
Juni langsung pergi meninggalkan Gavin yang masih berusaha untuk menghentikan langkah nya, wanita itu sudah cape dengan sikap posesif Gavin, tapi dia juga tidak kunjung memberikan kejelasan dengan hubungan mereka.
"Juni please berhenti, atau kamu akan menyesal"ucap Gavin.
"Lebih baik aku menyesal daripada harus terus menunggu yang tidak pasti, semua laki-laki sama saja"ucap Juni sambil masuk ke dalam mobil nya, tapi seketika itu Gavin menghadang mobil Juni ,agar gadis itu berhenti, tapi Juni malah melajukan mobilnya hingga hampir saja Gavin, tertabrak jika pria itu tidak melompat dengan gesit.
saat itu Gavin, sadar Juni sudah terlanjur marah besar, pada nya.
Gavin pun mencoba memberikan waktu agar Juni bisa mendinginkan otak nya yang sedang panas, tapi Gavin yang sedang mengadakan meeting penting di sebuah restoran setelah dua hari tidak bertemu dengan gadis nya itu dia benar-benar murka karena melihat Juni tengah makan siang dengan Arjuna yang saat itu sedang menggenggam tangan nya, sebagai sebuah kencan romantis ala Arjuna, dan Juni harus menjadi seperti kekasih nya sepanjang hari.
Gavin, langsung menghentikan meeting tersebut karena memang sudah di penghujung acara juga, dia langsung meminta asistennya untuk menyiapkan mobil, sementara dirinya langsung menarik Juni ke membawa nya pergi menuju mobil, sementara Arjuna yang tau siapa pria itu dia tidak bisa menghentikan Gavin.
"Tanpa kamu sadari Juni, dia sudah bersama dengan mu, selama ini"lirih Arjuna.
Gavin adalah cucu dari ketua mafia, sahabat Edgar yang sudah Edgar pilih untuk menjadi suami dari salah satu cucunya yaitu Juni, karena bagi dunia mereka satu atau pun banyak istri tidak akan menjadi pengaruh karena yang terkuat yang bertahan, sebuah kompetisi sudah dipastikan akan terjadi dalam pernikahan mereka nantinya.
"Kak, lepas kamu sudah tidak sopan,aku sedang berkencan dengan nya, untuk membalas kebaikan dia selama ini"ucap Juni tegas .
"Aku tidak akan pernah membiarkan mu berkencan dengan siapapun ingat Juni, kamu hanya milikku"ucap Gavin.
"Kak, kita tidak punya hubungan apapun, jadi kamu harus berhenti mengatur ku!"teriak Juni tegas.
"Kamu tidak bisa menolak untuk itu, karena aku tidak terima penolakan"ucap Gavin.
"Kau dulu membuat ku, merasakan sakit karena mencintai pria yang sudah memiliki istri dan kau juga menggiringku untuk pergi tapi kenapa? kenapa! disaat aku mau pergi kamu malah seperti ini, kamu egois kak, kamu egois"ucap Juni terus berteriak pada Gavin dan minta dilepas kan.
tapi pria itu bukan nya melepaskan tapi malah malah mendekap erat tubuh Juni yang sudah duduk di dalam mobil.
"Kak lepas, aku harus segera kuliah"ucap nya.
"Tidak ada kuliah untuk saat ini, sampai kamu menyadari kesalahan mu"ucap Gavin.
"Gavin aku bilang berhenti!"teriak Juni yang langsung menghempas tangan Gavin yang mendekap erat tubuh nya itu dia langsung menendang tengkuk sopir yang tengah fokus mengemudi.
"Juni jangan gila kamu bisa membahayakan keselamatan orang lain ucap Gavin yang langsung lompat kedepan mengambil alih kemudi sambil terus menghalangi Juni yang hendak melukai nya.
tapi Gavin tidak kalah begitu saja, dia langsung mengunci pergerakan Juni setelah menepikan mobilnya, Gavin langsung melepas dasi nya dan meraih tangan Juni lalu dia ikat kebelakang.
meskipun Juni hampir saja melukai Gavin, saat itu tapi Gavin lebih gesit dari Juni, dan baku hantam pun berhenti kini tengah dan kaki Juni terikat dengan kedua dasi dari dua pria yang ada di dalam mobil tersebut, bahkan seat belt yang di pasang di tubuh Juni semakin mengencang secara otomatis, lama kelamaan Juni pun pasrah dia tidak bergerak sama sekali dan menatap jalanan.
sementara asisten Gavin masih pingsan dan Gavin menarik tubuh nya ke jok samping.
sesampainya di apartemen Juni dari basement apartemen itu tumbuh Juni digendong ala bridal style meskipun tangan Juni tidak berada di leher Gavin, tapi Gavin sudah terlihat jauh lebih mesra saat ini.
sesampainya di dalam unit nya, Gavin langsung membawa gadis itu kedalam kamar nya dan mengunci pintu kamar tersebut,laku melepas kan tali yang anda di kedua tangan dan kaki nya, setelah itu barulah Gavin berbicara.
"Jika kamu tidak bisa patuh,aku akan mengurung mu di sini untuk selamanya tapi jika kamu patuh aku akan mengijinkan mu untuk beraktifitas seperti biasa nya"ujar Gavin.
"Kak, kenapa? kamu bisa jadi seperti ini, aku tidak mengerti, apa?? untung nya melakukan semua ini, kamu sudah punya dia dan kita tidak bisa bersama"ucap Juni.
"Aku tidak perduli bagiku mulai sekarang kamu adalah milikku, tidak akan pernah aku lepaskan"teriak nya.
"Kamu egois kak, egois aku benci kamu!"teriak Juni.
"Terserah kamu saja"jawab Gavin yang langsung pergi meninggalkan Juni, yang sedang berteriak-teriak pada nya tapi Gavin tidak menghiraukan teriakan Juni.
__ADS_1
"Maaf kan aku Juni, aku terlanjur cinta sama kamu itulah kenapa? aku tidak mau kamu bersama dengan orang lain"gumam nya dalam hati.
sementara Juni tengah duduk sambil berpikir bagaimana cara nya agar dia bisa kabur dari tempat nya sendiri, saat ini.
hingga dia mendapat kan ide cemerlang.
Juni pun menghubungi Mommy nya yang kini tengah berada di restoran milik Vivian, yang baru saja pulang dari bulan madu.
Juni langsung meminta Vierra untuk menjemput nya pulang dari apartemen tersebut.
Vierra bahkan dengan senang hati mempercepat langkahnya, dan langsung meminta sopir untuk mengantar Vierra ke alamat yang Juni.
Juni sendiri sudah bersiap dengan koper dan barang-barang lainnya.
Juni bahkan sudah berganti pakaian, rencananya dia akan pergi bersama dengan Vierra, meskipun Jerry, akan memarahinya nanti.
Vierra pun tiba di unit milik Juni dan langsung menekan kode akses tapi sayang semua gagal, dan akhirnya Vierra harus meminta pihak apartemen untuk membuka pintu.
dan setelah pintu terbuka saat itu juga Juni menghambur ke dalam pelukan Vierra
"Ju, langsung pergi bersama dengan Vierra saat itu juga.
Juni sudah bertekad untuk menjauh dari Gavin, pria itu benar-benar sudah tidak bisa ditebak, bahkan tadi dia bisa bersikap kasar padanya karena dia menolak.
"Mommy aku akan kuliah secara online ,aku juga tidak mau keluar demi keamanan"ucap Juni.
Vierra menatap tak percaya, kenapa?? putri nya menjadi penakut seperti saat ini.
"Sayang apa? yang terjadi pada mu, siapa? yang mengancam mu"ucap Vierra bertanya.
🌹💖💖💖🌹
Hingga satu Minggu berlalu Juni tidak pernah keluar rumah Arjuna pun datang ke rumah Vierra, bersama dengan sang mommy, dia mengobrol panjang lebar melepas rindu pada sepupu yang sangat ia cintai, tapi Arjuna akan merelakan Juni, jika ternyata jodoh Juni adalah Gavin, tapi jika orang lain Arjuna rela memperjuangkan Juni hingga titik darah penghabisan, sementara dengan Gavin, dia hanya akan mati konyol karena pria itu bukan tandingan nya.
bisa-bisa Arjuna mati sebelum berperang, tapi demi rasa cinta nya terhadap Juni, dia akan setia untuk selalu menyemangati Juni.
hingga Juni kembali ceria karena kehadiran Juna saat ini, gadis itu bahkan mau keluar dari kamar dan mau makan dengan porsi normal seperti biasa nya.
selama dua Minggu ini, wanita itu bahkan terlihat sangat murung, Juni bukan tidak mampu untuk berkelahi dan mengalahkan Gavin, meskipun kemungkinan hanya melumpuhkan Gavin, tapi Juni tidak tega untuk melakukan semua itu karena rasa cinta nya terhadap pria itu, dia hanya bisa berontak dan setelah itu dia akan menyerah karena dia tidak ingin lagi melawan Gavin.
sementara di apartemen Juni Gavin, mengamuk hebat saat melihat rekaman Cctv tersebut dia melihat pihak apartemen ikut membantu Juni pergi, dan dengan itu Gavin bermain cantik dia langsung membuat orang-orang itu dipecat.
Gavin pun tiba-tiba mengunjungi Juni ke kediaman Jerry, bahkan dia tampak akrab dengan Jerry, karena Gavin juga adalah anak teman Jerry, saat di Amerika.
Juni yang saat itu tengah mengobrol dengan Arjuna, karena sudah dua hari ini Arjuna menginap di rumah Vierra, atas permintaan Vierra agar Juni tidak murung.
Juni langsung pergi ke kamar melewati Jerry dan Vierra yang tengah mengobrol dengan Gavin.
"Sayang kemarilah Daddy kenalkan kamu pada anak teman Daddy"ucap Jerry.
"Kenalkan saja Jessi pada nya Daddy aku dan Arjuna ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda"ucap Juni yang kini meraih Arjuna untuk pergi ke kamar mereka.
"Juni sayang... Juni!"teriak Jerry.
"Biarkan saja uncle, saya tidak masalah mungkin benar Juni, sedang sibuk dia juga pasti tau apa? yang harus dia lakukan"ucap Gavin, sambil menatap Juni dengan tatapan mata yang sulit untuk diartikan.
__ADS_1
"Honey kamu sadar atau tidak bahwa pria itu, sudah berjodoh dengan mu, sejak dulu"ucap Arjuna menirukan gaya Jerry.
"Apaan sih kamu Juna gak jelas juga"ucap Juni.
"Juni aku serius sayang dia itu pria yang akan dijodohkan oleh opah dengan mu"ucap Arjuna.
"Kalau begitu kita lebih baik menikah sebelum itu terjadi karena aku tidak mau, semua ini aku tidak mau dijodohkan Arjuna, aku ingin hidup normal seperti orang-orang yang memiliki cinta lainnya dan berhubungan dengan lawan jenis yang juga belum memiliki pasangan lain terutama cinta lain"ucap Juni panjang lebar.
sementara seseorang sedang mendengarkan pembicaraan mereka saat ini dia langsung bertingkah genit, dan merapihkan diri, sambil turun ke bawah, gadis itu tidak lain adalah Jessi ,dan Jessi ingin mengalahkan Juni, dalam segala hal.
"Daddy antar aku ke mall ya Daddy, aku mau beli sesuatu"ucap Jessi yang langsung duduk di pangkuan Jerry dia memang kelewat manja pada Daddy nya.
"Jessi kenapa? gak minta sopir saja yang antar Daddy sedang ada, tamu"ucap seseorang yang baru datang.
"Vivi sayang kamu disini, dimana suamimu"ucap Vierra.
"Vivian sendirian mom, mas Arkana sedang dinas luar"jawab Vivian, yang langsung memeluk mommy dan Daddy nya bergantian.
dia juga mengacak rambut adiknya yang kelewat manja pada Daddy nya.
"Seperti nya Daddy, sedang ada tamu, dimana adikku yang jagoan itu, katanya dia disini,aku kangen dia.
"Dia sedang di kamar nya bersama dengan Arjuna, sudah dua Minggu ini adikmu itu mengurung diri di kamar sejak mommy jemput dari apartemen nya, karena dia lupa kunci apartemen nya sendiri, sampai segitu nya, Mommy juga tidak tau apa? yang sedang di hadapinya adikmu tau sendiri tidak suka berbagi masalah dengan orang lain meskipun itu keluarga nya sendiri dia lebih suka memendamnya sendiri, Vivi adik mu pasti memiliki musuh yang mengancam nya karena Mommy dengar dari Arjuna dia menang tanding dengan orang-orang ahli di bidang ilmu bela diri, gadis Mommy yang satu itu entah sejak kapan dia belajar semua itu, tidak ada anggunnya sama sekali"ucap Vierra panjang kali lebar meluapkan unek-unek di hatinya pada Vivian, karena hanya dia satu-satunya putri yang mendengarkan keluh kesah sang Mommy tanpa banyak bertindak seperti Juni yang selalu to the points.
sementara Gavin, dia hanya sibuk menatap ke arah Jessi, yang kini terlihat tengah menggoda nya tapi dia sama sekali tidak tertarik dengan wanita seperti itu, Gavin tetap suka pada Juni, yang selalu tampil tomboi dan selalu apa adanya bukan ada apanya.
"Mom, aku temui dia dulu sudah sangat rindu, sudah gitu si Arjuna, kenapa betah dengan Juni, tidakkah dia takut ditindas oleh adikku yang satu itu"ucap Vivian.
"Arjuna itu sudah dekat sedari orok sama dia jadi tidak ada yang bisa memisahkan mereka" ucap Vierra, sambil beranjak dari duduknya, sementara Gavin yang mendengar kedekatan mereka dia mengepalkan tangannya di dalam saku celana nya.
"Mommy, Juni dapat surat cinta dari dosen nya, aku lupa memberikan itu di laci, katanya terimakasih atas bantuan nya, Jessi juga tidak mengerti cowok setampan dia naksir pada Juni yang tomboi"ucap Jessi.
"Sayang dia itu Kakak mu, dan dia sama-sama cantik dengan kalian anak Mommy, meskipun dia tomboi tapi kakak mu sangat cantik "ucap Vierra yang berbalik badan menoleh ke arah Jessi.
"Mommy, aku yang lebih cantik"ucap Jessi tanpa malu didepan Gavin, masih duduk di pangkuan sang Daddy.
"Kamu cantik sayang kalian semua sama-sama cantik"ucap Jerry lembut.
"Cantik kan aku Daddy"ucap Jessi.
"Ya Baiklah putri Daddy yang satu ini benar-benar cantik.
"UMM Daddy memang paling baik"ucap Jessi.
"Jessi tolong panggil kakak mu sayang Daddy ingin bicara"ucap Jerry.
"Baiklah tapi janji dulu antar Jessi ke mall"ucap Jessi.
"Heummm"jawab Jerry.
tidak lama setelah itu Juni datang dengan menggunakan t-shirt kegedean dengan celana jeans sebatas paha.
"Ada apa? Daddy"ucap Juni.
"Duduk lah sayang"ucap Jerry lembut.
__ADS_1
"Daddy aku sedang sibuk tidak bisakah bicara nanti saja"ucap Juni, sambil melirik ke arah Gavin, yang kini menatap lekat wajah nya.