Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Pria yang sama#


__ADS_3

mereka pun mengobrol panjang lebar hingga Juni memutuskan untuk kembali ke Mension, wanita itu kembali tepat pukul empat pagi rencana nya dia akan cuti kuliah untuk beberapa hari ini, karena dia harus menemani mommy nya, yang terlihat menyembunyikan sesuatu dari mereka semua.


Juni berjalan menuju kamar Vierra, dilihat nya, wanita cantik yang telah melahirkan nya itu tengah berbaring meringkuk dan tetesan air mata yang ada di sudut mata nya itu membuat Juni mengepalkan tangannya.


gadis itu langsung memeluk sang Mommy, dan mengecup puncak kepala ibunya itu.


Vierra yang merasakan kehadiran putri nya itu langsung memeluk erat putri nya, tangis itu kembali pecah, Juni, menahan diri sekuat tenaga untuk tidak ikut menangis karena suaranya begitu memilukan.


"Mommy minta maaf sayang, jika karena keegoisan mommy kalian harus hidup terpisah dari Daddy kalian semua, mommy harap kalian tidak membenci mommy dan Daddy, kalian sudah lebih dewasa, kalian bisa menentukan akan hidup bersama dengan siapa? mommy tidak akan menghalanginya jika kalian memilih tinggal bersama dengan Daddy kalian, asal kalian bahagia mommy rela kalian pergi"ucap Juli yang menangis sesenggukan.


"Tidak mommy, aku tidak membenci mommy, karena sudah seharusnya mommy lakukan ini sedari dulu, karena tidak akan ada wanita yang tahan jika di khianati, semua wanita juga tidak akan sanggup dan yang mommy lakukan adalah demi kebaikan maka dari itu aku akan terus bersama dengan mommy, hanya mommy milikku, dan hanya mommy yang aku miliki sampai kapan pun"ucap Juni.


"Sudah ya mommy jangan pikirkan yang lain-lain besok aku akan mengirim Jessi, untuk pulang ke Paris"ucap Juni tegas.


"Jangan sayang biarkan dia tetap disini, mommy tidak ingin dia mengalami kesedihan saat dia disana nantinya"ucap Vierra lagi.


"Baiklah tapi ijinkan Juni, memberikan dia pelajaran"ucap Juni.


"Tidak sayang biarkan dia belajar memahami kehidupan nya sendiri"ujar Vierra.


"Baiklah mommy, tapi Juni harap ini adalah Air mata terakhir yang Juni lihat, Juni tidak ingin mommy melihat mommy menangisi pria berengsek itu lagi"ucap Juni.


"Dia tidak seperti yang kamu katakan nak, dia itu Daddy mu kamu harus menghormati nya juga"ucap Vierra.


Vierra pun menyelimuti tubuh mereka berdua memeluk putri nya, mengelus puncak kepala Juni dengan penuh sayang, Vierra, sadar putri nya yang satu ini adalah gadis yang paling cerdas yang sudah bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk tapi wanita itu tidak ingin putri nya membenci pria yang masih berstatus suami nya itu, karena Jerry tidak pernah ingin berpisah dengan nya, hingga saat ini.


pagi hari tepat pukul tujuh, Arjuna datang berkunjung hendak mengajak Juni untuk pergi menuju rumah sakit, karena dia yakin Vivian, belum diijinkan pulang setelah Jerry meminta melakukan pemeriksaan ulang untuk yang kedua kalinya, bahkan Jerry mendatangkan dokter yang dari Amerika langsung, tanpa sepengetahuan Vierra, Arjuna tau itu setelah Daddy nya itu memberitahu Jane adiknya yang tak lain adalah mommy nya sendiri.


sementara itu di sebuah rumah yang terlihat megah, seorang pria yang sempat terlihat oleh Juni dan Jane, tengah berdebat dengan keluarga nya yang lain, karena dia sudah menemukan wajah yang benar-benar mirip dengan nya, yang ia kira sebagai adik kembar nya yang hilang dua puluh dua tahun yang lalu itu.


"Tidak sayang mungkin kamu salah lihat karena jelas-jelas penculik nya bilang pada kami bahwa balita itu sudah dibunuh nya dan saat itu jasad nya langsung dibuang ke kali"ucap seorang wanita paruh baya.


"Apa? Mama percaya begitu saja mam, bisa saja mereka berbohong, lihat mam..ini lihat pria bernama Arjuna ini mirip sekali dengan Argha mam, Argha rindu ingin punya adik sedari dulu, dan Argha mohon temui dia mam, aku lihat dia tinggal di kota yang sama dengan kita"ucap pria yang bernama Argha itu tengah mendesak ibunya untuk membawa Arjuna kembali ke keluarga nya.


sementara itu di sebuah rumah sakit orang yang sedang mereka bicarakan tengah berjalan merangkul bahu, kakak sepupu angkat nya, dia adalah Arjuna dengan Juni yang kini tengah melihat postingan nya di sosial media Arjuna, dan saat ini Juni juga memosting foto nya dengan Arjuna menggunakan ponsel Arjuna.


karena Juni, dijauhi temannya yang mengira bahwa dirinya adalah les**akhirnya dia pun memperlihatkan foto dirinya dengan Arjuna dengan caption, #Kapan lagi bisa berjalan dengan cowok ganteng seperti ini#hingga akhirnya dibanjiri kolom komentar yang begitu beraneka ragam,ada juga yang patah hati, karena Arjuna, ternyata banyak penggemar dan yang lebih dahsyat lagi, ada yang bilang bahwa Juni, tengah pencitraan, hingga Juni kembali memotret dirinya dengan posisi seakan mereka tengah berciuman .


hingga akhirnya Arjuna, geleng-geleng kepala, entah kapan, Juni bisa serius dengan nya, karena selama ini Arjuna, selalu memendam rasa suka nya terhadap Juni, gadis tangguh yang selalu menjadi garda terdepan bagi keluarga nya selama ini.

__ADS_1


Juni terus berjalan hingga bersorak riang karena akhirnya mereka berdua tiba di depan pintu ruang VVIP, tempat kakak nya berada, tapi dia langsung menjerit saat melihat Vivian, tergeletak tak sadarkan diri di samping ranjang, darah menetes dari hidung mancung nya itu.


"Kakak!"teriak Juni yang langsung mengangkat tubuh Vivian setelah berada di dekat nya, Juni langsung dibantu oleh Arjuna , yang langsung memanggil dokter lewat tombol emergency yang anda di atas headbord .


tidak lama dokter pun berlarian, menuju kamar rawat Vivian, karena keadaan Vivian, adalah pasien dengan kanker dara terganas yang bahkan penyebaran nya begitu cepat, akhirnya Juni langsung menghubungi sang mommy dan memberitahu bahwa kakaknya pingsan dan terjatuh dari ranjang.


sementara Jerry, sudah terbayang ke Indonesia sedari kemarin sore kemungkinan nya sebentar lagi dia sampai di Jakarta, Vierra sendiri yang tidak tau bahwa keadaan Vivian, sangat parah hari ini dia langsung tak sadarkan diri saat diberitakan tentang kenyataan pahit ini, dan Vierra pun harus segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena saat ini detak jantung nya mendadak lemah.


"Ya Tuhan apa? lagi yang harus aku lewati saat ini Tuhan aku tidak sanggup lagi"ucap Juni, sambil terduduk di kursi tunggu menunggu mommy nya, sementara Arjuna berada di ruangan Vivian, sambil menunggu yang lainnya datang.


Juni, menangis sesenggukan sambil memeluk lutut, sementara seorang suster mencoba membuat dia tenang hingga seorang pria datang menghampiri Juni.


pria yang tak lain adalah Daddy nya sendiri, dia langsung membawa putrinya itu kedalam dekapan nya.


🌹💖💖💖🌹


"Kali ini apa? lagi yang harus aku tanggung tuhan, kakak ku terkena kanker, dan mommy terkena serangan jantung aku, tidak sekuat itu aku mohon sembuhkan mereka berdua"ucap Juli yang terus berusaha melepaskan diri, gadis itu benci pada Jerry yang kini memeluk nya.


Jordan langsung mengambil alih Juni, sementara Jerry menemui Vierra, yang terbaring lemah dengan kabel-kabel menempel di tubuh nya, dengan oksigen dan juga lainnya.


Jerry terduduk lemas di samping istri nya itu, betapa terluka nya dia melihat keadaan istrinya saat ini, dia benar-benar telah menderita seorang diri, membesarkan keempat anak nya, setelah memutuskan untuk pergi dari kehidupan nya .


sementara itu Arkana langsung terduduk lemas saat melihat kekasih nya itu terbaring lemah dengan wajah pucat bahkan dia terlihat sangat kesakitan, jika kemarin dia setuju dengan apa? yang dikatakan oleh dokter yang pertama kali memeriksa nya yang mengatakan bahwa Vivian hanya sedang mengalami demam biasa, kini matanya benar-benar dibuat tidak percaya dengan adanya penyakit kanker darah tersebut.


Vamela, dan Vio Jay dan Hay, bergantian melihat kedua keluarga mereka saat ini yang keduanya tengah terbaring lemah.


Jerry langsung memutuskan untuk membawa putrinya dan juga Vierra, istrinya ke Amerika, seperti yang pernah ia lakukan dulu saat Vierra mengalami hal yang sama, dan seluruh keluarga sudah diperiksa, begitu juga Vero yang baru datang sendiri karena Viona tengah hamil muda dan tidak bisa bepergian jauh karena tengah mengandung.


Jerry mulai menyiapkan semua nya, tidak tanggung-tanggung: dia menyewa pesawat Boeing untuk berangkat ke Amerika saat itu juga, Juni Jessi menyiapkan kebutuhan Vierra dan juga Vivian dibantu oleh Vamela, setelah selesai mereka pun berangkat menuju bandara lebih dulu, sementara seluruh keluarga sudah bersiap untuk pergi dengan kedua pasien yang ada di pesawat tersebut, Vivian dan Vierra.


sementara itu Arkana langsung berangkat saat itu juga beruntung dia selalu menyediakan koper berisi pakaian nya yang selalu ia bawa kemanapun Dengan data dirinya termasuk paspor dan yang lain nya, kali ini kemungkinan besar dia akan tinggal lama di Amerika, karena dia harus memberikan support kepada kekasihnya.


hingga dia akan menghandle perusahaan dari negara tersebut.


sementara dokter sudah menyiapkan donor tulang sumsum, yang terbaik adalah sumsum tulang Juni, yang cocok dengan Vivian.


dan gadis itu yang tidak pernah jauh dari kakak sepupu nya, Jay, dan Hay.


hingga menimbulkan rasa iri di hati Arjuna.

__ADS_1


Arjuna memilih untuk duduk bersama dengan sang mommy saat ini karena semua sudah berpasang-pasangan.


sementara Jordan dan Vamela, Juni dan Jay, dan Jessi dan Hay.


Jerry berada di klas bisnis menjaga istri sekaligus putri nya yang kini keduanya sudah siuman, disana juga ada Arkana bersama Jerry dan kedua asisten mereka.


sepanjang perjalanan, mereka terus bersama dan bergantian menjaga kedua pasien, yang juga terdapat dua dokter ahli yang kembali ikut serta dalam pesawat tersebut untuk memantau kondisi Vivian, dan Juli, yang kini sudah bisa duduk bersandar Jerry tidak pernah jauh dari anak dan juga istri nya itu terutama Vierra, yang baru saja sedikit membaik.


"Sayang kamu ingin sesuatu"ucap Jerry lembut.


"Aku sudah tidak sanggup, aku ingin mati saja saat ini"ucap Vierra.


"Vierra , sayang jangan bicara seperti itu, kita bisa bicara baik-baik semua akan ada jalan keluar nya, putri kita akan selamat, ingat kita juga bisa bertahan hidup hingga sekarang dan sembuh total"ucap Jerry lembut sambil membawa dia ke dalam pelukan nya.


Arjuna sendiri pura-pura tidak sadar bahwa tempat duduk Jay, adalah yang kini ia tempati, malam semakin larut waktu menunjukkan pukul 00:30 Arjuna bahkan pura-pura tertidur pulas di pundak Juni, yang kini tengah menatap kearah nya.


"Arjuna kau salah menumpang ini tempat Hay, ucap Juni.


"Aku ngantuk sayang jangan ganggu aku tidur"ucap Arjuna yang langsung menggosok matanya saat ini.


Juni pun malah mengelus puncak kepala Arjuna, dia tidak tega sepupunya yang sama sekali tidak beristirahat barang sejenak pun, setelah pria itu sakit.


sementara itu Jay tengah menatap nya sebal dia punya ide, seakan sedang berada di rumah mereka, Jay, mengoleskan minyak urut mungkin itu milik penumpang lain yang ada di samping kursi pesawat mungkin juga milik pramugari cantik yang ikut di dalam pesawat Boeing tersebut untuk melayani keluarga besar Jerry.


hingga kini pagi menjelang mereka semua sudah terlelap dalam tidur nya, hingga pukul sepuluh siang, mereka pun kembali beraktivitas ada yang mencuci wajah,ada yang ada yang mandi dan juga ada yang buang air, hanya Arkana, yang bangun terlalu pagi bahkan seakan tak pernah tidur, selama di perjalanan, Vivian yang melihat kekasihnya seperti saat ini dia berbicara lirih.


"Arkana istirahat lah jangan sampai kamu sakit,aku tidak ingin kamu kenapa-napa, sudah cukup aku saja yang menyusahkan semua orang"ucap Vivian.


"Vivian sayang jangan berbicara seperti itu, aku akan baik-baik saja, begitu juga dengan mu,aku harap kamu bisa bertahan hidup ada aku yang akan selalu menjagamu.


"Tidak Arkana, kamu harus mulai memikirkan orang lain, aku tidak mungkin selamat, apa kamu lihat hanya dalam hitungan hari, kondisi ku, sudah separah ini, semoga kelak jika aku tidak selamat kamu akan bisa menemukan orang yang tepat, aku akan bahagia di alam sana melihat kau keluarga ku hidup bahagia"ucap nya sambil menerawang.


"Tidak sayang, tidak akan pernah, jika itu terjadi, lebih baik selama nya aku tidak menikah dan akan menunggu mu hingga akhir hayat ku nanti kita akan kembali bersama"ucap Arkana.


"Tidak, jangan lakukan itu,aku akan merasa sangat berdosa pada mu, aku akan sangat merasa bersalah karena telah membuat pria sebaik dirimu merasa kehilangan hingga tak ingin lagi melihat keindahan dunia lain"ucap Vivian menatap sendu.


"Jangan pernah mendahului tuhan karena yang maha kuasa tidak akan pernah memiliki kesulitan untuk melakukan apapun, jika tuhan bilang terjadi maka terjadilah, dan takdir Tuhan lebih indah dari semua yang indah menurut manusia"ucap Vierra, yang kini mendekat ke arah putri nya.


"Mommy, jika Vivian, sudah tidak ada lagi nanti tolong bilang pada Arkana, yakinkan dia untuk mencari wanita lain"ucap Vivianyang langsung di bungkam oleh Vierra.

__ADS_1


__ADS_2