Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Jane#


__ADS_3

Setelah selesai sarapan kedua kakak beradik itu langsung berangkat dan sebelum pergi ke kantor dia mengantar Jane ke sekolah nya.


"Kak, aku naik taksi saja karena kakak pasti terlambat"ucap Jane.


"Tidak, biarkan saja kakak terlambat asal kamu sampai dengan selamat"ucap Jerry, sambil mengelus puncak kepala adik kesayangannya itu.


"Kakak, rambut aku berantakan"ucap Jane kesal, terlihat saat wanita itu memonyongkan bibirnya.


"Sayang kamu itu bikin gemes deh nanti kalau kakak, punya anak ingin yang seperti kamu"ucap Jerry, sambil tersenyum.


"Memang nya kakak sudah punya calon ya"ucap Jane dengan raut wajah sedihnya .


Jane tidak ingin kehilangan Jerry, karena menurut Jane , jika Jerry punya istri dia bakal kesepian.


"Belum, dan mungkin masih sangat lama, kakak juga harus mengurus perusahaan sebelum Jason besar kalau dia sudah besar otomatis beban kakak sedikit berkurang dan kakak bisa mencari teman hidup"ucap Jerry.


"Kalau begitu,biar Jane yang ambil alih sementara kakak bisa bebas mencari wanita di luaran sana"ucap Jane, serius.


"Sayang kamu masih kecil, nanti setelah kamu dewasa kamu pasti bisa mengambil alih perusahaan"ucap Jerry.


"Tidak kak, setelah dewasa Jane, akan pergi ke Indonesia dan akan tinggal di sana"ucap Jane, membuat Jerry tercengang, bahkan dia sendiri saja belum pernah pergi ke negara kelahiran Daddy nya.


"Sayang mau apa?.. disana Daddy dan mommy akan kembali ke sini, atau ke Amerika"ucap Jerry.


Aku ingin hidup mandiri kak, walaupun tidak menikah"ucap Jane.


"Jane, kakak nggak akan mengijinkan itu"ucap Jerry.


"Tapi kakak gak bisa ngelarang aku, dan itu tidak adil untuk ku, aku bahkan tidak pernah melarang kakak untuk dekat dengan Jeny atau pun Jordan, dan aku juga mendukung jika kakak ingin segera menikah, dan apa artinya sekarang atau pun nanti Jane, akan tetap sendiri di dalam sepi "ucap Jane, sambil membuang muka.


"Jane, kakak tidak akan mencari calon istri jika kamu tidak setuju"ucap Jerry lembut, sambil menghentakkan mobil nya di depan pintu gerbang sekolah.


"Siapa bilang aku tidak setuju, bahkan lebih cepat lebih baik, dan berikan aku keponakan yang lucu, tapi jangan yang seperti aku, karena kasihan jika wajah nya mirip dengan ku"ucap Jane, sambil membuka pintu dan langsung keluar begitu saja, tanpa menoleh ke arah Jerry yang kini bengong melihat adiknya yang bersikap aneh.


sampai lah Jane,di dalam kelas nya yang kini masih tampak sepi, entah kemana semua orang, Jane menundukkan wajahnya nya, seperti siswa yang tengah tidur, padahal dia sedang menahan air mata nya, agar tidak tumpah.


hingga jam pelajaran tiba Jane baru membuka mata nya dan ia langsung ijin ke toilet, untuk mencuci wajah nya.


sementara Jerry kini sudah berada di kantor, dia sedikit melamun kepikiran tentang perubahan sikap Jane tadi.


sore hari pun tiba Jerry datang menjemput Jane di butik nya, tapi Jane menolak untuk pulang, dia bilang akan lembur untuk menyelesaikan desain gaun pengantin pesanan dari pelanggan nya.


"Jane ada apa?...heumm tidak biasanya kamu seperti sekarang ini"ucap Jerry.


"Tidak ada kak... aku hanya ingin menyelesaikan pekerjaan ku saja"ucap Jane, beralasan.


"itu bisa dikerjakan di rumah sayang jangan cari alasan lain lagi"Ucap Jerry penuh penekanan.


"Aku juga masih punya janji bertemu dengan klien ku"Ucap Jane.


"Baiklah nanti malam kakak jemput ucap Jerry.


"Tidak usah kak, kalau aku kemalaman disini masih ada kamar juga, sebaiknya kakak pulang saja, aku bisa pulang dengan taksi jika aku ingin pulang"ucap Jane, meyakinkan, tapi bukan nya yakin tapi Jane malah ditarik paksa oleh Jerry.


"Kak... Kakak ini kenapa?... tidak biasa nya kakak begini"ucap Jane.


"Justru kamu sayang kamu hutang penjelasan pada kakak"ucap Jerry yang tidak melepaskan tangan Jane.

__ADS_1


"Kak"


"kenapa??... Jane kakak salah apa?..."ucap Jerry .


"kak.... aku hanya.... sudah lah kak kakak pulang saja kakak tidak salah apa-apa ko hanya aku sibuk udah ya aku sibuk"ucap Jane mencoba bersikap biasa saja.


"Jane"


"Kak aku mohon ijinkan aku disini saja"ucap Jane.


Jerry tidak bicara lagi dia langsung pergi gitu aja tanpa menoleh, Jane langsung tersungkur di lantai dia menangis dia harus bisa terlepas dari ketergantungan nya pada Jerry,biar bagaimanapun suatu hari nanti Jerry, tidak akan selamanya ada untuk dirinya.


"Aku harus ke Indonesia segera aku akan menghubungi mommy"ucap Jane lirih.


Jane langsung mengambil handphone nya, dia mengirim kan pesan pada Juli bahwa dia akan menyusul, segera ke Indonesia dan berencana untuk kuliah di sana hanya beberapa Minggu lagi dia akan lulus SMA, Jane sudah bertekad.


Jane membuat sketsa gaun pengantin yang dipesan oleh pelanggan nya tiga hari yang lalu setelah selesai menggambar setiap detail dari rancangan gaun tersebut tak terasa ini sudah larut malam dia belum makan dari siang Jane memesan makanan secara online.


setengah jam kemudian kurir yang mengantar makanan pun tiba, Juli langsung bergegas turun ke bawah dan mengambil nya.


dia makan sendirian Jane harus bisa dia kuat dia gak boleh lemah dia ingat saat dia kecil ibunya selalu mengajari dia untuk mandiri ya dia bisa,itu yang ada di pikiran Jane.


setelah selesai makan Jane langsung mengerjakan tugas sekolah nya, sampai pukul sebelas malam, barulah ia masuk kedalam kamar pribadi nya yang ada di butik tersebut.


Jane merebahkan tubuh yang terasa lelah dia juga memejamkan mata nya saat itu juga, walaupun sulit akhirnya Jane pun terlelap dalam mimpi nya.


hingga mimpi buruk itu kembali menghampiri nya, Jane kembali berteriak ketakutan tapi dia hanya menangis memeluk lututnya erat karena dia sadar tidak ada siapapun di sana itu ruang istirahat nya di butik.


dia menangis sesenggukan kenapa??...mimpi itu selalu datang hingga saat ini Jane benar-benar merasakan takut yang teramat sangat, hingga saat ini.


Jane bahkan tidak ingin tidur lagi dia takut akan mimpi buruk lagi Jane masih setia duduk di menyandarkan punggungnya di head board, sambil memeluk lutut nya.


"Jane sudah kakak bilang kamu tidak mungkin bisa sendiri"ucap Jerry, tapi Jane menahan air mata nya yang akan tumpah dia harus kuat di depan Jerry, mulai dari sekarang.


🌹💖💖💖🌹


tiga puluh menit kemudian, mereka sudah berada di dalam mobil Jerry memaksa Jane untuk pulang padahal ini sudah pukul satu dini hari, Jerry langsung membawa Jane masuk kedalam mobil nya, dan Jane hanya bisa pasrah setelah memasang sabuk pengaman akhirnya Edo, yang kini membawa mobil langsung tancap gas.


Jane masih setia dengan kebisuan nya hingga ia tertidur pulas di mobil, keesokan paginya dia terbangun di sebelah Jerry, yang masih terlelap dalam tidur nya.


Jane menatap lekat wajah tampan lukisan tuhan yang sangat sempurna itu, andaikan saja Jerry bukan Kakak kandung nya, apa mungkin mereka bisa bersama seperti saat ini hingga tangan kekar itu memeluk punggung Jane yang kini menghadap ke arah nya.


"Sayang kamu sudah bangun kenapa tidak bangunkan kakak "ucap Jerry, lebih sambil mencium puncak kepala adiknya itu.


"Aku tidak tega , kakak pasti sangat lelah bekerja, saat ini"ucap Jane.


"Kamu tau Kakak sangat lelah maka dari itu jangan bandel lagi, ikut apa yang kakak katakan"ucap Jerry.


Jerry langsung tersenyum setelah berkata seperti itu.


Jane masih betah berada di dalam pelukan sang kakak.


"Kak aku mau nyusul mommy, ke Indonesia"ucap Jane.


"Tidak Jane, buat apa?.. pergi ke sana sebetar lagi mommy juga pasti kembali"ucap Jerry yang tidak rela adiknya pergi jauh dari nya.


sementara itu di Mension Jeny dan Jordan tengah mengadakan party mereka berdua membawa teman-teman nya masuk kedalam rumah mereka padahal Juli maupun Edgar tidak memperbolehkan orang asing masuk karena itu adalah Mension, hanya untuk keluarga saja sementara untuk menjamu tamu Edgar, selalu menggunakan hotel.

__ADS_1


Jerry langsung murka saat mendengar laporan dari Edo, bahwa mereka mengadakan pesta di Mension, tersebut.


Jerry, memerintahkan Edo untuk mengusir mereka semua termasuk membawa Jeny dan Jordan ke hadapan nya.


sementara Jane yang baru selesai bersiap untuk pergi ke butik, gadis belia itu, bingung dengan kakak nya yang terlihat begitu marah saat ini.


"Kak.... Kakak kenapa.."ucap Jane.


"Kedua manusia tengil itu lagi-lagi membuat masalah"ucap Jerry.


"sudah lah kak, jangan marahi mereka nanti lagi-lagi mereka menyalakan aku dan mommy, masih mending jika hanya aku yang disalahkan kalo mommy, aku tidak bisa terima"ucap Jane.


"Tapi mereka harus dikasih pelajaran sayang, mereka akan semakin berbuat seenaknya jika terus dibiarkan"ucap Jerry, yang akan pergi, menemui mereka.


"Terserah kakak, saja, aku akan ke butik sekarang kakak tidak usah mengantar ku aku pergi naik taksi dan mungkin aku akan pulang ke rumah lama karena aku rindu Morin"ucap Jane.


wanita tua itu masih panjang umur hingga saat ini, bahkan dia masih bisa mengenali Jane, meski mereka sudah jarang bertemu.


"Sayang, kamu itu tidak boleh tinggal sendiri di rumah, lain kali saja saat weekend, Kakak temani kamu ketemu Morin malam ini kita pulang ke Mension"ucap Jerry.


"Tapi kak, aku mau mengambil barang ku di sana aku sudah putuskan untuk lanjut kuliah di Indonesia"ucap Jane.


"Baiklah jika kamu memaksa sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi untuk selamanya dan kita tidak akan pernah bertegur sapa jika kamu nekad pergi "Ancam Jerry.


Jane langsung terdiam, begitu juga dengan Jerry yang kini masih menatap Jane, Jerry tau penyebab Jane, ingin pergi jauh dari Jerry,itu semua karena Jane tidak ingin kehilangan kasih sayang Jerry, saat Jerry mengatakan akan segera menikah.


"Jane jika kamu tidak mengijinkan kakak untuk menikah kakak tidak akan pernah menikah demi kebahagiaan mu, ucap Jerry, Jane hanya menggeleng kan kepala nya lalu berkata.


"Aku tidak akan melarang Kakak untuk bahagia dengan siapapun pilihan kakak, asal kakak bahagia aku hanya ingin hidup mandiri itu saja, apa?... aku salah"ucap Jane.


"Tidak Jane kakak tau isi pikiran mu saat ini kamu melakukan hal itu hanya untuk menghindari kakak"ucap Jerry.


"Tidak kak, kakak hanya salah paham, jika pun ia aku melakukan itu, semua itu akan lebih baik jadi aku tidak terus bergantung pada kakak, karena lambat laun kakak akan bersama dengan pilihan kakak, dan saat itu akan tiba, saat dimana aku harus terbiasa sendirian.


"Baiklah jika itu alasan mu, kakak tidak akan menikah sampai kau sudah dewasa dan menemukan pria yang kamu cintai"ucap Jerry.


"Kak... aku sudah terlambat aku pergi dulu"ucap Jane.


"Ikut Kakak"ucap Jerry sambil menarik tangan Jane, keluar dari apartemen tersebut menuju lobi Jerry bermaksud untuk mengantar kan Jane pergi terlebih dahulu sebelum pulang ke Mension.


"Kak... aku sudah di tunggu taksi"ucap Jane menunjuk ke arah taksi yang sudah berada di sana, tapi Jerry, tetap kekeuh membawa Jane, kedalam mobil dan memasang seat belt,lalu kembali menutup pintu mobil,lalu bergegas menemui sopir taksi yang kini tengah celingukan mencari Jane.


tidak beberapa lama sopir taksi pun pergi, Jerry, sudah memberi uang sebagai permintaan maaf pada sopir taksi tersebut.


Jerry pun langsung menghidupkan mesin dan tancap gas saat itu juga, setelah mobil melaju Jerry kembali bilang kalau dia tidak setuju jika Jane pergi ke Indonesia.


"Sudah lah kak, jangan bahas itu lagi"ucap Jane.


"Tidak Jane, kakak hanya ingin kamu berjanji satu hal saja agar tidak pergi jauh kau ini masih terlalu kecil, dan tidak akan pernah bisa hidup mandiri"ucap Jerry.


"Kak... stop, aku mohon"ucap Jane lagi.


"Sebaiknya kita pulang ke Mension, Kakak tidak akan membiarkan mu pergi sendirian, kamu itu "ucapan Jerry, terhenti saat suara dering handphone berbunyi begitu nyaring.


Jerry, sibuk menerima telepon dari Jeny, adiknya itu sedang protes saat ini bahkan Jeny, kembali menyebutnya kali ini Jane cukup emosi, Jane merebut handphone tersebut dan langsung memaki Jeny, Jane benar-benar murka hingga hampir saja dia melemparkan handphone tersebut.


"Jeny... aku tau kamu marah dan benci pada ku, karena mommy, lebih memilih tinggal dengan ku selama ini,itu semua karena kelakuan mu ucap Jane, yang langsung menutup telepon nya.

__ADS_1


"Sayang... kamu kenapa??...."ucap Jerry.


"Sudah aku putuskan aku tidak akan lagi tinggal dengan kalian, aku tau kalian semua membenci ku, aku akan pergi jauh dari mu dari kalian semua "ucap Jane, sambil meminta berhenti saat itu juga tapi Jerry, tidak menggubris nya, Jerry membawa dia kembali ke apartemen nya, Jerry tidak lagi bicara hingga tiba di sana.


__ADS_2