
Sementara waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam Juni kini sudah merebahkan diri di kamar apartemen milik nya.
wanita itu sudah sangat lelah dan sangat tidak berdaya karena kesibukan nya itu.
sementara itu di tempat lain, Gavin tengah menunggu nya untuk kembali ke rumah.
tapi Juni tidak kunjung kembali, Gavin langsung menghubungi pelayan di Mension utama, dan mencoba mengecek GPS mobil yang Juni bawa tadi pagi, ternyata Juni berada di apartemen milik Juni.
Gavin langsung beranjak pergi menuju garasi rumah nya dia akan menyusul Juni.
setelah masuk kedalam mobil Gavin yang masih menggunakan piyama tidur nya .
sesampainya di apartemen Juni pria itu langsung masuk ke dalam unit apartemen milik Juni dan membuka pintu itu sendiri karena Gavin tau kode akses masuk kedalam hingga dia melihat lampu yang menyala hanya di dalam kamar Gavin langsung menyalakan lampu seluruh ruangan sejak pertama kali dia masuk kedalam ruangan tersebut.
saat masuk kedalam kamar Gavin melihat istrinya tengah terlelap tanpa menggunakan baju hanya ada pakaian dalam saja dan selimut tebal itu.
Gavin langsung membangunkan Juni yang tengah berada di alam mimpi.
"Sayang bangun kenapa? kamu tidak pulang ke rumah kita"ucap Gavin sambil mengelus perut rata milik istrinya itu di balik selimut.
"Jangan ganggu aku lagi ngantuk berat tolong"ucap Juni.
"Baiklah sayang aku juga tidur di sini"ucap Gavin dan hanya di balas anggukan kepala oleh Juni yang masih memejamkan mata.
Gavin pun tertidur pulas sambil memeluk istrinya dari balik selimut.
saat pagi menjelma sinar matahari dari balik tirai menyinari wajah keduanya hingga kompak mereka pun membuka mata dan apa? yang terjadi mata mereka saling bertemu dengan jarak beberapa inci dan Gavin langsung m*ge**p bibir Juni.
"Morning kiss honey "ucap Gavin.
"Heummm"Juni hanya berdehem.
"Ayo bersiap kita akan pulang"ucap Gavin.
"Aku masih punya kegiatan hari ini, kakak pulang saja kerumah kakak"ucap Juni.
"Yang kita sudah menikah jadi tidak mungkin untuk tinggal terpisah"ucap Gavin.
"Jangan banyak protes deh kak, aku hanya beberapa hari saja, di sini aku harus segera menyelesaikan skripsi ku, setelah itu aku akan sibuk mengurus perusahaan milik ku"ucap Juni.
"Sayang kamu tidak perlu repot-repot untuk bekerja, aku yang akan mencukupi semua kebutuhan mu"ucap Gavin.
"Aku tau tapi aku juga perlu mengurus perusahaan milik ku, yang selama ini aku bangun dengan jerih payahku"ucap Juni.
"Kamu bisa percaya kan itu pada orang kepercayaan mu"ucap Gavin.
"Tidak bisa selama ini aku sudah melakukan hal itu dan sekarang sudah waktunya, jika kakak tidak suka kakak bisa ceraikan aku sekarang juga"ucap Juni.
pria itu bahkan hanya menatap Juni lekat-lekat entah apa arti dari tatapan mata itu hingga Gavin mencondongkan tubuhnya lalu berkata "Lebih baik aku melihat mu mati saja dari pada aku harus berpisah dengan mu"ucap Gavin datar.
"Aku akan mati jika itu mau mu"ucap Juni yang langsung beranjak dari posisi rebahan nya, namun tangan Gavin menahan nya dan menarik Juni untuk kesehatan berbaring pria itu langsung menindih tubuh Juni .
Teriakan Juni tidak direspon oleh Gavin dia seakan sudah benar-benar tuli tapi kali ini Gavin sudah tidak lagi bersikap lembut pada Juni Gavin mengambil haknya dari Juni dan gadis itu hanya bisa pasrah menahan semua rasa sakit yang teramat sangat, karena perbuatan Gavin yang dilakukan hingga berulangkali.
setelah selesai Gavin pun berbaring di samping Juni, yang masih berurai air mata, malam pertama yang harus nya dilakukan dengan sangat romantis, tapi itu terjadi di tengah pertengkaran mereka dan bahkan disaat Juni belum bisa menerima kenyataan itu, bahwa dirinya sudah menikah dengan Gavin.
hingga Juni hendak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena semua yang ia rencanakan sudah masuk jadwal, Gavin kembali berkata"kamu tidak boleh pergi kemanapun saat ini"ucap pria itu datar.
__ADS_1
"Apa? maksud mu, kak aku sudah bilang aku harus selesai kan semua nya saat ini"ucap Juni.
"Aku bilang tidak boleh ya tidak boleh, aku suami kamu Juni dan kamu harus patuh pada ku"ucap Gavin tidak ada lagi kelembutan dari kata-kata nya ataupun sikap yang ia tujukan.
"Ternyata aku tidak salah menduga kau adalah monster mengerikan yang berwujud pangeran tampan"ucap Juni sambil melangkah pergi menuju kamar mandi.
"Aku bisa bersikap seperti apapun tergantung cara kamu memperlakukan ku, seperti apa"ujar Gavin.
"Tetap lah seperti itu, jangan lagi berlindung di topeng malaikat, karena seorang mafia tidak akan pernah punya kelembutan dan kalaupun ada itu hanya topeng"ucap Juni.
Deg....
tiba-tiba rasanya sangat menyakitkan, bagi Gavin karena yang mengatakan itu adalah istrinya sendiri bukan orang lain, apalagi yang mengatakan itu adalah wanita yang teristimewa di hati nya.
Gavin hanya menatap sendu pada punggung wanita yang hingga saat ini malah berlalu meninggalkan nya masuk kedalam kamar mandi.
"kamu tidak pernah tau bagaimana rasanya menerima semua hinaan itu honey, tapi jika itu mau mu baik'lah aku akan melakukan apapun yang kamu katakan itu" gumam Gavin lirih.
hingga hampir satu jam berada di dalam kamar mandi, Juni tidak hanya membersihkan diri di sana tapi wanita itu juga menangis karena jujur saja dia pun terluka dengan kata-kata yang ia lontarkan terhadap Gavin, yang selama ini menjadi malaikat penolong baginya dan tidak hanya itu, Gavin bahkan tidak pernah menyakiti nya selama ini jika dia berani mengambil apa yang Juni jaga selama ini, itu karena sudah seharusnya, dan itu adalah hak Gavin.
Gavin langsung berdiri saat Juni keluar dari kamar mandi, Gavin menarik Juni dengan kasar dia membawa Juni kembali ke ranjang nya.
"Lepas kak, aku harus pergi"ucap Juni lembut, terlihat rasa bersalah Juni dari sorot mata nya dan juga mata yang sembab meskipun dia habis mandi.
"Maafkan aku sayang, aku salah telah mengambil hak ku, sebelum kamu siap dan menerima semua ini"ucap Gavin.
"Aku sudah memaafkan kakak, aku juga minta maaf karena sudah berkata kasar aku tadi benar-benar terbawa emosi"ucap Juni yang kembali berderai air mata.
"Tidak sayang kamu benar orang seperti ku tak bisa berbuat baik, meskipun tulus tetap akan dianggap jahat"ucap Gavin.
Gavin pun memeluk Juni yang sudah kembali berdiri.
"Aku yang keliru sayang aku pikir aku sudah melakukan kesalahan selama ini jadi kamu tidak perlu untuk melakukan itu, rumah tangga ku akan berakhir setelah kita punya anak, dan dia akan tersingkir dengan sendirinya"ucap Gavin tegas.
Juni hanya mengangguk dan setelah itu dia langsung masuk ke dalam walk-in closed untuk menggunakan pakaian.
sementara Gavin masuk kedalam kamar mandi
🌹💖💖💖🌹
Di tempat lain, saat ini tepat nya di pulau pribadi milik Ghealova, dia dengan Windi tengah sarapan pagi bersama kebetulan waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, tiba-tiba seseorang masuk begitu saja dan duduk bergabung dengan mereka.
"Selamat pagi Honey, lihat aku bawakan apa? untuk mu"ucap pria tampan itu.
"Adam kamu sudah terlalu banyak memberikan semua itu, itu di freezer masih banyak dan kamu sudah bawa lagi aku tidak bisa memakan semua itu"ucap Ghealova.
"Kamu bagikan saja sama para pelayan sayang "ucap Adam enteng.
"Mereka semua sudah bosan dengan semua itu"ucap Ghealova.
"Heummm bagaimana jika dibagikan pada warga yang berada di sekitar pulau seberang Ghea"ucap Windi.
"Ide bagus"ucap Adam ayo jalan kita harus naik kapal"ucap Adam.
"Owh ya ampun Adam apa? kamu tidak melihat nya aku masih sarapan"ucap Ghealova.
"Maaf honey aku terlalu antusias, karena akan berlayar dengan cinta ku"ucap Adam sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Duh...berasa jadi obat nyamuk gue"ucap Windi.
"Makanya cari laki"ucap Ghealova.
"Gue gak minat ah Ghea, bikin pusing"ujar Windi.
"Bikin pusing itu jika kamu cari ABG yang hanya ingin numpang hidup doang, tapi jika sama Adam kamu bisa kena kolesterol karena setiap hari dikirim makanan laut mu lu"ucap Ghealova sambil melihat ke arah Adam yang tengah sibuk dengan ponselnya.
'Haha, kamu benar"ucap Widia.
Setelah selesai sarapan pagi Widia dan Ghealova sudah bersiap untuk membagikan semua ikan dan berbagai siput laut lainnya, yang sudah dikemas oleh para pelayan untuk warga seberang karena Adam yang akan mengantarkan mereka untuk kesana dengan menggunakan speed boat.
Adam terlihat tampak keren saat ini dengan hembusan angin kencang pria itu mengemudikan kapal mini tersebut Ghealova ikut bersandar bersama mini menikmati keindahan pantai dari tengah.
akhirnya mereka sampai juga di pulau seberang kami pun turun dengan sangat hati-hati setelah Adam menepikan boat nya.
"Sayang turun nya hati-hati kamu bisa jatuh"ucap Adam.
Ghea hanya mengangguk sambil tersenyum pada pria tampan yang saat ini sudah resmi menjadi kekasih nya, meskipun Ghea harus rela berbagi karena orang tua Adam, tetap kekeuh ingin menikahkan Adam, dengan calon istri nya itu.
Ghealova awal nya benar-benar menolak Adam, tapi pria itu nekad untuk mengakhiri hidupnya hingga Ghealova pun mau menerima Adam untuk menjadi kekasih nya.
tidak hanya hubungan biasa Ghealova dan Adam sudah sama-sama dewasa, hingga Ghealova harus terima semua kekurangan dan kelebihan Adam, yang semakin hari semakin posesif hingga saat ini bahkan Ghealova tidak pernah mengeluarkan uang pribadi nya, karena Adam akan marah besar jika itu dia lakukan, Adam bahkan memberikan black card pada Ghealova untuk memenuhi semua kebutuhan hidup Ghealova sementara uang Ghealova utuh tersimpan di tabungan nya.
Ghealova pun mulai bisa menerima Adam di hati nya dia tidak ingin berpikir negatif, setidaknya dia bisa menjalani itu hingga dia benar-benar sudah tidak mampu untuk bertahan bersama dengan Adam.
Bukan tanpa alasan Ghealova berbuat seperti itu, dia ingin merasakan bagaimana posisi sebagai perebut suami orang, meskipun dia tau rasa sakit yang pernah menjadi istri terabaikan.
Adam merangkul pinggang Ghealova dengan posesif nya, sementara Windi harus beramah tamah dengan warga sekitar yang sudah berkumpul sedari tadi.
Adam tidak, membiarkan Ghealova berinteraksi terlalu banyak dengan warga yang kebanyakan laki-laki muda itu.
"Kalian antri tidak akan pernah kehabisan lihat di sana aku sudah menyiapkan semua untuk kalian"ucap Adam yang menunjuk ke arah kapal pesiar mewah milik nya yang berhenti di tengah dan beberapa boat yang mengelilingi nya mengangkut semua bahan makanan yang akan dibagikan kepada warga sekitar Adam, sudah merencanakan itu tiga hari yang lalu, karena dia sendiri senang berbagi.
pria itu sering datang untuk beramal dari pulau ke pulau dan selama ini dia tidak pernah kehabisan uang justru pundi kekayaan nya semakin bertambah banyak.
Ghea sendiri tau berapa banyak kekayaan yang Adam miliki, pria itu begitu kaya raya karena bisnis nya yang bergerak di segala bidang.
"Stay with me, honey"ucap Adam yang kini mendarat kan kecupan manis di puncak kepala Ghealova, wanita itu begitu merasa tersanjung meskipun kadang Adam sangat merepotkan, dengan sikap posesif nya itu.
"Adam sayang aku juga butuh berinteraksi bersama dengan mereka, nanti mereka pikir kita terlalu sombong"ujar Ghealova.
"Siapa? yang berani melakukan itu"tanya Adam.
Tiba-tiba saja dari arah samping"Tuan Adam itu istrinya yang ke berapa?"ucap seorang gadis yang terlihat sangat mengagumi Adam.
"Istri ku yang pertama dan satu-satunya kenal kan dia adalah nyonya Adam "ucap Adam .
tapi gadis itu tidak mau berjabat tangan, tapi malah berkata"Bukan nya dia adalah seorang pelakor karena yang saya tau tuan Adam sudah bertunangan dengan model papan atas itu"ucap gadis tersebut dengan berani.
tiba-tiba Adam langsung mencengkeram erat rahang gadis itu yang terlihat sangat kesakitan.
"Kau berani mengatakan istri ku satu-satunya sebagai pelakor, maka terima kehancuran mu"ucap Adam sementara Ghealova yang sedang syok kini tersadar dan langsung bergegas melepas tangan Adam, sambil membujuk nya agar memaafkan gadis itu.
"Adam sayang jangan sakiti dia, lepas Adam please dia gak bersalah "ucap Ghealova sambil memeluk Adam dari belakang.
"Ghea, sayang jangan coba-coba membela wanita jahat ini,aku tidak akan melepas kan nya , sampai dia mati pun"ucap Adam tidak peduli dengan tatapan orang-orang sekitar bahkan kedua orang tua gadis itu sudah memohon ampun.
__ADS_1
"Baik lah, lakukan hal itu, dengan begitu kamu berarti benar-benar menganggap ucapan gadis itu adalah benar bahwa aku seorang" ucapan Ghealova terhenti saat Adam mendorong wanita yang sudah kesakitan dan syok hingga terkencing di celana tersebut.
"Tidak sayang kamu tidak seperti yang dia katakan kamu istri ku satu-satunya, dan dengar untuk kalian semua jika ada yang berani membicarakan tentang istri ku lagi,aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan kalian semua bersama dengan pulau ini"ucap Adam yang langsung membawa Ghealova ala bridal style menuju kapal boat diikuti oleh Windi di belakang nya sementara sembako itu masih dibagikan oleh anak buah Adam.