
Setelah kepergian Sky, keluar kota, Edgar dan Juli tiba di kediaman sang putri, mereka begitu antusias untuk melihat cucunya yang kini tengah tertidur pulas.
Jane pun tengah duduk di sofa sambil membuat desain gaun terbaik yang akan ia keluarkan tiga bulan lagi dan dia menginginkan kolaborasi dengan Vamela dan juga Rara, saat ini, dia sudah mengirimkan desain gaun pada Vamela, sementara Vamela, tengah membuat desain aksesoris yang akan dipadu padankan dengan itu, dan Rara menambahkan beberapa detail desain terbaik nya di gaun tersebut.
setelah itu mereka melakukan zoom meeting, bareng bertiga, saat itu juga.
hingga ketiga nya, sepakat pembuatan gaun tersebut akan di Jakarta, dan itu di butik milik Rara.
Vamela, sendiri harus kembali ke sana bersama keluarga nya, dan Jordan begitu antusias dengan itu, dan itu artinya mereka akan menetap di Jakarta.
sementara waktu perusahaan nya ditangani oleh asisten pribadi nya.
Vamela sendiri sebenarnya berat untuk terus bolak balik, tapi dia harus melakukan itu.
sementara Viona yang kini sudah sekolah harus kembali pindah sekolah bersama Vio juga, begitu juga dengan si kembar.
mereka semua begitu antusias untuk tetap tinggal di Mension, mereka
kini mereka sudah berada di Jakarta tepatnya di Mension milik mereka, setelah menyiapkan sarapan pagi, Vamela langsung pamit pergi pada Jordan yang kini tengah sibuk dengan laptop nya.
"Kak, sarapan sudah siap aku harus buru-buru, sebaiknya kakak, sarapan dulu bareng mereka, aku pergi bye sayang"ucap Vamela yang mengecup bibir suaminya sekilas.
Jordan tersenyum dengan perlakuan manis istrinya itu.
"Sayang aku antar"ujarnya sambil mengikuti langkah Vamela.
"Tidak usah kak, aku titip anak-anak"ucap Vamela, dan Jordan pun mengangguk.
"Hati-hati di Jalan"ucap Jordan.
Vamela hanya tersenyum lalu pergi menuju garasi mobil nya, yang sudah dipanaskan oleh sopir pribadi Jordan tadi.
Vamela pun pergi menuju butik Rara, yang lumayan jauh dari tempat nya tinggal, beriringan dengan Jane yang juga baru keluar Mension, hingga tiba di butik tersebut satu jam perjalanan baru sampai di sana.
mereka pun tidak menunda-nunda pekerjaan setibanya di sana mereka langsung bekerja, dengan bagian nya, masing-masing, hingga sampai pukul sebelas siang, akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat makan siang bersama di sebuah restaurant berbintang yang sering mereka kunjungi dulu.
ketiga wanita dewasa itu, kini tengah menunggu makanan pesanan mereka datang hingga seseorang datang menghampiri meja, memberikan secarik kertas bertuliskan
"Temui aku,di ruang VVIP, jika tidak ingin kedua sahabat mu celaka" sontak Vamela melotot tak percaya.
Vamela pun berusaha memberikan alasan, bahwa, ada relasi bisnis nya, yang minta bertemu saat itu juga, dan kedua nya, hanya mengangguk sambil tetap fokus pada ponsel mereka.
Vamela, berjalan dengan hati yang tidak tenang siapa? orang yang selama ini menerornya, dan bahkan mengaku sebagai ayah dari anak nya itu.
sesampainya di dalam sana, Vamela melihat seorang pria dengan dua wanita di samping kanan dan kiri nya, yang masih belum tampak, karena posisi Vamela masuk dari arah belakang nya, tepatnya pria itu membelakangi arah pintu masuk.
__ADS_1
"Jangan hanya berdiri kemari"ucap pria itu yang kini berbalik, dan betapa terkejutnya Vamela, saat melihat pria tampan dan gagah yang berada di hadapan nya.
wanita itu, melihat wajah Vio dan Viona pada pria itu, seketika Vamela langsung jatuh pingsan karena saking sok nya.
pria itu tidak lain, adalah bos karoke yang dulu menjadi tempat dia bekerja, Vamela pria bernama asli Steven Fabio putra Atmaja itu, sebenarnya, sudah lama ingin menjadikan dia sebagai istri nya, tapi pria itu memiliki temperamen yang buruk, itu membuat wanita manapun tidak akan mampu bertahan dengan pria seperti dia yang berani menguliti wanita yang sudah membuat dia marah.
Steven, langsung membawa Vamela, menuju rumah nya dengan bantuan anak buah nya, hingga tidak ada siapapun yang tau.
Steven mengelus wajah cantik nan mulus alami, milik wanita yang sangat ia cintai, Steven mengecup bibir seksi itu, dia tidak perduli dengan Vamela yang memiliki suami, karena bagi nya, Vamela tetap milik nya, sampai kapan pun.
hingga beberapa jam kemudian, Vamela, sadar wanita itu sudah berada di atas ranjang empuk dan didalam kamar yang terasa sangat asing baginya.
saat Vamela, melihat ke sekeliling ruangan tersebut, dia melihat seorang pria yang hanya menggunakan kimono tidur nya, dan Vamela, langsung melirik ke arah tubuh dia begitu kaget saat melihat dirinya tidak menggunakan sehelai benang pun, Vamela menjerit keras, tangis nya pecah saat melihat bekas percintaan mereka berdua.
"Bajingan, apa yang kamu lakukan, aku tidak akan pernah memaafkan mu, sampai kapan pun, hiks hiks hiks hiks ,kak aku telah ternoda,hiks hiks hiks bajingan kamu pria bajingan , Vamela memukul-mukul pria yang ada di hadapannya saat ini, tapi pria itu hanya tersenyum , pada Vamela.
Jordan yang kini mencemaskan istrinya dia menelpon keduanya, tapi tidak ada siapapun yang tau keberadaan Vamela, mobilnya memang berada di butik Vierra, tapi orangnya pamit saat di restaurant tersebut.
Vamela, yang benar-benar frustasi dia langsung mengambil sebuah pisau dan menusuk kan itu ke perutnya, Steven sontak kaget dia membulatkan matanya dan langsung menarik Vamela membawa nya, menuju rumah sakit saat itu juga bersama dengan pengawalnya.
"Sayang please jangan begini, kamu harus membuka mata, kita akan terus bersama hingga kapanpun aku tidak peduli dengan pria manapun yang saat ini kamu dan kedua anak kita, akan terus hidup berdampingan.
Vamela sudah terpejam darah yang keluar begitu banyak, wanita itu sedang sekarat.
tidak sampai beberapa, menit kemudian dokter langsung memanggil Steven, yang menunggu di ruangan tersebut, dan dokter mengatakan bahwa Vamela harus, segera di operasi karena luka itu menembus organ dalam bahkan dia, sudah hampir kehabisan darah, dan Steven langsung mengurus semua prosedur nya, sementara Vamela langsung dibawa ke ruang operasi.
saat Steven berada di depan pintu ruang operasi, tiba-tiba, anak buah nya menelpon mengabarkan bahwa, ada sedikit kerusuhan yang harus segera ia selesaikan saat itu juga.
akhirnya Steven pergi meninggalkan ruangan operasi dan bersamaan dengan itu Jordan tiba di sana, karena ada orang suruhan nya, melihat Vamela, dibawa masuk ke IGD, tadi.
hingga empat jam lamanya, akhirnya Vamela, keluar dari ruangan operasi tapi keadaan nya saat ini kritis wanita itu bahkan hampir tidak tertolong.
🌹💖💖💖🌹
satu minggu, sudah berlalu, semenjak ia keluar dari rumah, Vamela, masih belum sadarkan diri juga, saat ini dokter mengatakan kemungkinan besar Vamela, tidak akan sadar dalam waktu cepat jika dalam beberapa hari ini tidak kunjung ada perkembangan yang baik,maka Vamela, bisa koma dalam jangka waktu yang panjang atau bahkan kemungkinan buruknya lagi, adalah selama nya, tidak akan pernah bangkit lagi.
luka nya, sudah seratus persen sembuh tapi Vamela, seperti enggan untuk hidup lagi, entah apa? yang terjadi hingga saat ini, Jordan dan Edgar, tengah mencari tahu semua nya dia akan menghukum orang tersebut dengan sangat kejam lebih dari apa yang dia lakukan terhadap Vamela.
sementara Steven,kini berada di Rusia, bisnisnya tengah mengalami masalah, pria itu juga sangat sedih karena Vamela yang sangat ia cintai, kini belum juga siuman.
Vamela seperti enggan untuk hidup, Steven terus memanggil namanya saat mata nya terpejam.
rasa cinta nya pada wanita itu benar-benar sangat membuat nya, hampir gila, apalagi saat mendengar wanita itu mengalami kecelakaan pesawat, Steven, adalah orang pertama yang melakukan pencarian terhadap Vamela yang , tidak pernah ditemukan, tapi pria itu, merasa bersyukur ternyata wanita nya selamat.
Steven, begitu antusias setelah mengetahui bahwa Vamela kembali ke Indonesia, tapi ada sesuatu yang membuat dia marah yaitu Vamela, sudah memiliki anak dari pria lain yang menjadi kekasih nya, dan semakin marah lagi saat mendengar kabar bahwa pria itu menikahi Vamela.
__ADS_1
kembali ke rumah sakit, Jordan terus berada di samping Vamela, saat ini dia selalu mengajak sang istri berbicara, bahkan saat ini dia sudah tau apa penyebab wanita itu, bunuh diri tapi Jordan tidak membenci istrinya itu, justru dia merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga wanita yang paling ia cintai itu, dan Jordan akan terus mendampingi nya, apapun yang terjadi nanti.
"Sayang bangun, apa kamu tidak mencintai ku, dan putra kita, dan putri kita satu-satunya, berjuang lah yang semua akan baik-baik saja, aku bahkan tidak akan pernah marah, pada mu, aku tidak akan pernah menyalahkan mu untuk semua yang terjadi.
"Mel sayang aku sangat mencintaimu, dan sampai aku mati pun akan tetap begitu, cinta ini tulus dan murni sayang, aku benar-benar mencintai mu, hiks hiks hiks hiks, bangun Mel, bangun sayang apa? kamu tidak kasihan pada ku, dan anak kita, mereka setiap hari aku tinggal karena aku harus menjaga mu"ucap Jordan.
tetesan air mata itu membasahi pipinya Vamela, karena Jordan sedang mendekap wajah Vamela, saking sakit nya, melihat wanita yang sangat ia cintai terbaring tak berdaya dengan semua peralatan medis menempel di tubuh nya, dan beberapa kantong darah yang sudah habis, karena kebanyakan kehilangan darah beruntung nyawa nya tertolong meskipun kini belum sadarkan diri juga.
saat Jordan akan pergi dari ruangan itu, tiba-tiba suara parau terdengar memanggil nya.
"Kak.... maafkan aku,hiks hiks hiks aku kotor"ucap Vamela.
"Sayang kamu sudah sadar, owh tuhan terimakasih banyak, hiks hiks hiks, Jordan langsung memeluk Vamela begitu erat dan berkali-kali mengecup puncak kepala nya, ada tangis dan tawa bahagia dengan berjuta rasa syukur atas jawaban semua doa-doa nya selama beberapa hari ini.
"Aku sudah kotor, kamu bisa ceraikan aku saat ini juga"ucap Vamela.
"Tidak sayang, kamu tidak kotor, aku sangat mencintaimu dan tidak akan pernah berkurang sampai kapan pun, aku tau kamu tidak sengaja melakukan itu, kamu adalah wanita baik-baik dan yang terbaik, aku bahkan sangat mencintaimu sayang, aku juga bukan pria baik, selama ini bahkan aku tak bisa menjaga mu"ucap Jordan.
Vamela menggeleng"Aku tidak bisa hidup lagi kak, aku tidak ingin hidup lagi, semua itu selalu membuat ku tersiksa, dan saat ini adalah untuk terakhir kalinya, aku tidak ingin bertahan dengan semua ini"ucap Vamela, dengan tangis pilu nya.
"Yang apa? kamu tidak pernah mencintai ku, yang tidak kah kamu merasa kasihan pada keempat putra putri kita, jika kamu tiada, apa jadinya mereka dan tentunya aku"ucap Jordan.
"Dia ayah mereka berdua, wajah nya, mereka itu berasal dari dia, mana bisa aku melupakan semua itu, hiks hiks hiks, maafkan aku yang, aku benar-benar minta maaf"ucap Vamela.
tiba-tiba saja wanita itu mengalami sesak nafas dan Jordan berteriak-teriak memanggil Vamela, sambil menggoyang-goyangkan tubuh istri nya itu, Vamela langsung tidak sadarkan diri kembali, hingga dokter dan asisten dokter berlarian masuk kedalam,alat
dokter langsung meminta Jordan menyingkir karena Vamela, tidak baik-baik saja saat ini, monitor detak jantung itu terlihat lurus dan berbunyi lurus.
"Siapkan semua nya"ucap sang dokter, yang kini terlihat begitu tegang.
sementara Jordan yang kini ditemani oleh Edgar dan seluruh keluarga besar nya, tengah menunggu dengan cemas di depan ruangan tersebut.
hingga dokter keluar dia terlihat lesu sambil menunduk dokter menjelaskan bahwa pasien sudah meninggal, sontak Jordan berteriak dan berlari ke dalam menabrak orang-orang yang kini hendak keluar ruangan.
"Mel jangan begini sayang please jangan seperti ini, bangun sayang bangun Vamela Agnesia!! bangun aku bilang bangun, hiks hiks hiks bangun Mel!! bangun aku sayang aku sangat mencintaimu, bangun honey bangun"Jordan terus menangis di atas tubuh Vamela.
"Mommy!!...mom, bangun mommy bangun! hiks hiks hiks hiks"keempat anak Vamela menangis di samping tubuh nya, tiba-tiba saja layar menunjukkan detak jantung Vamela, kembali, karena memang alat-alat tersebut belum dilepas dari dada dan telunjuknya Vamela.
"Dokter, istri ku masih hidup dokter cepat kemari istri ku masih hidup" ucap Jordan namun seorang suster yang selama ini di pekerja kan oleh Steven, sudah terlanjur menelpon Steven, memberitahu tentang kabar kematian Vamela, bahkan dia mengirim foto Vamela yang sudah di tutupi dengan kain.
Steven, pun mengamuk pria itu meminta pihak rumah sakit untuk memecat semua pegawai yang tidak bisa menangani wanita yang sangat ia cintai itu.
ada satu hal yang kini sengaja di tutupi, Vamela di kabarkan seolah-olah telah tiada, sementara Edgar, mengirim anak menantu dan juga cucunya ke negara Norwegia, dimana tidak akan ada yang bisa mengenali mereka, dan kehidupan warga negara yang lebih mementingkan privasi masing-masing jadi tidak sedikit peluang untuk orang tersebut bisa menemukan mereka semua akan aman.
Vamela sendiri saat ini sudah membaik di tempat baru itu mereka menggunakan identitas baru,agar mereka aman.
__ADS_1