Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Bukan akhir dari segalanya#


__ADS_3

Vio berusaha menarik lengan Ghealova tapi langsung dihalangi oleh Adam, pria itu langsung menyalami Jordan yang ternyata adalah rekan bisnis Daddy nya.


"Selamat malam tuan Jordan"ucap Adam yang menyela di tengah-tengah Vio dan Ghealova.


"Malam Adam apa? kabar , bagaimana kabar Daddy mu"ucap Jordan.


"Kabar Daddy baik hanya saja tuan tau dia sudah tidak ingin lagi berbisnis semua diserahkan pada ku"ucap Adam.


"Daddy mu memang melakukan hal yang tepat,kau adalah pebisnis yang handal"ucap Jordan yang masih menggendong putra Vio.


"Ghealova, Daddy mau bicara empat mata dengan mu"ucap Steven yang juga hadir di sana.


"Baiklah Daddy" jawab Ghealova pasrah.


Steven membawa Ghealova ke sebuah kamar hotel yang juga di sewa oleh keluarga Jerry.


"Duduk lah sayang Daddy harus bicara"ucap Steven.


Ghealova pun duduk di sofa depan duduk Steven


"Ada apa? Daddy"tanya Ghealova.


"Daddy turut bersuka atas kepergian kedua calon cucu Daddy, tapi Ghea Daddy harap kamu bisa tetap berada di sisi Vio, putra Daddy begitu menderita saat kau pergi"ucap Steven.


"Dia menderita karena perbuatan nya sendiri Daddy, bukan karena Ghea, bahkan karena ulahnya sendiri anak Ghea harus tiada sebelum dilahirkan, apa? Daddy tidak memikirkan bagaimana perasaan ku"ucap Ghealova sambil berurai air mata.


"Sayang Daddy tau perasaan mu, saat ini tapi Daddy juga sudah terlanjur menyayangi mu seperti putri Daddy sendiri"ucap Steven.


"Tidak Daddy, kesedihan yang mas Vio rasakan akan hilang dengan cepat karena dia sudah bahagia dengan mereka, Ghealova tidak ingin lagi hadir dalam percintaan mereka"ucap Ghealova.


"Percintaan apa? maksud mu Ghea, aku tidak pernah menjalin hubungan dengan dia selama ini, kami memang sempat menikah dan melakukan kesalahan tapi tidak untuk kedua kalinya"ucap Vio yang tiba-tiba hadir di tengah mereka.


"Saya permisi Daddy, sudah tidak ada lagi yang harus kita bahas, semuanya sudah berakhir"ucap Ghealova.


"Ghealova berhenti aku masih suami mu yang sah"ucap Vio.


"Suami,,, ya dulu kamu memang pernah menjadi suami ku, tapi itu dulu sekali sebelum kamu menghianati pernikahan kita"ucap Ghealova.


"Ghealova!"Vio berteriak.


"Aku terlalu banyak kekurangan Vio, itulah kenapa? aku selalu kamu hianati, tidak seharusnya kamu pertahanan kan semua ini,kamu sudah mendapatkan orang yang tepat, cinta didalam hidup mu bukan aku tapi dia, dia yang sanggup membuat mu berpaling dari wanita yang penuh kekurangan ini, dia dan anak kalian bahkan mampu menyingkirkan kedua anak ku, sebelum mereka lahir, aku ucap kan selamat untuk kalian semua, sekarang semua sudah berakhir"ucap Ghealova.


"Tidak Ghealova ini bukan akhir dari segalanya aku tidak akan pernah menceraikan mu,kau akan tetap menjadi istri ku yang sangat aku cintai"ucap Vio tapi Ghealova hanya berbalik dan tersenyum kecut.


"Semua itu hanya angan-angan saja, fakta nya semua lenyap begitu saja saat dia hadir kembali di sisi mu, dan semua ucapan mu hanya kebohongan, segera lah tandatangani surat perceraian itu, jangan buat setatus putra kalian menjadi tidak jelas"ucap nya sambil pergi derai air mata itu sudah tidak bisa dibendung lagi.


wanita cantik itu berlari meninggalkan hotel menuju jalan raya, hingga hampir saja tertabrak truk jika saja Adam tidak berlari dengan sekuat tenaga dan menarik nya ke tepi jalan .


"Ghea!"teriak Vio.


"Ghealova kamu kenapa? bisa se nekat itu Ghea"ucap Adam yang langsung memeluk Ghealova, yang kini menangis sesenggukan.


"Aku sudah tidak kuat lagi Adam, mereka tidak pernah memikirkan seberapa hancur nya hati ku dengan semua ini tapi mereka terus memaksa ku untuk tetap bersama dengan nya"ucap Ghealova sambil menangis.


Vio langsung menyebar dan meraih tangan Ghealova tapi wanita itu menolak nya.


"Ghealova, sayang aku mohon kemarilah"ucap Vio.


"Tuan sebaiknya jauhi dia dan biarkan dia pergi untuk sementara waktu menenangkan diri"ucap Adam yang langsung membawa Ghealova ke dalam mobil nya yang dibawa oleh sopir pribadi nya.


Adam langsung membawa Ghealova kembali ke pulau pribadi nya dengan helikopter pukul tiga dini hari.

__ADS_1


sesampainya di sana Ghealova pun masuk ke dalam kamar nya sementara Adam menempati kamar tamu.


Ghealova tidak mengira bahwa Vio juga wanita itu akan berani menampakkan diri di pesta tersebut.


Ghealova sendiri saat ini masih menangis dalam diam, jika saja dia langsung pulang setelah mengucapkan selamat atas pernikahan Vivian pada wanita cantik itu, dan memberikan nya kado pernikahan, mungkin dia tidak akan melihat mereka, tapi Arkana dan Adam ternyata rekan bisnis hingga mereka pun mengobrol cukup lama.


hingga akhirnya Ghealova harus bertemu dengan seluruh keluarga suami nya.


Vio sendiri saat ini tengah mabuk di mini bar yang ada di hotel tersebut, club malam yang ada di hotel tersebut menjadi saksi tumpah nya air mata Vio, saat ini dia begitu menyesal karena perbuatan nya dia harus kehilangan wanita yang sangat ia cintai, tidak hanya itu Vio juga kehilangan kedua calon putra nya.


penyesalan memang selalu datang terlambat tapi semua sudah terjadi, mereka tidak bisa kembali seperti dulu, Ghealova bahkan sudah membenci nya.


tapi Vio tetap bertekad untuk mempertahankan hubungan pernikahan mereka, dia tidak akan pernah menandatangani surat perceraian itu, justru dia akan mencari tahu dimana tempat tinggal Ghealova sekarang juga.


"Ghealova sayang kembali lah aku janji setelah ini aku tidak akan pernah menghianati cinta kita lagi, tapi aku mohon kamu bersedia untuk mengurus putra ku, putra kita"racow Vio yang kini dibawa oleh Steven menuju kamar hotel.


Vamela pun mengurus putra nya yang kini terlihat sangat menyedihkan.


ada tangis yang terlihat di mata Vamela saat ini melihat putranya tak berdaya di hadapan nya.


"Honey , tidak ada kah yang bisa membujuk Ghealova, aku tidak tega melihat putraku selemah ini"ucap Steven pada Vamela.


"Tidak ada, biarkan semua nya seperti itu agar mereka bisa mengambil pelajaran dari kesalahan yang telah mereka lakukan"ucap Vamela.


"Honey, Vio masih terlalu muda untuk mencerna semua ini, bisa-bisa dia melakukan hal bodoh"ucap Steven.


"Kamu bisa mengawasi nya, kamu punya orang-orang yang selalu mengawasi ku selama ini"ucap Vamela yang langsung membuat pria itu gelagapan.


pintu kamar pun terbuka Jordan langsung masuk ke dalam kamar.


"Bagaimana?? keadaan nya"ucap Jordan


Sementara itu di kamar pengantin Vivian yang baru selesai membersihkan diri wanita itu tiba-tiba gugup karena pria tampan yang kini berstatus suami nya itu menatap dirinya.


Vivian hanya tidur di pelukan Arkana hingga pagi hari nya mereka baru memenuhi kewajiban nya masing-masing, Arkana yang baru saja pertama kali nya begitu juga dengan Vivian tapi mereka mengikuti naluri sebagai dua orang insan yang sudah dewasa tidak mungkin mereka tidak tau urusan ranjang.


hingga keluarga inti semua sudah kembali pulang ke rumah mereka masing-masing, tapi pasangan pengantin tersebut justru tengah menikmati pagi romantis mereka saat ini hingga sore hari tidak ada yang menghiraukan perut mereka yang keroncongan keduanya asik bercocok tanam.


sementara Vio sudah berada di lobi hotel, dia hendak pulang sopir pribadi sudah menjemput nya.


sementara itu Eleanor sudah tidak ada di Indonesia, Jeny langsung membawa dia kembali ke Paris, sementara putra nya, diserahkan kepada Vamela karena Jeny tidak ingin kehilangan sang menantu yang sudah sangat baik hati menerima kesalahan yang dilakukan oleh Eleanor selama ini.


Vio sendiri merasa lega karena setidaknya putra nya berada di tangan mommy nya.


Vio pun langsung bergegas menuju rumah pribadi nya yang selama ini dia tempati bersama dengan Ghealova.


sementara Eleanor berkali-kali menghubungi Vio, tapi Vio tidak menggubris wanita yang sudah menjadi cinta pertama nya dan juga sudah menjadi penghancur hidup nya itu.


setibanya di rumah tersebut Vio langsung mencari data istrinya, dan semua kekayaan almarhum ibunya Ghealova yang menjadi warisan untuk Ghealova, sendiri bukan karena Vio ingin memiliki harta itu, tapi Vio ingin tahu dimana istrinya saat ini.


karena Vio tau selain di Thailand ibu Ghealova memiliki beberapa tempat tinggal di beberapa negara dan salah satu nya ada di Indonesia, tapi Vio tidak tau itu dimana, karena hanya almarhum kakek Ghealova yang tau semua kekayaan yang putrinya miliki.


sementara wanita yang dia cari saat ini tengah dilanda sakit, tubuh Ghealova pun demam tinggi wanita itu hanya menatap kosong pelayan yang mengurus nya saat ini, merasa khawatir, nona mereka bahkan tidak menyentuh makanan sedikit pun.


pelayan sudah menghubungi dokter keluarga tapi hingga saat ini belum juga ada yang datang sementara itu Adam yang tengah melangsungkan pesta ulang tahun nya yang diadakan di luar negeri tidak bisa dihubungi.


"Jangan mengabari siapapun aku tidak apa-apa lagi pula aku hanya punya kalian di dunia ini, biarkan saja seperti ini, aku sudah tidak punya semangat lagi untuk bertahan hidup"ucap Ghealova lirih.


hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri Ghealova langsung dilarikan ke rumah sakit yang tidak jauh di pulau sebrang mereka membawa Ghealova dengan helikopter menuju rumah sakit tersebut.


Ghealova terkena gangguan pencernaan asam lambung, dan juga stress yang berlebihan mengakibatkan semua itu terjadi secara bersamaan.

__ADS_1


"Aku dimana"lirih Ghealova.


"Anda di rumah sakit nona kita ada di pulau seberang"ucap pelayan yang setia menunggu nya di dalam ruangan dia begitu menghawatirkan anak majikan nya tersebut.


"Aku haus"ucap Ghealova.


"Ya saya akan ambilkan air"ucap nya yang memberikan air mineral di dalam botol plastik yang sudah ada sedotan nya.


"Aku ingin keluar"ucap Ghealova yang merindukan cahaya matahari.


"Tunggu saya bicara dulu dengan dokter"ucap pelayan tersebut.


"Jangan lama-lama aku takut sendirian"ucap Ghealova, tidak biasa nya.


"Tidak nona hanya sebentar ko, sebaiknya nona tunggu sambil tidur agar tidak takut"ucap pelayan tersebut yang langsung bergegas pergi menuju ruang dokter.


hanya beberapa menit kemudian pelayan itu kembali membawa kursi roda diikuti oleh seorang suster, yang akan membantu Ghealova untuk pergi ke taman rumah sakit seperti yang dia inginkan.


sementara itu Adam, yang semalam berada di pesta ulang tahun sekaligus pertunangan nya dengan seorang anak rekan bisnis nya, kini dia langsung terbang ke Indonesia, karena sudah membaca pesan yang asisten rumah Ghealova kirimkan.


Ghealova sendiri kini sedang duduk termenung sambil menatap ke sekeliling taman rumah sakit, meskipun sangat nyaman tapi itu bukan tempat yang tepat untuk duduk bersantai di sana, karena sebersih apa pun area rumah sakit pasti terdapat virus di setiap ruangan.


Adam terus gelisah, dia merasa sangat bersalah karena meninggalkan Ghealova disaat yang tidak tepat, tapi tuntutan keluarga nya untuk segera menikah dan memiliki anak, membuat Adam, harus pasrah dengan apapun yang mereka tetap kan, kecuali urusan hati, Adam masih bisa menerima wanita yang kini menjadi tunangan nya, tapi tidak dengan hati nya yang mulai berlabuh pada wanita lain.


Adam pun kini sudah mendarat di bandara dan dia buru-buru menggunakan helikopter nya menuju pulau tempat dimana Ghealova tinggal tapi ternyata Adam keliru Ghealova sedang berada di rumah sakit dimana pulau pribadi nya.


disana memang terdapat rumah sakit sekolah dan beberapa fasilitas penting lainnya, pulau itu Adam jadikan sebagai pulau nelayan, dan di sana Adam, mendirikan rumah pribadi yang sangat luas dan mewah meskipun, sebagian masih dalam pengerjaan, tapi rumah tersebut sudah bisa ditempati.


rencananya dia membangun rumah tersebut untuk dia dan keluarga kecilnya nanti.


saat Adam kembali ke pulau pribadi nya, sesampainya di sana dia langsung bergegas menuju rumah sakit, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ghealova.


sesampainya di sana, dia sempat berdiri mematung saat melihat kondisi Ghealova yang begitu pucat dan terlihat seakan menyedihkan.


tatapan mata nya terlihat kosong dia sedang duduk membelakangi pintu melihat kearah jendela.


"Ghealova, maafkan aku, aku baru bisa datang sekarang"ucap Adam yang kini terlihat lelah, mungkin karena belum sempat istirahat setelah pesta kemarin malam.


"Adam, tidak usah minta maaf, kamu juga punya kehidupan pribadi, dan selamat atas pertunangan kalian"ucap Ghealova yang langsung membuat Adam mematung.


"Kamu tau dari mana"ucap Adam.


"Tidak penting tau dari mana, yang lebih penting adalah kamu bahagia"ucap Ghealova sambil tersenyum penuh kelembutan.


Adam menggaruk tengkuknya yang tidak gatal setelah itu dia mendekat ke arah Ghealova yang sedikit menggeser posisi duduk nya, entah Adam sadar atau tidak yang pasti, Ghealova sedang menjaga jarak.


"Ghea, apa? yang kamu rasakan saat ini"ucap Adam kembali membuka obrolan.


"Aku sudah membaik dan sekarang aku sedang menunggu keputusan dari dokter, karena aku harus segera pergi ke Thailand, ada sedikit urusan"ucap Ghealova beralasan.


"Ghea aku minta maaf jika aku tidak berada di sisi mu saat kamu sakit"ucap Adam.


"Hey... semua bukan salah mu, dan kamu tidak punya kewajiban untuk terus berada di samping ku, kita hanya teman dan kita memiliki kehidupan pribadi jadi tidak usah menyalahkan diri mu"ucap Ghealova sambil menatap Adam, dengan tatapan mata yang sulit diartikan.


"Tapi Ghea"ucap Adam.


"Sudah, jangan dibahas lagi, ok aku minta maaf jika ada kesalahan selama kita bersama, aku meminta maaf "ucap Ghealova.


"Ghea, kamu seakan mau pergi untuk selamanya saja, aku tidak ingin mendengar kan itu"ucap Adam.


"Tidak Adam mungkin aku akan pergi sedikit lebih lama, sampai saat nya nanti aku kembali"ucap Ghealova.

__ADS_1


"Ghea"ucap Adam lembut.


Ghea hanya membuang pandangannya ke arah lain.


__ADS_2