
setiap hari di keluarga Jerry akan sarapan pagi bersama lalu berangkat beraktifitas ke masingmasing tempat, mulai dari kantor butik sekolah kampus, hanya Sajira, yang masih belum melanjutkan sekolah karena gadis itu belum mengurus kepindahan nya ke Paris.
lebih tepatnya Jerry, sedang menyelidiki sebab kecelakaan dan mencari tahu asal-usul keluarga Sajira, apa gadis itu masih memiliki keluarga atau kerabat dekat.
untuk sementara waktu Jerry akan memperbaharui kartu keluarga nya, untuk memasukkan nama Sajira kedalam daftar kartu keluarga baru dengan seratus anak ketiga.
Vierra tidak melarang Sajira menggunakan hijab, karena keluarga nya juga bagian dari agama muslim, hanya saja belum sampai sesempurna Sajira, Jerry juga mengajarkan anak nya untuk mempelajari agama Islam yang turun temurun, Jerry yang awalnya beragama Kristen, karena Juli juga beragama Kristen, sebelum menikah dengan Edgar saat itu, dan mereka masuk Islam setelah Juli memutuskan untuk menikah dengan Edgar.
kehadiran Sajira, membuat keluarga itu semakin berwarna jika keluarga Vierra, selalu memiliki kebiasaan masing-masing, mulai dari main game, dan menonton film sesuai jender berbeda dengan Sajira hari-hari nya dihabiskan untuk membaca Alqur'an dan membaca sholawat, sambil membantu pekerjaan Vierra, mulai dari memasak membantu mendesain karena Sajira juga ternyata berbakat di bidang itu.
"Sayang, kamu di negara mu dulu, sekolah nya sampai mana"ucap Vierra.
"Sebentar lagi masuk kuliah mom...aku kuliah di jurusan manajemen bisnis"ucap Sajira.
"Wah hebat sekali sayang, boleh?? mommy tanya yang lebih pribadi lagi"ucap Vierra.
"Tanyakan saja mom"ucap Sajira.
"Tapi kamu harus janji sama mommy ya, jangan sedih karena mommy dan Daddy, adalah pengganti orang tua mu, dan mommy janji akan menyayangi mu, seperti mommy menyayangi saudara mu, mommy juga selama ini adalah anak sebatang kara sebelum bertemu dengan Daddy"ucap Vierra.
"Mom..."ucap Sajira lirih.
"Mommy disini sayang, jangan takut, ceritakan semua tentang dirimu jangan takut mommy janji akan selalu melindungi mu"ucap Vierra sambil memeluk putri angkat nya itu.
"Mom... ayah dan bunda dibunuh oleh sekelompok orang tidak di kenal, tepat di hadapan Sajira, saat sopir itu dengan sengaja menghentikan mobilnya di tengah jalan, hiks hiks hiks,saji tak tau mereka siapa? tidak hanya itu tidak ada satupun yang mau menolong saji selain Daddy,hiks hiks hiks bunda hiks ayah.
sementara Vierra dibuat kaget setengah mati, bagaimana bisa ada manusia sadis seperti itu, dan bagaimana Sajira bisa selamat.
"Mereka mengira Sajira mati karena serangan jantung, karena Sajira, menahan nafas Sajira hingga beberapa detik Saat mereka memastikan bahwa Sajira sudah meninggal dunia, dan mereka mengira kami bertiga sudah meninggal dunia,kami datang ke negara ini untuk berlibur, tapi ayah dan bunda malah tiada di negara ini"ucap Sajira yang langsung membaca do'a agar dia tidak terlalu panik.
Sajira, adalah putri Solehah, dia anak tunggal dan keluarga nya tidak memiliki kerabat dekat di negara itu, tapi mereka dikenal sebagai warga yang sangat ramah dan sebagai pengusaha sukses ayah nya sering mengajak Sajira dan ibunya untuk berlibur, seperti saat kejadian itu terjadi.
Jessi dan Juni yang melihat kakak Sajira menangis sesenggukan, dia langsung mereka langsung memeluk kakaknya itu.
"Sajira, masih berminat untuk kuliah Sayang"ucap Vierra, dan gadis itu mengangguk karena semua itu adalah salah satu cita-cita dari almarhum ayahnya, Sajira adalah satu-satunya pewaris perusahaan dan harta kekayaan keluarga nya itu.
"Masih mommy, tapi Sajira tidak tau lagi harus bagaimana"ucap Sajira.
"Tidak usah khawatir dengan semua nya, biarkan Daddy saja yang mengurus semua nya, mommy yakin anak Solehah mommy yang satu ini mampu melakukan apapun untuk kebaikan"ucap Vierra,membelai nya penuh cinta.
"Terimakasih Mom.."ucap Sajira.
"Mom...aku ingin seperti kak Sajira, menggunakan hijab , pasti kami terlihat sangat cantik iyakan mommy"ucap Juni.
"Tentu saja Sayang, dan mommy bisa membuat koleksi hijab terbaru untuk kalian bertiga dan keuangan mommy, akan bertambah lagi, karena Daddy, akan membayar itu dengan harga mahal"ucap Vierra.
"Tidak masalah sayang ku, tapi aku ingin tambah anak lagi, boleh"ucap Jerry yang tiba-tiba kembali, dia membawa tas kerja nya di ikuti asisten pribadi nya yang sangat sigap itu.
"Boleh, saja dan itu aku akan meminta Daddy untuk menikah lagi, agar aku tidak perlu capek-capek melahirkan anak jadi Daddy bisa punya banyak"
__ADS_1
"Stop sayang, aku tak akan pernah minta anak lagi jika seperti itu jadinya karena kamu, tidak mau mengandung anak dari ku lagi"ucap Jerry, sambil terus berjalan menuju ruang kerja nya.
"Daddy" ucap Vierra yang langsung memeluk suaminya itu, dia bahkan mencium bibir Jerry dan seperti biasa minta di gendong, jika sudah begitu Jerry, akan luluh karena istrinya itu mampu membuat nya merasa bersalah jika melihat pupil eyes nya menggoda Jerry.
Jerry membawa istrinya itu kedalam kamar mereka sementara itu tiga gadis mereka hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mereka bertiga.
sementara itu di negara Norwegia dimana keluarga Jordan tinggal, kedua bocah berusia lima belas tahun itu , kini tengah berada di dalam kamar mereka, mereka berdua tengah merencanakan sesuatu, untuk membuat Viona kembali ceria seperti dulu, karena saat ini Viona sering menyendiri.
Vamela sudah berusaha untuk membuat putri nya bisa kembali ceria seperti dulu, tapi Viona saat ini seperti kehilangan separuh jiwa nya,selain dia sekolah setelah itu dia akan pulang dan mengurung diri di kamar, dan Viona selalu sulit untuk di ajak makan.
"Viona sayang mommy ingin bicara"ucap Vamela.
"Mom...aku ngantuk"ucap Viona.
"Sayang sebentar saja, please"ucap Vamela memohon.
"Baiklah mom, tapi hanya tiga puluh menit"ucap Vamela.
"Baiklah sayang"ucap Vamela.
Vamela pun mendekat, dia langsung memeluk putri nya itu, dia menangis sesenggukan, dia merasa bersalah karena karma atas perbuatan ayah Viona kini sudah terjadi pada putrinya, semua itu atas ucapan Vamela yang mengutuk perbuatan pria itu.
kata-kata seorang ibu, memang tidak bisa di pakai mainan, sekali saja ia berkata dalam tangis pilu nya, maka itu adalah do'a yang sangat mujarab, Vamela pernah mengutuk pria itu bahwa pembalasan atas rasa sakit itu akan dirasakan oleh darah daging pria itu, tanpa Vamela, sadari bahwa Viona dan Vio, adalah darah daging pria itu, meskipun Vamela, sempat menyangkal nya.
"Mommy sudah mengikhlaskan apa pun yang terjadi pada mommy, yang dilakukan oleh ayah kandung mu, saat itu, dan mommy mencabut kutukan mommy, semoga semua kembali seperti semula, mommy sudah memaafkan semua kesalahannya, meskipun itu sudah sangat keterlaluan, saat ini mommy terima bawa kalian berdua adalah anak pria itu, tapi mommy tidak terima jika kesalahan yang pernah dia lakukan terjadi pada Putri mommy"ucap Vamela.
🌹💖💖💖🌹
"Mom boleh aku tinggal bersama Daddy ku saja"ucap Viona.
"Sayang apa? mommy berbuat kesalahan, selama ini hingga kamu ingin pergi dari hidup mommy"ucap Vamela sendu.
"Tidak mom...aku sungguh sangat bahagia tinggal bersama dengan mommy, dan Daddy yang selalu menyayangi ku, tapi Viona ingin merasakan kasih sayang dari Daddy Viona sendiri benar-benar murni sebagai Daddy kandung Viona"ucap Viona.
"Baiklah jika itu bisa membuat mu bahagia mommy akan mengantar mu ke rumah nya, tapi satu hal yang kamu harus janji pada mommy, jika ada yang menyakiti mu, atau Daddy mu, langsung telpon mommy"ucap Vamela.
"Baiklah mom"ucap Viona.
"Rasanya begitu berat melepaskan Viona, pergi tapi Vamela, melakukan semua itu untuk kebahagiaan putri nya.
saat Vio kembali dari kantor saat ini dia hendak menuju kamar nya, tapi melihat kamar adiknya terbuka dan ada suara obrolan kedua wanita yang sangat ia cintai itu Vio langsung masuk, dia kaget dan langsung bertanya kepada Viona, karena gadis itu terlihat sedang membereskan barang-barang nya kedalam koper.
hingga Vio bertanya, Viona pun menjelaskan akan pulang ke rumah Daddy kandung nya, Vio pun tidak habis pikir kenapa? adiknya ingin sekali, tinggal dengan pria itu, pria yang sudah menyakiti mommy nya, Vio langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan Viona, yang mengajak nya untuk pergi bersama, tapi Vio hanya diam seribu bahasa dan pergi begitu saja.
hingga Jordan kembali ke rumah, dia melihat Vio yang kini tengah berjalan menuruni tangga menuju ke arah garasi mobil.
"Boy...mau kemana?"ujar Jordan.
"Mau cari udara segar"jawab Vio .
__ADS_1
Jordan pun mengangguk tapi kemudian dia berbalik melihat putranya yang masuk ke dalam mobil miliknya, Jordan hendak memanggil nya namun Vio saat ini sudah terlanjur pergi.
Jordan pun langsung bergegas masuk dan melihat ke arah sekeliling terlihat sangat sepi tapi melihat kamar Viona terbuka Jordan langsung bergegas pergi menuju ke arah nya.
Jordan begitu kaget saat melihat ada empat koper besar milik putri nya saat ini berjejer di samping ranjang.
"Ada apa ini kenapa? ada koper di sini"tanya Jordan.
"Daddy sudah pulang, ayo turun nanti aku jelaskan"ucap Vamela.
"Aku ingin sekarang disini saja kenapa? harus nanti"ucap Jordan.
"Daddy please"ucap Vamela.
akhirnya Jordan pun mengalah dia pergi mengikuti Vamela menuju kamar tidur nya sesampainya di kamar mereka Vamela kini langsung membuka dasi suaminya membantu melepaskan jas yang melekat di tubuh Jordan yang kini berdiri di hadapan nya sambil menatap lekat wajah cantik istrinya itu yang semakin cantik saat ini meskipun usianya saat ini sudah menginjak usia yang tidak muda lagi .
Vamela langsung membuka semua nya kecuali bokser yang suaminya kenakan dan menyiapkan air untuk Jordan mandi.
Vamela masih enggan bicara hingga Jordan pun selesai mandi dia langsung bergegas menuju meja makan dan menyiapkan makan malam untuk suaminya.
Jordan langsung menyuap kan makanan itu kedalam mulutnya sambil sesekali melirik ke arah Vamela menunggu nya bicara tapi tidak kunjung bicara.
hingga sampai kembali ke dalam kamar nya Vamela masih bungkam hingga Jordan kembali mengulang pertanyaan nya.
"Apa?terjadi sesuatu"ucap Jordan .
"Viona, ingin tinggal dengan pria itu"ucap Vamela.
"Apa?? maksudnya"ucap Jordan kembali dibuat bingung.
"Dia sudah tahu bahwa pria itu adalah ayah nya, dan dia berkata ingin kembali tinggal bersama dengan nya, karena yang sedari bayi merawat nya adalah ayahnya sendiri pria itu yang telah menyelamatkan Viona dari penculikan dua puluh tahun yang lalu"ucap Vamela.
Jordan langsung berdiri dia benar-benar tidak terima, selama ini dia selalu mencurahkan kasih sayang nya, sepenuh jiwa dan raga nya, tapi apa? yang dia dengar saat ini seakan pengorbanan nya tidak pernah di hargai.
"Kalian merencanakan ini, tanpa memberitahu ku, terlebih dahulu, apa? kasih sayang yang aku berikan tidak pernah berarti apa-apa untuk kalian, apa? aku pernah menyakiti putri ku heuhhhhh jawab!!"teriak Jordan yang sangat kecewa dengan kenyataan ini.
Jordan sudah menganggap Viona, adalah putri kandungnya sendiri, itulah kenapa? Jordan tidak lagi ingin meminta Vamela untuk hamil setelah kehadiran gadis itu, tapi apa? yang dia dapatkan setelah bertahun-tahun merawat putri sambung nya itu, saat ini dia ingin kembali pada pria jahat itu, dan ketulusan Jordan seakan tak pernah di hargai.
Jordan yang kini tengah marah berapi-api hanya ditanggapi dengan diam seribu bahasa oleh Vamela, wanita itu tau suaminya sedang sangat kecewa hingga Vamela mendekatkan dirinya lalu memeluk erat tubuh suaminya tangis pilu itu akhirnya terdengar sangat menyayat hati.
Jordan pun langsung membalas pelukan itu, sambil mengelus puncak kepala istrinya itu.
"Maaf kan aku, Daddy maaf aku tak berdaya, jika saja putri ku, tidak terus murung dan mengurung dirinya di kamar, mungkin dia hanya akan tau bahwa ayahnya itu adalah mantan suami ku, tapi aku tidak tahan dengan itu, sehingga aku mengatakan yang sebenarnya, pada Viona, dan dia berjanji akan kembali hidup dengan baik jika dia bersama dengan Daddy nya di sana" ujar Vamela.
"Aku Daddy nya, sayang dan hanya aku, tidak ada yang lain, sebaiknya putri ku aku kirim kerumah kak, Jerry di Paris, di sana ada anggota keluarga terbaru, gadis itu mungkin bisa menjadi sahabat putri kita"ucap Jordan.
"Siapa? dia"tanya Vamela.
"Sajira, gadis asal Malaysia, dia anak angkat kak Jerry karena kedua orang tuanya dibunuh di negara itu, dia gadis yang sangat baik pandai mengaji dan sangat menyenangkan putri kita pasti suka"ucap Jordan yang tidak rela kehilangan putri nya itu, putri satu-satunya di keluarga nya.
__ADS_1
"Terserah Daddy saja"ucap Vamela.
se