Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Tak kunjung kembali#


__ADS_3

setelah perjalanan yang cukup jauh dengan menggunakan taksi, Juli kembali ke kota asal nya seorang diri dalam keadaan hancur,se hancur-hancur nya.


betapa tidak, orang yang selama ini menjadi keluarga nya, dengan begitu tega menikam ia dari belakang, selama ini yang Juli,tau Jordan, kekasih nya,telah pergi karena rasa kecewanya pada Juli, tapi dia sempat pamit dengan cara baik-baik untuk menenangkan hati dan pikiran nya, dia pergi ke luar negeri, tepat di saat Juli di usir dari keluarga nya.


Juli pikir Jordan, benar-benar ingin pergi untuk sementara dan suatu hari nanti dia akan kembali pada nya, tapi saat ini kenyataan itu benar-benar membuktikan bahwa seluruh orang yang selama ini hidup dengan nya, telah mengkhianati nya.


sesampainya di kota kelahirannya, dia langsung datang ke gedung perhelatan Akbar pernikahan mantan pacar nya itu, semua belum usai saat Juli, tiba di sana mereka sedang mengadakan pesta dansa.


Juli datang dan menerobos masuk meski scurity telah mengusir nya, saat itu, tapi dia tidak menggubris nya.


sampai lah dia ditengah kerumunan orang-orang yang munafik, Juli bahkan menjadi pusat perhatian karena dirinya hadir dengan pakaian yang bukan seharusnya ia kenakan di pesta pernikahan itu melainkan dress rumahan meski itu termasuk limited edition, karena Edgar, selalu memberikan yang terbaik untuk wanita nya.


"Juli,...honey!! kamu di sini"ucap Jason yang hendak mendekat tapi, lengan kekar tersebut, langsung di tarik oleh istrinya yang tak lain adalah sepupunya sendiri.


"Honey, wanita ****** itu tidak pantas kamu kasih hani dia adalah seorang wanita murahan"ucap Natalie.


"Stop... Natalie, aku kesini bukan untuk minta di kasih Hani aku datang untuk mengembalikan harga diri ku, yang telah kalian nodai selama ini aku diam dan tak pernah membela diri,itu semua karena aku masih menghormati kedua orang tua ku, tapi nyata nya mereka adalah penghianat terbesar yang selama ini aku agung-agungkan,kini terbukti di saat putri nya menjalani kehidupan sulit di luar sana, mereka benar-benar tidak pernah perduli lagi pada ku, bahkan saat aku membutuhkan bantuan mereka malah memberikan aku tamparan keras yang masih ku ingat hingga saat ini.


"terimakasih mommy, Daddy , terimakasih sekarang aku sadar bahwa kasih sayang kalian selama ini ternyata palsu, dan untuk mantan mertua ku,ku ucap kan terimakasih atas jebakan yang membutuhkan rasa manis, dengan sandiwara dan jebakan mu itu,kini aku sudah menjadi milik pria sukses dan tidak memperlakukan ku seperti sampah"ucap Juli, yang langsung berlari pergi dengan tangis nya.


"Honey tunggu"ucap Jason, yang berlari mengejarnya, tapi Juli,benar benar telah di kecewakan, dia pergi tidak menunggu Jordan


sepanjang perjalanan Juli menangis seorang diri, hingga sampai di rumah sakit tempat putra nya di rawat karena masih menjalani pemulihan dan memantau kondisi paca operasi untuk memastikan bahwa dia benar-benar sudah membaik .


sesampainya di ruangan tersebut Juli membersihkan diri karena dia masih menyimpan baju di lemari nakas tempat penyimpanan barang.


setelah selesai barulah masuk kedalam ruangan utama,kamar VIP tersebut.


Juli tertidur pulas di samping putra nya, pagi itu, sementara Edgar yang kini sudah bersiap untuk pergi ke kantor dia merasa ada yang hilang dari nya.


Edgar duduk di kursi depan meja makan tersebut sambil meminum kopi buatan kepala pelayan,kala Juli tidak ada dialah yang melayani semua kebutuhan nya.


"Apa?... dia belum kembali"ucap Edgar.


"Belum tuan muda nona Juli tidak kembali dari kemarin malam"ucap kepala pelayan tersebut.


"heumm"Edgar memberikan respon, sesaat kemudian dia langsung menelpon seseorang.


📱"dimana?... dia, apa?? dia baik-baik saja"ucap Edgar.


📱"Nona Juli berada di rumah sakit tuan, dia menemani putra nya"ujar seseorang di seberang telpon.


📱"baiklah awasi dia, pastikan dia baik-baik saja, dan urus semua keperluan nya"ucap Edgar yang langsung menutup telepon.


Edgar, langsung berangkat tanpa menoleh ke arah sarapan pagi nya, dia tidak berselera karena wanita nya tidak ada di sisi nya.


Edgar, pun beraktifitas seperti biasa dia memimpin rapat, dan mengurus semua pekerjaan nya yang semakin hari semakin menumpuk , untuk ia tinjau atau sekedar membubuhi tandatangan,pada setiap berkas yang ada di meja kebesaran nya.


tapi ada yang lain, saat ini dari diri nya, seperti saat ini, bayangan kekecewaan Juli, sesaat sebelum dia pergi, Juli terlihat tampak terluka dalam dan hancur, saat melihat mantan kekasih nya menikah dengan sepupunya seperti yang diketahui oleh Edgar, wanita itu belum putus dari Jordan.


Edgar, tanpa sadar mengeratkan tangan nya, dia saat ini dia merasa sangat marah, saat sadar wanita nya, masih mencintai mantan nya yang bahkan tidak pernah ada kata putus.


"Aku tidak bisa berdiam diri melihat ini, Juli aku tidak suka dengan kenyataan bahwa kau masih mencintainya,kau hanya milikku, milikku"gumam Edgar.


Edgar langsung berdiri dan meraih jas dan ponsel nya, dia langsung meminta asisten pribadi nya untuk menyiapkan mobil, Edgar merasa harus menemui Juli, saat itu juga.

__ADS_1


dia pun turun menggunakan lift, pribadi nya, sesampainya di lobi gedung dia langsung disambut sopir pribadi nya, tapi Edgar malah meminta kunci mobilnya itu, dia hanya ingin pergi sendiri ke sana.


Edgar pun masuk ke dalam mobil dan langsung melaju kan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Edgar ingin segera menemui wanita yang membuat nya resah tersebut, Edgar terus bergumam sepanjang perjalanan, dia benar-benar tidak terima Juli menangis, untuk mantan nya itu.


entah kenapa?.. Edgar sendiri tidak menyadari sikap posesif nya itu, dia tidak sadar bahwa perasaan nya saat ini mengarah kepada rasa cinta tapi dia belum menyadari hal itu.


sesampainya di parkiran rumah sakit, Edgar, langsung bergegas menuju ruangan dimana Jerry, putra nya dirawat, saat ini, Edgar yang selalu memantau perkembangan Jerry, hari ini dia ingin mendatanginya langsung bukan untuk putra nya, tapi ibu dari putra nya itu.


sesampainya di sana, terlihat Juli masih tertidur pulas, hanya Jerry, yang kini tengah duduk bersandar di bed tersebut,sambil memberikan isyarat agar Daddy nya itu tidak membangunkan mommy nya yang terlihat sangat lelah.


satu jam sudah Edgar, berada di sana dia bahkan memangku putra nya itu dan dibawa nya ke sofa dengan sangat hati-hati.


"Jam berapa ??...mommy mu tidur"ucap Edgar.


"Pukul enam pagi"ucap Jerry, yang tahu kedatangan mommy nya itu.


"Owh,ya ampun tidur sudah seperti orang mati saja"ucap Edgar, kesal.


"Daddy, jangan ganggu mommy, nanti dia nangis lagi"ujar Jerry.


"mommy mu nangis?..."ucap Edgar lagi.


"Ya mommy, nangis dia bilang calon papa ku menikah dengan Tante sepupunya mommy"ucap Jerry.


"Dia bilang begitu pada mu"ucap Edgar, sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"Mommy, tadi sempat mengigau dan menangis, dan aku tau siapa Jordan, dan sepupu mommy, walaupun mommy, tidak pernah membawa mereka ke hadapan ku, tapi dia selalu bercerita tentang mereka semua"ucap Jerry.


Edgar, menatap tajam kearah wanita yang kini tampak tengah tertidur pulas tanpa beban.


"berani sekali kau mengotori pikiran putra ku, dengan menyebut pria pengecut itu sebagai calon papa nya"gumam Edgar dalam hati.


lalu Edgar menghampiri wanita nya itu.


"mau sampai kapan kau tidur dan melupakan kewajiban mu heuhhhhh"ucap Edgar, tepat di telinga Juli, yang langsung membuat wanita itu terbangun dari tidurnya dengan keadaan kaget.


"T tuan"ucap Edgar.


"Ya ini aku, kenapa??... apa karena kekasih mu itu telah membuat mu sakit hati, jadi kau bisa seenaknya melupakan kewajiban mu heuhhhhh"ucap Edgar marah.


"Ma maafkan saya tuan"ucap Juli.


"Cepat bersiap aku tidak punya waktu lagi, mulai saat ini Jerry, akan dirawat di rumah"ucap Edgar.


"Tapi tuan, Jerry masih harus memulihkan kondisi tubuh nya"ucap Juli.


"Apa bedanya di sini dan disana jika perlu aku akan meminta pihak rumah sakit, untuk mengalihkan peralatan yang kini digunakan putra mu"ucap nya tegas.


"Baik"ucap Juli, yang langsung bangkit dari tidurnya.


🌹💖💖🌹


Setelah Juli pergi bersama Edgar terlebih dahulu pulang ke Mension, sesampainya di sana, Edgar langsung menyuruh Juli menyiapkan makanan untuk nya Edgar sudah sangat lapar, karena sedari pagi pria itu sama sekali tidak memakan apa pun hingga malam ini perut nya terasa sakit.


sementara Juli langsung masuk ke dalam kamar mereka dan menyiapkan air hangat untuk Edgar mandi dan menyiapkan baju ganti di letakkan di tempat nya.

__ADS_1


setelah itu barulah Juli pergi ke dapur untuk memasak makan malam untuk Edgar.


setelah selesai memasak Juli menghidangkan nya di atas nampan dan membawa nya ke dalam kamar nya.


dilihat nya pria itu tengah bersandar di kepala ranjang, dan masih menggunakan bathroob.


"Tuan, apa??... baju nya salah"tanya Juli karena Edgar tidak memakai pakaian yang telah ia siap kan.


"Aku tidak bisa menggunakan pakaian ku, karena perutku sangat sakit"ucap Edgar.


"Owh ya ampun, apa Anda tidak makan seharian ini, saya panggil kan dokter ya biar anda di periksa"ucap Juli, sambil menyimpan nampan di atas nakas.


"Tidak perlu, kamu suapi aku saja, setelah itu aku akan minum obat"ucap Edgar


"Baiklah"Ucap Juli sambil duduk di tepi ranjang dengan posisi menyamping menghadap Edgar agar mempermudah untuk menyuapi nya makan.


"A...,"ujar Juli dan Edgar pun menerima nya


ada kebahagiaan tersendiri di hati Edgar, saat ini, tapi sedetik kemudian ia merasa kesal kembali, saat teringat Juli tak kunjung kembali, dan menyebabkan dia kesakitan seperti saat ini.


"Sekalian kau juga makan, setelah ini aku ingin tidur dalam pelukan mu"ucap Edgar tegas Juli pun makan dengan menu yang sama dan dari piring dan sendok yang sama seperti permintaan Edgar, saat ini, setelah semua nya habis mereka juga minum dari gelas yang sama.


setelah itu Juli memberikan dia obat yang tersedia di laci nakas tersebut.


Edgar pun berbaring setelah itu Juli pergi untuk menyimpan bekas makan mereka dan langsung bergegas kembali ke dalam kamar langsung membersihkan diri dan berganti pakaian, dengan pakaian tidur yang cukup menerawang seperti yang selama ini Edgar, siapkan untuk nya.


Edgar, yang sedari tadi menatap nya, dia langsung meminta Juli, tidur di sampingnya dan langsung memeluk nya, mereka tertidur pulas hingga pagi menjelang.


"Tuan bangun ini sudah pagi, saya akan menyiapkan air untuk mandi tuan"ucap Juli, yang kini masih di peluk oleh pria tampan itu.


"Sebentar lagi, biarkan seperti ini, apa kau tidak merindukan ku, setelah meninggalkan ku waktu itu"ucap Edgar.


"Tuan, apa yang anda katakan, rindu itu tidak mungkin, karena kita tidak memiliki hubungan apapun selain kontak kerja"ucap Juli tiba-tiba, membuat Edgar, menatap nya tajam kearah Juli.


"Kau masih bilang seperti itu, setelah aku merenggut mahkota mu, apa kau tidak sayang dengan semua itu, dan apa ??..


kau tidak ingin kita menikah"ucap Edgar.


"Aku tidak ingin berpikir jauh, tuan selain hubungan antara kita hanya sebagai kontrak untuk saling menguntungkan, aku tidak punya keberanian untuk meminta tuan menikahi ku, biarlah semua seperti adanya, setelah lima bulan kita bisa berpisah seperti yang sudah di sepakati, aku akan pergi dengan putra ku dan memulai hidup baru"ucap Juli,sambil menatap kearah lain.


Edgar, langsung bangkit dari tempat tidur nya, dia bahkan tidak menoleh pada Juli sama sekali, dia pergi begitu saja dari kamar itu Edgar benar-benar kecewa dengan jawaban yang Juli lontarkan.


Juli, hanya terdiam dia tau Edgar, saat ini sedang marah pada nya, tapi Juli merasa tidak bersalah karena apa yang dia katakan adalah kenyataan nya.


meski rasa sakit karena harus menjadi penghangat ranjang, Juli tidak pernah bermimpi untuk dinikahi oleh pria itu.


Juli pun turun dari tempat tidur nya dan segera mencuci wajah nya, setelah itu dia berganti pakaian, dan langsung turun kebawah, pikir nya biar dia tidak menyiapkan air untuk Edgar, setidaknya dia menyiapkan sarapan untuk pria yang kini tengah ngambek.


Juli, sudah selesai memasak sarapan pagi untuk Edgar, tapi pria itu tak kunjung datang ke meja makan, sesaat setelah itu Juli melihat pintu lift terbuka ternyata Edgar, sudah rapi, dia hendak pergi bekerja, Edgar berjalan tanpa melirik ke arah nya.


saat Juli hendak berkata Edgar, sudah lebih dulu bicara pada asisten nya.


"siapkan mobil untuk ku sekarang juga, dan untuk mu mulai saat ini, tugas mu kembali seperti semula aku tidak mau orang lain menyentuh barang-barang pribadi ku lagi"ucap Edgar .


"Deg..."

__ADS_1


seketika itu Juli, merasakan sakit yang teramat di ulu hati nya, entah kenapa??... mendengar perkataan pria itu hati nya terasa sangat sakit.


Juli langsung pergi begitu saja melewati Edgar, dia pergi ke arah pintu utama Juli pergi tanpa ada yang mencegah nya saat itu juga Edgar, mengepalkan tangannya kuat-kuat, dan berkata "tutup pintu gerbang nya sekarang juga jangan biarkan dia melangkah sedikit saja"ucap Edgar, yang langsung di turuti oleh anak buah nya.


__ADS_2