Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Kabar buruk#


__ADS_3

Jerry, baru kembali dari rumah sakit setelah mengurus prosedur pemindahan Jane ke Singapura dan mulai besok pagi Jane akan siap terbang menuju Singapura, seluruh keluarga pun sudah bersiap termasuk Jordan, dan Jeny yang selalu berada di rumah sakit kedua kakak adik itu tidak ingin ketinggalan berita tentang adik bungsu nya.


Jerry terduduk lemas di sofa dalam kamar Rara menyuguhkan minuman hangat untuk suaminya, yang kini terlihat sangat lelah.


"Kak, maafkan aku"ucap Rara, merasa sangat bersalah.


"Tidak apa-apa sayang aku mengerti maaf juga karena selama ini aku sudah mengabaikan mu, tanpa sadar"ucap Jerry lembut sambil menyandarkan kepalanya di pundak Rara.


Rara mengelus puncak kepala suaminya sambil memeluk Jerry dari samping.


di rumah sakit Juli tengah mengelus puncak kepala putri bungsu nya itu yang sampai saat ini masih terbaring tak berdaya di atas ranjang di ruangan yang sama selama satu bulan ini.


"Sayang kapan kamu bangun nak mommy, sangat merindukan mu, jika nanti kamu sadar mommy tidak ingin kamu tinggal sendiri lagi mommy ingin kamu tinggal bersama dengan mommy, mommy mohon bangun sayang bangun, hiks hiks hiks"tangis Juli pecah wanita yang sempat terkena serangan jantung itu, terus berusaha untuk berada di dekat putri bungsu nya itu.


Air mata Juli mampu membuat Jane merespons Jane mengerakkan jari telunjuk nya.


"Sayang mommy tidak sanggup lagi untuk bertahan hidup jika kamu tidak kunjung bangun nak... besok kita akan pergi ke Singapore, untuk melanjutkan pengobatan, mommy harap kamu akan segera sembuh meski saat itu, sedikit memakan waktu tapi mommy hanya ingin kamu sadar terlebih dahulu mommy ingin kamu beritahu mommy dimana yang membuat mu merasakan sakit"ucap Juli.


Juli tidak sadar bahwa Jane bisa merespon ucapan nya, meski hanya gerakan singkat di jemari nya.


sementara Edgar, pria berusia enam puluh tahun itu kini tengah berada di ruangan dokter spesialis yang ia datangkan dari Amerika, dokter yang bekerja di rumah sakit nya disana kini berada di rumah sakit milik calon besan nya meskipun Sky, tidak pernah akur dengan ayah kandung nya itu.


Sky, baru pulang dari mengajar dia langsung bergegas menuju rumah sakit, setelah membeli bunga di pinggir jalan.


Sky, selalu membeli bunga untuk wanita yang sangat penting untuk saat ini setelah Bunda nya yang telah tiada, pria itu selalu membawa mawar putih dan Lily putih untuk Jane, meskipun wanita itu tidak pernah melihat nya.


Juli sudah keluar dari ruangan nya, setelah dia tau ini adalah jadwal Sky berkunjung, wanita itu berharap Sky, mampu membuat putri nya tersadar dari koma.


Sky langsung menyalami Juli sebelum ia masuk dan memberikan paper bag berisi makanan favorit, Juli yang sengaja ia pesan sebelum pergi mengajar.


"Mommy... sebaiknya mommy pulang dulu dan beristirahat,biar aku yang menjaga Jane, malam ini kebetulan besok tidak ada jadwal mengajar jadi bisa sedikit bersantai"ucap Sky lembut.


"Baiklah nak, terimakasih kamu juga pasti lelah karena baru habis mengajar"ucap Juli.


"Tidak apa-apa momm..."ujar Sky, sambil mengusap punggung tangan Juli, meyakinkan bahwa dia baik-baik saja.


Juli pun mengajak kedua anak nya untuk pulang dia juga akan mengajak Edgar, untuk beristirahat sejenak karena besok pagi semua orang akan bersiap untuk membawa Jane ke Singapura.


setelah kepergian mereka berempat akhirnya Sky, masuk dia langsung berkata"Selamat sore calon istri ku yang cantik dan sangat baik hati, apa kabar mu sayang kamu lihat aku bawa apa, ini adalah bunga kesukaan mu, lihat lah sangat harum dan cantik"ucap Sky yang langsung menyimpan buket bunga tersebut di samping Jane.


"Sayang cepat bangun, aku janji setelah kamu bangun aku tidak akan lagi memaksa mu untuk menikah jika kamu memang tidak pernah mencintai ku, aku hanya ingin kamu segera bangun dan semoga kamu cepat sembuh, agar aku tidak lagi merasa bersalah karena semua ini aku lah penyebab nya"ucap Sky lirih.


pria itu mengusap sudut mata nya, karena cairan bening itu terjatuh.


"Aku tidak ingin lagi memaksa mu untuk menikah jika kamu tidak pernah mencintai ku, aku akan segera pergi setelah kamu benar-benar sembuh, mungkin tuhan pun tidak merestui hubungan ini, aku ikhlas melepas mu dan aku akan berusaha untuk tidak lagi terlihat oleh mu"ucap Sky lirih.


tiba-tiba saja detak jantung Jane begitu cepat di monitor jantung nya berdetak cepat tumbuh mengalami kejang dan itu membuat Sky, terperanjat kaget Sky, langsung memencet tombol emergency yang ada di dekat kepala ranjang tersebut hingga sekarang beberapa detik dokter berlarian memasuki ruangan tersebut, dilihat nya Jane tengah kejang-kejang dokter langsung memeriksa Jane .


...Sky langsung didorong keluar pria itu berteriak histeris memanggil nama Jane,di ikuti suara tangisnya, Edgar yang langsung ditelpon oleh pihak rumah sakit, saat mereka mengabari bahwa kondisi Jane tiba-tiba memburuk saat ini.....

__ADS_1


semua orang berkumpul di rumah sakit mereka sedang harap-harap cemas karena dokter yang menangani Jane, belum keluar juga dari dalam ruangan nya, bahkan kini beberapa perawat datang dan langsung masuk dengan beberapa peralatan di tangan mereka.


hingga tiga puluh menit kemudian.mereka baru keluar dan itu membuat Edgar, langsung berlari menghampiri mereka, tapi mereka tidak menjawab malah meminta Edgar, menunggu untuk sesaat sampai dokter spesialis dalam keluar dari ruangan.


akhirnya Edgar kembali duduk sambil mengelus punggung istrinya yang tidak hentinya menangis sesenggukan Juli benar-benar takut jika itu benar-benar buruk.


Jerry yang baru tiba dia langsung memeluk ibunya, dan bertanya kepada Edgar, bagaimana kondisi adiknya.


tidak lama dokter pun keluar dari ruangan tersebut, dia terlihat sangat letih dan sedih, tapi karena tuntutan profesionalisme dia harus bisa menyampaikan kondisi pasien saat ini.


"Dokter bagaimana keadaan putri ku"ucap Edgar.


"Nona Jane, sempat sadar dan karena luka dalam nya belum seratus persen sembuh akhirnya terjadi kontraksi, yang cukup serius, dan untuk itu saya harap kalian bisa menguatkan hati, putri anda sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi"ujar sang dokter yang langsung membuat Juli terjatuh pingsan Edgar Jerry dan Jordan menjerit mereka tidak kuat menahan kesedihan ini.


dokter pun memberikan ijin untuk mereka satu persatu menemui Jane yang sudah sadar tapi sedang berada di detik-detik terakhir.


"Sayang.... hiks hiks hiks kakak mohon bertahan lah, kamu harus kuat demi Kakak mommy dan Daddy yang sangat mencintaimu, kakak mohon sayang Kakak mohon"ucap Jerry yang menangis sesenggukan sambil memeluk Jane, yang seakan kesulitan untuk berbicara.


"K kak...m m maaf k kan a aku a ku me n ci n tai mu"ucap Jane terbata Jerry memejamkan mata nya sambil menggenggam tangan Jane.


"Kakak juga mencintai mu, sayang maka dari itu bertahan lah sayang kakak mohon bertahan lah temani kakak hingga akhir hayat kakak nanti, kakak janji tidak akan memaksa mu untuk menikah dengan siapapun, kamu hanya milik kakak sayang cepat sembuh kakak mohon, kakak mohon sayang hiks"suara Jerry lagi-lagi tercekat di tenggorokan karena tangis pilu nya.


🌹💖💖💖🌹


hingga akhirnya semua orang bisa menemui Jane yang sesekali terbatuk-batuk dan sedikit mengeluarkan darah dari mulut nya, membuat semua orang menangis dokter langsung melakukan tindakan untuk menghentikan pendarahan tersebut tapi sampai beberapa jam berlalu dokter belum juga keluar dan dinding kaca tersebut di tutup hingga keluarga tidak bisa melihat nya.


Juli masih belum sadarkan diri hingga saat ini, wanita itu benar-benar terpukul dengan kondisi putri nya.


Air mata Sky, mengalir deras pria itu tidak kuasa menahan tangisnya, apa lagi saat Jane menggenggam tangan nya perlahan wanita itu ingin bicara tapi tidak bisa.


hingga akhirnya para dokter spesialis keluar dari ruangan tersebut, dan meminta Jerry yang kini tengah bertanya kondisi Jane saat ini, dokter meminta Jerry untuk ikut dengan nya ke ruangan nya.


sesampainya Jerry dan Jordan dipersilakan duduk di ruangan dokter sementara itu, akhirnya dokter membeberkan semua yang terjadi pada Jane, saat ini berkaitan dengan respon yang terjadi, sebenarnya kondisi Jane akan baik-baik saja jika saat dia sadar tidak disertai kejang , tapi karena respon otak yang seperti dipaksakan membuat dia kejang dan ada luka dalam yang kembali terbuka beruntung tidak separah yang dibayangkan kondisi Jane saat ini sudah stabil dokter pun menyarankan untuk mengundur kepergian nya ke Singapura.


akhirnya Jerry menyetujui nya demi kebaikan adiknya selama adiknya dinyatakan aman untuk sementara waktu, setidaknya Jane sudah sadar saat ini meskipun keluarga dibatasi untuk tidak menggangu pemulihan luka dalam yang Jane alami saat ini dengan cara tidak banyak mengajak nya bicara.


Tuhan masih memberikan kesempatan kepada Jane untuk bisa hidup, meskipun menurut perkiraan tidak akan ada yang selamat jika melihat kondisi mobil Jane dan seberapa tinggi dia terjatuh menimpa beton penyangga jalan tersebut mobil sport nya benar-benar hancur ringsek, tapi masih ada kebesaran Allah yang akhirnya membuat Jane masih bisa selamat dan bisa sadar dalam waktu sebulan, padahal kondisi tubuh nya saat itu begitu mengerikan dan berkat usaha kerja keras para tim medis dengan ijin yang maha kuasa Jane bisa selamat.


Jerry dan Jordan merasa sedikit lega saat ini.


mereka hanya akan mengunjungi Jane tapi tidak ada yang mengajak nya bicara sesuai instruksi dokter hanya lewat sentuhan mereka mengungkapkan perasaan nya.


Sky, pun hanya mengelus puncak kepala Jane dan mengecup punggung tangan Jane dan Jane hanya merespon dengan senyum yang hampir tidak terlihat, tapi Sky harus puas dengan itu.


Sky akan datang dan membawa bunga untuk nya seperti sekarang Sky, datang membawa kado dan bunga untuk wanita yang sangat di cintai nya itu.


"Sayang satu minggu lagi aku akan pergi ke Belanda, semoga kamu cepat pulih dan sehat seperti sedia kala, maafkan aku karena telah mencintai mu,aku benar-benar merasa bersalah untuk ini maka dari itu aku akan pergi jauh semoga kelak kamu temukan bahagia mu"ucap Sky dengan mengelus punggung tangan nya, tapi Jane melepaskan nya saat itu juga dia menggeleng seakan tak mau Sky pergi.


"Maaf kan aku sayang"ucap Sky, yang kini berderai air mata Jane terus menggeleng dia menggenggam tangan Sky, sambil menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Jika kamu tidak ingin aku pergi kamu harus tetap baik-baik saja agar aku tak lagi merasa bersalah"ucap Sky, dan akhirnya wanita itu mengangguk.


Sky, mulai mengerti Jane, tidak ingin dirinya pergi dan itu artinya dia ingin Sky, tetap berada di sisinya.


Jerry pun masuk bersama dokter yang akan membawa Jane ke ruang pemeriksaan yang berada di IGD, untuk melihat perkembangan pasien saat ini.


sementara Rara dan vamela saat ini pun sudah hadir di sana saat Rara dibawa ke luar ruangan tersebut.


"Jane kamu kuat sayang"ucap keduanya bersamaan.


Jane menatap keduanya dan terus yang kini terlihat sendu dokter Jerry Jordan dan beberapa perawat mendorong Jane menuju ruangan tersebut Rara dan vamela mengikuti nya dari belakang.


sementara Jeny, berada di Mension Rara bersama Eleanor, yang kebetulan tengah tidak enak badan.


"Aku bahagia melihat kalian begitu mencintai ku, maaf jika karena aku kalian harus merasakan sakit yang teramat saat ini karena mencemaskan ku,aku sayang kalian semua"gumam Jane dalam hati.


Jerry dan Jordan pun keluar dari ruangan tersebut membiarkan dokter bekerja dengan baik, saat Jerry keluar dia disambut Rara.


mereka saling berpelukan erat melepas rindu dan saling menguatkan.


sementara Jordan langsung duduk di ruang tunggu, tersebut dan Vamela menghampiri nya memberikan air mineral pada Jordan yang langsung mengambil dan meneguk nya hingga habis separuh.


"Terimakasih"ucap Jordan sambil tersenyum pada Vamela.


"Sama-sama"ucap Vamela.


"Bagaimana?... keadaan Vio"ucap Jordan.


"Alhamdulillah baik"jawab nya.


"Syukur lah"ucap Jordan.


"Pulang lah dan istirahat,biar aku yang menjaga Jane"kata Vamela.


"Seberapa sayang kamu sama adikku"ucap Jordan.


"Kami bertiga sudah berjanji untuk menjadi saudara teman dan bahkan tidak akan pernah terpisahkan jadi seberapa sayang aku sama dia, kakak bisa menilai nya sendiri,kami selalu bersama sejak pertama kali kita bertemu di kantin kampus waktu itu, hingga saat ini kami adalah sahabat sekaligus saudara"ucap Vamela.


"Terimakasih"ucap Jordan tulus.


"untuk?.."ucap Vamela.


"Untuk cinta mu pada Jane"jawab Jordan lagi.


"Tidak perlu berterimakasih untuk semua itu"ucap vamela lagi.


"Aku bawakan baju ganti maaf jika aku lancang masuk kedalam kamar mu"ucap Vamela lagi.


"Tidak apa-apa.... justru aku berterimakasih, baik'lah aku mandi dulu sudah bau nih"ucap Jordan yang langsung beranjak pergi menuju ke ruangan Juli berada saat ini.

__ADS_1


"Mel aku akan pulang dulu bersama kak Jerry"ucap Rara, yang melihat ke arah Edgar dan Jeny, yang berjalan ke sana karena diruangan Juli sudah ada Jordan yang sedang membersihkan diri, dan Juli masih tertidur


__ADS_2