
Jerry malah tertidur pulas, di atas ranjang setelah menunggu lama .
sementara Jane baru keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe dia langsung menghampiri kakak nya, hendak membangunkan Jerry agar dia mandi sebelum tidur, tapi kelihatannya nya sangat lelah dengan sepatu yang masih melekat, Jane langsung berjongkok melepaskan sepatu itu, setelah itu dia sedikit menggeser kaki nya Jerry dan menyelimuti nya hingga ke dada.
setelah itu Jane mendaratkan kecupan di pipi sang kakak, Jane pun langsung masuk kedalam walk in closed hanya untuk menggunakan piyama tidur nya.
sementara Jerry, setelah kepergian adiknya itu dia langsung tersenyum saat mengintip Jane yang tengah berjalan menuju walk-in closed.
Jane sudah selesai mengganti pakaian, setelah itu dia mengambil satu bantal dan satu guling setelah itu dia juga mengambil selimut dari lemari, dan langsung menghampiri sofa yang lumayan lebar itu dia tidur di atas sofa.
Jerry, yang sedari tadi pura-pura tertidur, padahal dia melihat semua gerak gerik adiknya itu.
"Apa yang terjadi Jane sayang sekarang bahkan kamu sudah tidak mau tidur dengan kakak lagi"Ucap Jerry.
beberapa menit kemudian Jerry bangkit dengan kasar dari atas ranjang tersebut, dia langsung mengangkat tubuh Jane, dia tidak peduli jika adiknya itu nanti akan marah.
Jerry membaringkan tubuh Jane yang sudah sangat lelap mungkin terlalu lelah, setelah itu dia menyelimuti nya dan ikut bergabung dalam selimut dan langsung memeluk tubuh ramping itu.
"Aku rindu kamu gadis kecil ku"ucap nya lirih.
siang hari tepat nya, pukul sembilan pagi, Jane dan Jerry baru terbangun setelah tidur di jam empat pagi.
"Kak, aku mandi dulu, setelah itu aku akan siapkan makan siang kita"ucap Jane.
"Jane sayang kita makan siang di restaurant"ucap Jerry.
"Aku lebih suka sarapan sendiri"ucap Jane lirih.
"Jadi dengan kakak juga tidak mau??..."ucap Jane.
"Bukan itu kak.. aku hanya ingin kita makan berdua saja tidak ada orang lain"jawab Jane.
"Baiklah Sayang terserah kamu saja Sayang, kakak mandi dulu"ucap Jerry.
"Ah.... kakak aku duluan aku kan harus masak setelah mandi"ucap Jane.
"Baiklah adikku sayang terserah kamu saja"ucap Jerry.
Jane pun langsung turun ke bawah dia berjalan menuju dapur sesampainya di sana dia langsung mengambil penggorengan lalu ia juga mengambil beberapa telur dan roti beberapa helai setelah itu dia langsung memanggang roti tersebut juga memasak telur mata sapi dan dia juga memotong tomat menjadi sedikit tipis-tipis lalu memotong selada segar dan juga mayonaise ,lalu dia menumpuk nya seperti urutan yang sering dia mainkan di ponsel nya.
Jane juga membuat dua gelas susu, setelah selesai dia langsung membawa kedua piring sandwich itu dan diletakkan di atas meja makan.
"Kak sarapan nya sudah siap"ucap Jane.
"Iya princess..."ucap Jerry, yang baru datang dari lantai dua.
"Makan siang kak"ucap nya.
Jerry tersenyum saat ia sampai di depan meja.
"Ini sarapan pagi sayang bukan makan siang makan siang itu di Indonesia memakan nasi chicken atau yang lainnya, kamu gak tau itu kan so so an mau jadi orang Indonesia"ucap Jerry sambil tersenyum mengejek.
"Tapi aku belum terbiasa dengan itu dan aku tidak tau cara masak nasi sama menu khas Indonesia aku terlalu sibuk "ucap Jane membela diri.
"Sayang kamu kan bisa mempekerjakan seorang koki, atau minta Daddy Edgardo untuk mengajari kamu masak, dia adalah seorang koki handal"ucap Jerry yang tau cerita itu dari Daddy nya dulu.
"Tapi aku baru ketemu dia waktu itu saja satu kali belum sempat bertemu lagi"ucap Jane.
"Kamu sendiri yang tidak pernah mau berkunjung padahal rumah Daddy Edgardo terkenal begitu indah dan sangat nyaman"ucap Jerry.
__ADS_1
Tiba-tiba saja dua orang perempuan masuk begitu saja dari luar, sontak Jerry kaget dan menoleh ke arah adiknya minta penjelasan kenapa??... orang asing bisa masuk begitu saja.
"Jane kamu gak masuk kuliah padahal ini waktunya kamu presentasi loh"ucap Rara dan vamela berbarengan.
Rara yang tiba-tiba menghentikan langkahnya karena melihat pria tampan bak pangeran negri dongeng itu lebih tampan bahkan.
vamela mengusap hidung mancung nya yang kepentok kepala Rara, karena Rara akan langsung refleks mematung lalu hidung nya mengeluarkan darah seperti biasanya dan setelah itu jatuh pingsan tapi biasanya setelah sadar dia akan berubah seperti wanita yang kehilangan urat malu dan tebar pesona.
"Rara Lo kebiasaan deh sakit tau hidung gue ah gimana kalo harus o"belum sempat menyelesaikan kata-katanya itu vamela langsung pingsan saat melihat Jerry yang sangat tampan.
"Rara vamela Lo pada kenapa??..."ucap Jane yang langsung memburu keduanya, Jerry juga langsung membantu membawa vamela, sementara Rara di rangkul pundak nya.
"Janet gue gak salah lihat kan gue lihat pangeran tampan "ucap Rara.
seketika Jane menepuk jidat sendiri ia baru ingat kebiasaan Rara,"tunggu-tunggu biasanya Lo langsung pingsan tapi kenapa?... vamela yang pingsan"ucap Jane yang kini terlihat bingung.
sementara itu Jerry sibuk membangunkan vamela, dan terlihat mengambil segelas air dingin lalu menciptakan nya menggunakan tangan ke wajah vamela, Jerry menggunakan cara itu dulu dan itu berhasil membuat teman nya tersadar.
"Ah... banjir"ucap vamela seperti baru sadar dari mimpi buruk nya ia langsung terbangun Jerry langsung menarik nafas panjang dan menghembuskan melihat teman Jane yang aneh itu.
sementara Jane terus mengusap darah dari hidung Rara yang kini masih menatap Jerry intens , sementara yang di tatap pergi menuju meja makan untuk meneruskan sarapan setelah mencuci tangan nya.
"Janet dia siapa??...gue rela mati muda asal gue dapet nikahin dia dan punya anak dari nya"ucap Rara yang langsung mendapat jitak kan di kening nya.
"Dasar norak kalian dia itu kekasih abadi gue Lo semua mau apa??..."ucap Jane yang stress menghadapi kedua sahabat gila nya itu.
"Apahhh ...... kekasih"ucap keduanya berbarengan.
"Enggak Lo bohongi gue kan,Lo bilang tidak tertarik dengan yang namanya laki-laki sehingga pangeran kampus yang ngejar Lo juga Lo abaikan dan satu lagi semalam pengusaha sukses itu Lo tolak gue nggak nyangka, ternyata Lo udah punya pacar seorang pangeran kenapa Lo nggak sumbang inn ke gue sih"ucap Rara yang langsung dapat pukulan dari Jane di bahu nya.
"Lo pikir kakak gue barang apa??...main sumbang -sumbang segala"ucap Jane yang kesal dia keceplosan.
"Jadi itu beneran Abang Lo Oh my God... Lo beneran jahat sudah sekian lama Lo kenal kita Lo baru ngasih tau gue sekarang"ucap vamela.
Jane langsung mengecup bibir Jerry yang seketika membulat kan mata nya tapi Jane langsung memberikan isyarat lewat mata nya agar Jerry tidak marah itu hanya untuk menggoda kedua temannya.
Jerry pun langsung mengelus puncak kepala adiknya itu dan menyuruh nya duduk.
Jerry memang belum bisa berbahasa Indonesia, tapi dia mengerti dengan apa yang mereka ucapkan karena ada translate di pasang di kuping nya seperti headset bluetooth.
itu untuk memudahkan nya berbincang dengan orang lain yang ia jumpai.
"Kakak, maaf mereka memang sedikit aneh tapi mereka berdua adalah yang terbaik dari yang baik yang berteman dengan ku, dan mereka selalu ada untuk ku,meski kadang sifat mereka itu keterlaluan seperti itu jika melihat pria tampan"ucap Jane.
Jerry pun mengangguk lanjut dia tersenyum, dan bertanya"sejak kapan adikku membutuhkan teman, apa kamu terlalu kesepian hingga kamu mencari mereka??..."ucap Jerry yang kini menatap lekat wajah cantik adik bungsu nya itu.
"Bisa dibilang begitu tapi jujur memiliki teman itu sangat menyenangkan dengan begitu aku bisa sedikit melupakan kesedihan ku karena jauh dari orang-orang yang sangat aku cintai"ucap Jane.
"Menikah lah dengan ku dan kita akan pergi jauh dari mommy dan Daddy"ucap Jerry tiba-tiba.
"Kakak itu keterlaluan mana boleh "ucap Jane .
"Kenapa??... apa kamu tidak sayang sama kakak"ucap Jerry.
"Sudah lah kak... tidak baik bahas itu lagi"ucap Jane yang memelankan suaranya itu.
sementara mereka membahas semua itu, kedua sahabatnya Jane tengah berdandan untuk menarik perhatian Jerry, saat ini kedua berada di dalam toilet.
Jerry hanya bisa pasrah jika Jane menolak perkataan nya yang tidak masuk akal itu hanya karena tidak ingin kehilangan adik nya dan rasa sayang yang berlebih membuat dia sendiri tidak bisa jauh dari Jane , mereka hanya salah mengartikan dari saling ketergantungan yang mereka alami selama ini.
__ADS_1
Jane langsung pergi dari hadapan Jerry pikir adiknya membenci nya setelah dia bicara soal pernikahan, tapi ternyata dia tengah mencari kedua sahabatnya yang konyol itu.
keduanya kompak keluar dari toilet yang berada tak jauh dari ruang keluarga.
"Kalian habis dari mana,ayo aku kenalkan pada kakak ku"ucap Jane.
tangan keduanya ditarik maju ke arah Jerry yang kini tengah berjalan menuju tangga.
"Kak... kenalkan ini Rara ini vamela"ucap Jane sambil tersenyum.
"Rara"ucap Rara.
"Jerry"ucap Jerry sambil berjabat tangan yang tidak pernah ia lakukan sebelum nya itu adalah sebuah keterpaksaan hanya demi Jane adiknya.
"Vamela "ucap vamela sambil mengedipkan mata nya, seperti nya sifat vamela kebalik saat ini atau tertukar dengan Rara yang bersikap anggun.
Jerry hanya tersenyum manis setelah itu dia pamit ke atas.
"Kami ingin nggak kamu jalan tapi sepertinya tidak bisa ya, kalau begitu kami pamit dulu"ucap Rara yang langsung di lirik oleh Jerry Yan baru sampai di atas.
"Sorry ya lain kali saja, nanti setelah kakak gue kembali gue ikut Lo semua jalan-jalan"ucap Jane.
"Oke"ujar keduanya yang langsung pergi begitu saja.
sementara Jane langsung masuk ke dalam kamar yang kini Jerry tempati.
kamar Jane.
"Kak... kakak masih laper nggak kalo laper aku akan pesan kan makan siang untuk kakak"ucap Jane.
Tapi Jerry tidak menjawab dia tetap berada di posisi nya sambil menatap kearah luar pemandangan kota yang cukup padat penduduk itu.
"Kita kembali saja"ucap Jerry.
"Kak"
"Aku hampir gila memikirkan keadaan mu disini Jane , aku takut kamu tidak bisa tidur nyenyak dan selalu bermimpi buruk, dan itu akan menggangu kesehatan mu"ucap Jerry yang mengetahui kalau adiknya mengkonsumsi obat tidur setiap hari, setelah Jerry mengecek Cctv,kamar Jane yang sengaja Edgar pasang untuk melihat kondisi putri nya setiap saat melalui asisten nya yang akan mengirimkan rekaman Cctv itu setiap hari nya.
"Tidak kak aku baik-baik saja" ucap Jane.
"Ini yang kamu bilang baik-baik saja"ucap Jerry yang langsung melempar toples obat yang kini berhamburan di lantai.
"Kak!"teriak Jane yang tidak terima kakak nya membuang obat tersebut.
"Jane kamu harus segera berobat agar mimpi itu tidak pernah menghantui mu lagi, lupakan lah di dunia ini tidak ada yang namanya nenek sihir"ucap Jerry tegas.
"Ada kak Angela adalah nenek sihir yang aku maksud, apa kakak tahu aku menderita gara-gara dia selama ini , dan tidak ada seorang pun tau dia berusaha membunuhku saat aku masih kecil saat mommy tidak ada di rumah dan kakak lihat luka ini"ucap Jane yang memperlihatkan bekas luka di bagian perut nya, yang selalu ia tutupi.
"Sayang!!"sontak Jerry berteriak karena kaget melihat luka bekas sayatan di perut Jane .
"Andaikan saja Morin tidak datang saat itu mungkin aku sudah mati di tangan nya, tapi tuhan masih sayang pada ku hingga memberikan ku penyelamat, itulah kenapa??.. aku memilih untuk pergi dari Mension utama saat itu dan tidak memilih mommy atau pun Daddy, aku tinggal di rumah Morin saat itu saat mommy di kabarkan meninggal dunia aku tau semua itu karena Angela hendak membunuh mommy juga"ucap Jane yang membuka semua rahasia yang selama ini ia sembunyikan sendiri, itulah kenapa selama ini ia tidak bisa tidur nyenyak.
Jerry langsung memeluk Jane erat dia merasa sangat menyesal karena dia tidak bisa melindungi adiknya yang hidup dalam kondisi trauma selama ini.
"Kita akan mencari dokter terbaik untuk mengobati mu sayang dan bekas luka itu harus di hilangkan"ucap Jerry.
"Tidak kak, aku tidak ingin menghilangkan bekas luka ini, biarkan ini tetap ada di tubuh ku,agar aku selalu mengingat bahwa mencintai seseorang itu tidak harus memiliki"ucap Jane lirih.
"Kamu bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan sayang masih ada kakak yang akan berusaha mewujudkan nya"ucap Jerry, yang dibalas gelengan kepala.
__ADS_1
"Aku tidak ingin bersikap seperti Angela, yang begitu terobsesi dengan cinta Daddy, lebih baik aku hidup sendiri selama hidup ku dari pada memaksa kan cinta dari seorang yang sudah memiliki pasangan aku akan mengubur perasaan ku dalam-dalam"
"Sayang"