Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Kedatangan dia#


__ADS_3

Juli pun berjalan mengikuti Edgar dari belakang menuju meja makan, saat ini Edgar, hanya diam karena ucapan Edgar tempo hari.


"Kau tidak ingin memberikan aku makan"ujar Edgar yang kini menatap lekat wajah cantik yang menurut nya semakin bertambah cantik.


"Bukan nya tuan tidak ingin saya layani" ucap Juli.


"Kau ini kenapa?... aku tidak pernah bilang begitu"ucap Edgar .


Juli yang tidak ingin berdebat memanggil kepala pelayan itu dan berkata" apa?... kamu lupa ucapan tuan yang meminta mu untuk mengurus segala keperluan nya"ucap Juli sambil menatap kearah Edgar.


"ya sudah jika kamu sudah tidak ingin melayani ku lagi aku akan cari orang lain"ucap nya sambil pergi dari meja makan saking kesalnya.


Juli, yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala, bagaimana bisa pria yang menurutnya begitu arogan, tiba-tiba saja lupa dengan semua kata-kata nya.


Juli langsung menyiapkan makan malam nya di piring dengan beberapa lauk yang di tata nya bersama dengan nasi putih, yang selalu menjadi menu makanan Edgar, selama ini.


Juli berjalan masuk ke dalam ruang kerja di tatap nya, pria yang kini memegang gelas wine.


Juli berjalan semakin mendekat ke arah Edgar, dia mengambil gelas di tangan Edgar yang baru akan dia minum Edgar, menatap wajah Juli, tatapan penuh pertanyaan.


"Ini simpan dulu, nanti setelah tuan makan baru boleh minum itu"ucap Juli tanpa merasa bersalah.


"kau baru tersadar dari amnesia "ucap Edgar, sambil menatap apa yang dibawa oleh Juli.


"Terserah tuan saja kalau begitu saya permisi"ucap Juli sopan, tapi kemudian Edgar menggenggam tangan Juli dan menariknya ke atas pangkuan nya.


"Kau sudah lupa dengan kewajiban mu , heuhhhhh"ujarnya.


"Tuan, saya hanya tidak ingin mengganggu kenikmatan anda"ucap Juli sambil menatap kearah nampan yang sudah berisi sepiring makanan tersebut.


"Suapi aku"ucap Edgar lagi.


"Baiklah"ucap Juli yang langsung bangkit dari posisi nya saat ini.


Edgar tersenyum puas, saat ini dia merasa sangat bahagia wanita nya begitu perhatian terhadap nya.


Juli menyuapi Edgar,pelan tapi pasti Edgar menerima suapan dari Juli, sementara tangan nya kini berada di paha Juli yang duduk di atas meja menghadap ke arah nya Juli hanya terdiam tanpa protes karena dia tidak akan pernah menang melawan Edgar.


"Juli, seperti nya tubuh mu semakin berisi"ucap nya sambil mengusap bagian perut Juli.


Juli langsung tergagap, tapi sedetik kemudian ia langsung berusaha untuk biasa saja.


"Ya tuan, mungkin karena akhir-akhir ini, saya tidak punya kegiatan sama sekali"ucap Juli, ambigu tapi Edgar , merasa kan keanehan dari sikap Juli yang tak biasa saat saat ini.


"Apa??... kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu"ucap nya lagi, sambil menatap lekat wajah itu mencari kebenaran.


"Tidak ada tuan"ujarnya.


Edgar, lalu menghentikan makan nya, entah kenapa dia merasa sangat kenyang padahal baru separuh nya dia memakan makanan yang Juli siapkan untuk nya.


Juli pun hendak berpamitan tapi Edgar, masih tetap tidak mengizinkan nya untuk pergi.


"Juli, aku ingin bertanya satu hal"ujar Edgar kini masih terlihat penasaran.


"Apa?.. itu tuan.

__ADS_1


"Apa?.... kamu sedang hamil"ucap Edgar, yang penasaran dengan perubahan tubuh Juli yang sedikit berisi, bahkan di bagian perut bawah Juli, wanita itu sangat langsing sebelum nya, dan satu hal lagi dia pernah mengalami hal itu saat istrinya itu mengandung anak nya dulu.


"Tidak tuan bahkan saat ini saya sedang datang bulan"ucap nya berbohong, Juli akan mencoba menghindari Edgar, seperti yang dokter sampai kan kandungan nya masih terlalu muda, dan masih rentan mengalami keguguran.


"Apa kau bilang, owh ya ampun jangan-jangan kau meminum obat untuk pencegah kehamilan, iya... apa??...itu benar Juli,ayo jawab aku!!"ucap Edgar membentak Juli.


"T tidak tuan, jika anda tidak percaya tuan boleh selidiki jika tuan merasa aku sedang berbohong"ucap Juli.


"Awas saja jika kau ketahuan berbohong"ucap Edgar, sambil berdiri berjalan menghampiri dinding kaca yang menjulang tinggi itu mengarah ke sebuah lapangan golf milik nya.


"Saya permisi dulu tuan, mau menyimpan bekas makan anda"ujar Juli pelan.


tapi pria itu tidak menggubris ucapan nya, karena sedang memikirkan sesuatu saat ini yang menggangu pikiran nya.


dia sedang mengingat bagaimana perubahan pisik Angela, saat hamil di usia kandungan dua bulan.


sementara Edgar,asik dengan lamunan nya Juli kini tengah menyuapi putra nya dengan makanan khusus untuk nya, yang dibuatkan oleh koki ahli atas perintah Edgar, diam-diam Edgar, selalu mewanti-wanti agar orang-orang nya memberikan pelayanan terbaik untuk putra nya itu.


hari demi hari, Juli lewati dengan kegiatan yang sama, ya itu mengurus keperluan Edgar, tapi kali ini sudah hampir satu bulan, Edgar tidak menyentuh nya, bukan karena dia tidak ingin lagi, tapi Juli, selalu mengatakan bahwa ia kembali datang bulan setiap dua Minggu sekali, Edgar, semakin curiga, tapi dia belum benar-benar menyelidiki wanita nya, hingga saat ini.


Juli, sudah empat bulan tinggal dengan Edgar, pria arogan yang kini memiliki tempat spesial di hati Juli, karena janin yang dikandungnya, tapi hingga saat ini Juli, tidak mengetahui bahwa Jerry, juga putra Edgar, hasil inseminasi tersebut.


suatu hari, Juli dan Edgar, kembali cekcok, hingga terpaksa Edgar, membongkar rahasia nya selama ini, pada Juli, tentang kebenaran bahwa dia adalah ayah biologis putra nya itu dan Juli seakan tak percaya dan tidak ingin percaya sedikit pun, yang dia inginkan saat ini adalah membawa pergi putra nya sejauh mungkin, dia takut Edgar, akan memisahkan nya dengan Jerry.


Edgar, yang menjalani hari-hari nya dengan kesibukan yang sangat melelahkan itu,dua hari lalu pamit untuk pergi ke luar kota, dia berpesan pada Juli, jangan keluar rumah tanpa ijin dari nya.


semua itu membuat Juli, semakin jengah terhadap pria tampan itu, meski usia nya sudah tidak muda lagi, saat ini Edgar berusia empat puluh tujuh tahun.


sementara Juli usia nya saat ini baru dua puluh delapan tahun, usia mereka memang terpaut jauh, tapi ketampanan dan kebiasaan Edgar, menjaga tubuh nya, hingga saat ini, dia masih terlihat seperti usia tiga puluhan.


"Sayang kamu lagi apa"ucap Edgar, yang selalu mencoba memberikan perhatian khusus pada Juli.


"Aku sedang membaca buku milik mu tuan ,maaf jika aku lancang karena telah meminjam buku ini"ucap Juli.


"Tidak masalah asal kamu suka"jawab Edgar.


pembicaraan itupun berlangsung selama dua jam setiap malam nya, hingga Edgar, memutuskan untuk kembali pulang .


🌹💖💖💖🌹


Edgar, tiba di kediaman nya saat pagi buta dia bahkan tidak membangunkan Juli, saat itu setelah membersihkan diri, dia berbaring di samping Juli, saat itu dia begitu merindukan wanita nya, dia memeluk tubuh Juli, dan mencium bibir nya dengan lembut hingga sang empunya membuka mata.


Juli kaget, karena melihat Edgar, sudah berada di hadapan nya dan kini sedang mencumbu nya.


Juli terkesiap saat di sadar bahwa ia hanya tidur menggunakan dalamnya saja, dia hendak menghentikan perbuatan Edgar, tapi dalam hitungan detik semua beda yang menempel di tubuh Juli, saat ini sudah lenyap entah kemana.


akhirnya, Edgar dan Juli, pun bercinta tidak di pungkiri Juli juga merindukan sentuhan Edgar, hingga berakhir di pagi hari, mereka baru tertidur dengan posisi saling berpelukan.


hingga siang hari, karena mereka merasa lapar akhirnya mereka memutuskan untuk bangun dan mandi bersama, saat itu, Juli keluar terakhir dari kamar mandi.


setelah rapih dengan pakaian santai nya, Edgar langsung bergegas menuju meja makan di susul oleh Juli, saat itu juga.


Jerry, yang sudah lebih leluasa untuk mengekspresikan kebahagiaan nya karena memiliki Daddy .


Edgar pun duduk setelah mengelus puncak kepala putra nya itu, dia bahagia karena Jerry, sudah dinyatakan sembuh seratus persen saat ini Edgar, berencana untuk mengajak kedua pergi keliling dunia satu Minggu lagi setelah ia menyelesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


Edgar, masih duduk menunggu Juli, untuk melayani nya.tapi Juli tetap sibuk menyuapi putra nya itu.


Edgar, menatap Juli kemudian berkata "Carikan baby sitter untuk putra ku, untuk melayani nya selama dua puluh empat jam"ucap Edgar,tegas.


Juli, yang mendengar itu dia menghentikan suapan nya lalu mengambil piring milik Edgar, dan langsung mengisi nya, setelah itu memberikan nya pada Edgar lalu dia kembali menyuapi anaknya.


tapi Edgar, tidak kunjung memakan nya, dia hanya menatap lekat wajah Juli, yang kini masih tidak ingin menuruti keinginan Edgar.


saat Edgar akan beranjak pergi tiba-tiba suara gaduh terdengar hingga seseorang masuk kedalam.


"Nyonya tolong jangan buat keributan tuan sedang sarapan dan tuan"ucap kedua pelayan itu yang kini tengah mencoba menahan Angela.


"lepaskan dia"ucap Edgar.


"Honey kamu tega menyuruh mereka untuk mengusir ku, apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi, aku sangat merindukan mu"ucap Angela dengan tatapan sendu.


"Kata-kata itu sudah tidak pantas lagi untuk di ucapkan Angela,kau sudah terlanjur memilih dia"ucap Edgar.


"Tapi honey, kamu tidak pernah tau aku melakukan itu untuk melindungi mu"ucap Angela.


"Aku tidak pernah mau disentuh nya selama ini, aku hanya mencintai mu, aku menikah dengan nya, hanya karena ingin menghentikan seseorang untuk berbuat lebih jauh terhadap diri mu dan perusahaan mu, dia wanita licik Honey, bahkan selama ini aku pura-pura lumpuh karena sedang mencegah nya"ucap Angela, yang menyambut mantan kekasih Edgar, adalah dalang dari semua itu, sementara itu Juli langsung menghentikan suapan nya pada Jerry, dia memilih pergi dan melintasi mereka berdua.


"Dia siapa honey, kenapa ada anak yang mirip sekali dengan mu, jangan bilang selama ini kamu selingkuh, dari ku"ucap Angela.


Juli sama sekali tidak menjawab pertanyaan Angela hingga saat dia ingin melanjutkan langkahnya yang kini menggendong Jerry Sambil memeluk nya,di hentikan Angela .


"Hey wanita ******, ternyata kau yang merebut suami ku, hingga berpaling dari ku, kukira selama ini dia yang lebih jahat tapi ternyata kau dalangnya"ujar Angela


"Jangan sembarang ya nyonya saya tidak pernah merebut suami anda saya hanya bekerja di sini dan asal nyonya tau dia putra saya"ucap Juli berapi-api.


"Dia putra ku"ucap Edgar sambil menatap kearah dua wanita yang kini berada di hadapan nya.


"Itu tidak benar nyonya dia putra saya satu-satunya nya dan ayah nya"


"Aku"ucap Edgar memotong perkataan Juli.


"Tuan jangan bicara sembarangan, Jerry tidak pernah memiliki ayah dia hanya putra ku"ujar Juli berteriak.


"Dasar jangan"Ujar Angela yang langsung menampar pipi Juli, sementara Juli tak bergeming saat ini dia begitu kaget.


"Cukup Angela, memang nya kau punya hak apa ??... seenaknya menampar wanita ku"ucap Edgar marah.


"Owh... akhirnya kamu mengakui nya juga, kamu memang tak punya hati Edgar, bertahun-tahun lamanya aku mendampingi mu tapi apa balasan nya, kamu bahkan membiarkan ku di celakai oleh mantan tunangan mu, hingga aku kehilangan putra ku, putra kita"ujar Angela, berapi-api air mata kepedihan itu mengalir deras saat ini Edgar, yang melihat itu langsung memeluk Angela, tanpa menghiraukan tatapan Juli yang tak bisa di artikan yang jelas dia merasa tak berharga sedikit pun.


"Ikut aku"ucap Edgar, yang langsung membawa Angela, kesebuah ruangan yang dulu menjadi kamar mereka,Juli baru tau kenapa?..kamar itu tidak pernah ada yang boleh membuka nya, Juli melihat sendiri saat ini kamar di lantai bawah itu adalah kamar utama tempat mereka dulu Juli langsung bergegas membawa Jerry ke dalam kamar nya dan membereskan koper yang sudah berisi pakaian nya waktu itu beruntung Juli tidak menggunakan itu selama ini dia langsung membawa tas kecil dan membawa jeri dan kedua koper di seretnya pergi sementara Edgar, yang sedang sibuk berdebat dengan Angela, saat ini dia tidak pernah mengetahui bahwa Juli pergi tanpa di cegah oleh para pelayan nya karena menurut mereka nyonya rumah telah kembali dan Edgar, tidak membutuhkan Juli lagi.


tapi mereka salah setelah mengakhiri perdebatan di antara mereka, Edgar, langsung menemui wanita yang kini tidak ia lihat keberadaan nya, Edgar begitu frustasi "dimana kamu sayang"gumam nya lirih.


seorang pelayan menghampiri nya" Tuan ini ponsel nona Juli, hanya barang ini yang kami temukan, dan nona Juli pergi tanpa meninggalkan pesan apa pun"ujarnya.


"Sudah berapa lama istri ku pergi"ucap nya lagi.


"Baru setengah jam yang lalu tuan "jawab nya, Edgar yang mendengar itu langsung berlari pergi menuju pintu keluar rumah dan langsung bergegas menuju mobil nya, dia yakin Juli masih berjalan kaki untuk keluar dari komplek Mension itu.


Edgar memelankan laju kendaraan nya mencari keberadaan Juli hingga jalan raya tapi tidak ada Edgar , kehilangan jejak.

__ADS_1


__ADS_2