Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Baik#


__ADS_3

Vamela pun mengangguk dan dia segera mengeluarkan ponsel nya dia menghubungi pengasuh nya untuk membawa Vio, ke Mension Jerry saat itu juga karena Rara yang akan menjemput Vio dan pengasuh nya.


"Vamela, bagaimana kabar vio"ucap Edgar.


"Baik uncle"ucap Vamela.


"Uncle, pernah bertemu dengan kedua orang tua mu, tapi saat itu dia tidak bertanya kabar mu seperti biasanya"ucap Edgar.


"Mereka sudah memutuskan hubungan dengan saya uncle, karena ternyata saya hanya anak adopsi mereka"ucap Vamela, sambil menunduk.


"Maaf Mel, uncle tidak bermaksud untuk mengingat kan mu"ucap Edgar.


"Tidak apa-apa uncle, semua sudah berlalu dan saya sudah menerima semua nya"ucap Vamela.


"Itu lebih baik, kamu bisa menganggap kami seperti keluarga mu sendiri"ucap Edgar.


"Terimakasih uncle"ucap Vamela,tulus.


sementara Jeny, yang kini masih berdiri menunggu Jane keluar dari dalam ruangan pemeriksaan, dia yang baru tiba dari rumah langsung menemui Juli, tapi ternyata ibunya masih tertidur karena pengaruh obat tidur.


tiga puluh menit kemudian, Jane pun dibawa keluar oleh para perawat diikuti oleh dua orang dokter yang bertugas menjaga nya saat ini menuju ruang perawatan VVIP, karena kondisi nya mulai membaik, sementara Sky yang baru datang dia langsung mengikuti mereka menuju ruangan tersebut.


Jordan yang juga baru keluar dari ruangan mommy nya dia langsung mengikuti langkah mereka semua.


sementara asisten Edgar dan Jordan membawakan barang-barang mereka, Edgar berhenti di depan ruangan istrinya tapi Jordan berkata mommy nya belum bangun jadi Edgar bisa mengikuti mereka saat ini.


Jordan yang akan memasuki lift, dia tidak langsung menggenggam tangan Vamela, yang kini langsung menatap nya tapi wanita itu langsung menatap Jordan, dan perlahan berusaha melepaskan tangannya tapi tidak bisa karena pria itu malah semakin mengeratkan genggaman tangan nya.


Vamela tidak bisa bersuara karena di depan mereka ada Edgar dan Jeny.


dan Jordan seperti nya memanfaatkan momen itu.


hingga lift berhenti di lantai teratas, dan terbuka tapi Jordan tidak langsung keluar dia juga menahan tangan Vamela,agar tetap tinggal dengan nya.


"Kak, lepas aku mau lihat Jane.


"Nanti dulu"ucap Jordan.


"Iya tapi keluar dulu lihat orang lain menunggu"ucap Vamela, dan akhirnya mau tidak mau akhirnya Jordan mengalah.


"Aku lapar temani aku makan"ucap Jordan.


"Nanti setelah aku melihat Jane ok"ucap Vamela.


"Tidak sekarang ada Daddy dan Jeny, kita makan dulu"ucap Jordan.


Vamela menghela nafas dalam-dalam setelah itu menghembuskan nya.


"Kalau kamu tidak ikhlas, sebaiknya tidak usah biar aku tidak makan saja"ucap Jordan yang hendak pergi.


"Iya baiklah-baiklah,gitu aja marah"ucap Jordan.


"Bukan marah Mel... masalah nya aku tidak tau restaurant yang bagus itu dimana"ucap Jordan, jujur karena sedari kemarin mereka hanya makan di Mension atau pesan dari hotel Edgardo yang ada di sana dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama karena selain jauh juga proses nya agak lama.


"Ya baik'lah"kata Vamela yang langsung berjalan terlebih dahulu.


mereka kembali masuk ke dalam lift, tapi saat di dalam Jordan langsung mendekat dan mendekap erat tubuh Vamela, yang kini berusaha berontak.


"Mel please biarkan seperti ini sebentar saja"ucap Jordan memohon.


"Kak lepas, jangan buat orang lain salah paham, kita tidak boleh seperti ini"ucap vamela sambil terus mendorong dada bidang pria tampan itu.


"Mel...aku sayang kamu"ucap Jordan .


tiba-tiba saja Vamela langsung mematung dan menatap sendu wajah pria itu.


"Aku sayang kamu Mel"ucap nya lagi tapi kemudian Vamela tertawa.


"Kakak memang pintar berakting, tapi aku tidak akan pernah tertipu"ucap Vamela yang langsung keluar dari dalam lift yang sudah terbuka sedari tadi Vamela terus berjalan lebih dulu meskipun Jordan terus menerus memanggil namanya.


hingga wanita itu menabrak seseorang berjas putih tersebut, dia langsung menatap wajah orang yang ia tabrak.


"Jonathan"ucap Vamela.


"Vamela"ucap pria itu.


setelah itu vamela langsung pergi begitu saja saat mengingat rasa sakit nya, mendapatkan penolakan dari pria tampan senior nya di kampus, dengan jurusan yang berbeda.


"Mel tunggu "ucap dokter muda itu, yang kini berlari memanggil Vamela, Jordan yang berada di belakang mereka akhirnya hanya mematung.


"Mel aku minta maaf, karena hari itu aku tidak bisa "ucapan nya terhenti karena Vamela mengangkat tangan nya meminta Jonathan, menghentikan ucapannya.


"Stop Jo, semua itu sudah menjadi masa lalu yang tidak perlu lagi di bahas , jadi tidak perlu lagi di ungkit"ucap Vamela.


"Mel, saat itu aku terpaksa menolak mu,demi dia, tapi saat aku tau dia berkhianat, aku mati-matian mencari mu, kemana-mana tapi tidak kunjung bertemu"ucap Jonathan.


"Aku bilang tidak perlu lagi dibahas, aku sudah berkeluarga Jo"ucap Vamela.


"Aku tau pernikahan mu sudah berakhir Mel, karena mantan suami mu sendiri yang mengatakan itu di media beberapa bulan yang lalu"ucap Jordan.


"Bukan urusan mu"ucap Vamela, yang langsung pergi meninggalkan Jonathan.


"Mel please dengarkan penjelasan ku dulu aku mencintaimu Vamela"ucap Jordan berteriak, beruntung itu di lorong yang sepi Jordan langsung mengikuti Vamela, yang pergi sambil berderai air mata, dia benar-benar sudah berakhir saat ini, bukan karena Jo, yang sempat menolak cinta nya tapi suaminya dengan tegangnya membeberkan fakta tentang pernikahan nya ke publik.


saat Vamela, berhenti di depan sebuah pintu tiba-tiba Jordan langsung menarik nya kedalam pelukan.


"Menangis lah jika kamu ingin menangis"ucap Jordan.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa, ayo pergi bukan nya kak Jordan sudah lapar"ucap Vamela, yang kini tersenyum pada Jordan seakan tak terjadi apa-apa.


"Mel..."ucap Jordan.


"Aku baik-baik saja kak, seperti yang kakak lihat "ucap Vamela menutupi kesedihannya.


Jordan langsung menggenggam tangan, Vamela, dan berjalan menuju mobil Jordan langsung mendekat ke arah mobil Vamela.


"Biar aku saja yang nyetir kakak, istirahat saja, oh iya hampir saja lupa ini handpone kakak tadi istrinya mengirim pesan"ucap Vamela tanpa menoleh, Jordan yang sudah duduk akhirnya kembali menatap Vamela.


"Aku tidak membuka nya ko, lagian aku tidak tau pin kakak"ucap Vamela, serius.


"Bukan itu"ucap Jordan.


"Apa?..."ucap Vamela, sambil menghidupkan mesin dan langsung tancap gas.


"Dia bukan istri ku"ucap Jordan tegas.


"Apalah itu namanya, yang pasti kalian punya hubungan dekat"ucap Vamela, cuek.


"Dekat bukan berarti, harus menjadi"ucap Jordan.


"Kak, kamu itu harus bertanggung jawab, dia sudah kakak tiduri"ucap Vamela sedikit kesal.


"Dia tidur bukan hanya dengan ku saja, apa semua orang yang tidur dengan nya harus bertanggung jawab pada nya"ucap Jordan yang langsung membuat Vamela, tersentak.


"sudah lah tidak perlu dibahas"ucap Jordan .


🌹💖💖💖🌹


setelah tiga puluh menit kemudian mereka pun tiba di sebuah restaurant bintang lima yang memiliki konsep internasional mereka pun, turun dan berjalan berdampingan meskipun tidak berpegangan tangan.


sesampainya di depan pintu mereka langsung disambut oleh pelayan restaurant yang sudah mengenal Vamela dan Vierra, dua nama itu sering datang ke restaurant tersebut.


mereka pun duduk di tempat paling sudut tempat favorit, Vamela, karena dari sana mereka bisa melihat pemandangan dari lantai dua itu.


"Kakak tinggal pilih yang kakak mau "Ucap Vamela.


"Aku mau kamu"ucap Jordan yang terlihat sangat serius.


"Aku bukan pilihan"jawab Vamela.


"Aku serius"ucap Jordan.


Tiba-tiba ponsel Vamela, berbunyi.


📱"Oh... begini kelakuan mu di belakang ku, bukan nya mengurus anak malah keluyuran bersama pelanggan baru mu"ucap seseorang yang tidak lain adalah suami dari Vamela, yang mengumumkan perpisahan mereka kata Jonathan.


Vamela langsung menutup telepon tersebut dan mematikan ponsel nya.


Jordan langsung menatap wajah Vamela yang gusar.


"Sudah lah ayo pilih setelah itu kita harus segera kembali ke rumah sakit dan bawakan makanan untuk uncle dan aunty"ucap Vamela.


"Mereka akan kembali ke Mension,aku yang akan menjaga Jane"ucap Jordan.


"Biar aku saja, sendiri kalian belum istirahat dari kemarin"ucap Vamela.


"Ada Sky malam ini"ucap Jordan.


"Tidak masalah"ucap Vamela.


"Tidak aku tidak akan membiarkan kamu dengan dia satu ruangan"ucap Jordan tegas sambil menatap kearah Vamela.


sementara Vamela langsung memanggil pelayan dan memesan apa-apa saja makanan untuk Jordan.


Jordan hanya menatap pada wanita cantik yang kini tengah memilih makanan untuk nya, dia kagum pada Vamela, karena wanita itu tau apa yang dia suka dan tidak disukai entah belajar dari mana.


setelah pelayan pergi Vamela,pamit ke toilet sebentar, Jordan pun menikmati hidangan pembuka yang pelayan hidangkan di meja nya.


sementara Vamela, berjalan menuju toilet, wanita itu langsung membuka tas dan menghubungi seseorang.


setelah obrolan yang cukup alot bahkan menguras air mata, Vamela langsung bergegas mencuci wajah nya dan menutupi mata sembab nya dengan makeup.


setelah itu wanita itu kembali berjalan keluar menuju tempat duduknya semula, dilihat nya Jordan masih belum menyentuh steak daging yang tadi Vamela, pilih untuk Jordan,meski terlihat masih panas karena penyajian nya menggunakan piring khusus, sebelum dipindah ke piring milik pemesan.


"Ya ampun kak, belum dimakan juga"ucap Vamela.


"Belum lagian kamu di toilet lama banget ngapain aja"Ucap Jordan yang terus memperhatikan wajah Vamela, saat ini Jordan tau wanita itu habis menangis.


"Owh tadi aku habis bantuin orang yang terjatuh dan cukup parah dia keseleo"Jawab Vamela, yang kini menatap kearah lain.


"Ya sudah ayo makan"ucap Jordan.


"Aku tidak laper, karena sebelum kesini aku sudah makan sama Vierra di Mension"ucap Vamela berbohong.


Jordan langsung menuangkan saus untuk steak daging tersebut keatas steak tersebut dan langsung memotong-motong nya, setelah itu dia langsung menyantap nya sementara Vamela, tengah membalas chat dari customer nya.


Jordan langsung menyodorkan potongan steak daging tersebut ke mulut Vamela, yang kini menatap Jordan, dia tidak percaya Jordan menyuapi nya, dan ia menerima nya begitu saja, steak seharga jutaan itu masuk ke dalam mulut nya meluncur mulus.


tidak hanya itu, Vamela, kaget Jordan kembali memakan steak itu dengan garpu yang sama yang tadi dimasukkan kedalam mulutnya, dan itu artinya secara tidak langsung mereka telah bertukar Saliva.


belum juga Vamela sempat protes Jordan kembali menyuapi nya, tanpa bisa ia tolak.


hingga steak itu ludes, Jordan langsung minum wine, sementara Vamela,jus apel kesukaan nya, yang tadi ia pesan.


"Mel kamu mau jalan-jalan dulu gak?... "ucap Jordan.

__ADS_1


"Tidak aku langsung ke rumah sakit saja, kakak bawa saja mobil ku, aku akan naik taksi"jawab Vamela.


"Kita juga satu arah kenapa harus pisah mobil"ucap Jordan.


"Kak, sebaiknya kakak pulang dan istirahat saja ada aku sama Sky, yang akan menjaga Jane, lagi pula Jane sudah sedikit membaik bukan"ucap Vamela.


"Tidak aku tidak bisa meninggalkan kalian berdua di rumah sakit, sudah tidak ada bantahan lagi kita kerumah sakit bersama"ucap Jordan.


"Heummm ya baik'lah"ucap Vamela mengalah.


Jordan pun memberikan black card nya pada pelayan yang di panggil nya untuk membayar makanan nya, namun Vamela menghentikan Jordan karena dia sudah membayar nya tadi sebelum ke toilet.


"Sayang kamu itu kenapa?... tidak bilang akan bayar uang"ucapan Jordan langsung dihentikan oleh Vamela.


"Aku sengaja terakhir kakak, itu tidak seberapa di bandingkan dengan yang kakak, berikan untuk kami saat di Paris"ucap Vamela.


"Yang tapi itu uang mu untuk"sudahlah kak, aku tau uangku tidak sebanyak yang kakak miliki tapi aku masih punya uang cukup untuk itu"ucap Vamela.


Jordan langsung memberikan kartu miliknya ke tangan Vamela.


"Kamu gunakan ini, mulai sekarang"


"Tidak... aku tidak akan menerima itu atau aku tidak ingin lagi bertemu dengan kakak"ancam Vamela, dan itu berhasil membuat Jordan mengalah.


"Ok baik'lah"ucap Jordan yang langsung bangkit di susul oleh Vamela, jam menunjukkan pukul sepuluh malam, Vamela, langsung bergegas menuju parkiran tapi kali ini Jordan, mengambil alih kemudi, dan Vamela, jadi duduk di samping Jordan yang kini mengemudi kan mobil nya.


sesampainya di depan pintu masuk rumah sakit tiba-tiba tangan Vamela, ditarik oleh seseorang.


"Mel... kita harus bicara"ucap Jordan yang membawa nya ke taman rumah sakit yang ada di area lobi rumah sakit tersebut.


sementara Jordan mengeratkan genggaman tangan nya, pria itu tidak terima Vamela, dibawa pergi oleh pria yang berprofesi sebagai dokter di rumah sakit tersebut.


"Jo lepas"ucap Vamela yang akhirnya duduk, di kursi kayu itu.


"Vamela, aku minta maaf aku tidak sengaja membuat mu saat itu, aku hanya tidak ingin kehilangan sahabat terbaik ku, yang sangat mengharapkan mu, untuk menjadi kekasih nya, dan aku benar-benar merasa bersalah waktu itu hingga saat ini,Mel aku mencintaimu"ucap Jonathan.


pria berdarah campuran Taiwan dan Amerika itu terlihat sangat tampan, itulah kenapa?...di kampus dia sangat diidolakan oleh banyak wanita, tapi Vamela, satu-satunya wanita yang berani mengucapkan cinta pada nya, meskipun setelah itu Vamela, harus menanggung kecewa dan rasa malu yang teramat sangat tapi itu juga menjadi awal ia bertemu dengan Rara, yang juga pengagum pria tampan, Rara sempat satu sekolah dulu dengan nya tapi entah kenapa?... Rara tiba-tiba pindah dan saat itu mereka kembali dipertemukan.


obrolan mereka begitu panjang hingga membuat Jordan pergi menuju ruangan Juli yang ternyata sudah kosong suster bilang Juli, sudah kembali, dia pun berjalan gontai menuju pintu lift.


hingga sampai di ruangan Jane, dia melihat Sky, yang tertidur di kursi tunggu samping Jane.


pria itu masuk tanpa menimbulkan suara, hingga beberapa menit kemudian Vamela, tiba dan langsung masuk Sky menoleh dia langsung berkata"Mel disini juga padahal aku ada"ucap Sky.


"Tidak apa-apa bang,bang Sky, sebaiknya pulang saja besok pasti harus mengajar bukan"ucap Vamela, lembut.


"Tidak apa-apa"ucap Sky.


"Heummm ya sudah aku diluar jika butuh bantuan panggil saja"ucap Vamela, tanpa melirik Jordan yang menatap tajam kearah nya.


"kamu di dalam saja, tidak baik sendirian di luar"ucap Sky.


"Tidak apa-apa, lagian aku belum ngantuk"ucap Vamela yang langsung beranjak pergi.


setelah Vamela pergi Jordan langsung bicara.


"Pulang lah ada aku di sini besok kamu bisa kembali setelah mengajar"ucap Jordan.


"Baiklah "jawab Sky, yang memang tidak bisa menolak Jordan atau pun Jerry, keduanya calon kakak ipar nya.


Sky pun bersiap untuk pulang, dia mencium kening Jane, sebelum pergi lalu berbisik"Aku pulang dulu sayang besok kesini lagi Abang janji"ucap nya lirih sambil kembali mengecup punggung tangan Jane.


wanita yang masih menggunakan alat bantu pernapasan itu dan peralatan lainnya di tubuhnya tidak merespon dengan gerakan karena masih dalam pengaruh obat tidur.


agar Jane bisa istirahat di kondisi nya yang masih pemulihan.


Sky, pergi keluar setelah pamit pada Jordan,stelah kepergian Sky, Jordan langsung keluar ruangan untuk mencari Vamela.


dilihat nya, wanita itu tengah melihat foto pernikahan nya dengan suaminya dan Vio, yang menjadi satu di dalam kolase wallpaper ponsel tersebut Vamela, terus menghidupkan ponsel nya yang menyala beberapa detik kemudian kembali mati,lalu menghidupkan nya lagi.


"Dia benar-benar tampan ya"ucap Jordan tiba-tiba yang langsung membuat Vamela, menyimpan ponsel nya kedalam tas nya.


"Maksud kak, Jordan?..."tanya Vamela.


"Dokter itu"ucap Jordan lagi.


"Kak Jordan butuh sesuatu"ucap Vamela yang sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Aku hanya butuh kamu"ucap Jordan.


"Aku akan menelpon istri kakak, yang sudah ada di Jakarta jika kakak butuh"ucap Vamela.


Jordan langsung merebut ponsel itu dengan kasar lalu memasukkan nya kedalam saku celananya.


"Aku tidak suka kamu selalu menghindari pembicaraan kita"ucap Jordan tegas.


"Kak kembalikan ponsel ku"ucap Vamela.


"Tidak akan, sebelum kamu berjanji satu hal"ucap Jordan.


"Apa?...kak, jangan main-main deh"tanya Vamela.


"Jadilah istri ku"ucap Jordan.


Vamela malah tertawa terbahak-bahak, setelah itu dia langsung bangkit hendak masuk ke dalam ruangan Jane, tapi Jordan langsung menahan nya.


"Jawab kata-kata ku, atau kamu akan menyesal"ucap Jordan.

__ADS_1


"Itu lebih baik daripada.


__ADS_2