
Kebahagiaan Jerry, dan Vamela benar-benar membuat semua orang yang melihat nya akan terkagum-kagum.
Tapi tidak dengan Jordan pria itu seolah lupa dengan semua rasa sakit nya, saat ini dia bekerja pergi pagi pulang pagi, Jordan bahkan sudah menganggap Vamela sudah tidak ada, dan jika pun benar wanita yang waktu itu dia temui adalah Vamela, Jordan sangat bersyukur karena dengan begitu Vamela ternyata hidup dengan baik, tapi jika pun bukan Jordan berharap Vamela akan baik-baik saja.
Jordan akan bekerja hingga larut malam dan pergi hari dia akan segera kembali, hanya untuk sarapan pagi bersama dengan istrinya.
siang ini Jordan kembali memiliki jadwal meeting di hotel yang mempertemukan nya dengan sosok wanita yang sangat ia cintai meskipun Jordan sudah, berusaha meyakinkan bahwa wanita itu bukan Vamela, karena tidak merespon nya, meskipun Jordan tetap berharap Vamela adalah Audrey.
Jordan langsung berangkat meskipun meeting penting diadakan pukul sembilan pagi, tapi demi kata hati nya, dia tidak ingin momen terbaik itu.
"Honey ini baru pukul tujuh... bukan nya kamu meeting pukul sembilan"ucap Chaterine.
"Aku ada pekerjaan lain sebelum itu"ucap Jordan.
"Heummm...aku kira bisa ditunda dulu karena aku ingin melepas rindu dengan mu"ucap Chaterine.
"Maaf, sayang nanti jika aku tidak sedang sibuk aku akan kembali lebih awal Ok,aku juga sangat merindukan mu"ucap Jordan sambil mengecup kening Chaterine sekilas.
"Baiklah sayang aku harap kamu tidak terlalu sibuk"ucap Chaterine.
Jordan hanya mengangguk setelah itu dia langsung pergi menuju hotel tersebut meskipun tempat itu hanya beberapa menit dari apartemen Jordan.
sesampainya di sana pria itu langsung mencari sarapan pagi, bukan itu mau Jordan dia berharap akan bertemu Vamela yang kabarnya masih berada di sana.
dan benar saja Jordan masuk ke dalam restaurant tersebut, Jordan melihat kekasihnya, sedang makan bersama pria yang di sebut-sebut sebagai suami nya.
Jordan terus melihat ke arah Vamela, saat yang bersamaan wanita itu menoleh tapi tidak menampakkan ekspresi apapun Audrey, hanya menoleh setelah itu dia kembali fokus pada menu sarapan yang tersaji.
Jordan , tidak ingin kehilangan wanita itu, meskipun hanya bisa memandang nya dari jauh wanita yang bahkan tidak pernah peduli dengan nya.
"Maaf kan aku kak... tapi rasa itu begitu menyakitkan, jika saja pria yang ada di hadapanku tidak menolong kami, mungkin kami sudah tiada"ucap Vamela, dalam hati.
sementara Jordan langsung bergegas pergi menuju toilet, dia tidak ingin buang air, dia hanya ingin membasuh wajah nya, yang lagi-lagi Air mata nya tidak bisa ia tahan, mungkin terlalu sulit bagi Vamela untuk bisa kembali bersama dengan Jordan saat ini karena biar bagaimanapun alasan nya tindakan itu begitu keji.
beruntung Vamela, tidak menyalahkan Jordan atas kecelakaan itu, yang Vamela tau Jordan begitu mencintai nya, meskipun keluarga nya sempat menentang hubungan tersebut.
"Andaikan kamu masih hidup,aku harap kamu akan baik-baik saja, meskipun kamu tidak mau kembali bersama dengan ku setelah ini"ucap Jordan.
Vamela pun pamit untuk ke toilet, pada Vincent, dengan sangat hati-hati dia berjalan menuju toilet wanita itu.
saat Vamela, hendak menuju toilet wanita, dia melihat seseorang yang kini tengah menangis dalam diam, dia sebuah lorong antara toilet wanita dan pria.
"T tuan anda tidak apa-apa?"tanya Vamela.
"Mel....aku harap ini benar-benar kamu Mel....aku hampir mati karena merindukan mu,aku sangat mencintaimu Mel.... kamu tau itu, aku benar-benar takut dan tidak ingin hidup lagi karena berita kematian mu aku hampir gila,hiks hiks hiks aku mohon kembali"ucap Jordan yang langsung menggenggam tangan Vamela, yang kini berusaha bersikap datar agar Jordan.
"Maaf tuan, saya bukan orang yang anda sebutkan tadi"ucap Vamela, sambil melepaskan genggaman tangan Jordan.
wanita itu langsung pergi menuju toilet, sementara Jordan pun kembali masuk dan membasuh wajah nya.
saat Jordan diliputi kesedihan, Chaterine justru tengah bersenang-senang dengan pria tua yang selama ini menjadi penghangat ranjang nya.
Chaterine begitu lincah bergerak di atas tubuh pria itu.
Jordan pun keluar dari toilet dia kembali berpapasan dengan Vamela.
"Mel sayang aku mohon kembali lah demi buahati kita, aku tau itu kamu, dan tolong maafkan aku yang dulu tidak bisa melindungi mu, jika kamu tidak memaafkan aku juga tidak apa-apa, tapi satu hal yang aku minta jika kelak anak kita lahir aku ingin mereka tau siapa ayah kandung nya, dan bilang pada mereka bahwa aku sangat mencintai kalian semua"ucap Jordan lirih.
Vamela kembali mematung tapi kemudian dia kembali pergi meninggalkan Jordan yang terus memanggil nama nya.
"Maaf kan aku kak maafkan aku.... hiks hiks... jika aku bisa melupakan kejadian itu aku mungkin bisa memaafkan mu, aku tidak membenci mu tapi aku mencintaimu namun rasa itu terlalu besar di hati ku"Gumam nya dalam hati.
sesampainya di meja Vincent yang sedari tadi menunggu nya langsung menyambut kedatangan nya, pria itu meraih tangan Vamela.
"Kamu tidak apa-apa Honey, apa ada yang mempersulit mu"ucap Vincent.
"Tidak aku hanya kesulitan bergerak, mungkin karena mereka sudah terlalu besar"ucap Vamela yang memang perutnya sangat besar, biasanya Vincent akan membawa asisten wanita untuk melayani Vamela, tapi saat ini dia tidak membawa satupun asisten nya kecuali asisten pribadi nya di kantor.
__ADS_1
Vincent benar-benar hanya ingin pergi berlibur berdua dengan Vamela, bahkan putra angkat nya Vio dia tinggal bersama asisten dan pengurus rumah karena Vio juga sedang sekolah saat ini di Singapura di kediaman Vincent yang kedua.
pria itu tidak pernah membedakan antara keluarga ataupun kerabat, sikapnya terlalu baik, hingga semua orang segan padanya bukan karena kekuasaan nya, tapi karena kasih sayang nya dan rasa hormat terhadap sesama.
Vincent adalah pria setia, setelah kepergian mendiang istrinya, hingga saat ini dia belum pernah menikah lagi, Vincent tidak ingin cinta nya terbagi dan saat ini meskipun semua orang menghubungkan Vamela dengan nya tapi pria itu hanya menganggap Vamela, seperti adiknya sendiri.
Vamela juga merasa sangat disayangi oleh Vincent, pria itu selalu memberikan perhatian lebih untuk dirinya dan Vio juga kedua bayi yang kini berada dalam kandungan nya.
"Tuan aku ingin istirahat sudah terlalu lelah"ucap Vamela.
"Baiklah kita kembali ke kamar"ucap Vincent.
Jordan hanya bisa memperhatikan interaksi mereka dari dinding kaca dia bahkan dia melihat Vincent menggandeng Vamela, dia yakin Vamela adalah Audrey dan Audrey adalah Vamela.
🌹💖💖💖🌹
Masih dari Bali Indonesia, Jane yang tengah menikmati bulan madu nya, saat ini tengah berada di dalam kamar.
wanita itu baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri karena upacara wajib yang selalu Sky, lakukan di dalam kamar atau kamar mandi, pria itu seperti tidak ada lelahnya bahkan Jane yang baru saja pulih dari luka dalam nya hampir kewalahan menghadapi suaminya itu.
beruntung Jane, memiliki semuanya hingga penyembuhan dapat dilakukan dengan cara cepat, meskipun rangkaian operasi yang menyakitkan itu harus ia jalani tapi itu semua cukup membuahkan hasil, mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk penyembuhan cedera yang dialami oleh Jane, jika itu menyangkut orang yang tidak punya biyaya dan bahkan bisa cacat seumur hidup, tapi tidak bagi Jane, selain keajaiban yang tuhan berikan, juga didukung oleh materi yang berlimpah.
Edgar bisa menghadirkan beberapa dokter spesialis yang benar-benar ahli dalam bidang nya, untuk menangani putri bungsu nya.
sehingga Jane bisa kembali pulih dalam waktu singkat.
hanya lima bulan, mungkin itu mustahil bagi yang lain tapi tidak bagi Jane karena kebesaran Allah wanita itu dapat terselamatkan dengan harta yang dimiliki oleh nya.
Jane menikmati hari-hari nya di Bali bersama suaminya, dia bahkan tidak merasakan ngilu saat harus berjalan kaki sambil dirangkul oleh suaminya.
Jane bahkan merasa seakan tak pernah mengalami kecelakaan itu, dan rasa sakit itu menghilang begitu saja.
mungkin karena cinta, yang Sky berikan kepada nya saat ini.
"Sayang sini aku bantu keringkan"ucap Sky.
Sky pun mengambil alih alat pengering rambut itu, tapi sebelum nya dia mengecup bibir istri nya itu.
"Mas kapan pulang"ucap Jane.
"Sayang kamu mau tinggal di mana?... jika kita kembali"ucap Sky , bertanya.
"Terserah mas saja"ucap Jane.
"Kalau di rumah bunda bagaimana"ucap Sky.
"Aku terserah mas saja, yang penting mas selalu bersama ku"ucap Jane.
"Tidak bisa sayang"ucap Sky.
"Kenapa?.."tanya Jane.
"Aku harus mencari nafkah untuk mu dan anak kita kelak, jadi tidak mungkin terus berada di sisi mu"ucap Sky.
"Maksud aku...mas tidak boleh pergi jauh misalnya ke luar negeri atau kemana pun tanpa aku, kalau hanya bekerja di kota yang sama sih tidak ada masalah"ucap Jane.
"Aku bekerja di kantor Daddy, sayang juga mengurus rumah sakit, seperti yang dia inginkan"ucap Sky.
"Jika mas mau mending mas urus perusahaan milikku saja,kan sama"ucap Jane.
"Tidak sayang mas ingin menafkahi keluarga mas dengan hasil kerja keras mas sendiri"ucap Sky.
"Baiklah terserah mas saja kalau begitu, tapi jangan memaksa kan diri jika mas tidak merasa nyaman.
Jane pun selesai bersiap saat ini rencananya mereka akan pergi menuju daerah yang sering dikunjungi oleh para wisatawan sebagai tempat yang paling menarik di sana.
Sky, sudah menyiapkan mobil untuk mereka bekemah nanti sambil menikmati panorama alam mobil yang di desain khusus untuk satu keluarga mengadakan p
__ADS_1
kemping di alam terbuka.
Jane baru pertama merasakan itu semua karena selama hidupnya dia tidak pernah merasakan tinggal di alam bebas seperti yang akan dituju nya saat ini, berbeda dengan Sky, yang sudah melanglang buana menjelajahi setiap pegunungan yang pernah orang lain pijak bersama kawan-kawan seangkatan nya.
Sky suka berpetualang di alam bebas jika saja bunda nya tidak hidup sendiri, kala itu dia membatasi hobinya demi sang bunda.
pria itu terlalu mencintai ibunya yang selama ini membesarkan nya.
mobil terus melaju beriringan dengan yang lain nya beruntung cuaca hari ini sangat mendukung Sky, tidak menggunakan jasa sopir .
mereka berdua tidak ingin ada yang mengganggu.
perjalanan semakin menyenangkan kala pemandangan indah itu terlihat sepanjang perjalanan.
Jane berkali-kali meminta Sky berhenti karena ingin mengabadikan momen mereka berdua dengan latar pemandangan yang sangat indah dengan bantuan seseorang yang juga sama-sama berhenti di lokasi tersebut.
"Yang di sana lebih bagus lagi pemandangan nya jadi kita bisa menikmati semua ini dari atas sana"tunjuk Sky.
"Aku ingin foto disini dulu mas"kata Jane.
"Baiklah sebentar kita menepi dulu sayangku"ucap Sky, yang tidak bisa menolak keinginan wanita yang sangat penting dalam kehidupan nya saat ini.
sedangkan di tempat lain kini Rara tengah panik karena Vivian sedang demam ibu dari anak kembar itu sedang menangis karena sangat cemas beruntung ada Jerry yang kini pulang cepat pria itu mampu menenangkan sang istri.
sementara itu Vero di bawa oleh babby sister nya menuju kamar nya.
Jerry langsung memanggil dokter pribadi nya, untuk memeriksa putri semata wayangnya itu.
"Tenang sayang putri kita tidak apa-apa sayang, dia hanya demam biasa mungkin akan tumbuh Gigi"ucap Jerry yang kini tengah menggendong putri nya itu.
"Aku takut kak"ucap Vierra.
"Tidak akan sayang kamu berdoa saja semoga putri kita cepat sembuh"ucap Jerry lembut.
"Vivian sayang, mommy cepat sembuh ya nak... jangan buat mommy khawatir"ucap Vierra.
"Iya mom..."ucap Jerry.
"Kak, Jordan bilang dia bertemu dengan wanita yang sangat mirip dengan Vamela, namanya Audrey, tapi dia yakin itu adalah Vamela, karena usia kehamilan mereka juga sama"ucap Vierra yang baru ingat kalau semalam Jordan mengabari dan mengirim foto-foto wanita itu.
"Kenapa?... tidak minta Daddy untuk menyelidiki nya, kasihan Jordan jika itu benar Vamela dan juga anak nya"ucap Jerry.
"Coba kakak minta bantuan Daddy"ucap Vierra.
"Akan aku coba sayang semoga saja benar"ucap Jerry.
mereka pun terus mengobrol hingga dokter tiba di kediaman mereka.
Jerry terus bertanya bagaimana dengan keadaan putri nya, saat ini sementara Vierra tengah melihat keadaan putra nya, yang sedari tadi tengah bermain dengan pengasuh nya.
Vierra menggendong Vero, lalu dibawa menuju kamar nya, tempat Jerry dan Vivian berada.
"kakak cepat sembuh ade do'akan ya"ucap Vierra meniru suara anak kecil.
"Tentu Ade"ucap Jerry lagi.
"Nyonya tenang saja putri anda hanya demam biasa mungkin akan tumbuh Gigi"ucap dokter tersebut.
"Terimakasih dokter"ucap Vierra.
"Sama-sama"jawab sang dokter.
Vierra pun mengantar dokter sampai pintu utama setelah itu dia langsung kembali menuju kamar nya.
"Kak... Vivian, tidur"ucap Rara yang melihat putri nya sedang berada di gendongan Daddy nya.
"Iya sayang baru saja memejamkan mata"ucap Jerry.
__ADS_1
"Aku tunggu di bawah kakak, pasti belum makan"ucap Vierra.