tubuhnya di atas kasur,setelah beberapa saat tidak terasa matanya nya pun terpejam,hingga selvi sudah berada di alam mimpi.
__ADS_1