
Setelah menempuh perjalanan lumayan jauh, akhirnya mobil yang di tumpangi mira pun sudah memasuki area klinik kesehatan tersebut.
Mang Diman memarkirkan mobil nya di tempat seperti biasa, lalu dia turun dan membuka pintu.
Mira pun keluar dari mobil lalu mengucapkan terimakasih terhadap mang Diman.
Mira menatap gedung tersebut sambil tersenyum, tidak sedikit pula orang-orang berlalu lalang keluar masuk dari klinik ini.
Mira dengan perlahan masuk ke dalam klinik, di mana dia sudah berjanji dengan dokter Riyan. Kebetulan jadwal praktek nya itu siang jadi, pagi ini dia bisa bertemu dengan Mira, dia sudah meminta Mira agar datang bersama suaminya tetapi Jack tidak bisa ikut di karena kan harus ke kantor, Jadi Mira hanya berangkat sendiri.
Mira melewati koridor hingga beberapa saat dia sudah sampai di depan ruangan yang di tujuannya, Mira pun mengetuk pintu ruangan dokter Riyan.
Tidak lama kemudian pintu pun terbuka, terlihat seorang suster yang membuka pintu tersebut. Dia mempersilahkan Mira untuk segera masuk ke dalam ruangan di mana dokter Riyan pun sudah menunggu nya.
Mira pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu, setelah di persilahkan untuk duduk. Mira pun duduk di sofa yang berhadapan dengan dokter Riyan, rencana nya hari ini Mira akan memeriksakan kandungan nya kembali.
"Gimana kabar nya? " Tanya Mira sambil mengulurkan tangan nya terhadap dokter muda yang ada di hadapan nya.
"Baik,kamu sendiri gimana kabarnya?ucap dokter Riyan sambil membalas uluran tangan Mira.
__ADS_1
" Baik,seperti yang terlihat "Ucap Mira sambil tersenyum tipis ke arah dokter Riyan yang dari tadi terus menatap nya.
" Masih sering kram perut nya? "Tanya dokter Riyan.
" Masih tapi udah nggak sesering kemaren "Jawab Mira sambil mengulas senyuman.
" Di minum kan obat yang aku kasih waktu itu? "Tanya dokter Riyan.
" Di minum, ini buktinya aku udah ngerasa lebih baik "Jawab Mira.
" Sukur lah kalau merasa lebih baik "Kata dokter Riyan.
Pemeriksaan pun di lakukan, di bantu oleh dokter perempuan juga karena dokter Riyan hanya mengarahkan saja.
Pemeriksaan pun telah selesai di lakukan, Mira kembali duduk ke sofa yang tadi mereka berbincang.
" Yakin lu mir, mau mempertahankan terus? "Tanya dokter Riyan.
" Ini sudah keputusan ku, jadi tidak akan ada yang bisa mengubahnya "Jawab Mira dengan penuh keyakinan, bahwa dia tidak akan melakukan hal itu.
__ADS_1
" Pertumbuhan nya lebih cepat loh di bandingkan janin"Kata dokter Riyan dengan penuh penekanan.
"Tidak apa-apa, boleh nanti di angkat barengan dengan melahirkan" Kata Mira sambil mengulas senyuman, dia menunjukkan pada dokter Riyan bahwa dia baik-baik saja.
"Tapi itu kan masih lama! "
"Kan ada obat dari kamu itu, sangat membantu banget loh! " jawab Mira.
"Itu kan hanya meredakan nyeri bukan mengikuti" kata dokter Riyan.
"Iya aku tahu, bersyukur banget bisa meredakan juga" Jawab Mira sambil tersenyum ke arah dokter itu, tetapi wajah dokter Riyan tidak seperti Wajah Mira yang selalu tersenyum.
Setelah beberapa saat mereka pun berbincang, akhirnya dokter Riyan mengajak Mira untuk menemaninya minum kopi di kantin rumah sakit.
Keduanya pun pergi dari ruangan dokter Riyan untuk menuju kantin, setelah beberapa saat akhirnya mereka pun sampai.
Dokter Riyan duduk terlebih dahulu lalu Mira pun menarik kursi yang ada di hadapan nya.
Tiba-tiba Mira merasakan ingin buang air kecil, dia berdiri setelah berpamitan dengan dokter Riyan bahwa dia akan ke toilet sebentar.
__ADS_1
Mira akan melangkah tetapi kakinya tersandung.