
Vero tersenyum lebar, ketika mendengar perkataan Viona, gadis itu sudah membuat nya lebih mencintai kekasihnya itu,Vero mendekat dan mendaratkan kecupan, sebelum dia menyantap hidangan yang disajikan.
wanita menatap tak percaya pasalnya baru kali ini, Vero, mendaratkan kecupan di bibir.
hingga beberapa detik kemudian, Vero menyodorkan sendok berisi makanan Vero hendak menyuapi Viona, namun gadis itu menolak nya terang-terangan hingga Vero, langsung bergegas menyiapkan itu pada mulut nya.
"Ya sudah jika tidak mau, jangan ngambek begitu"ucap Vero.
"Aku kesal yang kamu itu selalu seenaknya, bagaimana jika ada orang lain yang melihat, aku , pasti malu"ucap Viona.
"Heummm malu karena pria nya aku, yang belum mapan dan belum dewasa ia begitu"Vero langsung menyimpan sendok makan tersebut dan hendak bangkit tapi Viona langsung menghentikan nya dengan perkataan lembut.
"Bukan begitu, aku hanya tidak ingin kemesraan kita menjadi konsumsi publik itu saja"ucap Viona.
"Aku pikir kamu malu karena aku tidak seperti mantan kekasih mu, yang tampan dan super kaya itu, yang katanya seorang penjahat wanita"ucap Vero, jelas ucapan nya itu sontak membuat Viona membulatkan matanya.
"Apa? yang kamu katakan Vero, cukup!"ucap Viona yang kini terlihat sangat marah"kita tidak mungkin tidak benar-benar memiliki kecocokan, silahkan kamu tinggalkan tempat ini"ucap Viona dengan derai air mata nya yang sedari tadi ia tahan, Viona memang terlalu sensitif.
"Viona, aku tidak pernah bermaksud untuk menyingung perasaan mu sayang, maaf kan aku"ucap nya.
"Sudah cukup"ucap Viona.
"Vio hey, sayang jangan begini aku tidak sengaja berbicara seperti itu"ucap Vero.
gadis itu tidak mau mendengar permintaan maaf Vero, saat ini dia malah pergi meninggalkan Vero, yang berkali-kali meraih tangan nya, tapi kemudian ia hempas kan.
Viona pergi dengan mobilnya sementara Vero mengacak rambut frustasi, dia langsung menelpon sang mommy yang kini tengah berada di Mension utama.
Viona sendiri hanya menangis selama di dalam mobil tersebut, dia jadi teringat pada pria itu.
hingga Vero,tiba di rumah nya, Vierra langsung memeluk putra nya yang terlihat down tersebut.
"Sabar boy, mommy akan bicara sama Viona nanti"ucap Vierra.
"Tidak mom... nanti dia bilang aku masih kekanak-kanakan dan pengadu"ucap pria tampan itu.
"Kamu tau sendiri sayang Viona itu keras kepala, kenapa? tidak sekalian kalian berdua menikah saja, dengan begitu kalian bisa belajar memahami satu sama lain,atau jika belum siap, tinggal di tempat yang dekat misalnya, mommy akan beli rumah di daerah tempat Viona tinggal"ucap Vierra.
"Tidak akan! siapapun tidak ada yang akan aku izinkan untuk mendekati keluarga Vamela, siapapun itu"ucap Jerry.
pria itu baru saja tiba di dalam Mension, beberapa detik setelah Vero, masuk.
"Dia putra ku , aku yang berhak memutuskan akan menikah dengan siapa?"ucap Vierra.
"Aku adalah Daddy nya, jika kamu lupa itu Vierra"ucap Jerry tidak kalah tegas.
"Baiklah jika itu ingin mu, sekarang juga kita akan bercerai"ucap Vierra.
__ADS_1
"Hanya gara-gara masalah ini kamu ingin bercerai dengan ku, Vierra ingat siapa? diri mu sebelum menikah dengan ku"ucap Jerry dengan sombongnya, meskipun tidak ada niat untuk melakukan itu, tapi perkataan itu refleks keluar dari bibirnya begitu saja.
"Aku tau siapa diriku, tuan Jerry Ester, bahkan aku tau dari mana aku berasal, aku tidak pernah melupakan itu semu,oke fine setelah perceraian kita, nanti aku akan pergi membawa mereka ke tempat asal ku, dan kamu tidak perlu takut aku bisa membesarkan mereka dengan penghasilan ku yang tidak seberapa itu"ucap Vierra yang langsung membuat Jerry, terdiam, diamnya Jerry bukan tanpa alasan, dia hanya takut jika wanita yang selama ini dia nikahi benar-benar akan menceraikan nya.
"Vierra ikut aku kita harus bicara, segera, sekarang juga"ucap Jerry.
"Tidak aku tidak Sudi, berbicara dengan orang seperti kamu, kenapa? tidak kembali saja dengan wanita itu, ketimbang menyusul ke sini, lagi pula putri mu juga butuh ibunya bukan, jangan pernah takut, aku tidak akan pernah mengambil apapun yang bukan milikku, bahkan untuk keempat anak ku"ucap Vierra.
Vierra pun pergi ke dalam kamar nya, wanita itu langsung menggumpal barang miliknya yang ia bawa dulu, bahkan dengan dua koper besar saja sudah cukup, Vierra bahkan hanya membawa perhiasan miliknya saja, sewaktu dia masih muda dulu semua pemberian Jerry dia tinggal.
"Anak-anak, ayo kita pergi jangan bawa apapun yang bukan hak milik kita"ucap Vierra, pada keempat anak nya yang baru saja duduk.
"Mom..."ucap keempat nya.
"Jika kalian, tidak ingin hidup sederhana dengan mommy, kalian bisa memilih"ucap Vierra.
"Vierra!..." Jerry langsung menarik tangan Vierra tapi Vierra tidak kalah kejam dia langsung menghempaskan tangan Jerry, yang hendak menarik nya pergi ke atas, tapi Vierra malah berbalik hendak pergi, hingga Jerry, kembali menarik nya, dengan kasar dan membawa wanita itu dengan paksa.
"Jerry lepas, aku sudah tidak ingin bicara lagi, semua sudah berakhir, kau sudah membuat saudara ku, menderita selama ini tapi aku, masih bisa memaafkan mu, meskipun itu, sungguh menyakitkan, dan kau juga sudah menolak pertunangan mereka, saat ini, sementara kamu bahkan sudah membohongi ku, selama ini kau mengira aku manusia bodoh yang akan diam saja saat harga diri ku kau injak-injak tidak,, akan pernah aku tidak bisa berdiam diri lagi, mulai saat ini aku tidak akan pernah membiarkan keempat anak ku tinggal dengan mu, kecuali mereka yang memilihnya"ujar Vierra.
"Memangnya siapa yang akan membiarkan mu pergi, tidak ada, Vierra, sampai matipun aku tidak akan sudi melepaskan mu"ucap Jerry tegas, Jerry langsung membawa Vierra keatas seperti karung beras.
"Jerry lepas!...aku tidak ingin terus menjadi wanita bodoh yang terus kamu bohongin, aku mau pergi lepas, mereka juga akan ikut dengan ku"ucap Vierra.
"Tidak, semua tidak akan ada yang bisa pergi dari ku"ucap Jerry.
jerit tangis wanita itu terdengar diruangan itu saja karena ruangan itu memiliki lapisan kedap suara.
hingga berjam-jam Jerry, melepaskan rasa rindu yang selama ini dia pendam tapi sayang wanita itu tidak melakukan hal yang sama, dia hanya menangis dan terus menerus memaki nya.
🌹💖💖💖🌹
sementara itu di sebuah ruangan VVIP, Vio kini tengah menahan rasa sakit yang teramat saat dia selama ini tidak pernah membuka ponsel untuk sekedar melihat ataupun menghubungi kekasih nya, dan sudah dua Minggu lamanya kini Eleanor telah menikah, informasi itu dia dapat dari kedua adik nya.
sementara dirinya, terus berada di sisi Ghealova.
Ghealova, sendiri saat ini sudah jauh lebih baik dia bahkan sudah bisa berjalan dan pergi ke kamar kecil, sendiri karena menolak Vio bantu, saat melihat Vio, seakan kecewa dengan dirinya, padahal pria itu sama sekali tidak pernah merasakan itu.
hingga akhirnya dokter datang hendak mengecek kondisi nya, saat ini, Ghealova langsung meminta pulang paksa pada dokter, Vio, sendiri sudah menegaskan bahwa, dia ingin Ghealova, sembuh seratus persen sebelum dia benar-benar pergi, tapi gadis itu tetap saja ngeyel dan tidak ingin tinggal terlalu lama lagi.
"Ghealova, apa? susah nya kamu nurut dengan perkataan ku, kamu belum sepenuhnya membaik bagaimana jika nanti kamu kenapa-kenapa, aku tidak akan pernah melarang mu, jika kamu benar-benar ingin pergi dari ku, tapi satu hal yang harus kamu tahu, aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi begitu saja"ucap Vio kesal.
Ghealova, langsung berdiam diri, dia berbaring menyamping memunggungi Vio.
"Ghea"panggil Vio.
tapi wanita itu tidak menjawab nya sama sekali.
__ADS_1
"Ghea"panggil nya lagi, tapi Ghea tetap tidak mau menjawab, hanya terlihat tubuh nya, yang bergetar saat ini, ternyata Ghea tengah menangis dalam diam.
wanita itu tidak kuat, melihat pria yang dia cintai bersikap dingin pada nya.
"Ghea, jika kamu tidak menjawab ku lagi berarti, kamu sudah tidak menginginkan ku lagi"ujar Vio.
"Ghea"ucap Vio.
hanya suara hening yang dia dapat, Ghea kini berpura-pura tertidur padahal wanita itu jelas-jelas sedang menahan tangisnya.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan"ucap Vio, yang terdengar beranjak dari tempat duduknya hingga akhirnya Ghea berbalik.
"Daddy,,, please jangan pergi"ucap Ghealova.
Vio pun berbalik dan dia melihat tatapan sendu dengan derai air mata yang mengiringi kata-kata nya.
"Aku mohon jangan pergi, sampai saat nanti, saat aku sudah benar-benar bisa melupakan mu, dan maafkan aku, jika gara-gara aku kamu harus kehilangan wanita yang sangat aku cintai, aku mohon berikan aku waktu sampai aku, benar-benar ikhlas melepas mu"ucap Ghealova, yang langsung menunduk, sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan dan di tumpu di lututnya.
"Ghea, mungkin saat ini perasaan ku, sedang tidak baik-baik saja, tapi yakinlah, semua itu tidak ada hubungan nya, dengan kehadiran mu, tapi baik'lah jika itu yang kamu mau,aku akan mengabulkan nya, tapi apa? kamu benar-benar akan pergi dari ku"ucap Vio, seakan tak punya rasa apa-apa wajah nya datar.
wanita itu hanya mengangguk dalam tangis nya,biar bagaimanapun dia harus bisa melupakan semua rasa yang ia miliki pada Vio, Vio tidak mencintai nya, meskipun Ghealova, akan menjadi istri nya, tapi dia tidak akan pernah mendapatkan hati Vio.
pria tampan itu, berjalan mendekat, dia langsung memeluk Ghealova, saat itu juga, tapi Ghealova, melepaskan pelukan itu, sambil berkata.
"Daddy, please jangan perlakukan aku, seperti itu, aku tidak ingin terus salah paham dan salah mengartikan perlakuan baik mu, itu akan membuat ku sulit untuk merelakan kamu pergi"ucap Ghealova.
"Tidak perlu bersusah payah untuk bisa pergi dari ku, ataupun merelakan aku pergi, kita akan menikah sesuai keinginan mu, meskipun tidak akan pernah ada wanita lain, tapi aku tidak berjanji bisa mencintai mu sepenuh hati ku"ucap Vio.
"Tidak Daddy, aku hanya terbawa perasaan tidak mungkin ada pernikahan yang akan langgeng tanpa, adanya rasa cinta, sebaiknya kamu tidak memaksakan diri untuk itu semua, aku berjanji secepatnya akan segera berusaha untuk melupakan rasa cinta ini"ujar Ghealova.
Vio kini tengah menatap lekat wajah cantik dari gadis yang telah mencuri ciuman pertama nya itu, beberapa waktu lalu di sebuah club malam milik Daddy nya itu.
perlahan Vio, mendekat"Meskipun kamu berusaha untuk pergi dan melupakannya aku tidak akan pernah mengijinkan hal itu, kamu tidak bisa pergi setelah mencuri ciuman pertama ku, dan anggap saja pernikahan ini, sebagai hukuman untuk mu"ucap Vio yang langsung mencium bibir Ghealova, sontak wanita itu membulatkan matanya rasanya tidak percaya Vio, bisa melakukan hal itu padanya, tapi yang Ghealova rasakan saat ini bukan ciuman biasa, tapi Vio sedang menyalurkan rasa sakit dan kecewanya karena telah ditinggal pergi oleh cinta yang sebenarnya.
Ghealova, hanya bisa pasrah, setidaknya dia bisa menebus rasa bersalah atas semua itu.
hingga beberapa detik kemudian, Vio langsung melepaskan ciuman tersebut, dan pria itu langsung meminta maaf, hal itu telah meyakinkan dugaan Ghea, bahwa ia tengah dijadikan pelampiasan.
"Tidak apa-apa, anggap saja itu, sebagai cicilan untuk melunasi hutang cinta yang ku paksakan"ucap Ghealova, yang ternyata salah mengartikan perasaan tersebut.
"Aku tidak pernah memberikan pinjaman pada mu, dan aku minta maaf, untuk rasa bersalah ku, karena sikap ku tadi kamu bahkan ingin pergi dari ku, dan melanggar peraturan perjanjian kita, aku tidak berjanji untuk setia tapi aku akan mencoba untuk menjadi suami yang baik untuk mu, dan maafkan aku jika di tengah jalan ada wanita lain yang hadir karena kekeliruan ku, aku akan berusaha untuk tidak melakukan hal itu, tapi lebih baik kita bicarakan ini, sedari awal"ucap Vio.
"Aku tau, baik'lah tapi aku akan buktikan padamu, bahwa aku akan menjadi istri yang baik, untuk mu sehingga kamu tetap menjadikan ku, satu-satunya nya wanita yang menjadi istri mu"ucap Ghealova, meskipun dirinya tidak yakin bisa menjalani kehidupan seperti itu.
tapi ada satu hal yang membuat Vio, bertekad untuk menjalani pernikahan itu dengan baik semampu jiwa dan raga nya, tidak ingin menyia-nyiakan, wanita karena dia tau bagaimana rasa sakit yang mommy nya alami dahulu saat dia harus berpisah dengan suaminya yang pertama, meskipun saat itu Vio belum mengerti apa? inti permasalahannya yang terjadi pada mereka.
mantan ayahnya itu, sudah tidak pernah lagi ia temui sedari ia kecil.
__ADS_1
sampai malam pun kembali menjelang, Vio tertidur di sofa, Ghealova, sudah mencoba untuk membangunkan Vio, agar pria itu pulang, dan beristirahat di rumah nya, tapi Vio tidak bergeming mungkin rasa lelahnya begitu besar, sehingga dia tertidur pulas di atas sofa.