
Haripertama di Mension Ghealova bangun pagi langsung mandi setelah itu menyiapkan pakaian Adam di walk in closed, saat itu dia kembali terkenang masa lalu dengan Vio mantan suami nya, dia selalu melakukan semua hal itu, dan kini dia melakukan semua itu untuk suami baru nya.
Adam sendiri masih belum bangun, sementara Ghealova sudah membangunkan Adam sedari tadi, karena Ghealova pikir Adam akan bangun dengan sendirinya wanita itu pun bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, karena tidak ada satupun orang di sana entah dia bangun kepagian atau memang tidak ada pelayanan di sana karena Ghealova melihat ada beberapa robot pembersih ada juga robot pelayan, seperti di negri dongeng saja"pikir Ghealova yang saat ini melanjutkan acara masak nya.
Pagi hari ini dia membuat makaroni schotel dan salad sayur untuk mereka berdua sarapan pagi, setelah selesai dia pun menata nya di meja.
Ghealova kembali ke kamar nya kali ini wanita itu menggunakan lift untuk naik ke kamar nya agar lebih cepat.
"Adam bangun ini sudah pagi"ucap Ghealova.
"Aku nunggu morning kiss dulu sayang"ucap wanita itu tegas.
"Apa? sedari tadi kamu sudah bangun"ucap Ghealova.
buka mata sih udah sayang tapi buka itu belum"ujar pria itu.
"Buka apalagi?" tanya Ghealova.
"Buka gorden kamar Sayang"ucap Adam sambil nyengir kuda sambil memeluk guling.
"Mas apa? disini tidak ada seorang pelayan pun"ucap Ghealova bertanya.
"Tidak ada sayang tapi jika kamu ingin ada pelayan sih terserah atur saja oke Sayang ku"ujar Adam.
"Terus apa? gunanya robot itu"ucap Ghealova.
"semua nya juga robot pelayan sayang mereka akan bersih-bersih setiap kali waktu nya tiba apa kamu melihat di setiap sudut ruangan ada debu?"ucap Adam.
"Kaya nya tidak ada"ucap Ghealova sambil berpikir.
"Karena mereka dengan telaten membersihkan semua nya"ucap Adam lihat saja dibawah sekarang tapi ingat jangan berdiri atau berjalan di hadapan mereka, karena mereka tidak akan bergerak sama sekali"ucap Adam.
"Terus jika tidak ada asisten siapa? yang akan belanja"ucap Ghealova
qcoba kamu catat apa saja yang ingin kamu di ponsel ini"ucap Adam.
"Ya sudah ya, jika itu benar, aku pergi dulu"
ujar Ghealova.
"Sayang aku belum mandi belum siap-siap juga kamu bisa nunggu kan setidaknya tiga puluh menit saja"ucap Adam.
"Oke tiga puluh menit Ok tidak boleh lebih"ucap Ghealova.
wanita itu pun duduk di sofa sambil menunggu suaminya selesai mandi, dan hanya sepuluh menit Adam sudah kembali ke luar dari dalam kamar mandi, dan dia berdiri di ambang pintu kamar mandi, sambil mengeringkan rambut nya dengan menggunakan handuk kecil.
Ghealova yang melihat ketampanan Adam, selama ini baru kali ini dia menatap tak berkedip melihat tubuh Adam yang benar-benar membuat dirinya tergoda sebagai wanita normal pada umumnya.
pria itu tampak tersenyum kecil melihat melihat istrinya yang kini sulit untuk berkedip.
"Kamu baru nyadar Honey, jika suamimu ini begitu tampan"ucap Adam sambil tersenyum menggoda Ghealova dengan mendekat ke arah Ghealova yang langsung membuang muka, dan saat Ghealova hendak berbalik tiba-tiba cup satu kecupan mendarat di bibir wanita cantik yang sudah sangat rapi dengan makeup tipis yang terlihat sangat elegan tersebut.
"Sayang kamu cantik sekali dan aku cinta"ucap pria itu.
__ADS_1
"Sayang aku tak punya uang receh"ujar Ghealova dengan mode jutek nya.
"Eum.... lembaran juga boleh"ujar Adam sambil tersenyum manis.
"Tar aku ambil di ATM"ucap Ghealova.
"Kenapa? gak bayar sekarang juga, masih ada waktu lima belas menit"ucap Adam sambil terkekeh geli.
"Lima belas menit kali sepuluh, itu udah jelas kamu, aku gak punya tenaga untuk itu suamiku,,,,,ehh salah suami orang"ucap Ghealova yang langsung membuat Adam cemberut dan kembali bersikap dingin.
"Apa? sih yang kamu selalu merusak suasana"ucap Ghealova.
"Aku merusak suasana heumm ya aku memang perusak, kamu sendiri tau kenapa?"ucapan Ghealova terhenti karena Adam langsung menyambar bibir Ghealova, pria itu tidak ingin mendengar kata-kata yang menyayat hati.
"Aku minta maaf, jika karena ini kamu tersinggung, aku hanya bercanda oke honey"ucap Adam sambil menatap wajah Ghealova yang terlihat datar.
"Sayang"ucap Adam.
"Aku berangkat duluan, kamu masih lama aku ada meeting penting hari ini"ucap Ghealova.
"Sayang tadinya aku mau ajak kamu kerumah dia tapi itu pun jika kamu ada waktu"ucap Adam.
"Dia siapa? aku tidak pernah merasa memiliki hubungan dengan siapapun di sini"ucap Ghealova
Adam langsung terdiam dia kembali lagi berkata"Istri ku"ujarnya.
"Sekarang baru mengaku jika kamu punya istri, kenapa? tidak dari dulu agar kita tidak perlu memiliki hubungan, dan satu lagi boleh aku egois, aku tidak ingin bersuamikan milik orang lain, jadi sekarang kamu bisa memilih akhir semua nya dengan ku, atau dengan nya"ujar Ghealova sambil pergi meninggalkan Adam yang diam seribu bahasa.
moodnya sudah hancur sepagi ini Ghealova bahkan tidak ingin melihat pria itu lagi.
sesampainya di kantor Ghealova, langsung dihadapkan pada kenyataan bahwa saat ini adalah meeting penting para pemegang saham dan parahnya lagi Vio adalah salah satu pemegang saham yang saat ini hadir di tempat itu, Ghealova yang di tuntut untuk profesional, wanita itu pun berjalan dengan sangat elegan menuju kursi pemimpin rapat saat ini.
Ghealova meminta asisten pribadi nya saat ini memulai rapat dia hanya akan mendengar kan semua hal yang perlu dia tau, karena selama ini perusahaan di pimpin langsung oleh asisten pribadi sang ayah, sementara ayah.
sementara itu perusahaan nya, yang ada di negara Thailand pun, saat ini ditangani oleh nya, hanya sesekali saja.
Ghealova pun menjadi pendengar yang baik, dan setelah itu, barulah ia angkat bicara, dia memimpin rapat tersebut dengan, caranya yang membuat semua orang terpukau termasuk mantan suami nya Vio.
Vio, pria itu terus menatap tanpa berkedip saat Ghealova memimpin rapat tersebut, Vio pun ingin sekali menghampiri dan memeluk erat wanita cerdas ibu dari kedua almarhum putra nya itu.
andaikan saja dia tidak menyakiti Ghealova mungkin saat ini mereka masih bersama dengan kedua anak mereka yang sudah berusia tiga, tahun jika mereka sempat terlahir ke dunia ini.
🌹💖💖💖🌹
Dua jam sudah rapat pemegang saham itu akhirnya berakhir dan Ghealova pun membubarkan rapat tersebut.
saat Ghealova terakhir keluar, tiba-tiba tangan kekar itu melingkar di perut Ghea, sontak wanita cantik itu ingin melepaskan pelukan te sebut di ruang meeting.
"Tuan Vio, apa-apa ini lepas?"ujar Ghealova.
"Sayang please biarkan seperti ini sebentar saja, aku mohon"ucap Vio.
"Hi,,, lepas kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi dan yang harus kamu tahu aku sudah bersuami"ucap Ghealova .
__ADS_1
"Apa kamu bilang honey itu tidak mungkin, dulu kamu bilang hanya ingin lepas untuk sementara waktu, ada apa ? kenapa kamu begini, kenapa? kamu bohong apa? dia lebih segalanya dari ku, apa? dia lebih memuaskan, lalu kemana Ghealova yang selalu mencintai ku"ucap Vio dia begitu menggebu-gebu, dan Ghealova hanya berderai air mata, karena dia sudah sadar dia baru lepas dari derita dan saat ini terjebak penderitaan yang sama.
"Aku benci semua yang ada di dunia ini, aku benci kenapa? harus kamu yang pertama kali melukai ku, dan aku saat ini menjadi seperti Eleanor, merebut suami orang"ucap Ghealova jujur, sontak Vio kaget dan membulatkan mata "
"Maaf kan aku Ghealova aku benar-benar menyesal mungkin jika putra kita masih ada dia akan mengutuk ku"ujar Vio.
Ghealova pun merosot ke lantai tubuhnya seakan tak memiliki tenaga lagi , wanita itu menangis sesenggukan sambil memeluk lutut tubuh nya bergetar hebat, dia mengingat saat-saat bahagia karena tengah mengandung janin kembar, tersebut.
"Jangan ungkit mereka lagi, mereka sekarang sudah di surga, aku memang ibu yang sangat buruk bahkan tidak bisa menyelamatkan anak ku sendiri, bukan hanya gagal mempertahankan janin yang aku kandung, aku juga gagal mempertahankan hubungan antara kita, aku benar-benar wanita yang buruk, aku semakin buruk karena sudah menjadi pelakor"ucap Ghealova.
"Sayang lepaskan dia, aku mohon kembalilah bersama ku, aku janji hanya ada kamu dan tidak akan ada yang lain nya lagi"ucap Vio.
"Heumm"seseorang berada di belakang Vio sementara Ghealova tau siapa? yang datang dia tetap di posisi nya saat ini.
"Aku baca di luar ini adalah ruang meeting, tapi yang aku lihat di dalam adalah drama mantan suami dan istri"ujarnya sambil mendekat dan berjongkok di samping Ghealova, dan meraih tubuh istri nya itu lalu dia angkat Ghealova pun mengalungkan tangannya di leher Adam.
"Ada lagi yang ingin kamu sampaikan kepada istri ku"ujarnya sambil mengecup puncak kepala Ghealova, saat itu juga.
Vio mematung sejenak lalu dia menatap lekat wajah cantik itu yang kini masih terlihat basah dengan air mata.
"Aku rasa kata-kata ku tadi sudah menjawab rasa penasaran mu"ucap Adam yang langsung berjalan meninggalkan pria yang kini menyeka sudut mata nya.
Sakit sudah pasti Vio rasakan, cinta nya kini sudah menjadi milik orang lain.
Ghealova pun dibawa masuk kedalam ruangan nya, Adam membawa dia duduk di sofa panjang yang ada di dalam ruangan tersebut, tapi Ghealova masih berada di pangkuan nya dia bahkan memejamkan mata nya sambil menyusupkan wajah nya di dada bidang suaminya itu.
"Apa? dia menyakiti mu"ujar Adam Ghealova tidak menjawab, dia tetap diam di posisi nya saat ini.
"Adam bisakah kita hanya berdua selama hidup kita dan tidak akan ada orang lain"ujar Ghealova, tapi tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu, Adam diam membisu dan Ghealova sudah tahu jawabannya tidak akan mungkin.
wanita itu, hendak pergi dari pangkuan Adam tapi tangan kekar itu menahan nya.
"Lepas kan aku itu adalah yang terbaik dan untuk kamu mulai sekarang sebaiknya kamu pergi dari hadapan ku"ujar Ghealova.
"Aku tidak akan pernah melakukan itu, dan untuk terakhir kalinya, tidak akan ada perceraian diantara kita bertiga"ucap Adam.
"Bahkan jika aku mati"ucap Ghealova
"Ghea, apa? salah nya kamu bertahan di posisi ini, lihat Juni dan Gavin saja tetap harmonis, bahkan mereka akan memiliki anak"ujar Adam tanpa, berpikir bahwa Ghealova lebih tau semua tentang Juni.
"Kamu pikir tidak ada masalah yang dihadapi Juni, selama ini, kamu pikir Juni bahagia, tidak Adam, dibalik semua itu ada hati yang jauh lebih terluka, dan wanita mana yang mau dinikahkan secara diam-diam dan dipaksa untuk menerima semua nya, bahkan dia di korbankan oleh keluarga nya sendiri, meskipun dia mencintai, begitu juga aku meskipun aku tidak seperti Juni tapi intinya kami di posisi yang sama"ujar Ghealova.
"Ghea, aku tau posisi ini sangat tidak nyaman untuk mu, tapi percayalah aku akan selalu menjadikan mu wanita yang paling kucintai"ujar Adam.
"Adam aku punya permintaan jika kamu tetap mempertahankan pernikahan ini, lebih baik kita tinggal masing-masing itu jauh lebih baik, karena rasa sakit itu selalu hadir setiap kali aku melihat mu, rasa sakit yang teramat sangat, karena kamu bukan milikku seutuhnya ada hati lain disini"ujar Ghealova sambil menunjuk ke arah dada Adam sambil menatap lekat wajah tampan itu.
"Apa? kamu bisa melihat nya, siapa? yang berada di sini, begini saja kamu tetap bersama ku, kita tetap akan hidup bersama, dan saat itu kamu bisa menilai seberapa cinta dan sayang nya aku padamu, jujur rasanya sangat sakit, saat kamu memberi jarak diantara kita saat ini, aku tidak akan pernah lagi berkata bahwa aku cinta padamu, jika kamu menganggap bahwa semua itu palsu, sekarang semua aku serahkan pada mu, tapi jangan pernah berharap aku akan mencerahkan mu, karena itu tidak akan pernah terwujud.
ucap Adam sambil berjalan meninggalkan Ghealova hingga sampai di depan pintu keluar, pria itu pun menoleh ke belakang, lalu berkata"Aku akan menunggu hingga kamu bisa mencintai ku, meskipun itu tidak mungkin"ucap Adam.
Ghealova hanya terdiam dan menatap kepergian pria yang sangat sempurna menurut Ghealova itu, meskipun dirinya tetap menolak untuk terus bersama Adam dalam poligami, dia hanya ingin Adam menjadi milik nya sendiri, tidak peduli jika ada yang bilang bahwa dia adalah wanita yang sangat egois.
sementara Adam saat ini tengah memejamkan mata nya, sambil bersandar di sandaran jok mobil nya, sebelum akhirnya dia kembali melajukan mobilnya menuju kantor nya, Adam datang untuk mengajak sang istri pergi makan siang bersama tapi yang dia dapatkan, lagi-lagi hanya keraguan dan permintaan cerai dari Ghealova, jika saja Ghealova bisa mengerti dia sendiri pun tidak pernah menginginkan semua itu.
__ADS_1