
Vivian hanya bisa diam setelah setelah tiba di Mension dia langsung turun.
"Tolong bilang pada calon mertua besok aku akan datang kemari sayang"ucap nya sambil tersenyum penuh keyakinan.
"Silahkan saja jika kamu bisa"ucap Vivian yang langsung membuka pintu mobil dan pergi begitu saja.
sesampainya di dalam dia merasa saat ini begitu sepi tidak terlihat satu anggota pun hingga Vivian naik dan masuk kedalam kamar nya, dia langsung bergegas membersihkan diri setelah itu baru merebahkan diri di atas ranjang nya.
berbeda dengan Vivian, Vero saat ini tengah menahan Viona di apartemen nya yang baru ia beli beberapa hari yang lalu.
semuanya tidak ada yang menyangka Vero berani melakukan itu, pria itu benar-benar murka saat Viona bilang bahwa dia akan menikah dengan orang lain, Viona tengah menatap Vero yang juga sedang menatap dirinya.
"Aku harus bekerja tolong buka pintu nya"ucap Viona.
" Tidak akan, sebelum kita benar-benar menikah ucap Vero.
"Vero!" teriak Viona.
"Apa! apa? kamu tidak mendengar apa yang aku katakan"balas Vero tidak kalah.
"Aku tidak mencintai mu"ucap Viona berbohong.
"Terserah kamu karena cukup aku saja yang mencintai mu, besok pagi kita akan segera menikah dan kita akan tinggal di Eropa"ucap Vero.
"Tidak jangan seperti ini, aku tidak mau"ucap Viona.
"Kau sudah tidak punya alasan lain saat ini"ucap nya.
Viona langsung terdiam dan dia hanya menatap pada pria yang ada di hadapannya saat ini, Vero langsung mendekat dia meraih bibir Viona, dan wanita itu tidak menolak nya, hingga membuat Vero, gembira dalam hati nya
hubungan diantara mereka naik turun karena restu dari orang tua, tapi setelah restu itu ia dapat kan, Vio berusaha untuk mundur dari hubungan itu karena tidak ingin terjadi masalah di kemudian hari.
Viona dan Vero, larut dalam kebahagiaan hingga mereka lupa, dimana batasan dan kini telah sirna seiring berjalannya waktu, Viona pun hanya bisa pasrah dia tidak peduli jika dia jadi dinikahi atau tidak karena hidup sendiri pun sudah membuat dia nyaman.
hingga pagi menjelang keduanya baru membuka mata, saat itu terlihat wajah cantik yang terlihat pucat karena sesuatu sudah terjadi di antara mereka semalam, Vio pun mengecup kening Viona, sementara Viona hanya terdiam dia benar-benar tidak percaya dengan semua ingatan nya itu.
hingga mereka sudah bersiap untuk pergi ke luar, rencananya saat ini Vero, akan mengurus sendiri urusan pernikahan nya,dibantu oleh asisten pribadi nya, semua sudah selesai hingga sore lagi bahkan seluruh keluarga dibuat kaget dengan Vero, tapi mau tidak mau mereka harus hadir di acara sakral itu.
tidak ada pesta resepsi hanya ada makan malam bersama dengan keluarga besar itu sudah lebih dari cukup, karena besok Vero, akan langsung berangkat ke Eropa.
seperti yang sudah direncanakan mereka akan berbulan madu, hingga menetap di sana.
sementara itu di kediaman Jerry dan Vierra, seusai menghadiri pernikahan putra pertama mereka, kini keduanya hanya saling diam Jerry, yang tetap kekeuh ingin membawa istrinya kembali ke Paris, sesuai permintaan Juli, tapi wanita itu menolak dengan alasan Jerry punya istri lain selain dirinya dan Dena, adalah wanita itu.
"Honey, segera bersiap aku tidak bisa menunda pekerjaan ku lagi, saat ini bahkan putra kita, akan berangkat besok kenapa? tidak sekalian saja kita berbulan madu di Eropa, setelah itu kita kembali ke rumah kita, yang sudah lama kosong"ucap Jerry.
"Kamu bisa bulan madu bersama dia, jadi tidak perlu mengajak ku"jawab Vierra.
"Vierra, harus berapa kali aku katakan bahwa aku terpaksa menikahi nya, andaikan saja Sajira, tidak membutuhkan sosok ayah seperti ku"ucap Jerry.
"Ya lanjutkan saja toh semua tidak pernah ada yang melarang mu, iyakan"ujar Vierra.
"Vierra, kita sudah jauh lebih dewasa kamu harus nya, bisa mengerti dengan semua ini"ucap Jerry.
"Justru aku mengerti dan sangat mengerti maka dari itu aku tidak ingin merusak kebahagiaan kalian"ucap Vierra.
__ADS_1
Jerry yang mendengar itu, dia langsung murka dia melempar cermin yang ada di samping nya dengan pot bunga.
Vierra langsung terdiam dan terdengar suara Isak tangis yang memilukan wanita itu pergi meninggalkan Jerry.
Jerry sendiri hanya terdiam dia sebenarnya tidak tega melihat istrinya menangis karena itu, tapi dia tidak ingin kehilangan Vierra, lagi wanita yang selalu sabar mendampingi nya dalam suka maupun duka tapi lagi lagi Jerry membuat dia terluka.
karena Vierra benar-benar tidak mau ikut pulang bersama dengan nya, Jerry pun kembali dengan tangan hampa, Vierra sudah memutuskan untuk tetap menyendiri sampai kapan pun.
seluruh keluarga, sudah bersiap mengantar Vero, begitu juga dengan Jerry yang berangkat hampir bersamaan, Vero berangkat lebih dulu, sementara Jerry menunggu hingga Vierra mau menemuinya di dalam jet pribadi nya tapi hingga waktu keberangkatan tiba Vierra tidak pernah muncul, tetesan air mata itu menetes dari pelupuk mata pria itu, dan dia meminta pilot untuk menerbangkan pesawat terbang nya.
tanpa Jerry ketahui Vierra kini tengah menatap langit bandara yang memperlihatkan pesawat jet pribadi miliknya terbang mengudara.
"Selamat tinggal mas, mungkin ini jalan terbaik"gumam Vierra lirih, derai air mata membuat wanita paruh baya yang terlihat awet muda itu kini disaksikan oleh Juni yang hingga saat ini dia membenci laki-laki seperti Daddy nya.
"Mom...ayo pulang, lupakan lah bahwa kita pernah mengenal nya"ucap Juni yang langsung merangkul bahu ibunya dan membawanya kedalam pelukan.
"Tidak sayang cukup mommy, jangan kamu karena kamu adalah putri nya, jangan buat mommy semakin merasa berdosa"ucap Vierra lirih.
"Tidak mommy, aku mungkin bisa terima jika Daddy, menyayangi wanita gila itu tapi tidak dengan kembali pada wanita jahat itu"ucap Juni.
Vivian pun merangkul mereka berdua tapi tidak dengan Jessi gadis itu lebih mencintai keduanya, jadi tidak ada orang tua yang buruk dimatanya hanya saja keadaan yang memaksa mereka untuk berpisah.
Jerry sendiri masih menyeka air mata nya, hingga asisten pribadi nya memberikan laptop miliknya untuk mengecek pekerjaan yang sudah terabaikan selama ini.
saat Vivian hendak masuk kedalam mobil tiba-tiba seseorang pria muda memeluk nya erat dari belakang tidak hanya itu dia juga langsung menyapa Vierra yang menatap kearah nya.
"Hay calon ibu mertua, kenalkan aku Andra, kebetulan sekali kita bertemu disini baby, kamu sengaja ingin mengantar calon suami mu ke luar negeri bukan"ucap pria muda yang memperkenalkan diri nya, sebagai calon menantu itu.
Vierra sendiri menahan tawanya, bukan nya dia marah karena Vivian dipeluk oleh seorang pria tapi dia tidak menyangka Vivian, dikejar pria yang jelas-jelas usia mereka sangat berbeda jauh.
setelah berpisah dengan Andra, yang ternyata akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, dan Vivian terpaksa menunggu Andra hingga dia benar-benar masuk pesawat.
Vierra Juni dan Jessi, pulang terlebih dahulu, sementara Vivian yang terus dirangkul Andra tidak bisa pergi begitu saja, karena Vivian kasihan dengan pemuda itu.
hingga akhirnya Andra hendak masuk pesawat dia mencium bibir Vivian lagi kali ini sedikit lebih lama, dan terakhir dia mengecup puncak kepala Vivian, pria itu tak ayal seperti orang dewasa seusia nya.
"Sayang baik-baik di sini ya, aku akan segera kembali, dan dengan anehnya Vivian pun mengangguk, entah apa? yang membuat dia jadi penurut seperti itu.
Vivian pun pulang dengan rasa penasaran dia pun meminta asisten pribadi nya, mencari tau siapa? pemuda yang bernama Andra itu.
hingga akhirnya informasi tentang Andra, iya dapat kan, ternyata Andra adalah satu-satunya pewaris perusahaan GG group, pria itu bernama Arkana Narendra Georgio.
usianya 24 tahun dia adalah mahasiswa lulusan manajemen bisnis, telah lulus S2, dan kini sudah memimpin perusahaan milik keluarga nya itu, yang memiliki cabang di tiga negara Indonesia, Jepang dan Singapura, bisnis perhotelan yang hingga saat ini sudah membuat dia lebih sukses di usia muda nya karena berhasil mengganti ayah nya yang baru saja meninggal dunia.
Andra, adalah anak tunggal dia juga tidak punya sanak saudara lainnya kecuali sang Bunda, yang memilih hidup sederhana di sebuah pedesaan tempat nya dilahirkan.
Vivian, merasa bangga dengan keteguhan Andra, tapi yang membuat dia kesal adalah kenapa? dia bisa luluh begitu saja, saat Andra mendekati dirinya.
sementara itu Vierra masih mengurung diri di dalam kamar nya, dia masih merasa sakit atas perpisahan nya, dengan Jerry yang tidak seperti biasanya.
Juni sendiri pergi kuliah di siang hari dia tidak ingin terus menerus memikirkan apa yang terjadi di rumah nya.
gadis itu bahkan tetap fokus mengemudikan mobilnya menuju kampus hingga dia di hentikan oleh seseorang yang meminta bantuan nya.
"Wanita itu awalnya enggan untuk menolong pria yang sedang mencari bantuan karena ban mobilnya gembos, mobil sport limited edition itu, sebenarnya baru keluar satu Minggu yang lalu tapi entah kenapa bisa bocor ban mobilnya, Juni berhenti di depan mobil tersebut lalu dia turun karena pria dewasa yang menyetop mobil nya meminta bantuan pada nya.
__ADS_1
"Nona, tolong pinjam ponsel mu ponsel ku ketinggalan dan ini mobil ku tiba-tiba ban nya kempes ,aku butuh taksi"ucap pria tampan yang terlihat berusia tiga puluh tahun itu.
"Biar aku pesankan taksi, tuan"ucap Juni yang langsung memesan taksi tidak lama setelah itu taksi pun datang dan Juni langsung bergegas pergi karena sudah hampir terlambat ke kampus dan sesampainya di sana benar saja dia sudah hampir terlambat beruntung dosen belum masuk, dia buru-buru masuk tapi yang buat dia kaget adalah dosen itu, adalah pria yang tadi ia bantu.
Juni terdiam saat pria itu melihat ke arah nya.
hingga mata kuliah berakhir, Juni berjalan hendak menuju kantin, tapi langkah nya terhenti tanpa sengaja dia bertemu dengan pria itu dan dia menghentikan langkahnya.
"Terimakasih atas bantuannya,maaf karena ini baru pertama kali nya, saya datang kesini karena saya di undang untuk mengisi acara sekaligus memberikan materi di kelas mu"ucap nya sopan.
"Tidak masalah, maaf saya buru-buru" ucap Juni, sambil terus berjalan menuju kantin kampus karena perutnya sudah terlalu lapar.
hingga jam kuliah berakhir Juni, kembali pulang ke Mension, tapi asisten rumah bilang mommy nya, sedang pergi ke butik.
Juni, hanya menarik nafas, sedikit lega setidaknya mommy nya, masih bisa move on dari sang Daddy, dengan melakukan kegiatan.
sementara Vivian, kini sedang merasakan kesepian karena Andra, tidak terlihat di restaurant nya, bagaimana bisa terlihat orang dia baru pamit tadi pagi.
hingga jam pulang kerja, Vivian, terus melamun beruntung dia tidak menyetir mobil sendiri, dia menggunakan sopir karena dia merasa sangat lelah.
hingga tiba di rumah, Andra, tiba-tiba menghubungi nya, entah dari mana dia mendapatkan nomor Vivian yang jelas saat ini Vivian langsung mengangkat Vidio call dari Andra, yang baru saja mandi, terlihat dari wajah nya yang begitu fresh.
"Sayang kamu sedang apa? heummm, kok lemes gitu, pasti lagi merindukan aku kan"ucap Andra.
"Tidak, untuk apa? aku merindukan mu, kurang kerjaan banget"ucap Vivian sambil mengalihkan pandangannya.
"Heummm, jangan ngambek gitu besok aku pulang ko, setelah selesai mengurus pekerjaan ku, dan langsung ketempat mu sayang"ucap Andra, sambil tersenyum manis.
"Terserah, aku lelah baru pulang, kamu juga pasti lelah bukan"ucap Vivian.
"Lelahku hilang setelah melihat mu, sayang"ucap Andra lembut sambil mengerjakan pekerjaan nya di laptop nya.
"Ya sudah selamat malam"ucap Vivian yang langsung menutup telepon nya.
hingga panggilan itu datang lagi.
"Sayang aku masih sangat merindukan mu, please jangan dimatikan dulu kamu bisa sambil beraktifitas kan"ucap Andra lembut.
"Aku belum mandi "ucap Vivian.
"Heummm, ya sudah mandilah, ingat jangan berendam terlalu lama, nanti kamu bisa sakit"ucap pria itu lagi.
"Iya aku tutup dulu ya"ucap Vivian yang langsung menutup telepon itu dengan cepat.
hingga Vivian selesai mandi, akhirnya Andra kembali melakukan panggilan video tapi Vivian dengan sengaja membiarkan nya, tanpa mau menerima nya.
Vivian pun langsung terlelap di atas ranjang nya gadis itu tidak ingin berpikiran yang macam-macam biarlah waktu yang menjawab nya.
sementara itu di kediaman Vio, pria itu tengah menikmati indahnya pernikahan dengan Ghealova, yang kini tengah berbadan dua setelah satu bulan kebersamaan mereka, kali ini Ghealova, seperti mendapatkan keajaiban karena ternyata dirinya bisa hamil.
sementara Vio, lebih bahagia lagi karena dia akan menjadi ayah, dan akan memberikan cucu pertama nya pada Vamela yang sangat ia cintai.
Vamela dan Jordan begitu antusias saat mengetahui hal itu, mereka langsung berkunjung ke rumah Vio, dan memberikan berbagai nasehat penting pada menantunya itu.
Vio juga kini lebih over protective karena dia takut anak istrinya kenapa-napa, dia akan menjaga Ghealova seperti menjaga Eleanor .
__ADS_1
Eleanor pun dulu dia jaga dengan baik karena saat itu dia tengah hamil muda, hingga dia melahirkan bayi perempuan.