Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Diam#


__ADS_3

"Yang..."Jordan langsung menarik Vamela kedalam dekapannya, dia tidak bisa melihat istrinya seperti saat ini, namun Vamela diam seribu bahasa.


"Yang bicara lah maafkan aku"ucap Jordan tapi Vamela terus berusaha melepaskan diri, namun Jordan tidak membiarkan nya.


"Yang please maaf kan aku "ucap Jordan lagi.


"Kamu mau aku maafkan"ucap Vamela.


Jordan pun mengangguk


"Jangan pernah temui aku dan mereka lagi"ucap Vamela tegas.


"Yang please jangan lakukan ini,aku sangat mencintaimu!"seru Jordan.


"Tidak yang benar-benar mencintai dua wanita sekaligus kamu sudah memilih untuk menikah dengan cinta pertama mu, jauh sebelum aku kembali, jadi kepergian ku adalah kebebasan untuk mu, dan andaikan saja Vincent, tidak mengekspos keberadaan ku ke media rumah tangga kalian akan tetap bahagia karena sedari awal keluarga mu tidak pernah merestui kau menikah dengan ku, jadi anggap saja Vamela, sudah mati tenggelam bersama calon anak mu"ucap Vamela sambil berderai air mata dia langsung bergegas pergi meninggalkan kamarnya dan bergegas masuk ke dalam kamar kedua bayi kembar nya.


Vamela langsung menghapus air mata nya, dan bertanya kepada asisten nya, apa kedua anak nya tidak rewel.


akhirnya mereka pun memandikan kedua bayi kembar itu, sambil mengobrol saat melihat tingkah lucu mereka meskipun masih merah .


Vamela pun segera memberikan ASI eksklusif pada mereka berdua, setelah itu mengurus Vio yang akan pergi sekolah dengan suster nya.


Vincent tidak ingin Vamela kerepotan, setelah itu dia langsung bersiap untuk pergi ke butik milik nya bersama kedua anaknya yang masih bayi, sesampainya di dalam kamar, dia melihat Jordan tengah merokok, pria itu bahkan meminum segelas wine di pagi hari, Vamela tau kalau Jordan, sedang merasa frustasi saat ini dia tidak menghiraukan pria itu dia langsung masuk kedalam walk-in closed.


"Apa?... cinta itu sudah tidak ada lagi"ucap Jordan saat Vamela keluar dari walk-in closed.


"Tidak usah bertanya padaku, seharusnya kamu bertanya kepada dirimu sendiri"ucap Vamela.


"Aku sangat mencintaimu,aku menikahi dengan wanita itu karena aku sudah sangat putus asa mencari mu, dan aku mencurigai dia, tapi nyatanya tidak terbukti, dan saat ini aku merasa sangat bersalah pada nya"ucap Jordan.


"Rasa bersalah pada sang ratu itu, sudah biasa maka dari itu jangan melakukan kesalahan lagi, kamu bisa lebih merasa bersalah lagi, dan uang bekas renovasi rumah ini aku akan transfer secepatnya"ucap Vamela.


"Mel.... jangan kelewat batas,aku tidak pernah menghujat siapapun hingga seperti ini, tapi kenapa?... kamu begitu ingin aku jatuh lebih dalam lagi, tuhan saja maha pemaaf lalu kenapa?... kamu tidak"ucap Jordan.


"Karena aku bukan tuhan kak ,aku tidak se suci itu"ucap Vamela.


"Yang Ok... jika ini yang kamu mau, aku akan pergi untuk selamanya dari dunia ini"ucap Jordan yang mengambil pistol yang entah kapan ia bawa, Jordan menyodorkan itu pada Vamela.


"Tembak sekarang juga agar kamu puas"ucap Jordan.


"Tidak aku bukan pembunuh, aku hanya ingin hidup tenang meskipun tanpa adanya suami jika suamiku pun, sudah tidak pernah mencintai ku lagi"ucap Vamela.


wanita itu langsung pergi dan.


Dor....


satu tembakan terdengar nyaring, Vamela langsung berbalik dan berlari, dia melihat Jordan terkapar di lantai.


"Kak...!!... owh ya tuhan kakak... apa yang kamu lakukan,aku mohon bangun"ucap Vamela yang langsung mencoba membangunkan Jordan yang kini terluka di bagian lengan akibat pecahan gelas yang menggores lengan dan juga dadanya.


Vamela, berpikir itu luka tembak.


"Jangan pergi dalam keadaan marah sayang tidak baik, tolong maafkan aku cinta ,aku sangat mencintaimu"ucap Jordan.


"Aku maafkan kakak tapi aku mohon tolong jangan pergi tinggalkan aku,hiks hiks hiks,kau boleh pergi pada istri mu, tapi jangan pergi dari dunia ini,aku tidak ingin putra ku menjadi yatim"ucap Vamela.

__ADS_1


"Aku tidak mau, aku mau hidup dengan mu, bersama dengan kedua Putra kita"ucap Jordan lirih menahan pedih.


Vamela pun mengangguk dengan cepat, Vamela memapah Jordan untuk pergi ke klinik terdekat.


sementara kedua putranya di jaga oleh asisten pribadi nya, dan Vio berangkat dengan sopir, Vamela membawa Jordan kedalam mobil nya.


"Kak... kamu harus baik-baik saja, aku tidak mau jadi janda lagi"ucap nya tanpa sadar, Jordan yang menahan perih pun sempat mengulum senyum, dia merasa sangat bahagia akhirnya Vamela, mau mengakui nya sebagai suami.


sebenarnya Vamela sangat mencintai Jordan, hanya saja perbedaan kasta membuat dia harus sadar diri, bahwa dirinya tidak cocok dengan pria itu, dan saat dia mulai luluh insiden kecelakaan itu terjadi, hingga hampir merenggut nyawa keempat nya, Vamela pun selamat begitu juga dengan ketiga anak nya, tapi saat kembali ternyata Jordan sudah menikahi Chaterine.


Vamela tidak ingin egois, karena dia sadar diri nya hanyalah orang ketiga, dan dia kembali goyah dengan perasaan nya pada pria itu, hingga Jordan membuktikan cintanya dengan cara seperti ini.


sampai berdarah-darah siapa yang tidak akan percaya.


sesampainya di klinik tempat dokter umum tersebut Vamela langsung membawa Jordan kedalam beruntung saat ini dia yang pertama kali datang untuk berobat jadi Jordan langsung bisa di tangani luka Jordan juga masih bisa ditangani di sana karena tidak terlalu dalam hanya saja lumayan sedikit lebar.


Vamela bahkan bisa menemani suaminya itu dan Jordan menyusupkan wajah di perut Vamela, tanpa rasa malu, dia hanya ingin bermanja-manja pada istri nya memanfaat kesempatan dalam kesempitan.


"Yang sakit"ucap Jordan manja.


"Tahan sebentar kak"ucap Vamela lembut yang kini berdiri di samping berankar dan mengelus puncak kepala Jordan, yang semakin memanfaatkan momen itu.


tiga puluh menit kemudian luka Jordan sudah selesai di jahit, dan kini pria itu tidak bisa bergerak bebas karena luka yang memanjang dari dada samping hingga ke lengan luka itu cukup serius meskipun tidak menembus rongga.


"Gimana dok, apa?... suami saya bisa langsung dibawa pulang"ucap Vamela.


"Bisa Nyona tapi tuan Jordan harus di infus di rumah bagaimana"ucap sang dokter menyarankan yang terbaik, setelah Vamela mengatakan bahwa ia punya bayi kembar yang menantinya dirumah.


"Baik dok"ucap Vamela.


"Terimakasih dokter maaf merepotkan"ucap Vamela.


"Tidak apa-apa itu sudah tugas saya"jawab sang dokter.


Vamela pun, membantu Jordan untuk bangun dari tempat rebahan nya.


🌹💖💖💖🌹


sesampainya di rumah bersama dengan asisten dokter tersebut, Jordan pun kembali berbaring, setelah itu barulah asisten dokter tersebut memasang infus dan menyuntikkan obat pada cairan infus, setelah itu dia pamit untuk kembali ke klinik, setelah mengatakan akan kembali beberapa jam lagi.


"Kak...tunggu sebentar,aku mau mengecek kedua putra kita"ujar Vamela.


"Baiklah sayang"jawab Jordan.


Vamela pun pergi menuju kamar sebelah ternyata kedua putranya sedang tertidur, bayi yang baru berusia 28 hari itu tampak anteng.


"Maaf jika hari ini kamu kerepotan, saya sibuk mengurus kak Jordan"ucap Vamela pada asisten nya.


"Tidak apa-apa Nyona"jawab nya.


Vamela pun pergi meninggalkan kamar tersebut, setelah itu turun untuk membuat bubur.


Vamela sadar saat ini dia butuh asisten saat dirinya sedang repot begini karena, robot tidak akan bisa membantu menjaga anak atau memasak, akhirnya dia menghubungi sebuah yayasan yang direkomendasikan oleh tetangga nya, untuk mendapatkan asisten yang berpengalaman juga cekatan.


untuk bersih-bersih rumah sudah ada robot sementara untuk mengurus dapur dan membantu nya merawat putra nya, masih kurang dua orang untuk kedua putranya yang kini dijaga oleh asisten nya, sementara Vio, sudah ada asisten nya sendiri.

__ADS_1


Vamela, kembali menambah asisten rumah nya, satu asisten dapur, dan dua baby sitter rumah tukang masak sekaligus mengurus keperluan lain nya.


urusan itu pun sudah terselesaikan tinggal menunggu mereka datang, Vamela juga baru selesai membuat bubur, dan kini dia membawa nya di mangkuk dan satu gelas air putih di atas nampan.


Vamela berjalan menuju kamar mereka, dikamar utama milik Vamela yang kini dihuni dengan Jordan.


Vamela yang seharusnya beristirahat karena masih menjalani masa nifas nya, tapi wanita itu tidak bisa berdiam diri meskipun dengan obat terbaik yang membuat luka bekas operasi Caesar tersebut sudah kering, tapi tetap saja Vamela harus berhati-hati.


"Kak ini bubur nya"ucap Vamela yang langsung kaget dan menjatuhkan bubur nya, yang hampir mengenai kakinya, bagaimana tidak saat ini ada tamu tak diundang tengah bercumbu dengan Jordan di kamar pribadi milik nya.


Vamela tidak tau jika Chaterine datang dan langsung berada di sana.


wanita itu bahkan tidak menghiraukan keberadaan Vamela, dia mencium bibir Jordan, tanpa perduli dengan Jordan yang berusaha melepaskan diri nya.


Vamela pun pergi dengan derai air mata nya, tapi saat di tangga dia berpapasan dengan Edgar dan Juli tapi Vamela tidak perduli dia terus berjalan cepat sambil menangis tanpa peduli dengan Juli dan Edgar yang memanggil nama nya, dan berusaha menyusul nya.


sampai di depan pintu keluar, dia berpapasan dengan Rara yang langsung memeluk nya.


"Mel... hiks hiks hiks I Miss you so much"ucap Rara.


"Miss you to Ra,hiks hiks hiks kenapa?...baru sekarang kamu datang dan kenapa harus ada dia"ucap Vamela sesenggukan.


"Maaf Mel...aku bukan tidak peduli padamu, sebenarnya saat kamu dinyatakan telah ditemukan aku ingin sekali bertemu dengan mu disana tapi mereka berdua masih sangat kecil,aku menunggu mu di sini , dan saat akan kesini lagi-lagi mereka sakit terpaksa aku putar balik, dan baru sekarang ini aku bisa kemari, maaf"ucap Rara yang sama-sama mengeratkan pelukannya.


Jerry dibantu satu orang babby sister dan sopir turun membawa anak mereka dan barang-barang lainnya termasuk kado untuk kedua bayi kembar itu.


sementara Edgar dan Juli bernafas lega saat ini karena Vamela, tengah berada di dalam pelukan Rara, Juli langsung memeluk keduanya dan merangkul Vamela, dan mengajak nya masuk kedalam rumah nya sendiri.


hingga tiba di ruangan kerja yang cukup besar dan terdapat sofa-sofa panjang dan terkesan sangat mewah, karena Jordan mengganti semua perabotan rumah tersebut.


mereka duduk di sana berkumpul sambil bercengkrama kecuali Jordan dan istrinya entah sedang apa mungkin saat ini sedang bercinta, pikir Vamela yang benar-benar kecewa dan sakit hati, tapi dia berusaha menahan amarahnya karena keluarga besar tengah berkumpul di rumah tersebut, Edgar dan Juli kini tengah menggendong kedua bayi kembar tersebut, sambil direcoki oleh kedua bayi kembar yang kini berusia satu tahun kurang itu.


"mommy Vio pulang"ucap Vio dari pintu masuk.


"Mommy disini sayang"ucap Vamela yang langsung berjalan menghampiri putra nya yang baru pulang sekolah, dia langsung memeluk dan mencium pipi putra nya itu meskipun tidak di gendong karena bekas jahitan itu masih rawan terbuka.


"Vio sayang aunty juga datang"ucap Jane dibelakang dengan Sky yang membantu dua berjalan.


"Jane!.."teriak Vamela yang sangat bahagia melihat saudara nya sudah sembuh.


"Ya ini aku Mel...aku baik-baik saja dan bagaimana dengan mu"ucap Jane yang juga menghambur memeluk Vamela, tangis haru itupun kembali pecah terutama Vamela, saat ini dia sangat berterimakasih kepada Allah yang telah mempertemukan mereka kembali.


akhirnya semua keluarga berkumpul Vamela pun bergegas menuju dapur dibantu asisten pribadi nya, hendak memasak, tapi kemudian Rara dan Juli juga Jane menyusul mereka pun memasak bersama-sama, hanya Chaterine yang tidak bergabung dia menemani suaminya Jordan yang kini rebahan di sofa, dengan input yang bergantung di tempat nya.


Vamela membantu Jane untuk duduk di pantry sambil memotong sayuran sementara saat ini Juli yang memimpin para menantu dan putri nya, untuk memasak makanan.


wanita sepuh yang terlihat masih sangat muda itu, begitu ramah dan banyak memberikan nasihat, pada semua nya.


Vamela membantu mertuanya memanggang steak daging untuk Jerry dan Jordan juga Jeny yang baru datang dengan suaminya, sementara Edgar dan Sky, lebih suka makan gulai atau masakan Indonesia lainnya rendang juga tumis tumisan pakai nasi, bahkan ada ikan asin, Edgar rindu dengan makanan favorit ibunya dulu yang meskipun terlahir kaya Soraya tidak pernah meninggalkan makanan rakyat kecil itu, semua menu Indonesia dia suka.


dan meskipun Edgar, tinggal di Amerika sesekali ia akan meminta koki masakan khas Indonesia, hingga saat ini Juli yang bule Amerika itu pandai memasak masakan Indonesia, karena Edgar selalu meminta itu sejak pertemuan mereka.


hingga mereka selesai memasak kini semua berkumpul di meja makan yang super panjang seperti di hotel itu, beruntung muat semua, sepertinya Jordan sudah memperhitungkan semuanya, sebelum dia merenovasi ulang rumah serba mewah itu.


sementara Vamela, hanya mencicipi beberapa suap, saja karena semenjak lahiran dia belum memiliki nafsu makan yang bagus, lagipula kedua putranya tidak terus bergantung pada asi eksklusif, mereka selalu dibantu oleh susu formula.

__ADS_1


__ADS_2