
pernikahan Rara dan Jerry kini sudah hampir tiga tahun mereka terlihat sangat bahagia, meskipun sering terjadi kesalahpahaman di antara mereka .
Jerry yang akhirnya minta maaf duluan pada dasarnya perempuan selalu mengalahkan pria jika mereka sedang dalam masa cekcok dan saling berdiam diri.
karena pria titik lemahnya ada di wanita sementara wanita ada di suami tapi wanita lebih kuat menahan ego nya.
Jerry selalu mencoba untuk mengalah seperti dia mengalah pada Jane, sementara Rara adalah wanita yang simpel, jika orang itu minta maaf lebih dulu maka ia akan memaafkan orang tersebut.
sementara Jordan tidak banyak orang yang tau bahwa saat ini pria itu kembali ke dunia kelamnya Jordan melampiaskan segala rasa perih nya dengan kembali ke masa kelam nya dia suka mabuk main wanita seperti dulu, hingga dia kenal dengan Chaterine.
Chaterine adalah wanita yang meluluhkan hati Jordan, karena saat itu wanita itu yang selalu ada di keadaan baik maupun yang terburuk sekalipun.
sementara saat ini dia kembali terjerumus pada kesalahan yang lalu.
Jordan akan bekerja dari pagi hingga malam, sementara saat malam tiba dia akan mencari wanita untuk diajak kencan.
sementara hati dan jiwa nya terkait dengan Vamela hingga saat ini .
Vamela sendiri sudah kembali ke Singapore.
Vincent sudah menyiapkan rumah sakit internasional itu untuk tempat kelahiran anak Vamela.
Vamela merasa sangat beruntung karena dengan begitu dia merasa sangat aman dalam perlindungan Vincent.
pergi dari kehidupan lama membuat nya merasa jauh lebih baik daripada di kehidupan lamanya, saat ini dia lebih dihargai meskipun hati tak bisa di bohongi , dia merasakan sakit yang teramat.
"Kak...aku merindukan mu... sangat merindukan mu, bahkan kedua anak kita juga sangat merindukan mu tapi jangan takut aku tidak akan pernah membenci mu, meskipun aku tau kalau kamu kini sudah menikahinya.
Vamela merebahkan diri di sofa, sementara Vio baru kembali dari sekolah, putranya itu saat ini sudah kelas nol B, meskipun usianya belum genap Lima tahun.
"Mom...!"panggil Vio .
"Iya sayang ada apa?"Ucap Vamela.
"Aku punya sahabat baru dia dari Indonesia"ucap sang putra .
Vamela hanya tersenyum kecut saat dia mendengar kata itu, dia teringat dengan masalalu nya, apa kabar rumah nya, dan Jane juga Rara, sahabat terbaik nya, meskipun dia merasa tidak pantas untuk berteman dengan mereka berdua.
Vamela sudah bicara dengan Vincent, setelah lahiran nanti rencananya dia akan kembali ke rumah lama nya, dan memulai hidup baru di sana.
bersama ketiga anak nya, Vincent awalnya keberatan tapi kemudian dia mengijinkan asal masih dalam pengawasan karena Vincent,tau semua penyerangan yang terjadi pada Vamela tidak sesederhana yang dibayangkan.
Vincent hanya khawatir Vamela, akan kembali dilukai.
pria itu memang sangat baik.
sementara itu Edgar kini tengah mencari tahu siapa?... Audrey sebenarnya karena seperti dugaan Jerry Audrey, adalah orang baru dalam kehidupan Vincent, dan yang menjadi pertanyaan apakah Vio, masih hidup atau kah telah meninggal dalam kecelakaan pesawat itu, karena baru-baru ini terungkap misteri pesawat tanpa awak tersebut, berasal dari negara xx dan pemilik pesawat itu mengaku telah kehilangan pesawat tersebut, tepat pada tanggal, hilang nya Vamela, dan ada satu kamera Cctv bandara yang saat itu merekam kedatangan pesawat dan penumpang yang akan menaiki pesawat tersebut satu orang wanita dan satu orang anak kecil laki-laki berjalan di kawal oleh dua orang berjas hitam.
Edgar sudah mengantongi informasi tersebut, tapi setelah itu pesawat pun tidak diketahui lagi keberadaan nya.
kini adalah saat nya Edgar mengorek informasi tentang wanita bernama Audrey, yang kini tengah hamil,sama persis dengan bulan kehamilan Vamela, dan itu berarti cucu Edgar.
pria itu begitu antusias saat Jerry mengatakan hal itu, dirinya akan kembali dikaruniai cucu dari Jordan, sayang putra nya saat ini tengah kehilangan arah, dan Edgar benar-benar sangat merasa bersalah.
orang-orang yang selama ini menjadi kawan Edgar dua diantaranya adalah mafia kelas kakap, mereka mengatakan kejadian yang terjadi pada Vamela adalah murni dilakukan oleh sesama mafia.
Edgar mulai melakukan pendekatan terhadap para relasi Vincent, hingga mengadakan kerjasama dengan perusahaan mereka saat ini .
__ADS_1
Edgar ingin semakin mendekat agar dia bisa mengorek informasi tentang menantunya itu.
sementara seorang pelayan yang menyusup ke dalam Mension Vincent,atas perintah sahabat Edgar yang seorang mafia dia ditugaskan untuk mengambil sampel rambut atau darah Vamela ataupun sikat giginya dan itu berhasil dilakukan, Jerry juga mengirimkan sampel rambut dan sikat gigi Vamela dari rumah lama nya, saat ini adalah hal yang sangat mendebarkan.
sementara Jordan, tetap dibiarkan dalam kegelapan untuk sementara waktu tapi tetap melakukan penjagaan ketat terhadap putra keduanya itu.
Edgar tidak ingin putra nya di celakai lagi.
tanpa sepengetahuan mereka yang telah merencanakan kematian Vamela dan putra nya bukan lah Chaterine, wanita itu memang pernah berbuat kesalahan diam-diam ia sudah pernah mengancam Vierra, lewat ancaman kematian dan yang mewujudkan itu adalah mantan suami nya yang sakit hati karena Vamela menolak untuk rujuk.
pria itu meminta bantuan istri pertama nya yang adalah adik dari seorang mafia yang tengah berdomisili di Indonesia untuk menyamarkan dirinya dari kejaran para musuh, akibat kehilangan banyak kekuasaan.
pria itu gelap mata tapi saat ini dia sudah mendapatkan balasan nya dari wanita yang disebut istri pertama nya itu.
dia diperlakukan layaknya seorang jongos dan bahkan dia diwajibkan untuk berhubungan intim dari petang hingga pagi hari, seperti yang ia lakukan dulu pada Vamela, wanita itu disuruh memuaskan dirinya hingga pagi tiba tanpa bisa menolak.
mungkin itu yang disebut mata di bayar mata.
hingga satu bulan berlalu, hasil tes DNA menunjukkan bahwa wanita bernama Audrey adalah Vamela, dan itu benar-benar sembilan puluh sembilan, nyata.
tidak ada manipulasi apapun karena dokter yang menangani itu adalah dokter mafia.
Edgar pun tengah menyusun rencana dengan sangat matang agar bisa membawa Vamela kembali ke sisi putra nya yang kini, semakin terjerumus ke dalam lembah hitam.
mabuk dan bermain wanita juga gila kerja itu yang selama ini dia alami.
Edgar belum akan menghentikan itu, saat ini karena dia ingin membawa Vamela terlebih dahulu, karena hanya wanita itu yang akan bisa menyembuhkan luka dari putra keduanya itu.
Edgar sudah bisa bertemu Vincent, pria ramah yang memiliki sejuta rahasia itu pun menyambut kedatangan Edgar dengan baik.
"Selamat datang tuan Edgar Smith, bagaimana kabar anda hari ini"ucap pria berusia empat puluh tujuh tahun itu.
🌹💖💖💖🌹
setelah perbincangan mereka berdua akhirnya Vincent membuat perjanjian dengan Edgar, jika Vamela ingin bersama Edgar dia akan mengijinkan nya, tapi jika dia tidak mau maka Vincent, tidak akan pernah memberikan ijin tersebut.
Edgar pun tiba di kamar Vamela yang ternyata tengah mengalami kontraksi hebat, Vamela langsung Edgar bawa dari kamar tersebut diikuti putra nya Vio, dan Vincent yang melihat itu begitu kaget, dia langsung bertanya.
"Apa?.... yang terjadi"ucap Vincent sambil langsung minta asistennya menyiapkan mobil.
Edgar belum menjawab pria itu lebih menghawatirkan kondisi keduanya bayi dan ibunya.
mereka pun tiba di rumah sakit yang sudah Vincent, siapkan untuk persalinan Vamela, dan para dokter pun langsung menangani nya ternyata Vamela akan segera melahirkan,bayi kembar nya, dan saat ini dia sudah dibawa ke ruang operasi atas permintaan Vincent, yang pernah mengalami trauma berat, atas meninggalnya sang istri saat melahirkan.
saat itu Vincent tidak sedang bersama nya karena tugas nya, sebagai dokter , mengharuskan dia untuk pergi ke daerah terpencil di Amerika, menolong korban bencana , dan istri Vincent, yang menginginkan kelahiran normal tidak bisa diselamatkan begitu juga dengan sang bayi yang terlilit ari-ari saat sedang dilahirkan baru kepala yang keluar tiba-tiba istrinya meninggal dunia dan itu membuat Vincent trauma hingga saat ini dia tidak pernah ingin menikah lagi, bagi nya, cinta dia terhadap sang istri akan abadi karena dia merasa dialah yang menjadi penyebab kematian keduanya dia tidak berada di rumah saat istrinya mengalami kontraksi.
dua jam berlalu kini para dokter dan perawat yang menangani Vamela, keluar sambil tersenyum mereka pun mempersembahkan dua bayi laki-laki yang sangat tampan perpaduan Jordan dan Vamela.
sementara Vamela, masih di dipersiapkan untuk pindah ruangan Vincent dan Edgar menangis haru kedua pria tampan yang sudah tidak muda lagi itu, menghambur menghampiri kedua bayi kembar itu.
saat Vamela, keluar dari ruangan operasi, wanita itu belum sadar sepenuhnya masih dalam pengaruh obat bius, asisten Edgar mengabadikan momen kelahiran dua cucu laki-laki nya ditengah badai yang belum berhenti.
Vincent pun merasa sangat bahagia, akhirnya dia bisa mengurangi dosanya terhadap anak istrinya yang telah tiada dengan cara menolong Vamela.
pria itu langsung memeluk Edgar, saat ini syarat tersebut tidak berlaku lagi, Vincent meminta Edgar, untuk menghubungi Ayah sibayi dan dia pun mengatakan kedua bayi itu akan disambut dengan pengangkatan anak.
Vincent mengangkat kedua nya, sebagai anak nya, meskipun mereka tidak akan tinggal lagi dengan nya, tapi Vincent,bebas menjenguk nya kapan pun pria itu mau.
__ADS_1
Edgar langsung mengabarkan berita ini pada semua keluarga nya, bahkan pria itu mengirim foto cucunya itu ke berbagai negara tempat dimana adiknya berada.
semua menyambut dengan antusias.
Edgar sudah mempersiapkan pernikahan Vamela dengan Jordan setelah masa nifas itu berakhir, setidaknya itu dilakukan untuk mengesahkan akta kelahiran mereka berdua cucu Edgar.
"Tuan Vincent, mungkin hutang Budi ini tidak akan pernah terbayar tapi setidaknya kamu punya kesempatan untuk mewariskan nama mu pada mereka berdua"ucap Edgar.
"Aku terserah pada ibunya, tapi jika dia mengijinkan,aku ingin mereka diberi nama leluhur ku Arthur, Jayden Arthur Smith dan Hayden Arthur Smith"ucap Vincent.
dengan penuh suka cita Edgar mengangguk setuju.
"Terimakasih banyak"ucap Edgar.
mereka berdua pun ikut ke ruang bayi beruntung keduanya punya perbedaan meskipun tidak terlalu kentara tapi Edgar yang memastikan nama itu dari setiap bayi yang sangat montok itu.
Edgar bahkan mengabadikan perbedaan itu begitu juga dengan Vincent, siayah angkat.
sementara itu Jordan pun menangis saat Daddy nya mengirimkan foto dan video kedua putranya dia langsung terbang menuju Singapura, tanpa sepengetahuan Chaterine, pria itu juga tidak ingin menyakiti wanita yang selama ini dia curigai tapi setelah semua nya terbukti tidak bersalah Jordan mulai melunak.
dia bahkan tidak ingin istrinya tau kelahiran kedua putranya saat ini, karena takut menyinggung perasaan nya, Jordan mungkin akan menikahi Vamela, jika dia bersedia untuk mengesahkan akta kelahiran kedua putranya itu, Jordan akan melakukan apapun yang Vamela mau termasuk kemungkinan terburuk nya adalah kembali berpisah, dia tidak ingin lagi memaksakan kehendak nya terhadap wanita yang sangat ia cintai itu.
setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya Jordan pun tiba, di rumah sakit tersebut dia langsung menuju ruangan dimana kedua putranya berada saat ini ditemani oleh Edgar, yang hendak pergi ke hotel, tapi pria itu masih memiliki semangat yang besar untuk melihat kedua cucunya itu meskipun rasanya sangat lelah.
setelah dari ruangan tersebut dia menuju ruangan Vamela, dimana Vincent tengah duduk di sofa dengan laptop di tangan nya, Edgar mengekor dibelakang putra nya.
"Selamat pagi tuan Vincent"ucap Jordan tersenyum ramah.
"Morning"balas Vincent tidak kalah ramah.
"Thank you so much"ucap Jordan.
"sama-sama"ucap Vincent.
mereka pun mengobrol panjang lebar bahkan Jordan menjelaskan kronologi kejadian nya pada Vincent, dan pria itupun akhirnya menemukan jawaban dari penjelasan dari dua belah pihak.
Vincent pun memberikan waktu untuk mereka berdua mengobrol dengan santai tanpa gangguan dari siapapun, pria itu langsung mendekat pada Vamela yang masih tertidur saat itu juga Jordan memeluk Vamela, sambil menangis meminta maaf.
Vamela yang saat itu tengah terlelap pun bangun seketika dia kaget kerena ada air mata yang menetes di pipinya.
Jordan pun menatap sendu pada wanita itu.
"Good morning Mrs Smith"ucap Jordan.
"Kak... hiks hiks hiks maafkan aku, tapi aku terlalu takut untuk kembali pada mu selama ini,kakak bisa bayangkan seberapa dalam lautan yang telah ku lewati untuk bisa menyelamatkan putra ku Vio,aku berpacu dengan waktu saat pesawat itu meluncur ke dalam lautan luas itu,aku pikir kami berdua tidak akan pernah selamat aku berusaha terus berenang ke permukaan aku berharap Tuhan masih memberikan keajaiban supaya putra ku bisa selamat, dan itu terjadi rasanya sangat pedih, hiks hiks hiks disaat pertolongan itu tiba aku dan Vio, sudah pasrah bahkan putra ku hampiri kehilangan nyawa nya"ucap Vamela yang akhirnya menangis sesenggukan melupakan semua rasa sakit nya itu.
"Sudah sayang aku pun belum tentu bisa melakukan hal itu , tapi aku bangga pada mu sayang aku sangat bangga sekaligus berterima kasih bisa berjuang untuk ketiga anak kita, putra kedua kita keduanya begitu tampan,aku sangat berterimakasih kepada Tuhan yang telah mengirimkan seorang malaikat, untuk menjadi penolong kita semua, jika dia mau aku akan memberikan seluruh harta yang kupunya pada nya"ucap Jordan.
"Bagaimana jika dia meminta ku, untuk menjadi istri nya"ucap Vamela, menggoda Jordan.
"Aku akan mengijinkan nya, asal kamu bahagia, aku akan mencoba untuk bisa mengikhlaskan semua, karena melihat mu selamat dan semua menjadi baik-baik saja pun, sudah membuatku sangat bersyukur dan jika kamu ingin menjadi istri nya,aku rela asal kamu bahagia, meskipun cinta ku terlalu besar untuk kalian berempat"ucap Jordan sendu.
"Kau merelakan ku, karena sudah ada dia bukan, selamat atas pernikahan nya, semoga langgeng dan terus berbahagia"ucap Vamela.
"Mel...aku mungkin sudah menikah dengan nya, saat ini tapi...itu aku lakukan untuk menyelidiki keberadaan mu,aku sudah sangat putus asa saat itu"ucap Jordan.
"Apapun itu,aku berdoa semoga kakak bahagia"ucap Vamela tulus.
__ADS_1
"Aku mencintai mu, Mel,,, tapi jika cinta ku tak bisa kamu balas aku ikhlas, setelah kita menikah nanti, jika kamu meminta cerai dari ku, asal kamu bahagia, karena untuk sampai di rasa ikhlas itu butuh waktu lama dengan rasa sakit yang teramat sangat"ucap Jordan sambil mengelus puncak kepala Vamela.