Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Detik-detik menegakkan".!


__ADS_3

Jerry, sempat mengantar kan istrinya hingga Rara, tertidur karena bius total yang dokter berikan, Jerry sempat minta waktu untuk mengikhlaskan Rara, masuk ke dalam ruangan tersebut, karena Jerry tidak tau bahwa operasi itu akan berhasil atau tidaknya.


Jerry memeluk dan mencium Rara yang kini sudah tidak sadarkan diri karena pengaruh bius.


"Sayang, aku mohon berjuang lah aku yakin kamu kuat kamu bisa, kita akan segera memiliki anak setelah kamu benar-benar sehat, aku mohon bertahan lah demi aku dan cinta kita"Jerry mencium puncak kepala Rara penuh cinta dan sayang, hingga beberapa detik kemudian barulah ia mengijinkan para dokter untuk membawanya masuk ke dalam.


Jerry bersandar di depan pintu tersebut, untuk sesaat kemudian dia berjalan mondar mandir di depan ruang operasi, Jerry terus berdoa sambil memanggil nama istri keduanya itu hingga berjam-jam lamanya, pria itu menunggu bahkan dia tidak makan dan hanya minum itupun karena Juli dan Edgar yang memaksa, sementara Jane sedari tadi berdiam diri dia tidak berkata apapun lagi.


hingga seorang perawat keluar,entah ada apa tiba-tiba saja mereka berlarian kesana-kemari, Jerry mencoba untuk bertanya tapi tidak ada satupun yang menjawab, hingga pintu kembali di tutup setelah beberapa dokter dan suster kembali ke dalam ruangan membawa sebuah alat medis yang tidak terlalu jelas kelihatan oleh semua orang yang berjaga di depan pintu, hingga beberapa menit kemudian, seorang dokter keluar dengan lesu.


"Dokter bagaimana istri saya"ucap Jerry yang panik, dokter hanya menggeleng dan menghela nafas panjang, setelah itu lalu berkata.


"Maaf kan kami,kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tuhan berkata lain"ucap dokter tersebut.


Jerry langsung berlari masuk ke dalam menerobos masuk dia berteriak histeris memanggil nama Rara yang kini sudah mulai akan ditutup kain putih.


"Vierra!!!......hiks hiks hiks Vierra, bangun sayang, aku mohon bangun, jangan tinggalkan aku Vierra jangan tinggalkan aku hiks hiks hiks hiks, aku sangat mencintaimu kamu dengar itu sayang aku sangat mencintaimu, jadi aku mohon bangun lah"ucap Jerry sambil memeluk Vierra, yang sudah pucat dan dingin.


Para dokter dan perawat hanya menundukkan kepalanya, mereka merasa sangat bersalah karena telah gagal menjalankan tugas, meskipun hidup dan mati tuhan yang menentukan.


Jerry, terus menangis memanggil nama Rara dengan tangis yang memilukan, hingga air mata Jerry meneteskan di kelopak mata Rara tiba-tiba sebuah alat pendeteksi jantung yang ada di jari telunjuk Rara, membuat monitor tersebut berbunyi, sebuah keajaiban Rara kembali hidup, Jerry langsung diminta untuk keluar karena saat ini dokter akan menyelesaikan operasi yang sempat tertunda.


Jerry pun menurut dia pergi ke luar dan sesampainya di depan pintu dia langsung dipeluk Juli dan Edgar, tapi Jane tidak ikut wanita itu terus saja menangis sesenggukan, dia benar-benar ketakutan akan ucapan nya saat itu pada Jerry.


sementara itu di Jakarta Sky, kini tengah bersimpuh di samping makam ibundanya yang baru saja dimakamkan beberapa menit yang lalu, semua yang melayat, sudah pada pulang kini Sky, benar-benar sendirian.


"Bunda, maafkan aku yang tidak tahu diri ini, tidak seharusnya aku melakukan semua itu yang telah, membuat bunda sakit, aku durhaka Bun, aku adalah anak durhaka, maafkan aku Bunda.


sementara itu istrinya tidak sedikit pun perduli dia sibuk dengan ponselnya, dan beranjak pergi tanpa menghiraukan keadaan suaminya.


Sky, tidak perduli dengan itu karena dia juga berencana untuk menceraikan nya, terserah jika dia harus kehilangan harta warisan dari Daddy nya, dia sudah tidak punya tujuan hidup lagi, karena wanita terpenting dalam hidup nya adalah ibunya,tapi kini wanita itu sudah tidak ada.


Sky pun pulang menuju rumah bunda nya yang saat ini langsung diadakan acara tahlil untuk mendiang ibu nya.


Sky, langsung masuk kedalam kamar nya untuk bersiap dan mandi agar sedikit lebih baik.


Sky, sengaja tidak memberitahu Jane, karena dia tahu Jane saat ini tengah menunggu Rara di rumah sakit di Amerika.


di Paris, Jeny sedang bersiap untuk pergi ke Amerika, karena Edgar meminta Jeny menjaga putri nya karena saat ini Edgar tengah berada di rumah sakit.


Jeny dan Jordan pun bersiap untuk terbang ke Amerika, dia harus mulai peduli pada keluarga nya, karena biar bagaimanapun juga Jerry kah selama ini yang sering mengganti kan peran Daddy untuk nya.


sementara itu di kediaman vamela, dia tengah bertengkar hebat, saat ini vamela, benar-benar hancur saat ini, bagaimana tidak, suaminya ternyata ada pria yang sudah beristri pria itu awalnya tidak jujur, tapi istri pertama nya datang hendak menagih janji suaminya, yang menjanjikan anak untuk nya.


sudah jatuh tertimpa tangga pula, vamela, sudah kehilangan orang tua nya saat ini baru saja wanita itu meraih bahagia tiba-tiba kehidupan nya hancur.


seorang wanita yang seumuran dengan suaminya, saat ini hendak mengambil anak yang ia kandung dan melahirkan nya dengan taruhan nyawa, vamela menangis histeris saat suaminya mengijinkan wanita itu membawa anak nya.

__ADS_1


"jangan tidak.... jangan bawa putra ku, jangan aku lebih baik berpisah dengan suamimu ini daripada harus kehilangan dia , aku mohon jangan bawa dia!!"teriak vamela yang hendak mengambil kembali putra nya tapi dihalangi oleh bodyguard istri pertama suaminya itu.


"Kau kejam Alex, aku akan membalas semua perbuatan mu,kau tau suatu saat nanti kau akan mengerti bagaimana menjadi diriku kau bahkan akan merasakan berkali-kali lipat sakit yang kini kurasakan"ucap vamela, sambil terus berontak dari orang-orang tersebut.


vamela roboh di tanah karena Alex, mengusir nya dari kediaman nya. hanya membawa barang-barang penting miliknya, vamela berusaha untuk berdiri dan berjalan gontai menuju jalan raya sambil menyeret tiga koper besar dengan satu tas kecil tampak kesusahan.


tiba-tiba seseorang menghampiri nya dengan mobil mewah milik nya.


"Hai Nona,perlu tumpangan, seperti nya kamu kerepotan"ucap seseorang yang sangat tampan tersebut.


"Tidak tuan terimakasih"ucap nya.


tidak lama setelah itu taksi pun menghampiri nya, dan vamela langsung masuk taksi dan sopir taksi memasukkan barang nya ke dalam mobil tersebut.


sementara pria tadi hanya menghela nafas panjang, bertahun-tahun lamanya dia mengagumi desainer perhiasan tersebut, tapi wanita itu seakan terlalu sulit untuk diraih.


"Cari tau apa?.yang terjadi pada wanita itu"ucap nya yang kini memerintah pada orang di sebrang telpon.


"Bandara pak"ucap vamela, masih terisak pelan, dia tidak mungkin mengambil kembali putra nya saat ini, karena itu bisa membahayakan dirinya dan anak nya, wanita itu terlalu kejam.


sesampainya di bandara Ngurah Rai Bali, vamela langsung melakukan penerbangan ke Jakarta, rumah tujuan nya adalah villa Rara, dia tidak punya rumah lagi, setelah kedua orang tua nya memberitahu dia bahwa dirinya hanya anak adopsi.


🌹💖💖💖🌹


sesampainya di villa vamela langsung masuk di sambut oleh asisten rumah yang bernama Novi itu.


"Dia dengan ayahnya"ucap vamela singkat.


tiba-tiba ponsel vamela berdering, vamela langsung mengangkat telepon tersebut.


📱"Halo Jane sayang bagaimana apa??... semua nya baik-baik saja"ucap vamela dia harap-harap cemas saat ini.


📱"Cerita nya, terlalu panjang, tapi semua baik-baik saja, mungkin sebentar lagi Rara, akan dipindahkan ke ruang rawat inap"ucap Jane yang tidak mau berkata sejujurnya bahwa saat ini Rara mengalami koma dan ada di ruangan NICU.


📱"Syukur lah jika seperti itu, aku ingin kesana tapi aku bahkan tidak punya uang untuk membeli tiket"ucap vamela keceplosan.


📱"Ada apa?...Mel apa?... yang terjadi pada mu"ucap Jane, yang tau dengan sifat vamela, yang blak-blakan.


📱"kita bicara lain waktu saja, aku sekarang tinggal di villa, Rara, tolong sampaikan pada nya,maaf numpang sementara sebelum aku dapat pekerjaan"ucap vamela.


📱"Mel aku tidak mau tau pokonya cerita sekarang juga"perintah Jane.


📱"Alex, Jan..... Alex ternyata sudah memiliki istri, selama ini, hiks hiks hiks dia menipuku dia bahkan merebut Kevin, dari ku, hiks hiks hiks tidak hanya itu dia mengusirku dari rumah kami dan sekarang aku hanya gelandang Jan, aku gelandang yang bahkan tidak bisa membeli tiket untuk pergi ke Amerika, sama sekali dan kamu tahu sendiri orang tua angkat ku mengambil semua yang ku punya, karena mereka beralasan bahwa aku sudah punya semuanya, dan sialnya aku selalu membeli tas dan barang branded lainnya selama Alex, menafkahi ku, karena aku tidak pernah mengira akan seperti ini, dan semua barang-barang itu tidak satupun aku bawa,hiks hiks hiks, malang sekali nasibku ini"ucap nya sambil menangis kencang.


sementara itu di samping Jane Jordan tengah fokus dengan ponselnya terganggu dengan suara tangis wanita dari ponsel adiknya itu.


"Jane sayang kamu apa-apaan sih,berisik tau"ucap laki-laki tampan beda dua tahun tersebut.

__ADS_1


"Maaf kak, ini sahabat ku sedang memiliki masalah"ucap Jane, menjelaskan semua dengan bahasa Inggris, karena Jerry, tidak pernah menggunakan bahasa Indonesia atau pun Prancis meski dia bisa tapi dia tidak mengerti dengan bahasa negara kelahiran ayah nya.


"Iya tapi harus nya, pelan kan sedikit volume nya"ucap Jordan.


Jane pun hanya mengangguk setelah itu dia kembali berbicara dengan vamela, tidak hanya itu dia langsung mengirimkan uang dalam jumlah yang besar untuk vamela, berjaga-jaga.


vamela sempat menolak tapi Jane, memaksa, bahkan Jane, bilang bahwa uang itu bukan pinjaman tapi benar-benar murni dikasih.


Vamela yang merasa sudah menjadi gembel pun dia akhirnya mengambil itu.


di Amerika tepat di luar ruangan tersebut Jerry, tengah menatap istrinya yang terbaring tak berdaya, Jerry sesekali mengusap air mata nya yang turun di sudut mata nya itu.


"Sayang.... cepat lah sadar aku menunggu mu, apa?... kamu tau saat ini kamu hanya satu-satunya milikku"ucap Jerry.


Jerry berkata seperti itu bukan tanpa alasan, karena setelah kejadian tersebut Dena, langsung diceraikan tidak hanya itu wanita yang diketahui selalu bermain laki-laki di luaran sana, tidak mendapatkan apapun dari Jerry, hanya uang yang pernah dia berikan selama menikah.


Jerry pun sudah membuat Mension yang hampir rampung beberapa bulan lagi, itu semua demi rasa cinta nya terhadap Rara .


hari-hari Jerry lalui tanpa kepastian bahkan tidak jarang dia membawa pekerjaan nya kedalam ruangan perawatan yang kini di tempati istrinya itu setelah mengurus ijin dan lainnya akhirnya Vierra, dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP, saat ini kondisi nya sudah stabil hanya saja wanita itu tetap enggan untuk membuka mata.


hingga suatu hari Jerry,di haruskan kembali ke Indonesia untuk mengurus perusahaan nya secara langsung dan yang menggantikan menjaga Rara, adalah Juli mommy nya itu sangat sayang pada Rara, meskipun mereka baru mengenal Rara.


sampai Jerry benar-benar pergi, tapi sebelum dia berangkat dia pamitan pada Rara, yang masih anteng dengan alam bawah sadar nya.


"Yang aku pergi dulu, kamu baik-baik ya di sini aku sayang kamu dan J'Time, cepat lah bangun aku sangat merindukan mu, sekarang aku pulang ke Indonesia dulu, jangan sedih ya... disini masih ada mommy yang akan menjaga mu, dan satu lagi setelah pulang nanti kita akan pulang ke Mension,baru kita"ucap Jerry, sambil memeluk Rara penuh kelembutan.


Jerry pun pergi bersama dengan Aldo, asisten pribadi nya yang setia, pria blasteran Indonesia Amerika itu terlihat sangat tampan, tapi tetap Jerry, lebih tampan dari nya.


dulu Edgar dan sang Daddy Edward, selalu mempekerjakan orang Indonesia, sebagian besar nya, karena Edward ingin membantu perekonomian keluarga mereka, dan membuat taraf hidup mereka menjadi lebih baik, dan itu juga dilakukan oleh Edgar dan sekarang Jerry.


pria tampan itu kini sudah berada di dalam jet pribadi nya hingga ia memejamkan mata saat ini, dia melihat istrinya di pikiran nya.


"Sayang aku terlalu mencintaimu ayo sadarlah aku mohon"ucap Jerry lirih.


sementara itu vamela, yang berada di Indonesia, untuk sementara waktu menggunakan butik milik Rara, sebagai tempat penjualan desain perhiasan nya, dia juga mengurus butik Rara, dengan baik .


saat vamela, sedang melayani pelanggan, tiba-tiba, seorang pria tampan masuk kedalam dengan gaya cool nya, dia meminta vamela untuk melayani nya, dia beralasan tengah mencari stelan jas terbaru yang cocok untuk digunakan di pesta lamaran.


"Hai Nona, kemarilah, tolong bantu saya untuk mencari jas buat acara lamaran saya nanti"ucap pria yang vamela tau dia adalah seorang pengusaha, sukses.


"Tentu tuan tapi tolong tunggu giliran saya sedang membantu customer yang lain nya, yang lebih dulu datang dari pada anda"ucap vamela sopan.


"Ya baik'lah"ucap pria tampan tersebut dia sangat suka berlama-lama di tempat itu karena bisa membuat dia memandangi wanita cantik itu.


hingga tiba giliran pria itu, langsung mendekat ke arah vamela, sambil berdehem.


"Heummm.... apa??... kabarmu nona vamela"ucap pria itu.

__ADS_1


"Seperti yang anda lihat tuan, aku baik"


__ADS_2