Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Bersikap dingin#


__ADS_3

Setelah, Edgar berhasil menghentikan kepergian, Juli dari Mension itu, Edgar langsung pergi ke kantor, Edgar terus berkutat dengan pekerjaan nya dia ingin sekali segera pulang dia bahkan memantau Cctv, seluruh sudut Mension, yang selama ini dia pasangkan Cctv semenjak Juli kembali.


Edgar, tidak ingin kehilangan istri nya lagi, bahkan untuk saat ini dia selalu menempatkan orang-orang nya, setiap kali Juli beraktivitas di luar.


saat dia melihat Cctv,kamar utama yang selama ini mereka tempati, Edgar melihat istrinya tengah duduk termenung di sofa entah apa yang saat ini tengah dia pikirkan, Edgar langsung meminta asistennya untuk mengirimkan bunga,mawar ke rumah nya.


Edgar, ingin istrinya kembali tersenyum bahagia, meski kesedihan nya saat ini dia penyebab nya.


Edgar merasa sangat bersalah, andaikan saat itu dia tidak terjebak di dalam kamar hotel dengan obat perangsang dan bercinta dengan wanita bayaran.


Edgar, menghela nafasnya sambil mengusap layar yang memperlihatkan istrinya yang kini tengah bersandar di sofa ruangan itu Juli, terlihat mengusap wajah nya.


"Sayang, maafkan aku, semua ini salah ku"gumam Edgar, pria itu begitu menyesal.


sepulang nya ia dari kantor, dia langsung menuju kamar nya, saat ini dia melihat istrinya yang terlelap tidur dengan posisi menyamping, tanpa menggunakan selimut.


Edgar, menaruh tas nya di atas meja sofa tersebut lalu menghampiri istri nya dan menyelimuti nya dan mengecup kening Juli, tapi Juli tidak terganggu sama sekali.


Edgar, langsung melepaskan jas nya lalu berjalan menuju kamar mandi, Edgar membersihkan tubuh yang terasa lengket karena beraktifitas di luar sana.


setelah selesai dia langsung keluar dengan menggunakan bathroob dia langsung berjalan menuju walk in closed, Juli tidak bangun juga biasanya dia akan terbangun saat Edgar, hilir mudik atau pun datang seperti kebiasaan nya dia akan menyiapkan semua keperluan suaminya itu.


tapi hingga pagi tiba Juli, langsung bangun dari ranjang setelah semalaman berpura-pura tidur, hatinya begitu perih hingga tak dapat memejamkan mata nya saat tadi malam, kedua matanya terlihat sembab karena sedari sore dia menangis.


Juli berjalan menuju kamar mandi, dia tidak memperdulikan tatapan suaminya saat ini karena biasanya dia akan memberikan kecupan mesra di bibir Edgar, sebelum dia bangun tapi itu tidak lagi ada.


Edgar, hanya bisa menghela nafas berat, setelah itu dia bangkit dan berjalan membuka pintu yang mengarah ke balkon.


Edgar, berdiri di sana, dia ingin menghirup udara segar siapa tau bisa sedikit mengurangi rasa sesak di dada nya, posisi Edgar,sangat serba salah, jika dia bertanya kepada Juli, mengenai perubahan sikap nya, sudah pasti jawabannya adalah semua karena nya dan akan memperburuk keadaan, tapi jika dibiarkan juga sama saja hasil nya akan seperti itu.


Juli selesai membersihkan diri, setelah itu dia berjalan menuju walk in closed, tak hanya sekedar memakai baju nya, Juli juga menyiapkan pakaian santai milik Edgar, karena ini adalah hari libur nya.


sementara itu Edgar, masuk ke dalam kamar mandi, terlihat bathtub sudah terisi air hangat saat ini mungkin Juli sengaja menyiapkan itu tapi bukan nya bahagia dia malah semakin merasa bersalah.


Juli keluar dari walk in closed,kini dia sudah terlihat segar dengan menggunakan dress berwarna coklat muda, khusus wanita hamil, dia langsung duduk di depan meja rias hanya sekedar untuk menyisir rambut nya dan menggunakan pelembab wajah dan tak lupa polesan lipstik berwarna senada dengan gaun yang kini ia kenakan lalu menyemprotkan parfum ke seluruh tubuh nya.

__ADS_1


setelah selesai dengan itu Juli segera membuka gorden kamar itu dan membuka jendela nya,tak lupa juga dia merapihkan tempat tidur nya, meski dalam keadaan hamil tapi tidak menyurutkan niat nya untuk merapikan kamar nya itu, karena Edgar, tetap tidak ingin ada satu orang pun yang masuk ke sana selain dia dan Juli, bahkan ketiga anak nya pun tak pernah di bawa ke sana.


Edgar, ingin kamar itu benar-benar privasi untuk dirinya dan istrinya itu.


saat Edgar, keluar dari kamar mandi, dia langsung menghampiri istrinya yang kini tengah mengganti bunga yang ada di meja nakas karena sudah terlihat layu .


Edgar, memeluk Juli, dari belakang dia membenamkan wajahnya di ceruk leher Juli, tapi wanita itu tidak bergeming sedikitpun Juli bahkan masih fokus dengan bunga nya.


"Sayang, aku minta maaf, aku janji tidak akan pernah mengulangi kesalahan ku lagi"ucap Edgar lembut.


tapi Juli, tetap diam seribu bahasa, dia pun kembali berjalan menuju pintu untuk mengambil bunga baru dan mengeluarkan tong sampah dari kamar nya dan mengganti nama nya dengan yang baru juga seperti yang telah pelayan siapkan di depan pintu kamar mereka.


Edgar, langsung membantu Juli membawa semua nya ke dalam, dia masih menggunakan bathroob, saat ini tapi Edgar, tidak peduli dengan penampilan nya.


Juli yang kini sudah selesai dengan aktifitas nya merapikan kamar, dia langsung bergegas turun ke lantai bawah untuk mempersiapkan sarapan bagi ketiga anaknya di bantu oleh para pelayan.


Edgar masih duduk termenung di kamar nya sambil memangku laptop nya dia bahkan tidak bersemangat untuk sarapan.


setelah selesai Juli kini sedang duduk di kursi meja makan sambil menyuapi ketiga anaknya makan, sambil menunggu Edgar turun , tapi sampai selesai dia menyuapi ketiga anaknya, Edgar tak kunjung datang.


sesampainya di lantai tiga Juli, langsung masuk ke dalam kamar nya, sambil membawa nampan tersebut dilihat nya, Edgar tengah duduk sambil berkutat dengan laptop nya saat ini.


"Jangan terus menerus tenggelam dengan kesibukan mu, karena harta mu masih banyak untuk bisa membahagiakan wanita mu di luar sana"ucap Juli, yang langsung membuat Edgar, membulatkan matanya, menatap ke arah Juli.


"Apa??.... yang kamu ucapkan tadi Juli"ucap Edgar, sedikit membentak.


"Kenapa??..... apa ?..aku salah bicara,ingat kenapa?... aku ada di sini sekarang bukan, atau kamu lupa, dengan Shakira, yang belum lama ini menemani hari mu di atas ranjang"


"Cukup, Juli...!! aku bilang hentikan, aku memang berasal pada mu, tapi apa tidak ada maaf sedikit saja untuk ku, ingat sayang kamu sedang hamil dan itu tidak baik untuk kalian berdua"ucap Edgar.


"Kamu sendiri tahu bahwa itu tidak baik tapi kenapa??... kamu sendiri yang berikan aku masalah, baiklah-baiklah jika itu mau ,mulai saat ini detik ini juga."


"Stop, Juli Stop aku mohon hentikan, aku tidak ingin mendengarkan ucapan mu yang bisa membuat ku gila"ucap Edgar.


🌹💖💖💖🌹

__ADS_1


sore hari setelah drama di antara Edgar dan Juli, wanita yang saat ini tengah mengandung enam bulan tersebut kini tengah merenung tetesan air mata kembali jatuh saat mengingat adegan percintaan antara Edgar, dengan gadis bayaran tersebut, seberapa kuat pun wanita itu menahan rasa sakit nya, saat ini ternyata dia tak sekuat itu, Juli memutuskan untuk kembali ke rumah lama nya peninggalan Nyona Ester, terserah jika dia di ijinkan atau tidak yang pasti dia hanya ingin pergi menjauh entah itu untuk sementara atau pun selamanya.


saat Edgar, tengah sibuk di ruang kerja nya meski kemarin dia bilang akan meliburkan diri untuk nya seharian penuh, tapi nyatanya dia tidak melakukan itu, Juli tau pria yang dia nikahi saat ini adalah seorang Milioner, dia sendiri maklum untuk itu tapi untuk urusan perasaan Juli, adalah tipe orang lemah dia tidak tahan untuk mendapatkan rasa sakit entah itu penghianatan ataupun sikap kasar dari siapapun.


Juli berjalan bersama Jerry, dan kedua anak nya yang lain dia berjalan menuju mobilnya yang sempat kakak nya antar kerumah Ester, beberapa bulan sebelum dia menikah dengan Edgar.


kakak nya merasa sakit hati saat melihat Juli kesulitan mencari keberadaan umum ditengah derita yang sedang dia hadapi, andaikan saja dia tau saat pertama kali Juli, dinyatakan hamil, dia akan segera membawa pergi adiknya itu menjauh dari keluarga nya, sehingga Juli, tidak akan terusir dari keluarga nya.


keluarga yang selama ini selalu memanjakan nya selalu memenuhi keinginan adik perempuan satu-satunya itu, tapi sayang setelah kejadian itu, kedua orang tua nya yang begitu menjujung tinggi derajat dan kehormatan itu, merasa bahwa Juli adalah aib di keluarga nya dan mereka harus membuang Juli, secepatnya.


padahal tak sedikit anak muda di,sana menjalani hidup dengan gaya bebas, dan tidak akan ada orang yang menggunjing nya seperti di Indonesia, apa lagi Juli, adalah korban keteledoran seorang dokter di rumah sakit tersebut.


Jerry, sudah masuk ke dalam mobil bersama dengan kedua adik nya, Juli, pun masuk dia langsung menghidupkan mesin mobil nya, saat itu juga tanpa pamit Juli pergi membawa serta ke empat anak nya, saat ini, Edgar, sendiri tidak tau tentang kepergian Juli, karena kalau dia tau dia tidak akan pernah mengizinkan itu.


Edgar,baru tahun sekitar pukul enam sore, dia saat itu dia bertanya kepada seorang pelayan, saat Juli tidak terlihat dimana pun.


pelayan tersebut mengatakan bahwa Juli, pergi dengan ketiga anak nya dengan mobil nya tadi sore dan sekarang belum kembali juga.


Edgar langsung menghubungi nomor handphone, Juli, tapi tidak di angkat, awal nya dia mengira mungkin Juli, hanya ingin menenangkan diri sejenak, tapi hingga pukul tujuh malam dia tidak kunjung kembali, Edgar langsung mengambil kunci mobil nya, saat itu dan bergegas pergi untuk mencari Juli, saat ini.


Edgar, langsung menuju rumah lama Juli, tapi nihil mereka tidak ada di sana, Edgar langsung pun langsung mencari ke rumah kedua orang tua nya Juli, tapi mereka bilang tidak pernah ada Juli berkunjung, meski hubungan mereka, tidak se teggang dulu, ada sedikit kekhawatiran di benak wanita paruh baya tersebut, apa lagi menurut informasi, Juli, saat ini tengah berbadan dua.


Edgar, semakin mencemaskan keberadaan mereka saat ini, apa lagi, seorang pelayan bilang sedari pagi Juli,tak sedikit pun menyentuh makanan nya.


sementara yang di cari, saat ini tengah berada di rumah Angela, peninggalan Edgar, saat mereka memutuskan untuk berpisah, entah angin apa yang membuat Juli, ingin datang ke sana, Angela, menyambut nya dengan baik, meski dia sedikit iri dengan kebahagiaan Juli, yang bisa memiliki buah cinta nya dengan pria yang teramat di cintai nya itu.


Angela juga pergi dari kehidupan Edgar, karena tidak tahan dengan godaan yang menimpa suaminya kala itu,ada sesuatu yang tak pernah Angela, ungkap selain rasa putus asa nya, disaat dia di vonis, tidak akan pernah bisa memiliki anak lagi.


Angela, yang menyimpan rahasia terbesar itu sendirian, dia langsung mencari celah, saat seorang dokter tampan yang selama ini mendampingi nya melakukan terapi padahal wanita itu sama sekali tidak pernah lumpuh bahkan bisa melakukan apapun, hanya saja dia ingin mengelabuhi orang yang selalu berada di samping nya, hingga akhirnya harus berpura-pura menjalin hubungan di belakang Edgar, dan sandiwara pernikahan itu pun terjadi.


"Kak,... saya tau saya salah, tapi saya tidak tahu harus berbicara dengan siapa lagi,saya sudah lelah, menjalani hidup ini, apa lagi dengan dia yang selalu tidak bisa mengambil sikap , aku sudah memberikan yang dia mau mereka adalah darah daging nya dan saat ini di perut ku , aku ingin kalian kembali menikah dan rawat lah mereka seperti kakak,me nyangi anak kakak, aku akan pergi jauh dari kehidupan kalian untuk selamanya, dan jika mereka bertanya tentang ku, bilang saja bahwa aku, sudah kembali ke surga"Ucap Juli, dengan derai air mata.


"Juli, aku sudah mengikhlaskan kalian berdua untuk bahagia, meski tidak bisa di pungkiri, aku masih sangat mencintai nya, tapi itu tidak akan pernah lagi, saat aku melihat malaikat kecil,lahir di sisi kalian berdua, bertahan lah karena yang aku tau Edgar, adalah tipe pria setia dan penyayang, dibalik sifat nya, yang sering melakukan kesalahan tapi yakinlah bahwa dia sendiri tidak pernah menyadari itu"ucap Angela,bijak.


"Ini sudah larut malam jika kalian tidak keberatan menginap lah di rumah ini.disini juga terlalu sepi karena hanya aku yang tinggal di sini, anggap saja ini sebagai rumah kalian, karena ini juga pemberian dari Edgar, saat kami berpisah dulu,maaf jika pertemuan kita di awal kurang mengenakkan, tapi percayalah setelah aku tau apa alasan mu saat itu, dan saat melihat kebahagiaan di mata Edgar, karena kehadiran putra kalian aku merasa bahagia, karena dulu itu adalah sebuah harapan yang mustahil, aku tidak bisa memberikan hal itu pada nya, bahkan aku harus menerima kenyataan pahit bahwa bayi yang ku kandung dulu harus pergi sebelum melihat keindahan dunia ini"ucap Angela, yang kini menahan air mata nya yang akan jatuh, dia tidak ingin terlihat lemah saat ini.

__ADS_1


"Maaf kan aku, aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu,kak, andaikan aku tau bahwa dia sudah memiliki istri sebelumnya mungkin aku akan pergi seperti yang aku lakukan dulu"ucap Juli sendu.


__ADS_2