Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#chaterine#


__ADS_3

"Apa?... lebih baik apa?..."ujar Jordan.


"Lebih baik menyesal sekarang ketimbang nanti"ucap Vamela.


Wanita itu langsung masuk kedalam ruangan Jane, dilihat Jane masih tertidur saat ini mungkin juga karena pengaruh obat.


Jordan langsung masuk dan menarik Vamela yang langsung terjatuh di pangkuan nya.


"Kakak, lepas ih kamu tuh kasar banget"ucap Vamela pelan memelototi Jordan yang langsung mengecup bibir Vamela.


plak ...


tamparan keras mendarat di pipi Jordan tapi Jordan hanya tersenyum .


"Kamu keterlaluan kak"ucap Vamela yang langsung pergi tapi Jordan tidak membiarkan wanita itu pergi sendiri di jam segini, dia langsung menyusul dan menghentikan langkah Vamela.


"Mel,aku serius aku sayang kamu"ucap Jordan.


"Tidak kamu itu hanya ingin bermain-main, mungkin karena kamu pikir aku seorang janda jadi bisa seenaknya kamu berlaku begitu pada ku,aku memang janda tapi tidak sama dengan wanita gampangan seperti yang ada di luar sana,aku punya harga diri dan kehormatan sebagai wanita baik-baik"ucap Vamela yang langsung pergi begitu saja.


"Mel please maaf kan aku aku tidak sengaja"ucap Jordan yang sudah sampai di depan lift tapi Vamela tidak ingin mendengar nya wanita itu pun langsung bergegas pergi dari rumah sakit.


Jordan pun kembali ke ruangan Jane, dia melihat adiknya sudah membuka mata.


"Sayang kamu ingin minum"ucap Jordan.


tapi Jane hanya menggeleng.


"Sky"lirih nya hampir tidak bisa didengar.


"Sky... dia kakak suruh pulang agar bisa istirahat, karena besok dia harus bekerja, sekarang kamu juga harus banyak istirahat biar cepat pulih"ucap Jordan.


Jane langsung berkedip tanda mengiyakan dan akhirnya dia pun kembali tertidur.


Jordan pun duduk di sofa ruang itu dia menghela nafas panjang, dia bingung harus bagaimana meyakinkan Vamela bahwa dia sungguh sangat menyayangi nya hingga merasa tidak rela saat melihat dia bersama pria lain.


Jordan pun merebahkan tubuh nya di sofa karena sudah lelah beberapa hari terakhir berada di rumah sakit tersebut menjaga adik dan juga sang mommy.


sementara di Mension Jerry seluruh keluarga besar sudah tertidur di masing-masing kamarnya , tiba-tiba ada seseorang yang datang bersama seorang scurity Mension tersebut yang meminta pelayan untuk membukakan pintu.


Chaterine datang sebagai calon istri dari Jordan, tentu saja semua orang akan menyambut nya, sementara Vamela, saat ini langsung membawa pulang vio meskipun tidak memberitahu Rara, karena sangat larut dan yang punya rumah sudah tidur.


Vamela hanya pamit pada para pelayan dan satpam yang berjaga di area rumah besar itu


setelah kepergian nya Chaterine, datang jadi Vamela tidak tau wanita itu datang.


sesampainya di rumah Vamela, langsung meminta satpam untuk mengunci pintu gerbang, Vamela, sengaja membeli rumah dua lantai itu untuk dia dan putra nya, meskipun tidak sebesar miliknya dulu saat bersama orang tua angkat dan saat tinggal bersama suami nya, tapi itu cukup untuk Vamela, hasil jerih payahnya selama ini.


setelah perceraian Vamela, tidak mendapatkan apa-apa bahkan hak asuh Vio pun, dia dapat atas bantuan Jerry, sementara hasil kerja keras nya, selama pernikahan semua diambil oleh istri pertama dari suaminya itu.


hingga pagi tiba Vamela, tidak dapat tidur barang sedetik pun, bayangan perlakuan Jordan padanya membuat wanita itu merasa tidak nyaman,biar bagaimanapun dia belum resmi bercerai dan Jordan juga memiliki calon istri.


Vamela, hanya bisa terdiam sambil duduk bersandar di kepala ranjang berukuran king size itu, wanita itu berkali-kali mengusap air mata nya yang mengalir begitu saja, betapa menyedihkan hidupnya saat ini.


dia pun bangkit dan berjalan menuju kamar mandi dia harus segera mandi karena Vio, juga membutuhkan perhatian nya.


bocah berusia empat tahun kurang itu saat ini sudah bisa melihat kembali karena operasi itu berhasil dilakukan.


sementara ini Vamela, sedang berusaha mencari uang untuk membayar hutang pada Jane dan Rara meskipun mereka tidak meminjam kan uang yang Vamela gunakan untuk operasi Vio mereka ikhlas menolong, tapi Vamela, tidak ingin berhutang Budi yang sudah terlalu banyak menurutnya dia berniat untuk pergi dari ibu kota bersama Vio, untuk menempuh hidup baru.


setelah selesai membersihkan diri dia langsung bergegas turun dilihat nya putra nya sudah duduk di meja makan karena hari ini dia akan segera pergi sekolah dan Vamela sendiri yang mengantar jemput nya.


"Sayang mommy sudah siap"ucap Vamela yang sedang menuruni anak tangga dengan membawa tas selempang tipis miliknya.


"Sudah dong mommy.... Vio kan hebat iyakan suster"ucap Vio.


"Betul tuan muda sangat pintar Nyona"ucap babby sister Vio.


"Muachh... sayang mommy, sekarang mau sarapan apa?"ucap Vamela.


"Roti saja mom... bekalnya sosis dan chicken nugget"ucap Vio.


"Baiklah sayang ku, tapi nanti siang temani mommy makan, karena kamu juga harus makan nasi"ucap Vamela.


"Baik mom... tapi di restaurant yang waktu itu ya"ucap Vio.


Vamela, tiba-tiba teringat akan semalam karena dia berada di restaurant itu bersama dengan Jordan, laki-laki yang membuat dia tersinggung.


"Vio sayang mommy sudah bosan makan disana gimana kalo kita cari restaurant lain dan mommy janji di restaurant tersebut lebih lezat menu nya"ujar Vamela.

__ADS_1


"Ok baik'lah tapi Vio, ingin milih sendiri"ucap bocah yang akan pergi sekolah tersebut sambil memakan sarapannya roti isi selai kacang dan coklat.


Setelah selesai sarapan mereka bertiga pun pergi menuju sekolah vio yang sedikit agak jauh dari rumah nya saat ini.


selama diperjalanan Vio, terus berceloteh hingga dia hampir tersedak oleh ludahnya sendiri, saking semangatnya.


"Sayang hati-hati ya ini minum dulu"ucap Vamela, yang langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Terimakasih mom..."kata Vio yang sangat manis itu.


"Iya sayang mommy, hati-hati ya lain kali,yu lanjut lagi tuh sekolahnya sudah dekat"ujar Vamela,sambil menunjuk gerbang sekolahnya Vio.


"Hore sudah sampai"ucap Vio.


Akhirnya mereka pun sampai di halaman sekolah yang cukup luas itu disana berjejer rapi mobil-mobil mahal milik para orang tua siswa.


"Sayang hati-hati ya telpon mommy jika ada apa-apa, mommy akan segera datang"ucap Vamela.


"Ok mommy bye"ucap Vio.


Vamela langsung mencium pipi Vio sambil mengelus puncak kepala nya dan dicium nya juga setelah itu lalu berkata.


"Mommy pergi kerja dulu ya sayang jangan nakal nanti setelah banyak uang kita akan segera pindah ketempat yang indah"ucap Vamela.


"Iya mam"jawab Vio lagi kemudian Vamela menitipkan Vio pada susternya, setelah itu dia bergegas menuju parkiran dimana mobil nya berada.


🌹💖💖💖🌹


sudah hampir empat jam Vamela berkutat dengan laptopnya, saat ini dia langsung melihat jam dipergelangan tangan nya, sudah saatnya Vio, pulang dia langsung membereskan semuanya lalu bergegas menuju pintu keluar.


saat sampai di samping mobil nya dia melihat ada mobil yang sangat familiar seperti yang sering di gunakan oleh Jerry , tapi bukan Jerry dia langsung bergegas masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan orang yang berteriak memanggil namanya.


Vamela melaju kan mobil nya menuju sekolah Vio.


sementara itu mobil milik Jerry mengikuti nya dari belakang.


Vamela benar-benar tidak peduli dengan itu.


sesampainya di depan gerbang ternyata putra nya sudah menunggu dan Vamela, langsung membuka pintu mobil nya,agar tidak menghalangi orang lain keluar.


Setelah memasang sabuk pengaman di tubuh putra nya itu, akhirnya Vamela, kembali melajukan mobilnya menuju sebuah restaurant yang dia cari di internet tadi yang juga nyaman untuk keluarga yang membawa anak kecil.


"Mel.... tunggu"ucap Jordan.


"Mel...."ucap Jordan.


Vamela, tidak menggubris dan langsung masuk, disambut oleh pelayan restoran tersebut dan langsung menuju tempat yang sudah dipesan sebelum nya.


Jordan langsung bergegas mengikuti langkah mereka hingga sampai di sebuah meja Vamela langsung mendudukkan putra nya di sana.


sementara dirinya duduk setelah memastikan putra nya nyaman.


"Mel sayang kita harus bicara"ucap Jordan tegas.


"Kita bicara nanti saja sekarang aku ingin makan dengan tenang bersama putra ku"kata Vamela, sambil membuka buku menu tersebut.


"Vio... sayang kamu ikut uncle, kita pindah tempat duduk"ucap Jordan tidak ada cara lain untuk membuat Vamela ikut dengan nya.


Jordan langsung memesan ruang VVIP di restaurant bintang lima itu.


"kak... kamu itu keterlaluan ya,aku sedang ingin makan bersama putra ku"ucap Vamela yang berjalan mengikuti Jordan.


Jordan pun menoleh ke arah babby sister Vio.


"Kamu bisa pulang ini ambil untuk ongkos taksi"ujar Jordan.


"Baik tuan"ucap nya.


pengasuh itu pun pergi meninggalkan restaurant tersebut.


Vamela, hanya bisa mengeratkan genggaman tangan nya, dia ingin sekali marah jika saja tidak sedang di hadapan umum.


setibanya di ruangan yang Jordan pesan dia langsung mendudukkan Vio,di samping kursi milik nya setelah itu dia duduk, sementara Vamela, masih betah berdiri.


"Duduk sayang atau mau duduk di pangkuan ku"ujar nya.


"Apa mau mu"ucap Vamela .


"Kita menikah"ujar Jordan.

__ADS_1


"Aku masih istri orang dan tidak ingin merebut milik orang lain"balas nya tegas.


"Mana suami mu"ujar Jordan dengan sengaja.


Vamela langsung mengambil ponselnya dia langsung menelpon mantan suami yang belum resmi bercerai itu.


📱"Halo mas...aku ingin bicara"ucap Vamela kemudian.


sementara Jordan masih menyimak.


📱"Besok ada acara di sekolah Vio, aku harap kamu bisa hadir, setidaknya demi anak mu, tolong jangan kecewakan dia sampai saat dia nanti mengerti tentang semua nya"ucap Vamela.


orang diseberang telpon pun membalas perkataan vamela.


📱"Kau gila mas, Vio darah daging mu sendiri sudah sepantasnya kamu hadir bukan malah minta imbalan, apa lagi untuk yang satu itu, kita sudah berpisah bukan itu keputusan yang kau ambil, lalu untuk apa?... sekarang kamu menyesali nya, sampai mati pun aku tak akan Sudi lagi disentuh oleh mu"ujar Vamela.


setelah mendengar jawaban tidak dari mantan suaminya dia langsung memutuskan sambungan telepon sambil berkata.


📱" Jangan pernah kau berharap Vio akan menganggap mu sebagai Daddy nya lagi aku akan bilang pada nya kalau Daddy nya sudah mati"ucap Vamela, pelan tapi penuh penekanan.


sementara Jordan hanya menatap wajah sendu dengan butiran air mata yang menggenang.


"Dasar bajingan, kenapa?... orang seperti dia tidak langsung mati saja"ucap Vamela, sambil bergegas pergi menuju toilet.


vamela langsung menangis sesenggukan dia merasa sangat direndahkan oleh pria yang masih berstatus suami nya itu.


setelah beberapa saat kemudian Vamela, menyudahi tangis nya, dia langsung membasuh wajah nya, dan kembali memakai make up nya meski tipis.


dia keluar dari toilet lalu kembali ke ruangan VIP tersebut dilihat nya Jordan tengah menyuapi Vio makan, dan seperti biasa Vio, selalu berceloteh.


"Jam berapa acaranya dimulai"ucap Jordan.


"Aku bisa sendiri"ucap Vamela.


"Mel.... please aku benar-benar tulus"ucap Jordan.


"Vio tanggung jawab ku, kak... dan pihak sekolah pun hanya membutuhkan bapak nya untuk hadir di kegiatan amal"ucap Vamela.


"Mel... please sekali ini saja ijinkan aku untuk menemani Vio, besok aku janji tidak akan berbuat macam-macam bahkan meminta imbalan, aku hanya ingin Vio, bisa menikmati kebersamaan nya dengan teman-teman nya, karena jika tidak Vio, pasti akan di ejek oleh teman nya"ucap Jordan.


"Tidak akan, aku tinggal bilang pada mereka, bahwa Ayah nya sudah tidak ada"ucap Vamela.


"Ok baik'lah"ucap Jordan.


"Makan lah biar aku yang suapi Vio"ucap Vamela.


"Tidak sayang kamu saja yang makan aku yang menyuapi Vio"ujar Jordan kekeuh.


vamela hanya menarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskan perlahan sambil membetulkan posisi duduk nya akhirnya dia pun makan siang yang sudah hampir terlambat oleh drama yang terjadi.


Vamela menghentikan makannya sejenak lalu ia mengambil alih piring Jordan dipotong nya steak daging milik Jordan Vamela pun langsung menyuapi Jordan yang kini menatap lekat wajah nya.


"Makan lah agar cepat selesai"ucap Vamela.


Jordan langsung menerima suapan dari Vamela, dia merasa dicintai tidak pernah ada wanita yang menyuapi nya makanan kecuali mommy nya saat dia sedang sakit dan saat masih bayi.


"Terimakasih honey"ucap Jordan.


mereka pun melanjutkan makan setelah itu mereka pun pergi menuju rumah sakit, Jordan ingin menemui Jane, bersama dengan vamela.


sesampainya di lobi rumah sakit.


"Honey....."ucap ujar Chaterine.


Vamela langsung menjauh dan menggendong Vio, berjalan lebih dulu Jordan hendak menghentikan langkahnya tapi Chaterine, langsung mencium bibir Jordan.


Vamela, tidak berkata apa-apa dia membiarkan itu karena memang itu hak mereka.


sesampainya di ruangan tersebut dia melihat Jane tengah terjaga sedang Sky, sedang pergi mencari buah yang dinginkan dan harus dibuat jus terlebih dahulu agar Jane bisa menikmati nya.


Vamela langsung memeluk Jane tetesan air mata mengalir deras dari keduanya, ini adalah kali kedua mereka dipertemukan saat kondisi Jane , mulai membaik.


"Maaf kan aku sayang, Maaf aku tidak berada di samping mu, saat kamu butuh teman untuk curhat"ucap Vamela lirih.


"Tidak apa-apa"ucap Jane lirih hampir tidak terdengar.


"Cepat sembuh aku merindukan mu saudari ku"ucap Vamela lagi sambil mengecup seluruh bagian wajah Jane pun sayang.


Jane sudah semakin membaik meskipun dia belum bisa bergerak seperti sedia kala,butuh waktu lama untuk penyesuaian setelah puluhan bekas cedera pada tubuh nya mulai dari patah tulang kaki dan tangan sebelah kanan nya dan lainnya, beruntung dokter terbaik jadi semua itu bisa diatasi, meskipun resiko lumpuh mungkin akan ia alami tapi setidaknya masih ada secercah harapan untuk Jane, meskipun dia harus terus berusaha menjalani pengobatan.

__ADS_1


__ADS_2