
Juli pergi menuju kamar mandi, tanpa menoleh ke arah Edgar saat ini dia ingin segera menemui putri kecilnya itu.
Edgar menghampiri Juli dan mengecup bibir Juli singkat.
"Aku mandi dulu"ucap Edgar.
Edgar langsung berjalan menuju kamar mandi, setelah ia menghilang akhirnya Juli pergi turun kebawah.
sesampainya di bawah ia melihat Jane tengah main kejar-kejaran dengan sang kakak, Juli langsung menghampiri mereka.
"Mom ... kakak nakal"ucap Jane.
"Kakak... ngapain Ade sih "ucap Juli yang langsung mengangkat tubuh putri kecilnya itu, dan mengangkat tubuh putri kecilnya dan menghujani nya dengan ciuman.
"mommy geli hahaha mommy hahaha"ucap Jane.
"Mommy hanya rindu princess mommy , kamu adalah nyawa mommy kalian berempat adalah nyawa mommy"ucap Juli.
"Jerry juga sayang mommy "ucap Jerry langsung memeluk ibunya.
mereka bertiga berpelukan.
sementara Edgar, mematung di tangga melihat kebahagiaan mereka, andaikan saja sedari dulu Edgar, mengabulkan keinginannya untuk tinggal bersama dengan mereka mungkin Juli Takan pernah pergi.
Edgar, langsung menghampiri mereka dia juga memeluk ketiga nya dan mengecup puncak kepala ketiga nya.
"Daddy sayang kalian semua"ucap Edgar.
"Daddy bisa aku minta tolong ??..."ucap Juli.
"Katakan lah sayang aku akan mengabulkan semua nya asal jangan meminta yang tidak akan pernah aku berikan"ucap Edgar.
"Bawa kedua anak kita kesini juga aku ingin tinggal dengan semua putra putri kita"ucap Juli.
"Tentu saja Sayang, tapi nanti saat aku kembali ke Amerika"ucap Edgar.
"Bukan nya Jeny dan Jordan berada di negara ini"ucap Juli yang merasa janggal.
"Mereka kembali kemarin"ucap Edgar.
"Kenapa??... mereka tidak pernah merindukan ku"ucap Juli.
Edgar langsung menarik Juli kedalam pelukannya, saat itu juga dia mengecup kening Juli memberikan ketenangan pada Juli.
"Mereka sangat merindukan mu, aku yakin, hanya saja semua perlu waktu, karena dulu kamu pergi dari mereka sangat lama jadi mereka lebih dekat padanya"ucap Edgar tidak menyebutkan nama istri nya yang lain itu, ucap Edgar.
"Siapa dia"ucap Juli pura-pura tidak tahu.
"Yannk... jangan mulai"ucap Edgar, sambil menatap lekat wajah cantik itu.
"Beesok aku ada pekerjaan"ucap Juli.
"Tidak boleh, aku tidak ingin tubuh istri ku ikut dinikmati oleh orang lain"ucap Edgar.
"Tapi aku masih punya kontrak dengan mereka"ucap Juli lagi.
"Aku akan menyelesaikan kontrak nya kamu cukup duduk manis di rumah"ucap Edgar.
"Aku akan diam setelah Jordan dan Jeny ada di sini"ucap Juli lagi.
"Baiklah aku akan menelpon mereka untuk segera membawa kedua anak kita itu"ucap Edgar yang langsung mengirim email ke asisten nya di Amerika.
Juli langsung berjalan menuju ruang makan bersama Jerry, sementara Jane berada di gendongan Daddy nya.
"Jerry dan Jane, sudah makan belum"ucap Juli.
"Sudah mom.."ucap keduanya.
Juli mengambil makanan untuk Edgar, dan langsung memberikan nya pada Edgar.
"Terimakasih sayang,I love you"ucap Edgar.
Tapi Juli hanya tersenyum kecil sambil lanjut membawa piring milik nya dan langsung duduk di kursi nya, Juli hanya menoleh sesekali pada kedua anak nya yang tengah sibuk dengan gadget nya.
"Honey... besok aku akan pergi ke kantor"ucap Edgar.
"Pergilah aku sedang ingin di rumah bareng kedua anak ku"ucap Juli cuek.
__ADS_1
"mommy... tidak rindu Daddy??"ucap Edgar .
"Tidak... kenapa??... harus rindu kan besok juga kembali ke sini"ucap Juli.
"Bukan besok sayang satu Minggu lagi, karena aku setelah dari sana mau langsung ke Amerika ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda lagi"ujar Edgar.
"Bagus jadi aku tidak perlu repot-repot merindukan mu lagi, karena disana sudah ada dia yang selalu memuaskan mu"ucap Juli sekena nya.
"momm... jangan mulai"ucap Edgar.
"Kenapa??... apa ??.. aku salah"ucap Juli yang kini langsung pergi tak menghabiskan makanan nya.
Juli langsung bergegas pergi ke luar rumah saat itu juga Edgar hanya menghela nafas panjang.
sementara Jerry hanya bisa bergumam.
"kenapa ??...Daddy kenapa??... lagi-lagi Daddy menyakiti mommy"gumam Jerry.
Juli tengah duduk di sofa ruang tamu Morin, saat ini dia tengah menahan tangisnya.
"Daddy, bisa sekali saja jangan buat mommy menangis"ucap Jerry yang kini menatap lekat wajah Daddy nya.
Edgar mematung di tempatnya duduk saat ini dia tidak menyangka bahwa Jerry kini sudah terlihat seperti berpikiran dewasa.
"Sayang kamu tidak akan mengerti"ucap Edgar.
"Benarkah lalu apa??... yang aku lihat tadi"ucap Jerry.
"Mommy, hanya sedang ngambek"ucap Edgar sambil tersenyum.
tidak lama Juli kembali setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamar nya, diikuti oleh Edgar.
"Sayang aku minta maaf"ucap Edgar.
"untuk"ucap Juli.
"untuk semua nya"ucap Edgar langsung menghampiri Juli dan mengecup leher jenjang nya.
Juli pura-pura tidak merespon sedikit pun sambil menggigit bibir bawahnya.
Juli hanya diam tapi bukan berarti dia membenci tapi hanya ingin memberi peringatan.
Juli langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang, dia bahkan enggan untuk membuka mata dia tidak menghiraukan Edgar yang kini mengungkung nya mencumbu setiap inci bagian leher Juli yang kini pura-pura cuek.
Juli tetap memejamkan mata nya dan Edgar terus menggoda nya.
Juli menggeliat pelan dia juga mengambil selimut menggunakan tangan kiri nya tapi Edgar langsung merebut nya.
Edgar, langsung menjauhkan selimut itu dari Juli
"Mas aku ngantuk"ucap Juli.
"Jangan bohong honey aku tau kamu cuma sedang menghindari ku"ucap Edgar.
"Mas aku benar-benar lelah"ucap Juli, tanpa ekspresi.
Edgar pun akhirnya mengalah dia tidak ingin membuat Juli marah.
Edgar langsung menyelimuti tubuh Juli yang kini memejamkan mata nya Edgar langsung mengecup bibir Juli dan puncak kepala istrinya lalu pergi keluar dia ingin mengecek pekerjaan nya menggunakan laptop nya saat ini, sementara Jerry, mulai belajar bersama dengan Jane yang kini pandai melukis bocah empat tahun itu memang memiliki hobi melukis dia juga suka bernyanyi itulah keseharian nya di sekolah .
tidak jarang Jane membuat Jerry sebagai objek lukisan nya meski masih belepotan tapi lukisan tersebut sudah bisa dikatakan lumayan.
sesekali juga Jane sering meminta Jerry, untuk berpura-pura menjadi penggemar berat untuk mendengarkan dia bernyanyi atau Jane meminta Jerry memainkan piano sebagai pengiring ia bernyanyi .
Jerry, selalu mengikuti apa mau Jane, selama ini bagi nya kebahagiaan Jane adalah yang paling penting karena mommy nya tidak ada bersama dengan nya.
🌹💖💖💖🌹
keesokan harinya nya Juli bangun pagi-pagi sekali mempersiapkan semua keperluan kedua putranya juga keperluan Edgar, karena sesuai yang kemarin yang ia katakan Jerry dan Jane berangkat di antar sopir, sedari tadi habis sarapan sementara Edgar, pria itu enggan beranjak setelah sarapan dia harus nya langsung bersiap tapi dia malah mengikuti istrinya kemana pun Juli pergi di dalam rumah tiga lantai tersebut.
"Mas kamu sedang apa??... ucap Juli.
"Aku kangen kamu Yannk... apa nggak boleh"ucap Edgar sambil memeluk Juli dari belakang bahkan dia membenamkan wajahnya di ceruk leher Juli.
"Daddy, cepetan bersiap , bukan nya sebentar lagi asisten mu datang"ucap Juli sedikit kesal.
"Yannk...mana bekal ku aku lama loh entar di Amerika, mungkin satu bulan baru kembali aku akan sangat merindukan mu seperti selama ini"ucap Edgar.
__ADS_1
"Alasan saja eum..."ucapan Juli terhenti saat Edgar langsung mencium bibir Juli yang sedang menengok ke arah nya.
Edgar langsung mengangkat tubuh Juli, menggendong nya ala bridal style menuju kamar mereka saat itu juga, pria itu bukan nya mandi dan bersiap tapi malah mengungkung Juli dibawah nya.
percintaan panas itupun terjadi hingga berkali-kali, bahkan Juli, sudah sangat kelelahan dan mengantuk tapi wanita itu enggan untuk tertidur, karena Edgar akan segera berangkat setelah ini.
Juli menatap wajah tampan itu, yang kini berada di hadapan nya.
"Jangan kecewakan aku lagi"ujarnya lirih.
"Aku janji sayang"ucap Edgar.
"buktikan"ucap Juli.
"Baiklah sayang, muachh hati-hati jaga kesehatan jaga cinta kita dan satu lagi jangan berpergian terlalu jauh saat aku sedang tidak berada di sini,salam buat kedua buah hati kita doakan aku pulang dengan selamat"ucap Edgar.
"Baiklah sayang"ucap Edgar sambil bergegas menuju kamar mandi tidak lama dia pun kembali ke dalam wal-k in closed.
Edgar langsung berpakaian dibantu oleh Juli, sambil sesekali mengecup bibir manis istrinya itu dia sungguh sudah rindu dengan Juli, sebelum pergi, Juli adalah wanita paling istimewa menurut nya, dia adalah sumber kebahagiaan nya selama ini.
setelah selesai mereka langsung berpelukan dan berciuman dengan mesra durasi nya sedikit lebih lama.
Edgar , langsung berangkat di antar Juli hingga teras depan, saat itu juga, wanita itu sempat menitikkan air mata, karena baru saja dia bisa merasakan bahagia walaupun hanya sebentar tapi itu sangat membekas di hati nya, Edgar pun langsung bergegas masuk ke dalam mobil.
sementara itu Juli pergi kembali ke dalam kamar nya, saat itu juga dia sudah terlalu lelah dan ingin segera tidur mengistirahatkan tubuh nya yang begitu lelah.
sementara itu di kediaman Edgar di new York, Angela baru saja bangun tidur, setelah semalam dia mabuk berat bersama dengan sahabat lama nya yang sudah beberapa tahun ini tidak pernah bertemu.
Angela, awalnya adalah gadis yang sangat baik hingga dia rela untuk menjadi seorang pelayan di Mension, milik Edward, yang ditempati oleh Edgar saat itu, hingga Edgar jatuh cinta pada gadis itu dan menikahi nya.
dan setelah lama ia menikah Edgar, selalu memanjakan nya dengan berbagai cara dan juga dengan segala kemewahan yang Edgar miliki, Angela, mulai memiliki teman sosialita yang kebanyakan wanita simpanan kerjanya hanya mabuk-mabukan atau kumpul bareng brondong.
akhirnya Juli terbawa arus meski dia tidak pernah mengikuti yang terakhir itu yaitu bermain berondong, kecuali saat dia telah bercerai dengan Edgar, dia pernah beberapa kali, melakukan itu.
"Jeny , Jordan apa??... kalian sudah berangkat sekolah"ucap Angela yang kini berjalan sambil memegangi kepalanya yang terasa berat, namun dia tidak mendengar jawaban itu dari keduanya.
Angela masuk kedalam kamar, dan melihat keduanya ternyata sudah tidak ada di sana Angela, langsung turun menuju ruang makan mereka juga tidak ada di sana, Angela, merasa bersalah pada kedua anak sambung nya itu, saat ini bagaimana pun mereka berdua selama ini selalu Angela yang urus tapi saat ini Angela bahkan sudah melewatkan itu semua.
sementara Edgar kini masih berada di Paris, dia tengah mengecek kondisi perusahaan milik nya, dan malam ini rencananya Edgar akan kembali ke Amerika untuk menghadiri rapat tahunan.
Edgar, sebenarnya enggan untuk kembali ke Amerika, saat ini karena dia tidak ingin jauh dari ibu anak-anak nya itu.
tapi pekerjaan menuntut nya untuk jauh dari Juli, sekaligus ia ingin mengabulkan permintaan Juli, untuk membawa serta putra-putri nya kini.
Edgar, sempat mengirim pesan pada Juli lewat nomor nya yang baru dia mengabarkan bahwa dirinya sudah berada di dalam jet pribadi nya.
Edgar, juga mengirim foto saat dia sedang mencium Juli dan video pendek saat mereka sedang berciuman.
"Dasar pria kurang kerjaan"gumam Juli lirih.
sementara itu Edgar hanya tersenyum puas karena Juli, terlihat kesal dari cara dia membalas chat tersebut.
Edgar langsung mematikan sambungan Internet nya saat pesawat tersebut mulai take off.
Juli sendiri kini berjalan menuju dapur menggunakan tank top putih dan celana pendek dia langsung bergegas menuju dapur untuk menyiapkan bekal makan siang untuk kedua anak nya saat ini, karena sopir yang akan mengantar nya kembali ke sekolah, awal nya Jerry, menolak untuk membawa bekal makan siang tapi itu adalah buatan mommy nya yang sangat terasa enak hingga kini dia selalu menunggu saat yang tepat untuk mengatakan semua itu.
Jerry selalu menunggu saat Juli membuat sarapan hingga makan siang untuk nya lagi.
Juli bahkan kini ikut juga untuk menjemput Jane yang sebetar lagi dia .
sesampainya di depan gedung sekolah taman kanak-kanak ,Juli mengedarkan pandangannya mencari di mana putri kecilnya saat ini tidak lama ia melihat Jane, yang sedang di kerubuni oleh anak-anak yang kini berpura-pura menjadi penggemar berat nya, seperti yang sering ia lakukan saat di rumah.
Juli hanya tersenyum melihat itu, karena merasa sangat gemas dengan tingkah laku putri nya itu hingga suara seseorang mengagetkan Juli.
"Juli... Sejak kapan kamu ada di sini?" ucap seseorang yang tidak lain adalah sahabat nya dulu.
"Eden...kau disini juga"ucap Juli.
"Kebetulan anak ku juga sekolah disini,owh aku rindu padamu"ucap Juli pada teman sekolah nya dulu.
"Aku juga, kapan??.... kita bisa hangout bareng"ucap Eden.
"Lain kali saja ya, karena suamiku tidak mengijinkan aku untuk pergi jauh tanpa dia"ucap Juli.
"Baiklah tapi janji ya lain kali kita berdua jalan bareng"ucap Eden.
"Tentu"balas Juli pada Eden
__ADS_1