
Di belahan bumi lainnya... terlihat seorang wanita muda yang terlihat begitu matang dan dewasa.
Wanita cantik itu adalah Anita dan hari ini dia bersama Rico akan pulang ke rumah orang tuanya.
Rico ingin segera bertemu dengan kedua orang tua Anita, kekasihnya. Mengingat mereka kini sudah tidak lagi muda sehingga sudah siap melangkah ke arah selanjutnya. Bagi mereka berdua, tidak perlu lagi pacaran dalam waktu lama yang pada akhirnya akan berakhir juga.
Anita sudah siap menjadi calon istri dan ibu dari anak-anak Rico kelak.
Anita sedang bersiap mengemasi barang yang akan di bawanya ke kampung halaman karena butuh waktu selama dua hari, untuk menempuh perjalanan pulang pergi ke kampung halamannya.
Bisa saja Jika ingin segera sampai ke sana dengan menggunakan pesawat. Akan tetapi, Rico lebih memilih untuk menempuh perjalanan melalui perjalanan darat dan menikmatinya hanya berdua dengan Anita. Sepanjang perjalanan pulang yang akan dia habiskan berdua itulah yang membuat dia sangat suka.
Ketika semua persiapan sudah selesai, Anita termenung sendiri sambil menunggu Rico untuk menjemputnya.
Hari ini adalah pertama kalinya dia pulang ke rumah orang tuanya dengan membawa seorang pria. Dia mencoba menenangkan hatinya yang masih saja bergemuruh memikirkannya. Dia akan memperkenalkan Rico pada keluarganya. Selama ini dia tidak pernah dekat dengan lelaki mana pun, karena separuh waktunya dihabiskan untuk bekerja dan bekerja. Wanita itu seolah tidak punya kesempatan untuk melakukan hal yang menurutnya hanya membuang- buang waktu. Rico, pria tampan dan matang itu adalah orang pertama yang berhasil membuat hati Anita jatuh cinta, mungkin ini yang dinamakan jodoh itu tidak akan ke mana. Jika sudah saatnya tiba maka, itu semua akan datang dengan sendirinya. Hanya saja kita tidak akan tahu jodoh untuk kita itu siapa. Banyak sekali terjadi di mana seseorang yang berpacaran selama sepuluh tahun, tapi akhirnya selesai juga sebab, jika belum berjodoh maka, itu tidak akan terjadi.
Sura kendaraan yang terdengar di depan rumah, membuyarkan lamunan Anita. Gadis itu segera bergegas karena dia tau Itu pertanda jemputan sudah tiba.
Tidak berselang lama sura pintu diketuk, Anita pun segera menghampiri pintu depan dan membukanya. Saat itu dia melihat seorang lelaki yang sangat sempurna di hadapannya, berdiri dengan menggunakan pakaian santai. Kaos berwarna putih dan dipadukan dengan celana jeans itu sudah membuat hati Anita meleleh karena dia begitu terpesona. Sebuah senyuman yang terpancar dari bibir Rico, semakin menambah ketampanannya dan berhasil membuat Anita tidak bisa berkata-kata. Mungkin ini yang disebut cinta. Dia akan selalu terlihat sempurna di mata orang yang mencintainya dengan tulus. Tidak peduli orang itu seperti apa, atau pendapat orang tentang dirinya bagaimana, yang jelas bagi Anita pria yang ada di hadapannya itu sempurna.
Setelah beberapa saat Anita mematung saat melihat pemandangan indah itu, dari atas sampai ke bawah. Akhirnya lamunannya pun buyar kala Rico menyapanya sambil menggerakkan telapak tangan di hadapan wajah Anita.
"Hai.... Kenapa bengong?" Tanya Rico terhadap Anita
"Eh, Iya.... Maaf! Silakan masuk!" Anita pun mempersilakan Rico, kekasihnya untuk masuk terlebih dahulu sebelum berangkat.
__ADS_1
"Terima kasih" Rico pun mengikuti Anita untuk masuk dan duduk di sebuah sofa yang ada di ruang tengah. Pria itu mengedarkan pandangannya melihat sekeliling rumah sewa yang sangat sederhana, di sana hanya terdapat satu buah kamar, di lengkapi dengan dapur dan ruang tamu. Namun bagi Anita tempat tinggal seperti ini sudah layak untuk di tinggali. Bukannya dia tidak mampu untuk menyewa sebuah apartemen. Akan tetapi, baginya kenyamanan itu tidak harus dari tempat yang mewah, sebab kenyamanan bisa di dapat dari hal yang sederhana juga .
"Hayu...! Aku sudah siap." Anita mengajak Rico untuk segera berangkat, karena waktu sudah terlalu siang untuk menempuh perjalanan yang sangat jauh. Bisa saja sampai di kampung halamannya itu sore atau bahkan malam.
"Iya... Ayo!" Rico pun menjawab dengan singkat sambil mengukir senyum ke arah sang calon istri, sambil mengambil alih tas yang di bawa Anita.
Selama ini Rico terkenal sangat galak ketika di kantor, tetapi terlihat sangat menggemaskan di mata Anita saat ini.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu? Apa ada yang salah?” Tanya Anita sambil melirik ke kiri kanannya dia takut ada yang salah dengan penampilannya, Karena sedari tadi Rico terus memandangnya.
"Tidak! Cuma hari ini kamu terlihat lebih cantik dengan mengenakan pakaian seperti itu,” Goda Rico terhadap Anita sambil mengedipkan matanya.
"Jadi...! Hari-hari sebelumnya aku tidak cantik, begitu?” Ucap Anita sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kamu itu akan selalu terlihat cantik di mataku setiap saat, Cuma hari ini lebih cantik,” Ucap Rico sambil menggandeng tangan Anita, segera melangkah menuju di mana dia memarkirkan kendaraannya.
Perjalanan yang sangat panjang untuk mereka lalui dan akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Anita sebenarnya merasa kasihan dan sudah meminta Rico untuk tidak menggunakan mobil karena itu semua akan membuatnya kelelahan.
Seharian sudah mereka habiskan di perjalanan dan selama itu pula mereka berdua asyik bercanda tawa bersama. Mungkin inilah yang di harapan kan Rico perjalanan yang sangat berkesan. Bagi orang yang sedang jatuh cinta tidak ada waktu yang lama, sebab bagi mereka waktu lama pun terasa terlalu singkat.
Sehingga tanpa terasa kendaraan yang mereka tumpangi pun sudah masuk daerah perkampungan di mana Anita tinggal.
Saat mereka tiba di sana, hari sudah menjelang sore. Terasa sangat sejuk nuansa alami masih melekat di daerah itu. Terlihat beberapa orang sedang bersantai di depan rumah masing-masing bersama keluarganya.
Sudah cukup lama Anita tidak pulang sehingga menjadikan dirinya agak sedikit pangling pada kampungnya itu. Mungkin jika saja dia pulang dua tahun yang akan datang, maka bisa jadi Anita akan tersesat di kampungnya sendiri.
__ADS_1
Dengan arahan dari Anita, Rico pun perlahan mengendari mobil menuju Rumah kedua orang tuanya.
Terlihat dari kejauhan sebuah rumah yang sudah tua, dengan cat berwarna hijau yang ada agak memudar, Anita menunjuk rumah itu dan meminta Rico menghentikan kendaraan tepat di halamannya.
"Kita berhenti di depan sana,” Tunjuk Anita terhadap sebuah rumah yang ada di depannya.
"Sudah sampai, Ini rumahnya?” Tanya Rico, masih sambil menggerakkan setir di tangannya.
"Iya... yang ini, Jangan kaget ya? Inilah keadaanku yang sesungguhnya," Ucap Anita sambil menatap wajah calon suaminya.
"Memangnya ada yang salah dengan semua ini?” Tanya Rico terhadap Anita.
"Ya... Tidak."
"Lalu... Di mana masalahnya?" Ucap Rico sambil mengulas senyum simpul terhadap Anita, yang terlihat dengan jelas bahwa dia sudah lelah. Akan tetapi, dia berusaha untuk tetap terlihat semangat sepanjang perjalanan agar yang mengemudi tidak mengantuk.
Rico pun memarkirkan kendaraan di depan rumah yang sudah di tunjuk Anita.
Setelah itu dia keluar dan membuka pintu agar Anita juga keluar dari mobilnya. Lalu, mereka berdua berdiri di depan rumah dengan beberapa barang yang mereka bawa. Itu adalah beberapa oleh-oleh untuk keluarganya Anita, dan Rico yang sudah mempersiapkan semua itu, tanpa sepengetahuannya.
Sebelum masuk ke rumah, Anita dan Rico melihat ke sekeliling. Tempat tersebut yang terasa sepi, tetapi matanya justru tertuju pada sebuah rumah yang tidak jauh dari rumah Anita.
Rico pun semakin mengerutkan kening, guna menguatkan pandangannya ke rumah itu. Lalu, dia mengucek-ucek matanya untuk memastikan jika yang dilihatnya tidak salah.
‘Apakah itu betul atau tidak? Kenapa dia ada di sini?’ pikir Rico.
__ADS_1