Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#pertemuan kedua#


__ADS_3

Vamela dan ketiga pria itu kini sudah berada di dalam rumah, dia membawakan makan malam untuk putra pertamanya, karena mereka sudah makan diluar.


"Abang buka pintu ini mommy bawakan makan malam sayang"ucap Vamela pada putra pertamanya itu.


"Tunggu mom..."jawab Vio.


tidak lama pintu pun terbuka, Vio tampak lelah, seperti sedang banyak beban.


Vamela pun masuk kedalam kamar nya, dia bahkan memperhatikan sekeliling kamar putra nya itu.


"Abang kenapa? seperti nya tengah banyak beban begitu"ucap Vamela.


"Tugas aku sedang banyak-banyak nya mom...udah gitu aku harus bawa Daddy ke sekolah untuk perkenalan orang tua murid, mommy juga, terus aku bawa siapa?"ucap Vio yang langsung membuat Vio mematung, bahkan berderai air mata.


"Kamu yang sabar ya bang semoga Daddy mu sadar dengan kesalahan nya, dan suatu hari dia mencari mu, mommy minta maaf tidak bisa mempertahankan semua nya, andaikan saja dulu Daddy mu tidak sampai membuat mu terluka mungkin mommy akan terus bertahan meskipun tidak pernah dianggap seperti sebelumnya, tapi setidaknya kamu masih ada Daddy kandung"ujar Vamela lirih.


"Mom... jangan menangis, aku tidak masalah jika tidak punya Daddy, daripada dia jahat pada mommy"ucap Vio yang ikut menangis dan menghambur memeluk Vamela, semua itu disaksikan oleh Jordan, yang sedari tadi berdiri di ambang pintu, tanpa mereka sadari.


"Daddy ini adalah Daddy mu juga boy, Daddy sayang kalian semua, bagi Daddy kamu dan mereka tidak ada bedanya ketiganya anak Daddy"ucap Jordan.


"Kak...hiks hiks hiks, terimakasih kak"ucap Vamela yang langsung memeluk Jordan yang kini merentangkan tangan nya, Jordan memeluk keduanya.


"Besok Daddy dan mommy, akan datang ke sekolah mu boy, sebaiknya kamu makan malam setelah itu baru kerjakan lagi tugas mu, Daddy bisa bantu jika ada yang sulit"ucap Jordan, ketiga nya masih berada di dalam kamar itu, Vamela menyuapi putra nya itu, sementara Jordan membantu memberikan pemecahan setiap soal dari tugas Vio.


setelah selesai makan malam, Vio kembali fokus pada laptop nya, setelah itu dia meminta Daddy dan mommy nya, untuk beristirahat, karena mereka juga pasti lelah setelah beraktifitas seharian.


"Daddy sama mommy istirahat saja, aku bisa sendiri kok, terimakasih makan malam nya mom, selamat malam mommy...Daddy"ucap Vio.


"Baiklah sayang selamat malam juga ingat jangan terlalu larut bobo nya"ucap Vamela sambil memeluk dan mencium puncak kepala putra nya itu.


mereka pun keluar, setelah Jordan mengelus kepala Vio, lalu merangkul pinggang Vamela yang ramping meskipun sudah memiliki tiga anak.


"Sayang kamu jangan,sedih Vio, juga putra ku, sudah kewajiban ku, untuk memenuhi segala yang dia butuhkan"ucap Vamela.


"Terimakasih kak, aku mungkin keliru kupikir hidup menjadi singgel Peren itu sangat mudah, tapi ternyata tidak semudah ekspektasi"ucap Vamela.


"Aku tau itu sayang, ayo tidur sudah malam besok kita harus bangun pagi-pagi sekali"ucap Jordan.


"Heummm...sekali lagi terimakasih kak"ucap Vamela lirih.


"Sama-sama sayang, sudah ya jangan bersedih lagi, dan jangan terus berterimakasih,aku ikhlas melakukan semua ini"ucap Jordan.


mereka berdua pun tidur saling berpelukan, Jordan dan Vamela, sudah lelah seharian setelah keduanya bekerja lalu dilanjut membawa kedua putranya jalan-jalan, sehabis pulang sekolah.


Jordan juga sudah merencanakan sesuatu, dia, akan pulang ke Paris terlebih dahulu,lalu dia akan membangun rumah megah untuk Vamela dan ketiga putra nya itu.


sementara Jordan ingin merahasiakan semua nya, sebelum rumah itu selesai, semoga saja Vamela mau tinggal di Paris, karena disana, perusahaan milik nya berada.


Jordan ingin membangun keluarga yang benar-benar sangat bahagia tanpa ada halangan atau rintangan lagi.


Vamela bangun lebih pagi, dia sudah menyiapkan sarapan pagi dan juga pakaian untuk ke empat pria itu, setelah semua selesai Vamela pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum ia membangunkan semua nya, sementara mbok Ijah, tengah menata sarapan pagi mereka di meja makan, karena Vamela belum sempat melakukan itu.


setelah tiga puluh menit lamanya, wanita cantik itu keluar, dan dia sudah tampak lebih fresh, saat ini hingga harum aroma sabun dan aroma terapi itu tercium oleh Jordan yang sedari tadi masih terlelap, dan akhirnya pria itu bangkit dan berjalan menuju kearah Vamela yang kini berdiri di depan cermin hendak mengeringkan rambut nya, tapi Jordan langsung memeluk istrinya itu dari belakang.


"Honey, kamu sudah wangi, heumm kenapa? tidak tunggu agar kita bisa mandi bersama"ucap Jordan.


"Tidak, mungkin kak, semalam saja bilang nya tidur tapi malah tambah yang lain"ucap Vamela, sambil manyun.

__ADS_1


Jordan langsung menggigit bibir Vamela dengan lembut.


"Kak, sakit tau"ucap Vamela.


"Suruh siapa kamu manyun jadi gemas kan, lagian siapa? suruh kamu itu menggoda ku"ucap Jordan.


"Apanya yang menggoda,aku tidak melakukan apa-apa"ucap Vamela.


"Tidak menggoda tapi tubuh ini terlalu menggoda sayang, kamu itu sudah cantik seksi pula, meskipun pakaian mu menutupi seluruh tubuh mu, tapi semua pria pasti sudah berfantasi , saat melihat kecantikan mu"ucap Jordan.


"Bohong saja, kalau aku menggoda tidak mungkin aku, dikhianati oleh semua laki-laki yang berhubungan dengan ku"ucap Vamela.


"Tidak mungkin sayang, aku bahkan tidak pernah punya waktu sehari pun, tanpa memikirkan mu"ucap Jordan.


"Kak Jordan"ucap Vamela.


"Apa?.. yang"jawab Jordan.


"Cepat mandi bukan nya, kamu mau hadir di sekolah Vio"ucap Vamela.


"Aku hampir saja lupa, morning kiss dulu"ucap Jordan.


"Baiklah"ucap Vamela yang langsung mengecup bibir Jordan, dan pria itu pun langsung bergegas pergi masuk kedalam kamar mandi.


Vamela, sudah selesai bersolek, dia pun menatap dirinya di cermin, tiba-tiba Jordan menghampiri nya, dia sudah menggunakan stelan jas nya, pria itu terlihat sangat tampan, saat ini.


"Kamu cantik sekali sayang"ujar Jordan sambil mengecup kening Vamela.


"Terimakasih kak"ucap Vamela.


"Morning everybody"ucap Jordan.


"Morning Daddy"ucap Vio yang sudah menggunakan seragam sekolah nya yang formal itu.


Vio terlihat tampan dengan jas yang dia kenakan ciri khas sekolah internasional yang benar-benar bukan kaleng-kaleng.


Vamela, ingin yang terbaik untuk putra nya itu, tidak hanya itu Vio juga merupakan siswa berprestasi di sekolah nya, Vamela yang selalu memberikan kasih sayang penuh untuk ketiga putra nya itu, tidak ingin mereka merasakan kekurangan meskipun mereka tidak dibesarkan oleh ayah mereka karena masalah di kelurganya .


meskipun tidak mungkin bagi putra nya tidak pernah merindukan, ataupun menginginkan sosok seorang ayah dalam hati nya, tapi mereka tidak pernah menunjukkan hal itu, di depan Vamela, termasuk kedua Bocil, yang kini sudah berusia lima tahun itu.


🌹💖💖💖🌹


Acara perkenalan pun dimulai, saat ini Vamela dan Jordan berbaur dengan orang tua siswa lainnya, setelah acara perkenalan dan pidato pendek, yang wajib disematkan oleh para orang tua dari ratusan siswa, hingga acara berakhir sore hari, karena disana juga diadakan jamuan makan siang, meskipun mereka sebelumnya tidak tau itu.


sementara itu, sikembar saat ini tengah membuat kegaduhan di depan gerbang, rumah mereka, karena tukang eskrim menolak untuk memberikan eskrim banyak, pada mereka, dan mereka pun, seperti biasa menjahili tukang eskrim tersebut dengan membawa kunci sepeda motor nya dan dibawa masuk kedalam gerbang.


Vamela yang baru datang dia meminta Jordan untuk menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah nya.


"Ada apa? sayang kenapa? harus berhenti di sini"ucap Vamela.


"Lihat kerjaan kedua Putra mu, pasti Abang tukang eskrim nya, menolak memberikan lebih banyak"ucap Vamela, yang menunjuk ke arah seorang pria yang kini tengah membujuk Jay dan Hay.


Jordan tertawa melihat tingkah laku putra nya itu, sementara Vamela geleng-geleng kepala, dan Vio adalah pawang mereka.


"Jay... Hay, kalian masih belum kapok berdiri seharian di depan pintu"ucap Vio sontak keduanya membuka pintu gerbang sedikit dan langsung memberikan kunci motor yang mereka tahan.


"Maaf ya bang ini bayaran untuk eskrim mereka"ucap Vamela.

__ADS_1


"Tidak Nyona, mereka belum jajan eskrim tapi mereka melarang saya untuk menjual eskrim pada yang lain, dan harus menunggu mereka kenyang disini baru akan mengembalikan kunci motor nya"ujar tukang eskrim itu.


"Boy, jangan diulangi lagi, jika kamu mau Daddy, akan beli pabrik eskrim nya, sekaligus"ucap Jordan yang langsung mendapat cubitan diperut nya, dari Vamela.


"Jay... berikan kunci nya, atau Abang hukum kalian berdiri terbaik"ucap Vio yang langsung membuat Jay melempar kunci tersebut ke arah tukang eskrim, mereka berdua berlari masuk kedalam rumah mereka lalu mengunci pintu kamar mereka karena takut dihukum oleh Vio.


sementara Vamela kembali menggelengkan kepalanya, melihat tingkah putra kembar nya itu, Vamela melanjutkan jalan kaki masuk kedalam gerbang karena pintu gerbang utama , akan terbuka otomatis, dengan sensor dari mobil yang pernah masuk kedalam sana, kecuali mobil asing baru itu tugas satpam yang berjaga untuk membuka pintu gerbang tersebut, jika berkaitan dengan keperluan mereka.


"Sayang kamu memberikan penjual itu uang, bukanya tadi dia bilang anak kita tidak mengambil eskrim nya"ucap Jordan.


"Tapi dia sudah rugi waktu gara-gara kedua putra mu itu"ucap Vamela.


"Mom... mereka mengunci pintu"ucap Vio.


"Biar nanti mommy, saja yang menasehati mereka berdua"ucap Vamela, sambil berjalan menuju kamar nya.


"Sayang, apa ini sering terjadi"ucap Vamela.


"Sudah aku jelaskan, jika aku tidak bekerja lagi, aku takut mereka tidak bisa membeli eskrim lagi"ucap Vamela.


"Maaf kan aku honey , aku bahkan tidak pernah ada untuk sekedar memberikan perhatian pada mereka bertiga"sesal Jordan yang langsung memeluk Vamela, dan mencium puncak kepala nya.


"Aku harap kedepannya tidak lagi, karena aku butuh bantuan untuk membesarkan mereka, terutama kedua anak itu"ucap Vamela.


"Aku janji honey, tidak akan pernah lagi ada perpisahan"ucap Jordan.


"Aku tidak akan memaksa mu, untuk tinggal bersama kami tapi setidaknya, sempatkan waktu untuk mengunjungi mereka sesering mungkin, karena mereka pasti sangat merindukan perhatian dari mu, meskipun mereka tidak pernah bilang itu, selama ini, aku tidak akan meminta mu untuk menceraikan dia, karena biar bagaimanapun dia juga istri sah mu dan istri pertama, apalagi dia tengah mengandung, aku tau rasanya hamil tanpa ada suami yang mendampingi ku, aku ikhlas"ucap Vamela.


"Terimakasih sayang terimakasih untuk semua nya, tapi aku akan berusaha untuk berbuat adil, pada kalian semua"ucap Jordan seperti mendapatkan angin segar, meskipun Chaterine sering menghianati nya, tapi Chaterine sedang mengandung dan benar ucap Vamela, semua itu tidak mudah.


akhirnya Vamela pun pergi menuju kamar kedua putra nya, diikuti oleh Jordan di belakang.


Vamela, mengetuk pintu kamar si kembar perlahan, tapi tidak kunjung dibuka, akhirnya Vamela langsung bergegas mengambil kunci serep di kamar nya, tidak lama dia kembali ke depan pintu, Vamela pun membuka pintu nya dia melihat kamar itu sunyi, Vamela bergegas masuk dan melihat sekeliling sambil memanggil keduanya tapi tidak ada jawaban.


Jordan melihat sebuah gorden, bergerak-gerak dan diam-diam ia memberikan isyarat pada istri nya itu, dia berjalan mengendap-endap menuju gorden tersebut dan membuka nya, sontak kedua nya melompat kaget.


"Boy... kalian berdua nakal juga rupanya, heumm ayo bilang apa? pada mommy dan kak Vio, jika kalian berbuat kesalahan"ucap Jordan yang kini menggendong keduanya di kanan dan kiri tangan nya.


"Maaf mommy...janji gak akan ngulang, lagi"ucap keduanya.


"Mommy tidak percaya, dan sekarang mommy marah biar Daddy bawa kalian ke Paris saja jika kalian, seperti ini terus, dan tidak usah kenal mommy lagi, mommy hanya akan sayang sama Abang Vio saja, dia anak yang baik"ucap Vamela.


"Jangan mommy ampun ,aku janji gak akan nakal lagi"ucap Jay dan Hay beriringan.


"Baiklah kalau begitu, mulai saat ini mommy akan pantau lewat Cctv, jika kalian nakal lagi mommy kirim kalian ke Paris, dan tidak akan bisa liburan dengan Daddy Vincent di Singapura lagi"ucap Vamela.


Vamela pun pergi menuju kamar nya, untuk berganti pakaian, sementara itu Jordan sedang menasehati mereka berdua,agar tidak membuat masalah lagi.


sementara itu Vio kini tengah duduk di tepi ranjang, dia melihat kearah video masa kecil nya saat berulang tahun, tapi saat itu mommy nya tengah hamil, tapi dimana anak adiknya itu, Vio terus bertanya-tanya, dalam hati nya.


sementara Vamela mengubur kisah kelam itu, dia tidak ingin lagi mengingat semua itu, bukan karena tidak sayang dengan putri nya tapi, dia bisa gila jika terus memikirkan bagaimana seseorang mengambil nyawa nya dengan sangat keji hanya karena persaingan bisnis.


Vamela, bahkan merelakan kepergian putri nya itu untuk selamanya, saat jenazah bayi berusia satu bulan itu tergeletak di dalam kardus bersimbah darah, mungkin jika ada, saat ini usia nya, sudah dua belas tahun, karena saat itu Vio berusia satu tahun.


video itupun entah siapa yang mengirim nya pada Vio.


karena Vamela sudah mencoba menghapus semua nya.

__ADS_1


__ADS_2