Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Jangan terlalu setia#


__ADS_3

"Saya tau tidak seharusnya saya ikut campur tapi saya tidak suka melihat wanita dipojokkan seperti tadi, jika anda tidak bisa menghargai nya, setidaknya biarkan dia pergi mencari kebahagiaan nya"ucap Adam dengan tegas nya.


Vio, kembali terbawa emosi hampir saja dia menghajar Adam, jika Ghealova tidak pasang badan untuk menghalangi aksi Vio.


"Mas, sudah cukup"ucap Ghealova.


"Awas Ghea, jangan halangi aku, dia harus dikasih pelajaran karena sudah ikut campur urusan rumah tangga kita"ucap Vio.


"Rumah tangga kita, heuhhhhh jangan pura-pura lupa mas rumah tangga kita sudah diujung tanduk, sebelum dia ikut campur pun, jika kamu lupa"ucap Ghealova sambil tersenyum sinis.


"Sebaiknya mas pergi dan jangan biarkan mereka menunggu mu,di rumah,aku sudah ikhlas dengan semua yang terjadi semoga kalian bahagia, dan semoga tidak akan ada lagi penghianatan diantara kalian nanti nya, selamat atas kelahiran putra kalian"ucap Ghealova.


"Tidak sayang maafkan aku, aku janji akan memperbaiki semua nya"ucap Vio tulus.


"Aku sudah memaafkan mu, tapi bukan berarti kita bisa kembali lagi maaf aku tidak sekuat itu, dan soal Mommy Vamela aku sudah menghubungi nya, dan dia pasti akan memaafkan kamu, segeralah menikah kembali setelah itu jangan biarkan anak kalian tanpa setatus yang jelas"ucap Ghealova yang langsung menutup pintu disaksikan oleh Adam, Ghealova meneteskan air mata hingga tak terlihat lagi.


"Ghea sayang aku tak akan pernah melepaskan mu sampai kapan pun, apa? kamu dengar itu"ucap Vio yang terus mengetuk pintu kamar hingga dia merosot ke lantai, Adam pun meninggalkan nya hingga Vio lelah menunggu Ghealova tidak kunjung membuka pintu, Vio pun pergi dengan langkah gontai, pria itu sadar kesalahan nya sudah tidak termaafkan tapi dia akan terus berusaha untuk meminta maaf hingga Ghealova mau kembali bersama dengan nya.


"Maafkan aku mas, tapi hati ku sudah terlanjur hancur untuk yang kedua kalinya, kali ini tolong lepaskan aku"gumam Ghealova dalam tangis pilu nya.


hingga Ghealova meminta bantuan asisten pribadi ibunya untuk, mengurus perceraian diantara mereka, hingga perceraian itu usai dia tidak akan pernah muncul di hadapan Vio lagi, bukan dia tidak pernah mencintai Vio, justru karena cinta Ghealova untuk Vio terlalu besar hingga dia tidak mampu untuk bertemu dengan pria yang sangat ia cintai itu.


Ghealova pun kembali ke rumah yang selama beberapa minggu ini dia tempati, dia begitu murung berhari-hari mengurung diri di dalam kamar nya.


hingga seorang pelayan meminta bantuan kepada Adam, untuk membujuk Nona nya makan.


Adam datang dan memasak makanan laut yang super lezat, untuk seorang wanita yang tidak tau setatus nya apa? yang dia tau adalah dia harus menolong seseorang demi kebaikan.


"Ghea buka pintu nya ini aku Adam"ucap Adam lembut.


"Aku sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun tolong biarkan aku sendiri"ucap Ghealova lirih hampir tidak terdengar.


"Mau sampai kapan? kamu menyiksa diri sendiri, sedang orang yang kamu cintai pun tidak memikirkan keadaan mu, ayolah setidaknya bangkit dan lihat lah dunia masih lebar masih banyak keindahan yang akan mampu mengobati lukamu"ucap Adam.


"Sungguh mudah untuk berkata seperti itu untuk mu , tapi aku sendiri tidak tau jika kamu berada di posisi ku, mungkin semua sudah berakhir detik itu juga, jadi tolong biarkan aku sendiri"ucap Ghealova.


"Tapi setidaknya tolong isi perut mu dulu karena bersedih juga butuh tenaga, setelah kamu makan aku akan pergi"ucap Adam lembut.


Ghealova tidak menjawab Adam dia langsung berjalan gontai menuju kamar mandi dan membersihkan diri setidaknya dia bisa terlihat fresh, meskipun wajah nya sembab dan matanya bengkak akibat menangis selama berhari-hari bahkan Ghealova tidak tahu kapan siang dan malam tiba, dia hanya minum air putih untuk membasahi kerongkongan yang terasa kering.


Adam pun hanya diam membisu saat Ghealova turun perlahan dari tangga menuju lantai dimana Adam, berdiri menunggu nya saat ini.

__ADS_1


"Aku pasti terlihat sangat mengerikan benar bukan ucap Ghealova sambil menunduk tak berani menatap Adam yang kini duduk di hadapan nya.


"Kamu masih cantik meskipun matamu bengkak seperti mata Minions"ucap Adam sambil terkekeh.


"Terimakasih ejekan nya"ucap Ghealova.


"Aku tidak mengejek mu Ghea, itu kenyataan"ucap Adam lagi.


"Sungguh miris"ucap Ghealova, sambil menunduk.


"Ah sudah lah jangan terlalu dipikirkan, kamu harus makan aku sengaja masak makanan terlezat untuk mu"ucap Adam.


"Terimakasih tapi seharusnya kamu tidak perlu repot-repot untuk semua ini, pelayan ku setiap hari menyiapkan makanan untuk ku"ucap Ghealova.


"Ya aku tau tapi kau bahkan tidak pernah mau menyentuh nya"ucap Adam, sambil tersenyum.


"Aku hanya tidak laper"jawab Ghealova sambil menyantap makanan tersebut, perlahan tapi pasti dia bisa makan banyak.


Adam tersenyum puas, setidaknya makan itu habis dimakan oleh Ghealova, hampir satu piring penuh makanan itu habis tak bersisa,Adam maklum mungkin karena Ghealova sudah lama tidak makan.


Adam bahkan salut dengan rasa cinta Ghealova yang begitu besar untuk Vio, hingga mengalahkan rasa laper berhari-hari bahkan dia juga mengurung diri di dalam kamar.


"Aku akan sangat beruntung jika mendapat kan cinta yang sama seperti yang kamu berikan kepada nya, tapi sayang yang datang pada ku hanya cinta dengan isi dompet ku yang super tipis ini"ucap Adam sambil tersenyum.


"Berdoalah suatu saat nanti akan ada pangeran berkuda putih yang akan mengubah takdir cinta mu"ucap Adam tulus.


"Aku tidak berharap lagi, bagiku sudah cukup dengan semua yang terjadi, tidak akan ada lagi untuk kedua kalinya, aku sudah putuskan untuk"


"Jangan mendahului tuhan, mungkin sekarang kamu masih sangat terluka dan bukan tidak mungkin suatu hari nanti kamu akan kembali jatuh cinta, aku saja tidak pernah putus asa, selama tuhan masih memberikan ku umur panjang dan kesehatan aku tidak akan berhenti berharap"ucap Adam sambil tersenyum manis.


jika dilihat-lihat Adam adalah pria tampan dan gagah sangat rupawan dengan senyum yang menawan tapi sayang saat ini keduanya sama-sama tengah terluka, karena Adam juga baru menemukan fakta bahwa tunangan nya sedang bermain gila, saat dia datang ke kota tempat tinggal wanita itu.


🌹💖💖💖🌹


jika Vio masih terpuruk berbeda dengan Vivian dan Arkana, mereka sedang mempersiapkan pernikahan mereka akan digelar secara meriah di sebuah hotel megah yang ada di Jakarta.


Vivian bahkan sudah melakukan berbagai rangkaian perawatan tubuh dan lainnya untuk persiapan pesta Akbar tersebut yang tinggal menghitung hari itu.


Vivian pun sudah sangat menantikan hari bahagia nya.


sementara Arkana kini bahkan tidak diperbolehkan untuk menemui Vivian bahkan kedua ponsel nya di sita sang Bunda, Arkana pun kini tengah sibuk menghapal ijab qobul karena ternyata begitu panjang apa yang dia hapal bahkan sang Bunda sampai menyuapi nya makan ditengah kesibukan nya mengemas kado bersama tenaga wedding organizer yang dipercaya untuk mengurus semua perhelatan Akbar tersebut.

__ADS_1


"Sayang makan dulu, jangan sampai kamu nanti pingsan saat ijab qobul kan gak lucu sayang Bunda"ucap Ana sambil terkekeh geli dia menyuapi anak semata wayangnya dengan makanan favorit nya.


"Bunda jangan menyumpahi ku, begitu putra mu masih kuat meskipun satu bulan tidak makan, asal bisa bersama bunda dan yayang Vivian"ucap Arkana yang mendapat sentilan di telinga nya dari sang bunda.


"Jika kamu tidak nurut Bunda, juga akan membatalkan pernikahan ini"ucap Ana, serius.


"Ampun Bunda, ampun iya-iya aku nurut Bunda,aku tidak akan meminta ponsel ku lagi"ucap Arkana.


"Arkana"ucap Ana, sambil menatap tajam kearah putra nya yang sudah diam-diam mengambil ponsel tersebut dari saku gamis ibunya, Arkana langsung menghubungi my wife, tapi sayang handphone Vivian juga tidak aktif.


"Ah...sial kenapa? tidak aktif juga"ucap Arkana yang langsung melempar ponsel tersebut.


Ana terkekeh geli, melihat tingkah putra nya yang seperti cacing kepanasan karena dia tidak bisa menghubungi pujaan hati nya, karena Arkana adalah tipe pria dengan ke buccin nan yang sudah di atas level rata-rata biasa nya pria itu akan menghubungi gadis nya hingga berjam-jam lamanya, atau beberapa menit untuk sepuluh kali panggilan dalam satu hari, jika saja keduanya tidak memiliki rasa yang sama mungkin saat ini Vivian sudah kabur dari samping Arkana.


sementara Vivian pun sama dia sudah terlalu rindu dengan Arkana yang selalu menghubungi nya setiap saat tapi sudah satu minggu ini mereka tidak bertemu.


hingga acara digelar Vivian masih berada di sebuah ruangan khusus, karena masih dirias.


Vivian menggunakan kebaya modern hasil rancangan sang Mommy, yang bahkan menjadi pusat perhatian seluruh kalangan desainer yang hadir sementara Arkana tengah melakukan ijab qobul, dengan Jerry sebagai wali Vivian, sementara setelah kata sah terucap tangis haru pun terdengar dari seluruh anggota keluarga terutama Ana sebagai selaku orang tua tunggal bahkan Ana tidak memiliki sanak saudara begitu juga keluarga mendiang suaminya yang entah di mana karena keluarga nya selalu berpindah tempat.


Vamela langsung merangkul bahu Ana sebagai sesama wanita yang tidak memiliki keluarga Vamela benar-benar bisa merasakan bagaimana menjadi ana.


sementara itu kini para tamu yang hadir melihat ke arah bidadari cantik yang berjalan diapit oleh sang Mommy, dan nenek nya Juli diikuti oleh dua orang adik perempuan nya yang memegang ujung kebaya yang menjuntai panjang.


semua mata tertuju pada Vivian yang cantik melebihi bidadari yang turun dari kahyangan.


Begitu juga dengan Arkana, yang menatap nya tanpa berkedip tapi Jay dan Hay yang berada di belakang nya langsung berkata"Sabar proses nya masih sangat panjang"ucapan mereka begitu kompak dan langsung membuat semua orang tertawa.


hingga Vivian duduk di samping nya dan mencium punggung tangan Arkana setelah Arkana memasang cincin begitu juga Vivian Arkana langsung mencium kening Vivian,tepuk tangan dari tamu yang hadir pun semakin meriah, mereka pun menandatangani surat-surat untuk mengesahkan pernikahan mereka.


hingga tiba acara sungkem kepada kedua orang tua mereka, Ana hanya duduk sendiri di kursi yang telah disediakan sementara Jerry dan Vierra duduk berdampingan acara sungkem pun, akhirnya di gelar dengan bimbingan dari pembawa acara dan acara pun mengharu biru taat kala Arkana dan Vivian bergantian sungkem di pangkuan Ana, Arkana menangis sesenggukan begitu juga dengan Ana yang memeluk erat putra semata wayangnya itu, sambil memberikan wejangan kepada putranya itu,agar menjadi pria yang selalu bertanggung jawab dan sayang terhadap istri dan seluruh keluarga nya kelak.


tidak ada satu orang pun yang tidak menitikkan air mata, disaat itu, tiba giliran Vivian, yang juga mendapatkan perlakuan yang sama dari Ana wanita itu memeluk erat anak menantunya itu sambil menangis sesenggukan menitipkan putra semata wayangnya, dan juga mengatakan bahwa mereka harus terus saling menjaga satu sama lain hingga akhir hayat mereka.


begitu juga dengan Jerry dan Vierra, yang baru kali ini benar-benar merasakan pernikahan yang benar-benar sakral bahkan Ana sempat melantunkan ayat suci Al-Quran, setelah acara sungkem itu selesai untuk rasa syukur nya terhadap yang maha kuasa, karena Tugas nya sebagai ibu sudah selesai untuk mendidik putra semata wayangnya itu, dan kini dia hanya harus menjadi mentor yang baik untuk membimbing putra nya menuju rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah, Ana hanya berkewajiban untuk memberikan nasihat jika suatu saat putra nya salah arah.


hingga pesta pernikahan itu digelar dengan sangat meriah, berbagai acara diadakan mulai dari beramah tamah dan tamu undangan, dilanjutkan dengan pesta dansa dan juga memberikan hadiah saweran untuk tamu yang hadir, berupa undian yang dilakukan dengan lomba joget dan lain sebagainya tidak tanggung-tanggung hadiah nya satu mobil sport limited edition dan berbagai perabotan mahal semua itu atas ide Juni yang juga ikut menyumbang untuk hadiah dalam undian tersebut.


tepat pada saat pesta dansa berlanjut setelah perlombaan tersebut Vio hadir bersama Eleanor, dan juga putra mereka yang baru berusia dua bulan itu, Vamela sempat ingin pergi tapi Jordan menahan nya, bahkan Jordan sendiri menghampiri Vio dan menggendong bayi yang menjadi cucu sambung nya itu, sementara Jeny yang melihat itu langsung menarik Eleanor dari keramaian dia tidak menyangka putri nya mampu menghancurkan rumah tangga Vio dan Ghealova.


perdebatan ibu dan anak itu pun terjadi hingga Ghealova dan Adam hadir sebagai pasangan di pesta tersebut yang kembali menjadi pusat perhatian seluruh tamu undangan.

__ADS_1


dengan tegar nya, Ghealova menyalami Vamela dan Jordan lalu berbalik menyalami Vio dan mengucapkan selamat untuk kedua kalinya pada Vio yang kini mematung menatap sendu pada wanita yang sangat ia cintai.


__ADS_2