
Jane sendiri saat ini sudah mulai terbiasa dengan mimpi buruk tersebut kadang dia masih sering menangis ketakutan dan jika itu terjadi dia akan memeluk guling yang di semprot parfum.
Pagi ini Jane, sudah bangun sedari subuh dia tidak bisa tidur lagi, mimpi buruk itu selalu menghantui dirinya dan jika itu terjadi dia tidak akan pernah tidur lagi.
rasa perih akibat sayatan itu.masih terasa hingga saat ini,di setiap kali mimpi itu datang.
Jane sudah bersiap untuk pergi kuliah hari ini karena ada kuliah pagi.
sementara kedua sahabatnya saat ini tidak masuk kuliah karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda.
saat Jane tiba di kampus tiba-tiba saja seorang wanita hendak mengerjai nya, dia adalah wanita yang mengaku sebagai orang terkaya raja minyak dunia, entah lah mungkin di dunia khayalan.
"Hey kau kenapa??... berhenti "ucap wanita bernama Ria itu.
"Saya, sedang terburu-buru , jadi maaf bila kalian langsung kehilangan drama Korea , karena aku ada kelas pagi"ucap Jane.
mereka pun menyingkir entah apa maksudnya nya, tapi saat Jane berjalan menuju kelasnya dia melihat orang-orang menahan tawa, saat ini saat tanpa Jane, sadari bahwa ada tulisan yang menempel di belakang punggung nya yang menyatakan sebuah pernyataan bahwa dirinya bau saat ini.
Jane terus berjalan dia tidak menghiraukan apa pun Jane langsung masuk kedalam kelas, hingga semua nya tampak menahan tawanya Jane baru menyadari ada sesuatu yang tidak beres, dan saat dia meraba punggung nya ternyata ada sebuah kertas yang menempel di punggung nya.
Jane sangat geram dan meremas tulisan tersebut.
Jane tidak berbuat apa-apa tapi dia mengirimkan pesan kepada orang-orang nya agar memberi pelajaran pada wanita itu.
Jane pun kembali fokus dengan mata kuliah nya saat ini, hingga jam kuliah berakhir dia pergi menuju restaurant karena perutnya keroncongan minta di isi.
sesampainya di sana dia langsung duduk di pojokan dekat jendela yang menunjukkan pemandangan yang indah.
dia pun memesan steak dan jus mangga karena perutnya sudah sangat lapar saat ini dia pun mulai makan makanan yang dihidangkan oleh pelayan sebelum nya hidangan pembuka khusus restaurant tersebut.
saat dia tengah menikmati itu datang seseorang yang langsung menghampiri meja nya, "Nona Jane aku ingin bicara"ucap Jeremy yang langsung duduk.
"Bicara soal apa??... tuan saya rasa kita tidak punya urusan"ucap Jane .
"Ada... kamu berani mengusik adik sepupu ku Stella di kampus menggunakan orang-orang kepercayaan mu aku tidak terima itu"ucap Jeremy.
"Maaf tuan sebelum kamu menghakimi orang lain apa kamu sempat bertanya atau mencari tahu kebenaran nya terlebih dahulu"ucap Jane santai.
"Aku tidak butuh alasan yang aku tau adikku saat ini sedang mengalami trauma akibat ulah mu dan orang-orang mu"ucap Jeremy penuh penekanan.
"Cepat juga mereka memberikan pelajaran"gumam Jane dalam hati.
"Aku tidak tahu apa-apa yang ku tau adikmu sudah meresahkan para gadis di kampus dengan pamer kekayaan, dan kekuasaan yang tidak seberapa itu"ucap Jane tegas.
"Tapi kamu tidak pernah bermasalah dengan nya Nona, tapi kenapa??...kau melakukan hal itu, jika aku mau butik mu bisa aku gusur saat ini juga , jika kamu tidak juga meminta maaf terhadap kakak ku"ucap Jeremy, yang sudah mulai terpancing emosi.
"Kau mau merusak bisnis ku, hanya karena keponakan ****** mu yang sering bergonta-ganti pasangan, silahkan aku bahkan bisa menghancurkan seluruh bisnis yang kamu miliki dan juga keluarga mu saat aku mau"balas Jane yang kini mulai emosi karena Jeremy , berani mengancam nya.
Jeremy, semakin mengeratkan kepalan tangan nya, memang nya siapa wanita itu yang bisa-bisanya malah mengancam balik .
__ADS_1
"Aku penasaran siapa??...sebenarnya dirimu"ucap Jane.
"Kau tidak perlu tau siapa??.. aku tuan karena aku tidak akan pernah mengusik orang lain jika mereka tidak mengusik ku duluan"ucap Jane datar gadis itu berubah menjadi dingin, saat ini dia langsung memanggil pelayan yang tengah berdiri tak jauh dari tempat ia duduk saat ini.
"kak... tolong kemari"ucap Jane sopan pada pelayan itu yang terlihat lebih tua di atas nya.
"Iya nona ada lagi yang anda perlukan "ucap pelayanan tersebut.
"Tidak kak... aku sudah tidak berselera untuk makan ini aku bayar"ucap Jane memberikan black card nya langsung, hingga membuat Jeremy termenung, bukan karena dia tidak pernah melihat itu tapi black card di pegang seorang mahasiswi, Jeremy berpikir mungkin kah dia adalah wanita kaya raya atau kah seorang simpanan Jerry bergumam dalam hati.
Jane langsung pergi setelah melakukan pembayaran, dia tidak perduli dengan Jeremy yang terus mengikuti nya hingga tiba di mobil sport milik nya.
"Siapa sebenarnya wanita ini"gumamnya lirih.
"Untuk apa ??...kau terus mengikuti ku tuan, aku tidak punya urusan lagi dengan mu, jika kamu ingin menggusur butik milikku silahkan saja lakukan, tapi jangan pernah menyesali jika semu milikmu akan hancur tak bersisa"ucap Jane pelan tapi penuh penekanan.
"kita masih punya urusan Nona,kau harus tanggung jawab atas kejadian yang menimpa adikku dia sekarang mengalami trauma berat karena kau menyuruh orang-orang mu melempar dia pada mucikari"ucap Jeremy.
"Aku tidak memerintahkan itu, tapi kamu bisa tanya pada mucikari itu, siapa adikmu yang sebenarnya, jangan hanya mencari tahu tentang ku, tapi selidiki dengan benar siapa adikmu selama ini, jangan orang lain yang terus kau urus perhatikan juga keluarga mu"ucap Jane tegas.
Jeremy, langsung mencekal lengan Jane, saat ini dia tidak terima ada wanita asing yang menceramahi dirinya menurutnya selain ibu dan kakak perempuan nya tidak boleh ada satu orang pun yang menceramahi dirinya.
"Kau berani menceramahi ku,kau belum tahu akibat nya"ucap Jeremy yang langsung memberi kode pada para bodyguard nya saat itu juga untuk membawa Jane ke suatu tempat.
Jane hanya tersenyum saat mereka membawa nya.
saat orang-orang itu hendak membawa Jane, tiba-tiba segerombolan pengawal bayangan yang diperintahkan oleh Edgar untuk melindungi Jane selama ini datang menghadang langkah mereka.
"lepaskan Nona muda"ucap salah satu ketua pengawal tersebut.
"Owh kalian ingin main keroyokan" ucap Jeremy, sambil tersenyum sinis.
"Sebaiknya kamu mengalah saja tuan jika tidak aku khawatir kau akan babak belur"ucap Jane.
"Kau ingin aku lepaskan Nona, ucap Jeremy yang kini langsung mencium bibir Jane tanpa aba-aba, dan itu membuat Jane kaget sekaligus malu dibuatnya,ini dihadapan orang banyak.
"Kalau kamu punya kekuatan, aku punya seribu cara untuk mengelabuhi musuh"ucap Jeremy sambil tersenyum.
"Kalian meminta aku melepaskan kekasih nakal ku ini itu tidak mungkin, apa kalian ingin melihat kami making love disini"ucap Jeremy yang membuat semua orang yang tengah melihat nya merasa malu sendiri.
"Jangan macam-macam , saya tau Nona, Jane tidak pernah memiliki kekasih atau dekat dengan pria selain tuan muda Jerry"ucap ketua pengawal itu.
"Baiklah sayang seperti nya kita perlu membuktikan pada mereka bahwa"
"Aku bukan kekasih mu, dan kau sudah kurang ajar pada ku, hari ini beri dia pelajaran"ucap Jane yang kesal dengan Jeremy yang berani mencium nya.
akhirnya mereka pun berkelahi dan Jane pergi dengan mobilnya,di ikuti oleh mobil Jeremy yang kini sengaja mengejar nya sementara Jane di kawal oleh para bodyguard nya.
dia sendiri tidak sadar jika Daddy nya mempekerjakan orang sebanyak itu untuk melindungi nya, Jane terharu dia menitikkan air mata, selain kakak nya ternyata Daddy nya begitu menyayangi nya.
__ADS_1
🌹💖💖💖🌹
Di Paris bukan Jeny, yang menikah melainkan Jerry, yang bertunangan dengan gadis yang bahkan tidak diketahui bagaimana asal-usul nya, tapi Edgar dan Juli, lebih peduli pada kebahagiaan anak pertama nya itu.
Jerry, memang mencintai wanita itu meskipun dia tidak pernah tau siapa gadis yang bersama dengan nya saat ini yang dia tahu Dena, selalu membuat dia nyaman saat berada di dekat nya, tapi ada satu hal yang membuat Jerry sedih saat ini pernikahan dadakan itu tidak dihadiri oleh adiknya yang bahkan tidak tau dan sengaja tidak diberi tahu bahwa dia akan menikah Jerry, tau adiknya akan sangat sedih mengingat kedekatan mereka selama ini Jane tidak pernah rela Jerry menjadi milik orang lain karena itu artinya dia akan kehilangan kasih sayang Jerry.
Jerry hanya bisa mengingat Jane di dalam hati saat ini karena pesta pernikahan nya sudah selesai dan kini mereka berdua masih berada di hotel, Jerry sengaja mengadakan pesta kecil-kecilan tidak mengundang rekan bisnisnya hanya keluarga dari mommy dan Daddy nya, kecuali Jane dia meminta semua orang merahasiakan nya.
sementara Jane sudah tiba di apartemen milik nya Jane langsung masuk ke dalam dan terus berjalan menuju kamar mandi, Jane langsung mandi tidak lupa membasuh bibir yang tadi dicium oleh Jeremy.
tiba-tiba saja ia merasakan sakit di bagian ulu hati nya entah kenapa??... tanpa sebab yang jelas hati nya terasa sakit Jane pun mencoba untuk rileks dan berendam dalam bathtub .
Jane bahkan menangis tanpa sebab, saat ini entah apa yang terjadi Air mata nya tidak bisa ia bendung meleleh begitu saja.
"Apa yang terjadi kenapa??... aku bisa begini, aku tidak memikirkan apa pun tapi kenapa??... ucap Jane yang semakin lama Air mata itu semakin deras mengalir begitu saja.
Jane yang merasa jengkel pun, dia langsung mengakhiri acara berendam nya dan langsung membilas busa sabun tersebut,lalu menggunakan bathrobe dan lilitan handuk di kepala ia berjalan keluar saat ini ponsel nya terus berbunyi tanda pesan masuk Jane langsung mengambil dan membuka nya.
"Tumben kak Jeny, mengirim pesan"ucap Jane lirih, dia yang merasa heran langsung membuka pesan yang kakak nya kirim kan.
✉️"Jane apa kamu masih menganggap bahwa kak Jerry sangat menyayangi mu tidak kah kau ingin melihat ini"Jeny.
Deg...
Jane merasakan sakit di hatinya, setelah membaca beberapa chat yang Jeny kirim kan tidak beberapa lama Jane mendapatkan kiriman video pernikahan Jerry dan juga berbagai foto, pernikahan nya bahkan foto keluarga besarnya pun terpanggang jelas di sana.
Air mata Jane langsung meluncur turun tanpa aba-aba, dia merasa sangat terluka, bukan karena pernikahan itu, tapi karena seluruh keluarga besar nya tidak ada satupun yang memberitahu nya bahkan Jerry sendiri tidak memberi tahu itu hingga saat ini, tangis Jane pun pecah saat ini hingga dia sudah tidak kuasa lagi menahan rasa sakit nya, dia terduduk lemas di lantai, dia merasa sudah tidak ada yang menganggap nya sebagai keluarga lagi tidak ada lagi orang yang peduli dengan nya dalam hati Jane pun bertekad untuk tidak pernah kembali pada mereka dan Jane, akan hidup sendiri mulai saat ini dia bahkan akan meninggalkan pasilitas yang Daddy nya berikan, tidak ada Daddy tidak ada mommy Jerry maupun yang lainnya mulai saat ini dia sendiri.
Jane berusaha bangkit dari duduknya dia melangkah gontai menuju walk-in closed dia mengemasi barang-barang nya, kedalam koper yang pasti bukan barang pemberian kedua orang tua nya itu adalah tabungan hasil kerja keras nya, dia menyimpan black card, dan kartu lainnya yang dia bawa hanya rekening Bank milik nya pribadi , Jane pergi membawa satu buah koper dia akan mencari rumah untuk tinggal sementara sampai dia mendapat kan pekerjaan lagi.
sementara seseorang melaporkan kepergian Jane pada Jerry dan Edgar.
di sini lah Jane di sebuah rumah berlantai dua yang ia beli dengan uang hasil kerja keras nya, rumah berharga dua miliar itu, memiliki sebuah ruangan khusus di lantai bawah yang bisa ia jadikan butik sementara agar dia tidak perlu jauh-jauh dan bisa bekerja, setelah satu Minggu mengurus semuanya sendiri tanpa memberitahu semua nya, saat ini dia tengah menata gaun hasil rancangan nya yang baru beberapa bulan ia kerjakan bahkan dia memberikan nama nya sendiri di setiap gaun dan pakaian yang ia desain sendiri.
setelah selesai dia langsung menghubungi teman nya Rara dan vamela, dia meminta mereka datang ke rumah barunya yang cukup besar dan nyaman itu.
Rara dan vamela benar-benar kaget saat mengetahui Jane memutuskan untuk pergi dan meninggalkan semua pasilitas yang orang tuanya berikan, tapi mereka selalu mendukung apapun yang Jane lakukan semua demi kebaikan nya.
saat ini mereka tengah barbeque di taman belakang Jane mempekerjakan seorang asisten rumah tangga seorang wanita berusia empat puluh tahun namanya Ijah.
Jane memanggil nya Bibi tanpa nama wanita itu berasal dari Jawa Jane menerima nya bekerja, karena wanita itu sungguh sangat memprihatikan terlunta-lunta di jalan karena sempat di jambret orang.
Jane juga mempekerjakan seorang pria paruh baya sebagai sopir pribadi dan tukang bersih-bersih halaman sementara bi Ijah fokus mengurus rumah dan memasak.
"Jane"panggil Rara yang kini tengah santai di atas kasur yang mengapung di kolam renang sedang kan vamela, tengah sibuk membantu Jane memanggang daging dan lain nya.
"Rara... bagaimana??... dengan gebetan baru nya"ucap vamela.
"Jangan gosip Lo gue masih nunggu pangeran tampan gue kembali"ucap Rara yang langsung membuat Jane mematung dia ingat dengan semua rasa sakit nya.
__ADS_1