
"Tidak sayang kamu akan baik-baik saja, semua hanya perlu waktu untuk beradaptasi, dan kakak tidak akan membiarkan mu tersakiti"ucap Jerry yang masih memeluk adiknya itu.
Jerry langsung mengangkat tubuh Jane, yang terlihat sangat menyedihkan itu dan membawanya ke dalam kamar.
"Kak, boleh kah aku tidak menikah"ucap Jane.
"Tidak sayang, tapi semua tergantung pada mu, kakak tidak akan pernah meminta atau pun melarang, semua kamu yang berhak menentukan"ucap Jerry.
"Aku mencintai kakak, aku tidak mencintai siapapun, selain kakak.... tapi Sky, mampu membuat ku sedikit melupakan rasa itu, tapi jujur aku tak siap jika harus menikah"ucap Jane, gadis tercantik menurut Jerry itu,kini kembali menangis sesenggukan.
"Tapi kakak tidak usah khawatir dengan itu,aku sangat merestui pernikahan mu dengan Rara, meskipun rasanya menyakitkan tapi semu yang membuat kakak bahagia aku pun bahagia"ujar Jane lagi.
Jerry mematung di tempatnya.
Aku akan pergi ke Belanda, bareng Sky, setelah aku menikah dengan nya jadi tidak perlu lagi, khawatir dengan ku"ucap Jane.
"Kamu akan tetap bersama kakak disini,kakak tidak mengijinkan mu pergi sampai kapan pun, kakak tidak ingin kehilangan mu"ucap Jerry tegas.
"Kak...aku hanya pergi mengikuti suami ku, tidak akan mati, tapi kalau pun itu terjadi akan lebih baik"ucap Jane.
Jerry langsung menatap tajam kearah Jane , dia tidak terima adiknya berkata seperti itu.
"Sayang kamu bicara apa?... jangan sembarangan kamu" ucap Jerry.
"Aku mau tidur, pernikahan ku akan diadakan besok, aku tidak ingin kalian hadir anggap saja aku tidak ada"ucap Jane, yang langsung menutup tubuhnya dengan selimut.
"Berani melakukan itu maka kakak, tidak akan menjamin bahwa kamu bisa pergi dengan bebas"ancam Jerry.
Jerry langsung menitikkan air mata, dia tidak ingin, melihat adiknya seperti ini.
Jerry,tau adiknya mencintai nya, karena menurut Jane Jerry, pria terbaik yang pernah ada dalam hidupnya dan yang lain Jane, tidak pernah mengenal nya sekalipun dia lihat selalu orang yang bermasalah,sebab itu Jane hanya jatuh cinta dengan Jerry, begitu juga Jerry, yang menyayangi adiknya lebih dari apapun di dunia ini, tapi dia terus berusaha untuk menghindari itu, seperti yang Jane, lakukan selama ini bedanya Jane tidak pernah menemukan cinta lain seperti rasa cintanya pada Jerry, beda dengan Jerry yang langsung menemukan Rara, pelabuhan cinta terakhir nya.
"Terserah saja, yang pasti aku tidak akan mengijinkan kalian hadir "ucap Jane lirih.
"Tidak!....sekali kakak bilang tidak ya tidak, pernikahan mu harus digelar dengan meriah pesta pernikahan Akbar, seperti yang kakak dan Daddy, rencanakan untuk princess kami"ucap Jerry.
"Putri Daddy, bukan hanya aku.... Jeny, juga putri Daddy dan juga adik kakak, dia yang lebih dulu hadir harus nya, kakak menyayangi nya juga lebih dari, sayang kakak padaku"ucap Jane.
"Tidur lah kamu hanya sedang mabuk, dan pernikahan mu, akan diadakan satu bulan lagi"ucap Jerry tegas pria itu langsung pergi.
"Kak, Jerry tidak akan tau kapan aku menikah"ucap Jane.
"Jane!...."bentak Jerry dan itu langsung membuat Jane langsung terdiam derai air mata nya tidak bisa di tahan lagi, kembali mengalir begitu saja.
Sakit sungguh sakit, yang Jane rasakan saat ini, kakak yang tidak pernah membentak nya selama ini, tapi kini Jerry berani melakukan itu.
apartemen seketika sepi Jerry pergi menuju Mension nya, dalam keadaan kacau dia sudah melakukan kesalahan saat ini, dia benar-benar merasa sangat bersalah Jerry tidak tau lagi harus apa... tapi di satu sisi dia tidak bisa membiarkan adiknya seperti itu.
sesampainya di Mension, tepat pukul dua dini hari, dia langsung masuk ke kamar dilihat nya, Rara tertidur tanpa menggunakan selimut padahal suhu ruangan itu begitu dingin, Jerry langsung menarik selimut di bawah kakinya Rara dan menutup tubuh istri nya,lalu Jerry mendarat kan kecupan di puncak kepala adiknya itu.
__ADS_1
sementara Jane dia tidak tidur, dia berjalan menuju keluar, dilihat nya apartemen milik nya, sudah sepi tidak ada siapapun di sana, Jane menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan kasar dan berjalan pergi sedikit gontai dengan kunci mobil di tangan nya, dan kunci akses masuk apartemen milik nya itu.
"Aku terlalu berharap"ucap Jane, sambil mengusap air mata nya dengan kasar saat itu juga dia kembali ke rumah nya, Jane berjalan cepat dia juga menelpon Sky, saat itu juga dia meminta Sky, untuk mempersiapkan pernikahan mereka saat itu juga di Bali, dan Jane akan segera bersiap untuk pergi kesana sekarang juga, tapi jika Sky, tidak bersedia Jane minta untuk membatalkan semua rencana pernikahan nya.
sementara Sky, benar-benar bingung dengan yang Jane minta saat ini, wanita itu sebenarnya kenapa terus berubah-ubah, seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan menurut Sky.
Sky pun mengikuti langkah yang Jane, sebutkan tadi Jane membawa dua koper besar,satu berisi pakaian nya dan satunya berisi barang-barang penting miliknya.
Jane pergi dengan mobilnya menuju bandara sepanjang perjalanan Jane tidak hentinya menitikkan air mata, tapi dia tidak ingin menghentikan langkahnya saat ini, menurut nya, hidup nya berjalan dengan baik atau buruk setelah menikah nanti, dia sudah memutuskan untuk tidak melibatkan keluarga nya lagi, seperti mereka yang tidak pernah peduli dengan derita yang ia rasakan selama ini.
"Aku pergi kak, selamat tinggal kehidupan"ucap Jane lirih.
Jane, langsung tancap gas, hingga kecepatan tinggi saat itu juga tidak peduli dengan keselamatan jiwa nya ataupun orang lain karena kebetulan jalanan tengah sepi.
Sky, yang melihat itu dia langsung berusaha mengejar dan menghentikan Jane, tapi tidak terkejar hingga sebuah truk pengangkut semen datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi dan akhirnya.
Buk....prang...prang ...
suara itu terdengar begitu keras, Sky, berteriak sekuat tenaga"Jane!!!!"
pria itu langsung lemas melihat mobil wanita itu terjun ke ke bawah dari jembatan layang tersebut.
"Jane!!"teriak Sky, sambil menangis histeris, sementara itu di kediaman Jerry, tiba-tiba lampu kristal yang besar di tengah Mension, tiba-tiba terjatuh dan hancur berantakan hingga Jerry dan Rara, terbangun.
"Ada apa ini kak"ucap Rara yang benar-benar panik, begitu juga dengan Jerry yang mematung dia tidak bergerak sama sekali, hatinya tiba-tiba terasa sangat sakit, hingga semua asisten nya berdatangan dan membersihkan pecahan kristal yang terjatuh itu.
semua itu benar-benar, sebuah firasat buruk yang datang saat ini tiba-tiba ponsel Jerry berdering nyaring dan Jerry langsung berlari menuju kamar nya, dia tidak sadar bahwa istrinya masih berdiri di depan pembatas lantai depan kamar nya, saat ini yang Jerry peduli adalah telpon tersebut, seperti nya benar-benar sangat penting.
"Jane!!!"teriak Jerry begitu keras dia terduduk di lantai ponsel terjatuh saat itu juga, Rara yang mendengar itu dia langsung berlari menuju kamar.
dilihat nya suaminya tengah tertatih ingin berdiri tapi tak bisa badan nya benar-benar lemas dengan air mata bercucuran tangis tanpa suara Jerry, saat ini membuat Rara begitu khawatir dia memanggil asisten rumah tangga nya sambil mencoba membantu Jerry berdiri, Rara langsung meraih ponsel tersebut.
🌹💖💖💖🌹
Rara tidak peduli dengan kehamilan nya, saat ini dia langsung berlari pergi menuju mobil saat mendengar kabar bahwa Jane,kini masih belum bisa di evakuasi, karena mengalami kecelakaan.
sementara Jerry juga berjalan di papah oleh asisten pribadi nya,menuju ruangan instalasi gawat darurat, disana sosok wanita yang sangat ia cintai terbaring tak berdaya para tim dokter sedang berusaha menyelamatkan nyawa nya, setelah berjam-jam berusaha memberikan pertolongan di tempat kejadian.
darah masih mengucur kepala dan dari sekujur tubuh nya Jerry langsung tergeletak tak sadarkan diri.
siapapun tidak akan pernah kuat melihat orang yang ia cintai seperti itu.
Jane langsung dibawa ke ruang operasi setelah dipastikan bagian mana saja yang harus segera dilakukan tindakan operasi.
hingga belasan jam berada di dalam ruang operasi dengan tiga tim dokter, yang menangani Jane, saat ini beruntung dokter tidak kesulitan untuk menangani itu karena dokter terbaik semua yang di kerahkan oleh Sky, saat ini.
pendarahan sudah berhasil di hentikan, saat ini tim dokter sedang bekerja untuk menangani beberapa tulang rusuk yang patah, dengan anugrah yang mahakuasa, Jane masih bisa bertahan sampai saat ini,meski setelah selesai operasi Jane , dinyatakan koma.
hanya detak jantung yang terdengar begitu nyaring di monitor EKG saat ini diruang NICU tersebut gadis cantik terbaring lemah bahkan tidak ada pergerakan sama sekali, saat ini.
__ADS_1
tubuhnya di penuhi oleh alat untuk pernapasan dan infus juga transfusi darah, yang diambil dari darah Jerry.
Jane, bahkan sudah tidak seperti Jane yang biasanya, wajah nya membengkak dan semu bagian tubuhnya juga sama, diakibatkan oleh luka akibat kecelakaan tersebut dan operasi yang dijalani nya.
Rara, terduduk lemas di lantai rumah sakit dia bahkan tidak bisa berdiri jika suster tidak membantunya untuk duduk, sementara itu suaminya entah dimana saat ini yang dia tau Jerry benar-benar sedang hancur saat ini.
"Jane... hiks hiks hiks bangun sayang bangun, sebentar lagi kamu akan punya keponakan"ucap Rara, lirih di ruang tunggu, sementara itu Jerry, masih duduk di sebuah ruangan dokter, pria itu seakan mati rasa saat ini, hatinya menjerit tapi dia bahkan tidak bisa bergerak.
sementara Edgar dan Juli, saat ini tengah berada di dalam jet pribadi nya bersama Jeny, yang kini tengah menangis histeris, dia tidak menyangka adiknya yang selama ini dia benci,kini bahkan tengah berjuang melawan maut.
"Maafkan aku Jane, maafkan kakak, yang tidak pernah bersikap baik pada mu, adikku hiks hiks hiks mom bagaimana ini mom...aku takut Jane tidak bisa bertahan"ucap Jeny, sementara Juli tidak berkata sedikit pun, saat ini dia seperti patung, hanya Edgar yang masih sadar dan terus berusaha menenangkan keduanya, sementara Eleanor,kini tengah duduk bersama dengan susternya.
Edgar, terus menerus melafalkan do'a, untuk putri bungsu nya itu.
Sky, kini masih terdiam dengan air mata yang tidak pernah berhenti menetes, tatapan nya terus mengarah ke arah ruangan tersebut.
Jordan yang mendapat kabar dari Edgar,kini tengah berada di Bandara bersama Vamela, dan juga putra nya yang baru sembuh.
mereka akan menaiki pesawat dengan tujuan Jakarta, yang akan berangkat tiga puluh menit lagi, Jordan yang juga panik, saat ini terus ditenangkan oleh Vamela, wanita itu bahkan beberapa kali mendekap Jordan yang menangis, meskipun dia seorang pria yang bersifat dingin, tapi saat mendengar kabar itu, dia tidak kuasa menahan air mata nya.
Rara pun sempat ikut menangis tapi dia harus tegar karena saat ini bukan hanya putra nya yang iya jaga, tapi ada Jordan yang tengah rapuh, sementara kekasih nya, menolak untuk pergi, dengan berbagai alasan.
Jordan menggenggam tangan Vamela saat ini dia minta kekuatan, pada wanita itu.
Jordan tidak perduli orang lain berkata apa tapi dirinya benar-benar tengah membutuhkan Vamela, saat ini.
Sementara Vamela, mengurus pengecekan paspor dan lainnya, Vio berada di gendongan Jordan, pria itu pun berkali-kali melirik ke arah Vamela, hingga akhirnya mereka pun masuk kedalam pesawat saat itu kebetulan yang mereka ambil adalah kelas bisnis.
sesampainya di dalam pesawat Jordan terus menangis sesenggukan teringat dosanya di masa lalu meskipun Jane, sudah memaafkan nya dan mereka sudah akur layaknya hubungan adik kakak pada umumnya, selama beberapa tahun terakhir.
setibanya di Indonesia Edgar dan Juli, juga Jeny, langsung menuju rumah sakit, mereka tidak ingin yang lain saat ini yang mereka inginkan adalah melihat Jane, mereka baik-baik saja, tapi keinginan tidak sesuai kenyataan.
Juli menjerit saat itu juga, saat melihat putri nya tidak lagi terlihat baik-baik saja, Juli langsung pingsan dan Edgar pun menangis histeris,satu keluarga itu, berkumpul dalam keadaan berduka meski Jane, masih hidup walaupun koma.
Jerry sendiri sedari tadi tengah memeluk Rara, untuk saling menguatkan.
Juli, langsung dibawa keruang perawatan mendadak terkena serangan jantung.
dan Edgar, pun harus berusaha menguatkan dirinya saat ini bukan hanya Jane, yang harus dia pikirkan tapi juga istrinya.
Jerry, semakin terpukul dengan kejadian ini, seluruh keluarga besar merasakan sakit yang sama teramat pedih.
Edgardo dan Senny, datang langsung dari Hongkong karena dia baru menemui Anisa, dan Alisa.
semua nya berkumpul di satu rumah sakit tersebut,tim dokter terbaik pun mereka datangkan dari luar,atas ijin direktur rumah sakit yang tak lain adalah ayah Sky.
Sky, sendiri kini menolak untuk mewarisi harta ayahnya karena bunda nya sudah tidak ada.
Jerry melihat Sky, yang kini tengah memeluk lutut nya di kursi tunggu depan ruangan dimana adiknya kini dirawat.
__ADS_1
"Pulang lah, kamu butuh istirahat dan Jane, juga pasti tidak ingin melihat mu begini"ucap Jerry.