
Setelah perdebatan hebat di antara mereka berdua, Juli akhirnya memutuskan untuk tinggal, tapi ada satu hal yang membuat Edgar, merasa frustasi karena Juli menolak untuk tidur satu kamar sebelum mereka menikah Juli bahkan meminta Edgar, tidak boleh minta di layani nya dan sekalipun bersama di meja makan Edgar, tidak boleh meminta Juli menyuapi nya.
seperti saat ini saat mereka makan malam Edgar harus menahan kebiasaan nya untuk meminta Juli menyiapkan makan untuk nya di piring miliknya seperti biasanya.
Edgar berusaha menahan keinginan nya itu, dan akhirnya dia meminta pelayan yang mengambil kan makan nya.
makan malam pun selesai, tanpa ada pembicaraan apa pun, dan itu membuat dia begitu geram Edgar, merasa saat ini adalah saat terberat dia bisa melihat wanita yang selama dua tahun terakhir ia rindukan, tapi tak sedikit pun bisa iya gapai bahkan hanya untuk memeluk nya, Edgar terpaksa menahan itu karena seperti ancaman Juli , jika dia melanggar maka Juli akan pergi jauh dari nya.
"Tunggu saat nya tiba, aku akan menghabisi nya, semua ini gara-gara wanita sialan itu akhirnya aku harus dihukum oleh bidadari kesayangan ku"Gumam nya lirih.
Juli langsung bergegas pergi menuju kamar kedua anak kembar nya itu untuk memberikan ASI ekslusif seperti yang biasa nya.
setelah kedua bayi nya, itupun tertidur pulas setelah minum asi dari ibunya, setelah menyelimuti tubuh keduanya, Juli langsung menitipkan anak nya pada babby sister nya lalu dia keluar ,menuju kamar tidur nya yang dulu ia tempati bersama dengan Edgar, dan Edgar, masih berada di ruangan kerja nya.
Juli pun merebahkan tubuh nya dan berusaha memejamkan mata nya, dan lama-kelamaan akhirnya matanya pun terpejam.
sementara Edgar, malah sedang uring-uringan karena dia tidak bisa tidur bersama Juli, wanita yang sangat ia rindukan.
hingga pagi tiba, Edgar, tidak bisa memejamkan mata nya.
Edgar langsung bergegas bersiap untuk pergi ke kantor, saat itu juga dia tidak ingin berlama-lama di dalam rumah yang menurut nya sudah seperti neraka yang tengah menghukumnya atas semua dosa-dosa nya.
setelah siap dengan penampilan nya yang sangat perfeksionis Edgar turun menggunakan lift, sesampainya di lantai dasar dia berjalan melewati ruang keluarga yang berhadapan langsung tanpa sekat dengan ruang makan, dia melihat ada Juli, yang tengah sarapan pagi bersama Putra pertama nya itu.
Edgar menghampiri Jerry, dan mengelus juga mengecup puncak kepala nya, sambil berpamitan.
"Sayang, sekolah yang rajin ya Daddy, berangkat kerja dulu habis kan sarapan mu"ucap nya dengan mata menatap wajah Juli yang terlihat semakin cantik, Edgar langsung memalingkan wajahnya ada rasa sakit di hati nya karena wanita itu sama sekali tidak pernah melirik nya sedikit pun.
Edgar langsung pergi dan tak menoleh lagi, sementara itu Juli menatap punggung pria yang saat ini tengah ngambek akibat hukuman yang ia berikan.
ada rasa kasihan di benak Juli,pada Edgar, apa lagi Edgar,kini tidak mau sarapan pagi di rumah,ini baru dua hari Juli sudah melihat pria itu sudah putus asa,lalu bagaimana jika sampai waktu yang ia tentukan,yaitu lima bulan sampai dia bisa mendapatkan kan maaf dari keluarga nya sendiri, keluarga Juli maksud nya.
Juli ingin Edgar, meminta pengampunan dari kepada keluarga Juli, karena telah melakukan kesalahan dengan membuat Juli hamil meski bukan salah dia sepenuhnya tapi insiden itu telah membuat Juli di buang dari keluarga nya.
Julia Emine Eleanor , adalah nama asli dari Juli, dia terlahir dari keluarga Eleanor, yang merupakan marga dari ibu Juli, karena ayah Julia adalah seorang yatim Piatu bahkan tidak pernah tau asal usul nya hingga nyonya Jane Eleanor memberikan nama belakang nya menjadi Edison Eleanor.
keluarga Juli, hingga saat ini bukan tidak tau dengan kehidupan Juli, tapi mereka tidak ingin pamor keluarga mereka tercoreng dengan aib yang Juli bawa saat itu, mereka akan kembali mengakui Juli sebagai anak mereka jika Juli bisa membuktikan kalau Jerry memiliki ayah kandung dan pria itu datang untuk meminta maaf.
tapi keras kepala Juli hingga saat ini dia tidak ingin meminta Edgar untuk menemui keluarga nya, dan meminta maaf, dia tidak ingin melihat Edgar, merendahkan diri hanya demi diri nya, dan satu lagi meski keluarga nya nanti menerima nya kembali, Jason pria yang dia cintai sudah menjadi milik orang lain,maka dari itu Juli lebih memilih untuk tidak melakukan apa-apa.
dan membiarkan semua itu berjalan seperti air mengalir, Juli hanya ingin menghukum Edgar, karena pria itu telah berani membawa wanita lain selama dia pergi hampir dua tahun tersebut.
Edgar, masih dalam keadaan yang sama saat ini bahkan,sikap keras kepala nya masih ia bawa hingga ke kantor, Edgar masih tidak ingin memakan sarapannya hingga notifikasi pesan berbunyi nyaring dari handphone nya dia langsung melihat nya.
💌"Jika kamu masih keras kepala seperti itu lebih baik aku pergi saja, aku memang sedang memberimu hukuman tapi bukan untuk membunuh mu"Juli.
💌"Honey, semua sama saja, lebih baik kamu menghajar ku, dari pada aku harus menahan rindu karena tidak bisa menyentuh mu itu sama saja dengan menyuruh ku mati"Edgar.
💌"Owh ya ampun Edgar, hanya sampai lima bulan saja,pilih mana Lima bulan atau tidak sama sekali"Juli.
💌"satu bulan"Edgar.
__ADS_1
💌"Tidak"Juli
💌"Dua Minggu, final atau aku cari wanita lain"Edgar.
💌"cari saja jika kamu ingin aku pergi, silahkan aku juga tidak akan menghalangi kebahagiaan mu"Juli.
💌"Owh ya ampun Honey, aku hanya bercanda jangan di anggap serius"Edgar.
💌"Serius pun tidak apa-apa, karena itu sudah kamu lakukan kemarin, aku tinggal pergi, dari hidup mu"Juli.
💌"Jangan pernah lakukan itu,atau aku akan membangun menara untuk mengurung mu di sana"Edgar.
💌"Lakukan jika kamu bisa, karena sebelum menara itu jadi aku sudah pergi terlebih dahulu"Juli.
💌"Tunggu aku pulang kamu harus diberikan pelajaran"Edgar.
Juli, langsung menghentikan jari nya saat itu juga dia tau Edgar tidak pernah main-main.
dan benar saja,satu jam kemudian, Edgar, datang dia langsung mencari keberadaan Juli saat itu juga dia tidak perduli dengan apa yang akan terjadi nanti, yang dia inginkan saat ini adalah memberikan pelajaran kepada Juli, karena telah berani membantah nya.
sesampainya di kamar Juli kini tengah membawa kedua bayi kembar nya bermain di atas ranjang nya Edgar langsung mendekat dan mencium keduanya sebelum dia memanggil kedua babby sister anak nya itu.
Edgar, langsung mengunci pintu kamar nya itu, dan menghampiri Juli yang kini tengah duduk di tepi ranjang dengan masih menatap kearah nya.
"Jangan berani mendekat atau hukuman mu akan bertambah"ucap Juli tegas.
"Aku tidak perduli dengan itu, yang aku inginkan saat ini adalah memberimu pelajaran agar kamu tidak pernah lagi berniat untuk pergi dari ku"ujar Edgar, yang langsung mendekat ke arah Juli dan meraih tubuh Juli, dia mencium bibir Juli dengan lembut meski Juli menolak nya.
"Jangan keterlaluan Juli sayang aku tau kamu juga sangat merindukan ku"ucap Edgar, yang kini kembali memeluk erat tubuh Juli dan kembali menyatukan bibir mereka.
Dua jam sudah kini mereka berdua baru selesai aktif di ranjang Edgar tak sedikit pun memberi celah pada Juli , untuk protes pria itu sungguh sangat perkasa di ranjang hingga Juli merasa sangat kelelahan, padahal ini baru pukul sebelas siang, Juli langsung memejamkan mata nya di balik selimut tebal itu tidak merasa gerah sedikit pun karena suhu ruangan itu begitu sangat dingin.
Edgar, sendiri sedang membersihkan diri setelah aktifitas tersebut dan berniat untuk kembali menyelesaikan pekerjaan nya.
Edgar,kali ini mengurus diri nya sendiri, setelah selesai memakai pakaian kerja nya kembali dia langsung pergi ke ruang kerja nya untuk melakukan meeting yang sempat tertunda setelah jam makan siang berakhir, dia sendiri bahkan belum sempat sarapan sedari pagi.
Juli yang menyadari bahwa Edgar, sudah tidak ada di samping nya kini dia mencari nya setelah membersihkan tubuh nya, dia keluar kebetulan perutnya merasa sangat lapar.
Juli turun ke bawah dengan lift yang biasa mereka gunakan, saat ini.
sesampainya di lantai bawah Juli masih tidak menemukan Edgar,lalu ia bertanya pada pelayan dimana Ayah anak-anak nya berada.
"Maaf apa??.. kau melihat Daddy nya anak-anak"ucap Juli.
"Owh tuan sedang berada di ruang kerja nya"jawab pelayan itu.
"Apa??... tuan mu sudah makan siang"ucap nya lagi.
"Belum nyonya, bahkan asisten nya tadi sempat menelpon agar tuan segera sarapan pagi karena belum sempat sarapan di kantor tadi"jawab pelayan lagi.
"Baiklah biar aku yang buatkan makan siang untuk nya"ucap Juli sambil langsung berjalan menuju dapur dia ingin membuat kan makan siang untuk calon suami nya itu, tadinya dia enggan untuk melakukan hal itu tapi setelah mendengar penuturan pelayan tadi Juli merasa sangat bersalah.
__ADS_1
setelah hampir satu jam dia berkutat dengan peralatan masak dia langsung bergegas mencari Edgar, setelah sebelumnya dia menata masakan nya itu di meja.
Juli, pun sampai di depan pintu ruang kerja tersebut lalu dia mengetuk pintu, tapi Edgar, seperti nya sedang sangat fokus pada layar laptop nya dia sedang mengadakan meeting online saat ini.
Edgar langsung menghentikan meeting nya setelah melihat wanita yang sangat di cintai nya kini tengah berada di pintu masuk, Edgar langsung berdiri dan berjalan menghampiri nya.
"Kenapa??..., heumm apa?... kamu sudah merindukan ku lagi saat ini honey"ucap Edgar yang langsung memeluk dan mengecup puncak kepala Juli.
"Aku ingin mengajak mu makan siang"ucap Juli.
"Apa??... tidak salah dengar"ucap Edgar, sambil menatap Juli meminta jawaban.
"Apa??..ada masalah dengan itu"ucap Juli.
"Tidak honey, hanya saja"
"Mau atau tidak, terserah aku sudah masak capek banget sayang kalau tidak dimakan, yasudah kalau kamu gak mau aku ka"
"Tentu saja aku mau honey thank you so much muachh"ucap Edgar di akhiri sebuah kecupan.
"Aku duluan mau cari Jerry dulu mau tanya apa?.. dia mau makan bersama atau tidak"ucap Edgar.
"Dia sudah makan siang tadi aku yang suapi"ucap Edgar, dan itu memang kenyataannya karena sebelum masuk ke ruang kerja terlebih dahulu ia menyuapi putra pertama nya itu makan.
akhirnya, Edgar pun berjalan bersama Juli, tepat nya Edgar, merangkul pinggang Juli dengan sangat posesif saat ini, dia merasa sangat bahagia, saat ini karena Juli mau berbaik hati disaat masa hukumannya baru berjalan dua hari.
Sesampainya di meja makan Juli langsung mengisi piring milik Edgar, dengan nasi dan beberapa lauk yang kini menjadi menu paforit Juli juga, karena Juli, sudah terbiasa dengan makanan khas Indonesia, yang selalu ia buat secara otodidak, hanya berbekal resep dan cara mengolah bahan, apa lagi saat ini koki yang bekerja pada Edgar, sedang cuti kerja.
"Sayang, makin hari masakan mu, sudah mirip dengan masakan mommy ku, aku jadi rindukan dia"ujar Edgar.
"Dimana??... mommy mu tinggal"ucap Juli penasaran.
"Dia tinggal di tempat kelahiran ku Indonesia, karena mommy, adalah orang Indonesia, sementara Daddy, Amerika asli, tapi Daddy, juga pernah tinggal di Indonesia, tepat nya di Bali, semasa remaja nya, aku lahir di Bandung, dan dibesarkan di sana, tapi sempat juga tinggal bersama Daddy dan istri pertama nya, sebetar saja ia hanya sebentar karena saat itu dia merampas ku dari mommy, tapi kemudian mommy, menikah lagi dengan Daddy Aditya dan mereka memiliki empat anak kembar adik kesayangan kami, setelah kepergian Daddy Aditya,kini mommy kembali menikah'lagi dengan Daddy"ujar Edgar panjang lebar.
Juli hanya manggut-manggut, setelah itu dia langsung memberikan Edgar minum segelas air putih.
"Sayang boleh aku tau siapa?.. nama asli mu"ucap Edgar.
"Kenapa?.. kamu tiba-tiba bertanya tentang hal itu"ucap Juli penasaran.
"Aku hanya ingin secepatnya mengurus perlengkapan dokumen untuk pernikahan kita nanti"ucap Edgar.
"Bukan nya pernikahan kita lima bulan lagi, dan ingat kamu belum meminta maaf kepada keluarga ku Ed..."ucap Juli masih tetap kekeuh menunda pernikahan tersebut, entah apa yang ada di benak nya saat ini.
"Juli, aku sudah mencoba untuk bersabar selama ini, tapi kamu tetap keras kepala, kenapa ??.. harus menunggu sampai lima bulan, tidak kah nanti akan semakin banyak pertanyaan, anak kita sudah mulai besar dan aku perlu semua dokumen itu untuk mengurus akta kelahiran putra kita dan surat lain nya.
"Aku masih belum siap"ucap Juli singkat.
"Tapi mau sampai kapan honey, sampai aku mati nanti ia begitu"ucap Edgar, kesal lalu dia pergi.
sementara itu Juli mematung melihat pria itu kembali merajuk lalu kemudian Juli pergi menyusul nya ke kamar pribadi Edgar.
__ADS_1
sesampainya di depan pintu kamar, Juli mendengar suara gaduh di dalam saat itu dia langsung membuka pintu.
dilihat nya kamar Edgar, seperti kapal pecah semua barang yang ada di kamar itu berserakan satu lagi yang membuat Juli kaget, tangan Edgar, bercucuran darah.