
Jack segera mengambil ponselnya dia mengusap layar lalu, menghubungi seseorang, begitu panggilan tersambung.
"Hallo! Di kamu mana sekarang?" Tanya Jack terhadap orang di seberang teleponnya.
"Ini lagi di jalan, mau mengantar Zay pulang." Jawab orang tersebut.
"Ya sudah, kalau sudah Lo antar Zay, langsung temui gua di Rumah sakit Medika, ya!" Ucap Jack.
"Memang siapa yang sakit?” Tanya Rico, orang yang diajak bicara oleh Jack di seberang telepon itu terdengar khawatir.
"Mama," Jawab Jack singkat.
Jack pun memutuskan sambungan telepon. Lalu, mendekat kembali ke arah ranjang sang mama. Wanita itu asih belum ada tanda-tanda akan siuman, padahal sudah lebih dari empat jam.
"Mas, nelpon siapa tadi?" Tanya Mira.
"Rico," Jawab Jack singkat.
"Oh ... Rico mau ke sini?” Tanya Mira.
"Iya. Semoga Mama cepat sadar ya," Ucap Jack lirih.
"Pasti Mama sembuh, aku optimis soal itu," Jawab Mira sambil menggenggam tangan suaminya berusaha untuk menguatkan.
Mira dan Jack masih setia duduk di samping Merlin, saat tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
Begitu pintu pun terbuka, terlihat seseorang yang berdiri di sana, pria itu tampak sangat gagah dan mengenakan jas warna putihnya. Dia adalah dokter yang datang untuk memeriksakan keadaan Merlin, bersama dua perawat yang berjalan di belakangnya.
"Permisi... " Ucap dokter tersebut sambil tersenyum ramah ke arah Jack dan Mira.
"Iya... Dok! Silakan" Jawab Jack ramah, seraya berdiri dari duduknya.
"Apa yang terjadi dengan Mama Saya, Dok, kenapa belum ada tanda-tanda akan sadar?" Tanya Jack terhadap Sang dokter yang memeriksa Merlin.
"Ini semua di akibatkan karena benturan keras di bagian kepala," Jelas sang dokter.
"Terus berapa lama, akan seperti ini?" Tanya Jack lagi.
"Saya juga tidak bisa memastikan kesadaran beliau. Tapi anggota tubuh yang lain nya merespon dengan baik. Semoga segera siuman, beri terus semangat meskipun tidak bisa bicara atau membuka mata tetap dia mendengar," Jelas sang dokter.
"Baik ... Dok! Terima kasih banyak," Sahut Jack.
"Sebentar, yah, saya periksakan dulu," Ucap sang dokter sambil memeriksakan kembali Merlin.
Setelah beberapa saat pemeriksaan dia lakukan, mengisi catatan, sampai akhirnya tugas dokter itu selesai juga.
__ADS_1
"Lakukan yang terbaik, untuk Mama saya, Dok ... " Pinta Jack terhadap sang dokter yang baru saja selesai memeriksakan keadaan sang ibu sambungnya.
"Itu pasti, saya akan berusaha sebaik mungkin, Karena itu sudah jadi tugas kami," Jawab dokter sambil tersenyum tipis.
"Kita tunggu sampai besok ya, semoga besok beliau sudah sadar," Tutur dokter terhadap.
"Semoga .... " Jawab Jack dengan nada lemahnya, Serasa tidak cukup ruang untuk bisa bernafas lega di tempat ini. Padahal tempat yang sangat luas, Tetapi bagi dia terlalu sempit sehingga untuk bernafas pun susah.
"Yang sabar ... "Ucap dokter sambil menepuk bahu Jack. "Saya permisi." Dokter dan kedua perawatan pun pergi meninggalkan ruangan.
"Baik dok! Jawab Jack singkat.
Tinggallah Mira dan Jack yang berada di ruangan.
"Jangan sedih terus seperti ini, kalau Mama sadar, Pasti tidak suka melihat Mas, seperti ini,” cap Mira terhadap sang suami yang masih terlihat murung.
"Ini semua salahku!” Tutur Jack.
"Jangan menyalahkan diri sendiri, Ini semua sudah di atur sang Maha Kuasa. Jangan pernah menolak semua takdir-Nya. Terimalah dengan ikhlas di setiap apa yang terjadi dengan kita. Sang maha kuasa tidak akan memberi ujian di luar batas kemampuan umatnya, Mungkin dengan cara seperti ini bisa mendekat kan kamu sama Mama dan, bisa memperbaiki semuanya. Kita ambil hikmah dari kejadian ini. Jangan pernah menyalah kan siapa pun" ucap Mira dengan panjang lebar.
"Iya ... terima kasih Sayang." Jack merasa lebih tenang mendengar semua perkataan istrinya.
Hening.
Setelah itu, lamunan mereka di buyarkan oleh suara ketukan dan pintu yang tiba-tiba terbuka. Ternyata yang datang itu tidak lain adalah Rico.
"Siang juga," jawab Mira.
"Cepat juga lu nyampe?" Sarkas Jack.
"Gua ngebut, lah! Enggak tenang sebelum lihat keadaan tante," Tutur Rico sambil mendekat ke arah Ranjang pasien di mana Merlin sedang terbaring.
"Kata dokter bagaimana tadi?" Tanya Rico.
"Ya seperti itu, belum ada perkembangan," Tutur Jack.
Setelah beberapa saat mereka berbincang, akhirnya Jack memutuskan untuk berbicara dengan Rico di tempat lain, karena dia tidak mau Mira tahu semuanya.
"Sayang ...!Kamu tunggu di sini dulu ya? Sama Bibi, aku ada pekerjaan sebentar dengan Rico” Jack Meminta istrinya itu, untuk menunggu dirinya di ruangan Merlin.
"Iya," Jawab Mira singkat.
Jack dan Rico pun pergi meninggalkan ruang perawatan Merlin. Mereka berjalan beriringan ke suatu tempat yang cukup sepi dan tidak banyak orang, sesampainya mereka di tempat itu, Rico duduk di kursi berhadapan dengan Jack.
"Periksa semua CCTV yang ada di Rumah Mama." Perintah Jack terhadap Rico.
__ADS_1
"Memangnya ada apa?" Tanya Rico.
"Tadi pagi Sania ke rumah Mama dan setelah itu Mama kecelakaan, dan yang mengantarkan Mama ke rumah sakit juga dia, aneh, kan?" Tutur Jack.
"Dasar wanita ular," Ucap Rico kesal.
"Pasti ini semua ada hubungannya dengan kedatangan mereka ke rumah!" Sarkas Jack.
"Baik, akan segera ku beres kan wanita ular itu," Jawab Rico dengan serius.
"Bilang Sama Ferdy, kerahkan semua anak buah untuk mencari keberadaan mereka" Perintah Jack.
"Siap laksanakan!” Jawab Rico dengan wajah serius.
Perbincangan di antara keduanya pun sudah selesai setelah mendapatkan perintah tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Lalu, mereka pun memutuskan untuk berpisah di tempat ini.
Jack kembali ke rumah sakit dan Rico ke rumah yang dulu ditempati Jack dan Merlin untuk memeriksakan semua CCTV yang ada di sana.
Setelah beberapa saat kemudian, Jack pun sudah sampai di ruangan Merlin dan, Mira tetap setia duduk di kursi dekat ranjang pasien.
"Sudah pulang?" Tanya Mira terhadap sang suami.
"Iya," Jawab Jack singkat.
"Sayang ... kamu, kan, hari ini ada janji periksa, jangan lupa, ya, nanti jam empat." Ucap Jack sambil menatap lekat wajah sang istri.
"Nanti saja, kalau Mama sudah sehat. Baru kita periksa lagi," Jawab Mira.
"Tapi kan ... Sudah ada janji?" Tukas Jack.
"Batalkan saja dulu," Perintah Mira.
"Ya sudah," Jawab Jack pasrah.
Semua masalah datang bertubi-tubi belum selesai masalah yang satu muncul lagi masalah baru. Soal kesehatan Mira pun belum jelas, sudah di tambah lagi keadaan Mama sambungnya sekarang. Hal ini membuat Jack pusing tujuh keliling. Jack pun mengajak istrinya untuk duduk secara berdampingan di sofa yang ada di ruangan itu. Pria itu duduk sambil memijit-mijit kepalanya yang rasanya sudah seperti berputar-putar, seakan sudah mau pecah.
"Sini tiduran," Tawar Mira terhadap sang suami sambil menepuk pahanya, agar di jadikan bantal.
"Iya," Jawab Jack, sambil menganggukkan kepalanya tidak menolak permintaan sang istri dan langsung merebahkan tubuhnya, dengan paha Mira sebagai bantal.
Nyaman itu yang di rasakannya saat berada di dekat istrinya.
Mira memijat dengan pelan penuh kelembutan pada kepala sang suami, sambil berharap apa yang dilakukannya bisa sedikit meringankan rasa pusing yang ada.
Sentuhan demi sentuhan yang di berikan Mira membuat Jack tenang hingga tidak terasa matanya pun terpejam.
__ADS_1
Bersambung