Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Dua tahun kemudian#


__ADS_3

"Gema sayang jangan berlarian lihat Abang pegang Daddy"ucap seorang pria berusia 34 tahun itu, dengan dua orang anak laki-laki yang sangat tampan.


"Daddy ayo cari Mommy"ucap Gerald yang selalu merajuk, meminta Mommy seperti yang sahabat nya tunjukkan saat mereka berada di taman bermain.


anak usia dua tahun itu sangat cerdas dan pintar dalam berbicara, tidak seperti adiknya Gema, yang masih sangat cadel.


"Sayang Mommy akan datang dengan sendirinya ke kita asal kalian tumbuh menjadi anak yang baik dan rajin belajar"ucap pria yang tak lain adalah Gavin.


"Ya selama dua tahun pergi meninggalkan sang istri, Gavin benar-benar menjelma menjadi seorang ayah dan ibu untuk kedua putranya, pria itu ingin sekali memberi tahu Juni bahwa dia tidak sanggup untuk melewati ini sendirian, tapi saat dia bahkan kehilangan jejak wanita yang sangat ia cintai itu.


ibu dari kedua putranya itu menghilang bak ditelan bumi, setelah beberapa bulan Gavin pergi ke luar negeri bersama dengan kedua putranya.


entah dimana keberadaan nya saat ini.


"Dad...m a u i yu "ucap Gema sambil menunjuk pada sebuah robot kecil yang ada di atas rak penyimpanan di mall tersebut.


"Iya sayang sebentar ya Daddy minta pelayan ambilkan dulu"ucap Gavin.


Saat hendak pergi tiba-tiba seseorang menghampiri.


"Gavin"ujar Adam yang sedang menggendong putri nya yang berusia satu tahun setengah itu.


"Adam"ujar Gavin.


"Ini sikecil"ujar seorang wanita yang menggendong putra nya.


"Iya Gema dan Gerald"jawab Gavin sambil mengelus puncak kepala kedua nya.


"Daddy aku mau itu"ucap Gerald.


"Iya sebentar sayang"ucap Gavin yang tampak kerepotan tanpa ditemani oleh asistennya.


"Mom... ambilkan stroller"ucap Adam pada Ghealova yang tidak jauh dari stroller baby.


Ghealova pun langsung memberikan stroller dengan tangan satu nya.


Dia menaruh putri nya di kereta bayi milik kedua anak nya itu.


Adam langsung menghampiri si kecil Gerald, dia mengendong Gerald, dan mendekat kan Gerald pada barang yang dia mau.


"Sayang yang ini kan"ujar Adam.


"Iya uncle"ucap Gerald.


"Daddy i yu"ucap Gema yang langsung menunjuk ke arah yang sama.


"Baiklah Sayang"ucap Gavin.


"Jika pergi bawa anak sebaiknya bawa asisten atau stroller, biar tidak kerepotan"ujar Adam.


"Aku pikir setelah beberapa kali pergi mereka akan terbiasa eh ternyata masih sama"ujar Gavin.


Adam merasa sangat prihatin dengan sepupunya itu, karena dia tau segalanya apa? yang terjadi pada mereka, sebelum Juni pergi ke luar negeri.


wanita itu sempat bercerita.


setelah kedua anak Gavin tenang dan anteng bersama kedua anak Adam yang kini tengah berada di sebuah tempat yang nyaman untuk bersantai dan sangat aman untuk si kecil karena dibantu juga oleh jasa baby sitter dadakan yang ada di tempat tersebut.


"Dimana istri pertama mu"ucap Adam.


"Istri pertama?.." tanya Gavin lagi.


"Ya istri pertama mu"ucap Adam.


"Wanita itu pergi bersama kakak ku, setelah aku memberikan kedudukan ku pada kakak ku"ujar Alvin, dan ibunya anak-anak juga sudah pergi entah kemana, mereka selalu bertanya dimana sosok Mommy, yang selama ini dia lihat di foto dan video"ucap Gavin.

__ADS_1


"Juni pergi setelah kamu membawa kedua putra kalian"ujar Ghealova.


"Negara mana jika aku boleh tau"tanya Gavin.


"Belanda"jawab Ghealova jujur karena tidak tega melihat pria yang benar-benar sudah tersiksa dengan semua itu, jika kebanyakan pria tidak akan se peduli itu pada anak nya, lain halnya Gavin, pria itu selain sibuk bekerja dia juga sibuk mengurus kedua putranya tanpa bantuan baby sitter.


Gavin tidak ingin anaknya kekurangan kasih sayang, meskipun mereka masih kekurangan sosok ibu.


"Biarkan kedua Putra mu bersama kami, untuk sementara waktu sampai kau menemukan Juni dan meyakinkan dia untuk kembali"ujar Adam.


"Aku tidak bisa meninggalkan mereka"ucap Gavin.


"Mereka aman bersama kami dan kami akan memastikan bahwa semua baik-baik saja"ucap Ghealova.


"Aku tidak akan memaksa seseorang untuk tetap tinggal bersama dengan kami jika dia ingin kembali maka dia akan kembali dengan sendirinya, bukan aku tak mencintai nya tapi, aku tidak ingin dia merasa tidak bahagia bila berada di sisi ku, maka biarkan semua seperti ini"ujar Gavin.


"Aku hanya tidak tega dengan mereka, karena mereka masih sangat membutuhkan sosok ibu nya"ucap Ghealova.


"Tapi istri ku, tidak pernah ingin hidup bersama dengan monster seperti ku"ujar Gavin yang kini merasa tidak pantas untuk istri tercinta nya itu.


"Kalian hanya salah faham, Juni salah faham karena dia menemukan rekaman percakapan kalian semua selama ini, dan dia tidak tau jika kamu benar-benar mencintai nya dengan tulus"ucap Adam.


obrolan mereka pun berakhir saat Ghealova mendapatkan panggilan video dari Juni dia kangen dengan kedua anak Adam, sebagai obat rindu nya pada kedua putranya.


Ghealova pun meminta Gavin bergeser sebentar.


📱"Hi...apa? kabar"ujar Ghealova.


📱"Baik"ucap Juni yang terlihat pucat.


📱"Apa? kau sakit"tanya Ghealova.


📱"Tidak hanya sedikit demam mungkin karena kurang tidur"ucap nya.


📱"Ke dokter Juni, jangan sepelekan penyakit"ucap Ghealova.


📱"Aku punya sesuatu untuk mu, tapi setelah ini berjanjilah untuk kembali"ucap Ghealova.


📱"Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi disana, Ghea biarlah aku tetap disini kesepian mungkin akan mempercepat proses nya"ucap Juni Ghealova yang langsung beranjak dari duduknya dan berjalan dia menghampiri keempat anak kecil yang sedang bermain.


📱"Gema, Gerald ini Mommy kalian"ucap Ghealova yang langsung membuat Juni menangis menjerit saat melihat kedua jagoan nya dan kedua nya pun memanggil sang mommy.


📱"Ghealova, hiks hiks hiks mereka benar-benar putra ku kan?, aku tidak sedang bermimpi sayang Mommy sangat mencintai kalian berdua, putra mommy"ujar Ghealova yang langsung jatuh tak sadarkan diri.


tiba-tiba Ghealova menjerit.


📱" Maaf nona pasien kami sedang dalam keadaan kritis, jika anda keluarga nya tolong segera datang kemari"ucap seorang dokter.


sontak semua terbelalak kaget karena selama ini Juni selalu terlihat baik-baik saja hingga Ghealova pun menyetujui permintaan dokter tersebut yang sudah menyebutkan alamat rumah sakit yang selama ini mengobati Juni.


penyakit jantung yang dia derita sungguh sudah sangat parah tapi wanita itu menolak untuk melakukan operasi.


🌹💖💖💖🌹


Gavin pun sudah berada di sebuah jet pribadi milik Adam mereka langsung bersiap untuk pergi saat itu juga, Gavin benar-benar tidak bisa bicara atau pun bergerak saat ini hanya terlihat tatapan kosong saat kedua putranya merengek minta digendong saat berada di dalam jet pribadi tersebut, dan Ghealova juga Adam yang mengendong mereka, karena jangankan untuk menggendong anak bahkan Gavin sendiri tidak sadar dengan dirinya yang saat ini terlihat sangat berantakan.


beruntung, kedua anak Ghealova, anteng dan tengah terlelap tidur, sejak punya anak Adam selalu mempersiapkan segala sesuatunya untuk anak kembar mereka.


Adam dan Ghealova memiliki sepasang anak kembar, yang diberi nama Galena dan Antonio , kedua nya memiliki nama belakang Anderson, seperti nama belakang Adam.


Beruntung Galena tertidur dengan anteng, begitu juga dengan Antonio.


sehingga dia bisa membantu Gavin untuk mengurus kedua putranya.


meskipun ada kedua baby sitter Antonio dan Galena ikut.

__ADS_1


setelah menempuh perjalanan jauh, tibalah mereka di sebuah bandara internasional, mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju hotel sebelum akhirnya nanti akan menemui Juni yang kini terbaring lemah di rumah sakit tersebut.


"Gavin, kamu harus kuat, biar bagaimanapun mereka butuh dirimu"ucap Adam, sementara itu Ghealova berhenti di sebuah pusat perbelanjaan, dia bilang sama Adam untuk pergi terlebih dahulu ke hotel karena Ghealova ingin membeli perlengkapan untuk keempat anak dan tiga orang dewasa itu sementara suster mereka saat ini sudah membawa baju.


Ghealova pun membeli perlengkapan anak nya dan anak Gavin, selengkapnya begitu juga dengan baju Gavin berserta dalamnya di semua di kemas dalam satu koper besar dan miliknya dengan milik keluarga kecilnya dua koper, semua itu baru tidak hanya membeli baju dan perlengkapan lainnya Ghealova juga membeli gendongan baby,ala koala untuk Gavin, dan tidak hanya satu karena anaknya kembar.


dan satu buah stroller baby kembar untuk mere satu lagi untuk kedua anak nya, dan rencana nya Ghealova akan meminta Adam untuk membeli rumah di negara tersebut minimal menyewa karena mereka tidak mungkin tinggal lama di hotel bersama dengan putra mereka.


hingga seluruh belanjaan itu selesai Ghealova masukkan ke dalam mobil taksi nya, akhirnya dia pun menyusul Adam dan Gavin ke hotel.


Ghealova bahkan menghabiskan uang dua miliar rupiah untuk belanjaan nya tersebut karena tidak ada yang murah di sana tapi dia puas meskipun tujuan nya bukan untuk shopping tapi semua demi kebaikan bersama.


Ghealova pun langsung masuk kedalam lift dengan seluruh belanjaan nya yang kini dibantu oleh Adam yang sempat dimintai tolong oleh Ghealova.


"Sayang sebanyak ini kamu belanja"ucap Adam.


"Iya mas satu koper itu milik Gavin dan kedua anak nya, dan ini punya kita"ucap Ghealova.


"Kenapa? tidak minta bantuan ku sayang kamu pasti kerepotan"ucap Adam tidak mas aku belanja di tempat yang sama tidak terpisah semua lengkap aku suka jika saja bukan sedang ada masalah aku mungkin memborong semua nya"ujar Ghealova sambil terkekeh.


"Borong saja semua nya sayangku uang suamimu ini sudah terlalu banyak, jadi jika kamu mau beli saja"ucap Adam sambil mengecup puncak kepala istrinya itu lift pun terbuka kebetulan disana tampak sepi mungkin karena sedang istirahat karena mereka tiba tadi Sore.


"Mas kita biarkan Gavin istirahat dulu, setelah itu dia harus lebih dulu ke rumah sakit, besok kita nyusul bareng keempat anak kita"ujar Ghealova.


" Itu jauh lebih bagus"ucap Adam.


Adam pun mengantar koper besar berisi perlengkapan Gavin dan kedua anak nya itu.


"Aku punya rumah di negara ini tapi jaraknya sedikit jauh dari sini, sementara Juni berada di rumah sakit yang benar-benar jauh dari rumah ku"ucap Gavin, yang langsung mendapat rekomendasi dari Adam.


"Bagaimana jika kita pindahkan Juni setelah kondisi nya membaik nanti"ujar Adam.


mereka pun memutuskan untuk beristirahat, beruntung keempat anak mereka tidak rewel hingga mereka bisa istirahat dengan tenang.


sementara itu di kamar Gavin pria itu sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit tepat pukul tiga pagi, dia pun sudah membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu menggunakan kemeja dan celana jins yang benar-benar cocok dan pas di tubuh Gavin, Ghealova memang wanita yang super baik.


setelah selesai bersiap Gavin pun menghubungi Adam untuk menitipkan kedua putranya pada mereka tentunya dengan bantuan baby sitter yang mereka bawa, setelah Ghealova datang ke kamar yang dihuni oleh Gavin.


"Kamu sudah siap"tanya Ghealova.


"Sudah, aku titip anak-anak dulu, dan terimakasih untuk semua nya, nanti aku transfer uang nya"ucap Gavin.


"Tidak perlu, anggap saja itu kado ulang tahun untuk sikecil dua itu , selama dua tahun mereka berulang tahun aku tidak pernah memberikan mereka kado"ucap Ghealova.


"Kau mang saudara terbaik"ucap Gavin.


"Pergilah, tidak usah khawatir dengan kedua nya aku akan menjaga mereka dengan baik"ucap Ghealova.


"Terimakasih"ujar Gavin, pria itu pergi dengan tas punggung kecil yang ia bawa saat di mall.


Ghealova langsung masuk dan memeriksa kedua putra Gavin saat itu juga, terlihat mereka tertidur pulas dengan pembatasan bantal guling di kedua sisi, ada tetesan air mata yang jatuh di sudut mata Ghealova, betapa menderitanya mereka selama ini, hanya dibesarkan oleh seorang ayah tanpa kehadiran sang ibu yang kini tengah berjuang melawan sakit yang sewaktu-waktu akan merenggut nyawa nya.


sesampainya di rumah sakit tersebut, Gavin langsung diantar petugas yang berjaga di lantai dimana Juni dirawat saat ini.


sesampainya di ruangan tersebut, Gavin langsung menghambur memeluk Juni yang bahkan baru membuka mata dengan peralatan medis yang membantu dirinya untuk bernafas.


"Sayang hiks hiks hiks, maaf kan aku, maafkan Monster yang kejam ini aku mohon bertahan lah"ujar Gavin.


"Kak, kamu disini, dimana kedua putra kita"ucap Juni pelan.


"Mereka di hotel bersama Ghealova sayang segeralah sembuh mereka begitu sangat merindukan mu sejak mereka bisa bicara mereka terus bertanya dimana Mommy mereka, padahal dia hanya melihat mu dari semua tayangan video dan foto"ujar Gavin sambil menangis sesenggukan.


Juni, yang ingin meraih Gavin tapi tangan nya benar-benar sudah sangat lemas.


"Kak, aku ingin melihat mereka sebelum aku benar-benar pergi"ucap Juni.

__ADS_1


"Tidak sayang aku mohon jangan katakan itu, aku tidak mau mendengar nya kamu harus cepat sembuh, apa? kamu tahu, betapa sulit nya hidup kami tanpa kehadiran mu, aku sudah mencari mu dua tahun lalu honey tapi kamu bahkan menghilang"


__ADS_2